- 2 hari yang lalu
- #brimob
- #penganiayaan
- #polri
- #kekerasan
MALUKU, KOMPAS.TV - Oknum Brimob Polda Maluku yang menganiaya pelajar hingga tewas di Kota Tual ditetapkan sebagai tersangka.
Usai ditetapkan tersangka, Bripda MS dipindahkan ke Ambon dan ditahan di Bid Propam Polda Maluku untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Tersangka juga akan menjalani sidang kode etik dan profesi Polri.
Sebelumnya Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menegaskan proses hukum terhadap oknum Brimob yang menjadi pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang pelajar di Tual, Maluku, akan diproses secara transparan.
Sementara itu, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan oknum Brimob di Tual, Maluku.
YLBHI meminta kasus ini diusut tuntas dan meminta reformasi Polri secara menyeluruh.
Menurut sang ayah, korban dan kakaknya mengendarai motor pada Kamis pagi dan melintas di Jalan RSUD Maren, Kota Tual.
Sang ayah membantah kalau anaknya terlibat balap liar dan meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.
Sebelumnya, seorang pelajar madrasah tsanawiah di Tual, Maluku, dianiaya oknum Brimob hingga tewas usai dituduh sebagai pelaku balap liar.
Peristiwa ini bermula saat korban dan kakaknya melintas di Jalan RSUD Maren.
Di sana, seorang anggota Brimob yang tengah berpatroli menganiaya korban hingga terjatuh dari motor.
Tewasnya korban memicu amarah warga hingga mendatangi Markas Brimob Tual.
Lantas, dari kasus ini, bagaimana mencegah tindakan polisi agar tidak membahayakan warga sipil? Dan apakah kasus Brimob Tual menjadi katalis reformasi Polri yang saat ini tengah digodok?
Kita bahas bersama narasumber secara daring, ada Komisioner Kompolnas, Yusuf Warsyim, dan Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Ketua MPR Muzani Respons Kasus Anggota Brimob Aniaya Pelajar hingga Tewas di Tual di https://www.kompas.tv/nasional/652420/ketua-mpr-muzani-respons-kasus-anggota-brimob-aniaya-pelajar-hingga-tewas-di-tual
#brimob #penganiayaan #polri #kekerasan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/652437/full-kompolnas-dan-imparsial-soal-brimob-aniaya-pelajar-hingga-tewas-di-tual-polri-harus-evaluasi
Usai ditetapkan tersangka, Bripda MS dipindahkan ke Ambon dan ditahan di Bid Propam Polda Maluku untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Tersangka juga akan menjalani sidang kode etik dan profesi Polri.
Sebelumnya Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menegaskan proses hukum terhadap oknum Brimob yang menjadi pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang pelajar di Tual, Maluku, akan diproses secara transparan.
Sementara itu, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan oknum Brimob di Tual, Maluku.
YLBHI meminta kasus ini diusut tuntas dan meminta reformasi Polri secara menyeluruh.
Menurut sang ayah, korban dan kakaknya mengendarai motor pada Kamis pagi dan melintas di Jalan RSUD Maren, Kota Tual.
Sang ayah membantah kalau anaknya terlibat balap liar dan meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.
Sebelumnya, seorang pelajar madrasah tsanawiah di Tual, Maluku, dianiaya oknum Brimob hingga tewas usai dituduh sebagai pelaku balap liar.
Peristiwa ini bermula saat korban dan kakaknya melintas di Jalan RSUD Maren.
Di sana, seorang anggota Brimob yang tengah berpatroli menganiaya korban hingga terjatuh dari motor.
Tewasnya korban memicu amarah warga hingga mendatangi Markas Brimob Tual.
Lantas, dari kasus ini, bagaimana mencegah tindakan polisi agar tidak membahayakan warga sipil? Dan apakah kasus Brimob Tual menjadi katalis reformasi Polri yang saat ini tengah digodok?
