Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jakarta menyegel toko perhiasan di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

"Barangnya Spanyol lah. Separuh nyolong, separuh nyelundup lah. Artinya ada yang 100% enggak bayar-bea masuk. Ada yang 50, ada yang 25. Nanti dilihat sama orang Bea Cukai seperti apa," ujar Menkeu Purbaya Yudhi pada Senin (23/2/2026).

"Kalau kata orang-orang itu orang-orang lapangan kita nyolong, habis itu jualnya depan kita gagah-gagahan, kan saya seperti menghina pemerintah," lanjutnya.

Baca Juga Toko Perhiasan Mewah di Jakarta Utara Disegel Bea Cukai, Ini Motif-Kronologinya! di https://www.kompas.tv/nasional/652283/toko-perhiasan-mewah-di-jakarta-utara-disegel-bea-cukai-ini-motif-kronologinya

#menkeu #purbaya #apbnkita #breakingnews


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652457/menkeu-purbaya-buka-bukaan-soal-bea-cukai-segel-toko-emas-pluit-seperti-hina-pemerintah
Transkrip
00:00Ini Pak, yang kemarin bayar cukai nge-segel toko perhiasan lagi,
00:04itu di-bluid, e-e.
00:06Kenapa?
00:06Update-nya, Pak.
00:07Itu karena apa sih, Pak?
00:08Karena apa sih, Pak?
00:09Karena apa sih, Pak?
00:09Karena apa sih, Pak?
00:10Karena apa sih, Pak?
00:11Iya, barengnya Spanyol lah.
00:13Spanyol-nya apa?
00:15Spanyol-nya Spanyol-nya?
00:16Spanyol-nya lundup lah.
00:18Artinya ada yang 100% gak bayar cukai masuk,
00:23ada yang 50, ada yang 25,
00:25nanti dilihat sama orang bayar cukai seperti apa, Pak.
00:27Kedepannya berarti ada lagi yang total kerugiannya berapa, Pak?
00:31Dan kedepannya apa gak ada lagi yang akan disegel?
00:33Total kerugian belum saya dapat laporannya.
00:38Kedepan pasti akan kita lihat seperti apa.
00:42Jadi gini, kalau kata orang-orang itu, orang-orang lapangan,
00:47kita udah nyolong,
00:48habis itu jualnya depan kita gagah-gagahan.
00:51Kan saya seperti menghina pemerintah.
00:54Kalau udah nyolong, jualnya gelap-gelap aja gitu,
00:56karena gak ketahuan.
00:57Jadi, ya harusnya juga gak boleh juga, kan?
01:00Kita akan kejar, pokoknya.
01:01Jadi kita akan tetap secure domestic market dari barang-barang ilegal.
01:06Pak, Pak, Pak, PNM jadi SMV Kementerian itu gimana, Pak?
01:12PNM jadi SMV Kementerian itu gimana, Pak?
01:14PNM jadi SMV Kementerian itu sama BIM?
01:15Jadi, Pak diambil Pak PNM.
01:16Oh, PNM, PNM, Pak.
01:19Sedang kita diskusikan.
01:22Sedang kita diskusikan,
01:23kan tadi kan ada yang bilang tadi kekur,
01:2510% NPL-nya.
01:28Kebiasa besar itu,
01:30manajemennya gak betul,
01:31apa enggak.
01:32Subsidinya kita yang bayar, kan?
01:35Nanti asiknya jam gini juga,
01:36kalau udah apa-apa kan ke kita juga,
01:37rasanya sih.
01:38Tapi gak tau,
01:38kemarin di BIMM, ya.
01:40Oke, kita lihat,
01:42apakah ada cara menyalurkan kur dengan lebih baik?
01:47Karena kan kalau perusahaan yang profit-oriented,
01:52yang publik,
01:53itu kan cari untung sebesar-besarnya,
01:55by design.
01:57Sedangkan kur,
01:58desainnya gak untuk itu, kan.
02:00Untuk memberi
02:03pembiayaan semurah-murahnya kepada
02:05masyarakat atau bisnis yang membutuhkan,
02:07UMK yang membutuhkan.
02:08Kita lihat,
02:09bisa dirubah apa enggak.
02:10Kalau bisa, ya kita ubah.
02:11Kalau enggak bisa, yaudah.
02:12Pak, UPK Freeport kan diperpanjang, ya Pak?
02:15Itu tambahan proyeksi keperinan negara berapa sih, Pak?
02:18UPK Freeport,
02:19yang kiriman bahan baku?
02:21Yang kemarin diperpanjang.
02:23Yang di Papua Tengah?
02:23Yang di Papua Tengah.
02:24Yang di Papua Tengah.
02:25Yang di Papua Tengah.
02:25Kan udah panjang,
02:26apanya yang diperpanjang?
02:27Ijinnya,
02:27sejati masalahnya.
02:29Ijinnya sama di...
02:29Kontraknya kan udah lama diperpanjang.
02:30Tambahan sama pemerintah,
02:3112% itu keperinan negara.
02:33Anda mesti tanya ke SDM.
02:36Saya belum terima detailnya.
02:37Kalau proyeksi ke MENQ ke penerimaan negara berapa, Pak?
02:40Dari mana?
02:40Dari sana?
02:41Penerimaan negara ke penerimaan?
02:43Dari?
02:43Dari investasi ke Preeport.
02:45Oh, saya enggak tahu.
02:46Harus naik,
