Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SUKABUMI, KOMPAS.TV - Satreskrim Polres Sukabumi menaikkan status kasus anak yang meninggal dunia diduga dianiaya ibu tiri naik ke tahap penyidikan.

Tangis haru Anwar Satibi pecah mengetahui anaknya meninggal di rumah sakit setelah menjalani perawatan luka bakar di tubuhnya.

Korban yang berusia 12 tahun diduga dianiaya sebelum akhirnya meninggal dunia.

Dalam pengusutan yang dilakukan, polisi menilai ada unsur tindak pidana kekerasan yang menimpa korban berdasarkan alat bukti yang ditemukan.

Polisi fokus pada penguatan pembuktian dengan pendekatan scientific crime investigation atau investigasi kejahatan secara ilmiah untuk mengungkap sebab kematian korban.

16 saksi telah diperiksa oleh pihak kepolisian, termasuk ayah kandung dan ibu tiri korban.

Sebelumnya, saat di rumah sakit korban menyebut mengalami penyiksaan ibu tirinya.

Anwar Satibi pun meminta autopsi terhadap anaknya untuk mengetahui penyebab utama kematian.

Tak hanya luka melepuh, dokter RSUD Jampang Kulon menyampaikan korban juga mengalami gangguan pola napas.

Kini, selain menaikkan status ke penyidikan, polisi masih menunggu hasil laboratorium patologi anatomi dan toksikologi forensik terhadap sampel organ dalam korban.

Baca Juga Kasus Anak Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri Naik ke Penyidikan, 16 Saksi Diperiksa | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/652412/kasus-anak-tewas-diduga-dianiaya-ibu-tiri-naik-ke-penyidikan-16-saksi-diperiksa-sapa-pagi

#penganiayaan #anaktewas #ibutiri

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/652491/kasus-anak-tewas-diduga-dianiaya-ibu-tiri-di-sukabumi-naik-ke-penyidikan-kompas-siang
Transkrip
00:00Satu reskrim Polres Sukabumi menaikkan status kasus anak yang meninggal diduga di Aniaya Ibu Tiri naik ke tahap penyidikan.
00:16Tangis haru Anwar Satibi pecah mengetahui anaknya meninggal di rumah sakit setelah menjalani perawatan luka bakar di tubuhnya.
00:24Korban yang berusia 13 tahun diduga di Aniaya sebelum akhirnya meninggal dunia.
00:30Dalam pengusutan yang dilakukan polisi menilai ada unsur tindak pidana kekerasan yang menipah korban berdasarkan alat bukti yang ditemukan.
00:38Polisi fokus pada penguatan pembuktian dengan pendekatan scientific crime investigation atau investigasi kejahatan secara ilmiah untuk mengungkap sebab kematian korban.
00:4916 hasil telah diperiksa oleh polisi termasuk ayah kandung dan ibu tiri korban.
00:55Dan perkara kematian daripada anak NS, kita maraton selama 24 jam melakukan penyidikan.
01:04Dan perkara sudah kita naikkan pada tingkat penyidikan.
01:08Karena kita sudah menemukan beberapa alat bukti yang tentunya bisa kita yakin ini ada peristiwa pidana.
01:18Yaitu pidana dugaan kekerasan baik fisik ataupun psikis terhadap korban anak, yakni saudara NS.
01:29Sebelumnya saat di rumah sakit korban menyebut mengalami penyiksaan ibu tirinya.
01:34Anosat ibu pun meminta otopsi terhadap anaknya untuk mengetahui penyebab utama kematian.
01:38Saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh.
01:44Saya tanya, ma kenapa ini kulitnya siranya seperti ini?
01:47Dia jawab, ini kan sakit panas ya, jadi pada melepuh.
01:52Ditanya lah ini anak, gitu ditanya.
01:55Ya, ngaku dikasih minum air panas.
01:59Nah, memang kalau berantem anak saya dengan anak itu, anak dia itu kelas 2 SMA ya, waktu itu.
02:08Sekarang dari kelas 3, anak saya kelas 6 SMA.
02:10Kalau berantem sama anak itu, itu yang dihantem anak saya.
02:14Pas terjadi penyihayaan yang saya laporkan satu tahun yang lalu di Pores, itu gara-gara berantem sama anak itu.
02:20Jadi ini sudah pernah terjadi, cuma di meliasi sama Pak Haji Iseng.
02:24Dia sujud ke saya, jangan lapor, mamah mau otobat.
02:29Dorong ingin sekali sama luka otopsik, karena saya ingin tahu, ingin seperti itu.
02:34Ingin memastikan.
02:35Saya nggak bisa nuduh-nuduh sembarang, nggak bisa, nanti kenanya pitnah.
02:40Tak hanya luka melepuh, dokter RSUD Campang Kulon menyampaikan, korban juga mengalami gangguan pola napas.
02:47Justru kami menemukan kegawat daruratannya adalah gangguan di pola napas.
02:52Tetapi, apakah gangguan pola napas ini disebabkan oleh luka-luka yang dialami pasien tidak bisa langsung kita simpulkan.
03:03Jadi mungkin ada kondisi penyakit lain yang bisa menyebabkan kondisi napas pasien mengalami pola napas yang tidak adekuat atau tidak
03:11baik seperti itu.
03:13Jadi tindakan yang kami lakukan adalah penanganan untuk memberikan jalan napas yang terbaik.
03:18Jadi apakah ini suatu kondisi akibat meminum air panas belum bisa kita pastikan.
03:27Kini selain menaikkan status kepenyidikan, polisi masih menunggu hasil laboratorium patologi anatomi dan toksiologi forensik terhadap sampel organ dalam korban.
03:36Tim Liputan, Kompasivi Sukabumi, Jawa Barat
Komentar

Dianjurkan