Kita bahas bersama narasumber secara daring, ada Komisioner Kompolnas, Yusuf Warsyim, dan Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Ketua MPR Muzani Respons Kasus Anggota Brimob Aniaya Pelajar hingga Tewas di Tual di https://www.kompas.tv/nasional/652420/ketua-mpr-muzani-respons-kasus-anggota-brimob-aniaya-pelajar-hingga-tewas-di-tual
#brimob #penganiayaan #polri #kekerasan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/652437/full-kompolnas-dan-imparsial-soal-brimob-aniaya-pelajar-hingga-tewas-di-tual-polri-harus-evaluasi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00melakukan penindahan.
00:05Oknum Brimob Polda Maluku yang menganiaya pelajar hingga tewas di kota Tual Maluku ditetapkan sebagai tersangka.
00:12Usai ditetapkan tersangka, Bribda MS dipindahkan ke Ambon,
00:16dan ditahan di Bit Propam Polda Maluku untuk menjalani pemeriksaan intensif.
00:21Tersangka juga akan menjalani sidang kode etik dan profesi Polri.
00:24Status terlapor, yang sebelumnya terlapor, ini kita naikkan menjadi penetapan tersangka.
00:36Karena kalau melihat gelap, kita yakinkan bahwa terlapor ini sudah masuk dalam muncul tersebut.
00:45Tepi dananya jalan, dan akan monitor, serta perkembangannya akan disampaikan ke keluarga terkait kode etik.
00:54Sebelumnya, Kapolri, Jenderalist Yosikit Prabowo menegaskan,
00:58proses hukum terhadap Oknum Brimob yang menjadi pelaku penganiayaan,
01:01yang menewaskan seorang pelajar di Tual Maluku, akan diproses secara transparan.
01:06Juga diproses ya, misalnya dalam pengalaman,
01:10dan diledikan oleh proses yang ditahan oleh Ores,
01:21di asistensi oleh Kolda ya,
01:24saat ini sedang berjalan.
01:26Saya kira hal yang seperti itu ditahan sama.
01:28Sementara itu, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia
01:32mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan Oknum Brimob di Tual Maluku.
01:36YLBHI meminta, kasus ini diusutuntas,
01:40dan meminta reformasi Polri secara menyeluruh.
01:42Kita sangat mengecam atas tindakan brutal dari anggota Brimob ya di Tual di Maluku.
01:52Meninggalnya Arianto dan kekerasan oleh anggota Brimob ini bukan sekedar hanya peristiwa biasa,
01:57tapi dipandang peristiwa yang sangat sering berulang,
02:01harus ada secara serius reformasi di bidang kelembagaan dan kultural,
02:06di mana kita harus bersama-sama mendesak untuk menghilangkan praktik kekerasan,
02:11praktik militerisme, ya, militerisasi kekerasan di tubuh kepolisian.
02:16Harus dievaluasi total mulai dari rakitmen, dari pendidikan, dari bagaimana bersikap ya.
02:23Menurut sang ayah, korban dan kakaknya mengendari motor pada kamis pagi
02:27dan melintas di jalan RSUD Maren, Kota Tual.
02:31Sang ayah membantah kalau anak menerlibat balap liar
02:34dan meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.
02:52Oke, artinya dugaan balap liar menjadi alasan terduga pelaku ini melakukan penganayaan itu tidak benar?
02:59Oh, itu tidak benar. Tidak benar. Tidak benar.
03:05Sebelumnya seorang pelajar Madrasah Sanawiyah di Tual, Maluku,
03:09dianiaya Oknum Rimob hingga tewas, usai dituduh sebagai pelaku balap liar.
03:13Peristiwa ini bermula saat korban dan kakaknya melintas di jalan RSUD Maren.
03:18Di sana, seorang anggota Rimob yang tengah berpatroli,
03:20menganiaya korban hingga terjatuh dari motor.
03:23Tewasnya korban memicu amarah warga hingga mendatangi markas Rimob Tual.
03:29Tim Liputan Kompas TV
03:35Oknum Rimob yang menganiaya seorang pelajar hingga tewas telah ditetapkan sebagai tersangka
03:40dan akan menjalani sidang etik pada Senin 23 Februari 2026 atau tepatnya hari ini.
03:46Kapolri Jenderalistio Sigit Prabowo menegaskan proses hukum terhadap Oknum Rimob ini akan berjalan transparan.
03:52Lantas dari kasus ini, saudara, bagaimana mencegah tindakan polisi agar tidak membahayakan warga sipil?
03:57Dan apakah kasus Rimob Tual ini menjadi katalis reformasi Polri yang saat ini tengah digodok?
04:03Kita akan bahas bersama dengan sejumlah narasumber, saudara, secara daring.
04:07Sudah bergabung bersama kami di Sapa Indonesia pagi,
04:10ada Komisioner Kompolnas Yusuf Warsim,
04:13dan juga Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra.
04:16Selamat pagi, Pak Yusuf, Bang Ardi.
04:18Assalamualaikum.
04:20Waalaikumsalam.
04:22Selamat pagi.
04:22Selamat pagi, Pak Yusuf.
04:25Oke, saya mau ke Pak Yusuf lebih dulu.
04:29Pak Yusuf, Kapolri kemarin sudah memberikan atensi,
04:32sudah menjamin bahwa proses hukum dari kasus Tual ini akan dijalankan secara transparan.
04:38Nah, pertanyaannya bagaimana kita bisa menjamin bahwa kasus ini benar-benar
04:41se-transparan mungkin untuk bisa diproses?
04:44Ya, tentu itu yang kita dorong.
04:49Sejauh yang kami pantau bahwa proses penanganan kasus meninggalnya anak kita ini,
04:59proses hukumnya telah berjalan,
05:02maka kami sebagai pengawas fungsional,
05:06Eksternal Koli akan mengawasi secara sungguh-sungguh
05:11untuk memastikan transparansi dan akutabilitas prosesnya hingga tuntas.
05:18Pada saat ini juga tim komponas telah terbang ke Ambon,
05:26akan ke jual, memantau langsung.
05:29Akhir lagi, tim komponas sudah kita utus,
05:32akan memantau langsung di sana
05:34untuk memastikan transparansi dan akutabilitas.
05:39Jadi itu yang kami pastikan,
05:41apa yang disampaikan oleh Pak Pak Polri,
05:44itu yang kita pantau agar dari pihak keluarga korban
05:49dan termasuk seluruh masyarakat Tual yang ada di sana
05:53benar-benar meyakini bahwa proses ini diawasi
05:57sehingga apabila ada keraguan-keraguan
06:00akan ditutupi, komponas akan menjamin
06:03bahwa semuanya harus transparan dan akutabilitas.
06:08Oke, selain memang komponas hadir di sana
06:10untuk bisa melakukan proses pengawasan,
06:13idealnya proses pengawasan dalam proses hukum ini
06:16agar bisa berjalan transparan,
06:18bisa memastikan bahwa korban, keluarga korban
06:21bisa menempatkan keadilan.
06:23Pak Yusuf, seperti apa?
06:24Ya, tentu dari pihak keluarga korban sendiri
06:29harus mendapatkan pelayanan di dalam penanganan kasus ini
06:34yang di dalam pelayanannya itu ya transparansi.
06:38Nah, proses tahap-tahapnya itu diberikan layanan
06:42kepada pihak keluarga korban
06:44sehingga kemudian nanti proses bagaimana
06:46apabila sudah masuk dalam persidangan
06:49tentu wilayah kewenangannya itu ada pada jaksa.
06:53Tapi dalam proses penyidikan ini
06:55yang kita tekankan betul
06:57pelayanan kepada pihak keluarga korban.
07:00Mitigasi yang perlu dilakukan dengan keluarga korban
07:02juga perlu dilakukan.
07:03Tapi yang paling penting
07:04keterbukaan informasi selama proses berjalan itu
07:08tidak mengalami hambatan-hambatan
07:11itu yang kita awas.
07:13Pak, layanan atau pelindungan terhadap keluarga korban
07:16seperti apa Pak Yusuf?
07:19Informasi terkait dengan penanganan kasusnya itu
07:21yang harus terbuka kepada keluarga korban
07:24sehingga mereka meyakini bahwa proses ini
07:28benar-benar akan selesai transparan.
07:31Jadi setiap proses tahapan-tahapan
07:34termasuk nanti bagaimana proses
07:36di sidang Komisi Kode Etik
07:38kan dari para saksi yang itu
07:43kami yakin juga pasti ada hubungan dengan keluarga juga.
07:46Jadi itu proses baik Kode Etik
07:49maupun proses pidananya
07:51tetap sama-sama diberikan pelayanan informasi
07:54yang terbuka kepada keluarga korban
07:56di samping tentunya keadilan.
07:58Nah, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Pak Kapolda
08:02yaitu kan wujud keadilan untuk keluarga korban
08:05bahwa menggambarkan sanksi yang paling berat itu adalah PT DH.
08:10Oke, saya mau bergeser ke Bang Ardi
08:13sebelum saya tanya ke Bang Ardi
08:15mengenai proses pengawasan dan perjambaran
08:17dari Pak Yusuf tadi
08:18tapi dari sudut pandang Anda
08:20Bang Ardi melihat kasus kekerasan
08:22yang dilakukan oleh polisi
08:24belakangan ini
08:25bagaimana Anda melihat ya?
08:49dan kami melihat fenomena ini
08:52tidak hanya atau tidak bisa dipandang
08:55sebatas penyimpangan atau kekerasan
08:59dilakukan oleh individu anggota kepolisian saja
09:02melainkan ini merupakan persoalan serius
09:07relasi antara polisi dan masyarakat
09:10Nah, apa persoalan seriusnya?
09:12Dari kasus ini
09:14kita masih bisa mengetahui bahwa
09:19kepolisian masih dengan mudah
09:21atau cenderung dengan gampang
09:24itu melakukan kekerasan kepada masyarakat
09:28Nah, ini persoalannya
09:29yang menjadi perlu digarisbawahi hingga hari ini
09:34Nah, apa namanya
09:37kepolisian ini
09:39dalam melakukan kekerasan
09:42ataupun pelanggaran kepada masyarakat
09:45begitu ya
09:45itu juga tidak disertai
09:47dengan tangsi
09:49ataupun hukuman yang berat
09:52sehingga
09:53peristiwa-peristiwa semacam
09:55yang terjadi terhadap Arianto ini
09:57di tuwal ini
09:58itu terus berulang
10:00dari tahun ke tahun
10:01tahun sebelumnya
10:03kita bisa melihat tragedi
10:04apa namanya
10:05pada bulan Agustus
10:06pada sebelumnya
10:08kita juga mengenal
10:09tragedi kasjuruhan
10:10itu adalah perilaku
10:12kekerasan
10:13kepolisian
10:14terhadap publik
10:16yang masih
10:17ditolerir
10:18secara institusi
10:20secara internal
10:21oleh institusi kepolisian
10:23dan
10:24tangsi terhadap mereka
10:25yang melakukan
10:26kekerasan tersebut
10:27itu cenderung
10:28apa namanya
10:29ringan
10:31dan juga
10:32tidak akuntabel
10:33begitu ya
10:34minim akuntabel
10:36nah ini
10:37yang perlu
10:37dibenahi
10:38saya kira
10:39oleh institusi kepolisian
10:41bagaimana
10:41mengakhiri
10:42ya jangan
10:43sampai terjadi lagi
10:45ada
10:45Arianto-Arianto
10:46berikutnya
10:47ke depannya
10:48di kemudian hari
10:49dan praktik
10:50atau budaya
10:51kekerasan
10:51di kepolisian ini
10:52dapat diakhiri
10:53semaksimal mungkin
10:55begitu
10:56oke
10:56bang Ardi
10:57berarti dalam
10:58kasus ini
10:59tersangka
11:00itu
11:00dijatuhi
11:01PTDH
11:02dan saat ini
11:02diproses hukum
11:03apakah
11:03dari
11:04hukuman
11:05atau sanksi ini
11:06anda sudah menilai
11:07ini merupakan
11:08sanksi berat
11:08sehingga
11:09memberikan efek
11:11jerah
11:12pelaku
11:15tetapi perlu
11:16diingat
11:17dari peristiwa
11:18tual
11:19itu
11:19kesalahan
11:21tidak cukup
11:22hanya
11:22dibebankan
11:23kepada pelaku
11:24yang melakukan
11:25kekerasan
11:25terhadap
11:25anak ini
11:26tetapi juga
11:27ya
11:28kepada atasannya
11:29kenapa juga
11:30dalam pengamanan
11:32apa namanya
11:33aktif balap
11:34beliar
11:34itu kepolisian
11:35perlu bahkan
11:36menurunkan
11:37satuan berimot
11:38nah ini yang
11:39sebetulnya
11:40apa namanya
11:41penggunaan
11:42kekuatan
11:42yang kami nilai
11:43itu sama sekali
11:44tidak
11:45dibutuhkan
11:46begitu atau
11:47dilakukan secara
11:48berlebihan oleh
11:48kepolisian
11:49ya
11:50apa namanya
11:51dalam pengamanan
11:52balap
11:53beliar itu cukup
11:54misalnya
11:55satuan
11:55apa namanya
11:57sabara
11:58ataupun
11:59apa
12:00binmas
12:01begitu ya
12:01yang sertai
12:02dengan
12:02polantas
12:03begitu ya
12:04itu mungkin cukup
12:05dan juga
12:06apa
12:06tidak perlu
12:07mengerahkan
12:08kekuatan
12:09yang
12:09apa
12:11kita kan
12:11melihat
12:13merupakan
12:14satuan
12:15keanggotaan
12:16atau unit
12:17di kepolisian
12:18yang memiliki
12:18kemampuan
12:19yang cukup
12:20apa namanya
12:21cukup
12:22besar
12:23dalam penggunaan
12:24kekuatan
12:24biasanya itu
12:25digunakan untuk
12:27menangani
12:28apa
12:29kasus besar
12:29seperti terorisme
12:30tetapi ini
12:31dalam kasus
12:32di
12:32pengamanan
12:34apa namanya
12:35aktif balap
12:35beliar di luar
12:36itu langsung
12:36kepolisian
12:37menggunakan
12:37apa
12:38komandannya
12:39menurunkan
12:40satuan
12:40BRIMOB
12:40nah ini
12:41yang perlu
12:41juga
12:42diperiksa
12:42saya kira
12:43tanpa
12:44ada
12:44evaluasi
12:45soal
12:46penggunaan
12:47kekuatan
12:48di kepolisian
12:50oleh
12:50struktur
12:52karena ini
12:53masalah
12:53struktur
12:54dan sistemik
12:54jadi ini
12:56saya katakan
12:56bukan masalah
12:57individunya
12:58saja
12:58ya
12:59individu
13:00di kepolisian
13:01masih
13:01memang
13:02apa namanya
13:03cenderung
13:04melakukan
13:04kekerasan
13:05memiliki
13:06karakter
13:07apa namanya
13:08militaristik
13:09begitu ya
13:10itu yang harus
13:10dibenahi
13:11itu betul
13:11tetapi juga
13:12persoalan
13:13sistemiknya
13:14juga perlu
13:16dibenahi
13:17atau diatasi
13:17saya kira
13:18penting juga
13:19bagi
13:21apa
13:21bagi
13:22kepolisian
13:22itu untuk
13:23memanggil
13:24atau
13:24mengevaluasi
13:25pemandan yang
13:26mengerahkan
13:27satuan BRIMOB
13:28ke lapangan
13:29pada saat