02:47tapi kata enggak, Pak.
02:48Enggak tahu angkanya.
02:48Tanya berapa,
02:49apalagi berubah sahamnya,
02:50saya enggak tahu.
02:51Kalau berubah saham,
02:51kan pasti investasi bisa tambah juga.
02:54Tapi itu...
02:56Kan antara, kan yang lewat main ID, kan.
03:00Pak THR, Pak THR, THR.
03:03Kan sedang diproses.
03:04Nanti begitu Presiden pulang,
03:05mungkin dia akan mengumumkan.
03:07Saya enggak tahu masih diproses,
03:08tapi dananya sudah siap.
03:09Jadi minggu ini, Pak, apa?
03:12Tersama Presiden.
03:14Pak, yang under-invoicing itu kan
03:15katanya bisa sampai ribuan triliun, Pak.
03:17Itu nanti langkahnya dari Kementerian gimana?
03:19Saya bilang ribuan triliun.
03:21Ada, Pak.
03:22Misalnya, yang enggak, katanya.
03:25Ekonom abal-abal.
03:28Enggak gini.
03:30Kita punya data,
03:31under-invoicing, export,
03:34itu cukup signifikan
03:36kalau dari 10 perusahaan yang kita tes,
03:39itu masing-masing 3 pengapalan
03:41yang kita tes yang bisa ya.
03:423 pengapalan rata-rata ya.
03:44Itu sekitar 50 persen
03:47harga yang dilaporkan ke kita
03:49dibanding harga asli di pasar sana,
03:51pasar aslinya.
03:52Mereka menggunakan Singapura
03:55sebagai middle-middle man,
03:58jual ke situ,
03:59harganya misalnya 10,
04:01sini ke sana 20.
04:04Jadi bayar ke kita berapa?
04:0510.
04:06Itu sudah clear,
04:07tinggal kita,
04:08nanti kita follow up dari pajak
04:10dan biaya juga.
04:10Amerika minta kita buka
04:13impor baju bekas lagi, Pak.
04:17ART, Pak, ART.
04:19Yang itu, Pak.
04:20Gue pikir tadi itu rumah tangga,
04:22ART.
04:23Kita lihat kan,
04:24kita enggak impor baju bekas.
04:27Kita impor baju baru,
04:29kalau Amerika bisa produce baju baru,
04:31kalau baju bekas kan agak aneh.
04:35Kita akan legal,
04:38boleh.
04:40Tarif pasti berlaku untuk bareng yang legal,
04:43kalau yang ilegal tidak.
04:44Kalau kita di sini enggak pernah
04:46ngeizinkan baju bekas,
04:47enggak bisa dipaksa.
04:49Tarifnya nol,
04:49memang enggak boleh.
04:51Itu kira-kira.
04:52Pak, kalau yang bea cukai itu,
04:54Pak yang emas,
04:55kan harusnya bea cukai kan
04:56udah ngecek ya, Pak.
04:57Waktu dia impor,
04:58terus dicek,
04:58dia udah bayar atau enggak.
04:59Terus kenapa jadi bea cukai
05:01yang legal lagi gitu, Pak?
05:03Berarti kan apa dari awalnya
05:04nis di bea cukainya atau gimana?
05:07Berarti yang bea cukai
05:08yang ketipu-nipu tuh.
05:09Ini kan rejiminya baru,
05:11dia betulin yang lama.
05:12Ya biar aja nanti kita lihat
05:13seperti apa.
05:14Kalau emang itu praktek yang
05:18terjadi selama ini,
05:19ya akan kita ubah.
05:20Dan melakukan itu harus kita hukum
05:22dan negara enggak mau dirugikan.
05:23Kita lihat itu aja.
05:24Saya akan lihat terus ke depan.
05:26Ini kan belum lapor saya secara formal.
05:29hasil di lapangan.
05:30Cuma saya monitor
05:32sekali-sekali saya telpon
05:34gimana keadaannya gitu.
05:35Oke.
05:36Terima kasih.
05:38Terima kasih.
05:39Terima kasih.
05:40Terima kasih.
05:44Wah, saya enggak tahu
05:45saya belum ngelaporannya.
05:46Terima kasih.
05:47Saya salah ngomong lagi.
05:47Terima kasih.
05:48Terima kasih.
05:49Terima kasih.
05:50Terima kasih.
05:51Terima kasih.
05:51Terima kasih.
05:51Sudah.
05:52Sudah.
05:54Februari sudah cair kan.
05:55Dapat bangun pertama.
05:56Untuk yang Januari kan bayar Februari.
05:57Itu 70%.
05:58Lupa saya enggak nyeberapa.
05:59Tapi 27.
06:0127.
06:0127.
06:0227 bulan.
06:03PNLN Januari dan Februari.
06:0527 ya?
06:0527 bulan.
06:06Januari ya.
06:07Januari dan Februari.
06:08Oh.
06:09Yang Januari sedang diproses.
06:11Yang Februari juga akan langsung diproses.
06:12Berarti belum dibayar.
06:13Bentar lagi.
06:15Tapi kita bayar.
06:16Terima kasih.
06:17Terima kasih.
06:18Terima kasih.
06:18Terima kasih.
06:18Sudah.
06:19Sudah available.
06:19Sekarang juga sudah available yang Januari.
06:21Ya?
06:23Insentif mobilisri.
06:24Belum sampai saya suratnya.
06:26Terima kasih.
06:27Terima kasih.
06:28Terima kasih.
06:28Terima kasih.
06:28Terima kasih.
06:28Terima kasih.
06:29Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan