00:09TPPU
00:10Meri lanjutkan bisnis ilegal gold mining and trading Siman Bahar Bong Kin Pin.
00:14Ini ancaman pidananya.
00:17Meri bisa dijaring perluasan subjek hukum tindak pidana pencucian uang, TPPU.
00:23Sebagaimana diatur di dalam Pasal 4 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010, tentang TPPU.
00:30Hukuman tidak hanya menyasar pelaku utama, Siman Bahar Bong Kin Pin, Pasal 3.
00:35Istri, Meri, atau anggota keluarga dapat dijerat sebagai pelaku pasif, menerima atau menguasai penempatan, pentransferan.
00:44Atau menguasai penempatan, pentransferan, penggunaan harta kekayaan diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana.
00:52Ancaman pidana bagi Meri, penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 1 miliar rupiah.
00:57PT Indokarya Sukses, PT Indokarya Andalan, PT Bumi Satu Inti dapat ditetapkan sebagai tersangka korporasi.
01:05Jika terbukti tiga perusahaan ini digunakan sebagai alat untuk melakukan kejahatan, instrumen delik atau menampung hasil kejahatan.
01:12Aset tiga perusahaan dapat disita negara, pencabutan izin permanen, denda material lebih besar karena subjek hukum adalah badan hukum.
01:21Delik pidana baru jika operasional saat ini mencakup penambangan emas ilegal, ilegal mining, di Provinsi Kalimantan Barat.
01:28Merupakan tindak pidana asal, predicate crime, baru dibawa Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, tentang, mineral dan batu bara.
01:37Melakukan penambangan tanpa izin, pasal 158, diancam penjara maksimal 5 tahun dan denda 100 miliar rupiah.
01:45Setiap hasil ilegal mining kemudian dicuci melalui perdagangan sah akan memicu rantai TPPU baru yang terpisah dari kasus tahun 2009
01:52-2013.
01:54Apabila aktivitas bisnis bertujuan menyembunyikan aset seharusnya disita dalam kasus 189 triliun rupiah.
02:02Pihak-pihak yang terlibat dapat dituduh merintangi proses hukum atau menyembunyikan barang bukti, kata Syarifuddin Usman Esa.
02:08Syarifuddin Usman, Pemerhati Sosial Pontianak, Jumat, 27 Maret 2026, mengatakan, penetapan status tersangka korporasi,
02:19memiliki implikasi yang jauh lebih luas dibandingkan tersangka perorangan.
02:23Karena menyasar struktur organisasi, aset, hingga keberlangsungan hidup perusahaan itu sendiri.
02:29Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016, tentang, Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana Oleh Korporasi.
02:36Siman Bahar Bong Kinpin tersangka tindak pidana pencucian uang Komisi Pemberantasan Korupsi, TTPU KPK, kedua kali sejak 23 Mei 2023.
02:46Siman Bahar Bong Kinpin tersangka ilegal gold mining and trading selama 40 tahun tanpa mampu disentuh hukum di Provinsi Kalimantan
02:53Barat.
02:54Siman Bahar Bong Kinpin rugikan negara Rp189 triliun mengacu temuan pusat pelaporan dan analisa transaksi keuangan, PPATK, 2009-2013.
03:04PT Simba Jaya Utama di Kabupaten Sido Arjo, Provinsi Jawa Timur, milik Deni Handoko, salah satu dari tiga perusahaan refinery.
03:13Digeledah Direkturat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse dan Kriminal Polisi Republik Indonesia, di Tipeksus Bares Krim Polri.
03:20Pada 19-20 Februari 2026 dan Kamis, 12 Maret 2026, karena melakukan TPPU, pemutihan emas ilegal jadi legal sehingga bisa
03:31dipasarkan.
03:32PT Simba Jaya Utama, milik Deni Handoko, anak kandung pasangan Siman Bahar Bong Kinpin dan Meri.
03:38Tindak Lanjut Temuan PPATK, 2019-2025 senilai Rp25,8 triliun bahan baku dipasok dari Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Papua
03:48Barat.
03:49Muncul nama Teddy Wijaya, pemasok bahan baku ilegal Anton Yuswandi Aliong warga Singkawang.
03:55Sebagai mantan Arabidana di Fonis Ringan 1 Tahun Penjara dan denda Rp10 miliar di Pengadilan Negeri Pontianak, Kamis, 8 Desember
04:022022.
04:04Teddy Wijaya, rekan bisnis Siman Bahar Bong Kinpin, di mana sekarang diklaim masih dalam keadaan sakit, sehingga proses hukum tertunda.
04:12Siman Bahar Bong Kinpin sebagai salah satu epicentrum bisnis ilegal gold mining and trading Poros Kalimantan Barat, Papua Barat, Jawa
04:20Timur.
04:20Bisnis ilegal gold mining and trading Siman Bahar Bong Kinpin, dilanjutkan Meri tetap gunakan tiga perusahaan bermasalah itu.
04:28Anomali penegakan hukum menimbulkan kesan keluarga Siman Bahar Bong Kinpin manusia kebal hukum, ujar Syarifuddin Usman.
04:35PT Simba Jaya Utama, perusahaan refinery merek Simba.