13:29penanganan
13:30apa
13:31penanganan
13:33dugaan
13:34akti balap liar tersebut
13:35oke
13:35saya mau bertanya
13:37ke Pak Yusuf
13:38tadi kan
13:38Bang Ardi sudah
13:39menyinggung
13:39bahwa
13:40sepertinya ada
13:41kekuatan berlebih
13:42disini
13:42nah
13:43ini menyangkut
13:44soal kronologi
13:44pada saat kejadian
13:45Pak Yusuf
13:46pada saat itu
13:46tersangka ini
13:48sedang berpatroli
13:48artinya bersama
13:49dengan regu
13:50sebenarnya bagaimana
13:51SOP untuk bisa
13:52mengatur sebuah
13:53tindakan
13:53apalagi kan
13:54yang ditangani
13:54ini adalah
13:55balap liar
13:56apakah memang
13:57ini terlalu berlebihan
13:58dalam kekuatan
14:00kekuatan yang berlebih
14:01untuk melakukan tindakan
14:03dari salah seorang
14:03polisi begitu
14:06iya
14:07jadi
14:08sementara kita
14:09menduga
14:09karena
14:10bagaimana
14:11kronologi itu kan
14:12bagian dari
14:13fakta-fakta
14:14peristiwa yang perlu
14:16digadikan
14:17bukti-bukti
14:18di dalam proses hukum
14:19dan proses kode etiknya
14:20kita menduga
14:22saja ada
14:22patroli
14:24karena memang
14:25patroli itu
14:26ini persoalan
14:27kelembagaan
14:28pertama ini
14:29persoalan
14:30kelembagaan
14:31yang perlu
14:31kami akan
14:32lihat
14:33berdasarkan
14:34fakta-fakta
14:35di lapangan
14:36sesungguhnya
14:37bagaimana
14:37itu kami akan
14:38lihat
14:38sehingga nanti
14:39akan melayakan
14:40saran dan
14:40masukan
14:41pertama soal
14:41kelembagaan
14:42memang terkadang
14:43keterbatasan
14:45personil
14:46sehingga
14:46ketika dilakukan
14:48patroli
14:49kegiatan rutin
14:51yang ditingkatkan
14:52menggunakan
14:54personil
14:55BRIMOB
14:55memang seharusnya
14:56sesuai dengan
14:57SOP
14:57BRIMOB itu
14:59dipanggil
14:59perbantuan
15:00yang paling
15:02utama
15:03di dalam
15:03pelaksanaan
15:04patroli
15:05KRJD
15:06itu ya
15:07apa namanya
15:08Sabara
15:09mungkin mas
15:10Sabara
15:11yang paling utama
15:12ketika
15:13ini BRIMOB
15:14digunakan
15:15untuk patroli
15:16KRJD
15:17diduga
15:18ada keterbatasan
15:19personil
15:20sehingga ini
15:20menjadi
15:21fakta-fakta
15:23yang kita
15:23sepastikan betul
15:25di dalam proses hukum ini
15:26sehingga akan
15:26melahirkan saran
15:27dan masukan
15:28yang kedua
15:28belum tentu juga
15:30persoalan ini
15:31kaitannya dengan
15:32apa namanya
15:34hirarki
15:35persoalan hirarki
15:37ada tanggung jawab
15:38atasan
15:39tapi ini
15:40sebenarnya persoalan
15:41yang sipanya sistemik
15:42masalah kultur
15:43kultur
15:46anggota
15:47kultur
15:48oknum yang
15:49masih
15:51kultur kekerasan
15:52budaya belum bisa
15:53budaya mengayomi
15:54dan melayani
15:55ketika
15:56anak
15:57kultur yang dibangun
15:58itu
15:59ya kultur
15:59mengayomi
16:00namanya berhadapan
16:01dengan anak
16:02itu ya
16:02kulturnya
16:03kultur mengayomi
16:04nah bukan
16:05dipandang
16:06sebagai
16:08problem
16:08Pak Yusof
16:10sebagai musuh
16:12misalnya sebagai musuh
16:13lagi itu
16:13itu yang harus
16:14dijauhkan
16:15kultur mengayomi
16:16itu ketika
16:17berhadapan dengan
16:18anak itu harus
16:19kuat
16:19jadi disini ada
16:20persoalan
16:20pembinaan dan pendidikan
16:22yang perlu
16:23terus dilakukan
16:24pembenahan-pembenahan
16:26memastikan
16:27bagaimana
16:27membina dan
16:28mendidik personil
16:29dengan kultur
16:30mengayomi dan
16:31melayani
16:31ketika itu kuat
16:32dalam situasi
16:34apapun
16:34saya yakin
16:35bahwa ketika
16:36berhadapan
16:37seperti dengan
16:38anak
16:38maka
16:39sens
16:40habitus
16:41yang muncul
16:42bagaimana
16:42mengayomi
16:43seorang anak
16:44itu yang
16:44perlu dipenahi
16:46pada aspek
16:47pembinaan dan
16:47pendidikan
16:48apabila materi-materi
16:50di pendidikan
16:50ini belum
16:52ada
16:53membangun
16:53kultur mengayomi
16:54maka ini yang harus
16:55dibenahi
16:56oke
16:57saya ingin
16:58kembali lagi
16:59mengenai proses hukum
17:00yang sedang dijalani
17:00untuk saat ini
17:01apalagi tadi Anda
17:02menyinggung soal
17:03hirarki disini
17:04artinya
17:04kalau tersangka
17:05pada saat patroli
17:06bersama dengan regu
17:07kita tidak hanya
17:09terfokus mengenai
17:10transparansinya saja
17:11Pak Yusuf
17:11berarti artinya
17:12secara keseluruhan
17:13ini bisa saja
17:14dalam satu regu itu
17:15apalagi pimpinan regu
17:16ini juga harus diperiksa
17:17terkait dengan bagaimana
17:18ia memberikan instruksi
17:19dan lain-lain sebagainya
17:20iya
17:22kalau saya memang
17:23dalam
17:24beberapa
17:25kesempatan
17:26berpikirnya
17:27karena
17:29Polri ini kan
17:30organisasi
17:31yang kita bangun
17:32sistem kepolisian
17:33terpusat
17:34hirarkinya kuat
17:35hirarki
17:37perintah atasannya
17:38itu kuat
17:39namanya terpusat
17:40maka ketika
17:41ada setiap
17:42peristiwa
17:44atasan itu
17:45tetap harus
17:45dimintain pertanggung jawaban
17:47apakah itu
17:48pertanggung jawaban
17:49administratif
17:50tentu
17:51yang paling
17:52dekat
17:53pertanggung jawaban
17:54profesi
17:55bodi etik
17:56pada saat
17:57peristiwa
17:58yang terjadi
17:59diduga penganyayaan
18:01adanya kekerasan
18:02yang dilakukan
18:03oknum itu
18:03apakah
18:04ada peran
18:05pimpinan disitu
18:06mengarahkan
18:08sudah-sudah
18:09itu kan
18:09itu perlu
18:10perlu itu diminta
18:11karena
18:12setiap anggota
18:13yang ditugaskan
18:14apabila itu
18:15diduga
18:15patroli
18:16ke RYD
18:17itu kan resmi
18:18mbak
18:18teman anda
18:19itu sekali lagi
18:20patroli ke RYD
18:21itu apa memang
18:22betul itu
18:22diduga ada patroli
18:23ke RYD
18:24itu resmi
18:25itu kegiatan itu
18:26ada pengendarinya
18:27dan ada pengawasnya
18:29siapa?
18:29ya pimpinannya
18:30maka dalam hal ini
18:32mempertimbangkan
18:33piratisme
18:34yang begitu kuat
18:35dalam sistem
18:35kepolisian
18:36Polri yang terpusat
18:37pertanggung jawaban
18:38atasan itu
18:39tetap dimintakan
18:40itu
18:42kalau kita berbicara
18:44mengenai proses hukum
18:46yang saat ini
18:46yang sedang berjalan
18:47Pak Yusuf
18:48dengan PT DH
18:49dengan pidana
18:50yang berjalan
18:51apakah ini
18:52sudah bisa
18:53memberikan sanksi
18:53yang berat
18:54agar kasus ini
18:55tidak kembali terulang
18:56khususnya untuk
18:57masyarakat sipil
18:58yang menjadi korban
18:58ya tentu kan
19:01namanya
19:01keadilan
19:01kalau keadilan
19:03prosedural
19:04itu yang paling
19:05maksimal
19:05ada sanksi
19:07yang paling berat
19:08maka itu
19:08digunakan
19:09kalau kaitannya
19:11dengan kode etik
19:12tinggal bagaimana
19:13nanti proses
19:13pemidanaannya
19:14kalau sudah
19:16selesai
19:16masih ada
19:17proses sidang
19:18tentu ada
19:19kewenangan
19:19penuntutan
19:20ada kewenangan
19:21hakim
19:22mengkonis
19:23tapi yang paling
19:24penting tadi
19:25keadilan
19:26substantifnya
19:27nah kita
19:30mendorong
19:31agar
19:32Pak Kapolda
19:33Pak Kapoldres
19:34kual
19:36ya
19:36ada mitigasi
19:37kepada keluarga korban
19:38agar masalah ini
19:40tidak menjadi
19:41trauma
19:42tidak menjadi trauma
19:44bahwa
19:45kita perlu
19:46polisi
19:47tapi perlu
19:48polisi yang
19:49mengayomi dan
19:49melindungi
19:50dengan peristiwa ini
19:51jangan sampai ada
19:52trauma
19:52membenci polisi
19:53jadi kita
19:55tetap perlu
19:55polisi
19:56yang mengayomi
19:57dan melindungi
19:58itulah yang dinamakan
19:59memberikan
20:00dan memastikan
20:01keadilan substantif
20:02upaya-upaya mitigasi
20:04kepada keluarga korban itu
20:05perlu dilakukan
20:06di samping
20:07keadilan itu
20:08diberikan secara
20:09prosedural
20:10melalui
20:11pemberian sanksi
20:12yang seberat-berat
20:14oke
20:15saya mau ke
20:16Bang Ardi
20:16Bang Ardi
20:17kalau untuk
20:18proses
20:19pengawasan
20:20terhadap
20:20proses hukum
20:21yang saat ini
20:22sedang berjalan
20:23menurut sudut pandang Anda
20:24bagaimana
20:25bisa
20:27idealnya
20:28agar semua ini
20:29dapat berjalan
20:29dengan transparan
20:31dan tentunya
20:31dapat memberikan
20:32keadilan untuk
20:32korban
20:33dan juga
20:33keluarga korban
20:37selain
20:38apa namanya
20:40internal ya
20:41itu juga
20:42sudah dilakukan
20:43dan
20:43apa namanya
20:44menurut informasi
20:45hari ini
20:45itu akan ada
20:46sedang etik
20:47yang
20:48penting
20:49untuk
20:50dilakukan
20:51juga adalah
20:52transparansi
20:54terhadap
20:54proses pidananya
20:55nah
20:56apa namanya
20:57apakah
20:59ini
21:01perlu
21:02proses pidana
21:04ini juga
21:04perlu dilakukan
21:05secara
21:06transparan
21:06akuntabel dan
21:07transparan
21:08apakah
21:08peristiwa tersebut
21:10seperti yang dikatakan
21:10Poyesut tadi
21:11itu ada
21:12perintah
21:12ada pengawasan
21:13dan bagaimana
21:14instruksi yang
21:15dilakukan oleh
21:16komandan
21:16atau
21:17apa namanya
21:18pemimpin operasi
21:20ya
21:20pada saat itu
21:21itu
21:22harus
21:23dibuka
21:24secara
21:26transparan
21:27akuntabel
21:27begitu ya
21:28agar
21:29apa namanya
21:30semua pihak yang
21:31seharusnya
21:32itu bertanggung jawab
21:33dalam peristiwa ini
21:34itu
21:35apa namanya
21:37ikut
21:37dimintai
21:39bertanggung jawabannya
21:39gitu
21:40ikut
21:41apa namanya
21:41bertanggung jawab
21:42terhadap peristiwa ini
21:43karena bagaimanapun juga
21:44apalagi sudah ada
21:45korban jiwa
21:46satu orang
21:48apa namanya
21:49anak ya
21:49usia anak
21:50dan juga
21:51satu lagi
21:52itu
21:52kondisi
21:53luka-luka
21:54nah
21:55publik
21:56juga
21:57apa
21:58perlu
22:00memantau
22:00begitu ya
22:01terhadap
22:02proses ini
22:03jangan sampai
22:04seperti yang sudah-sudah
22:05karena yang sudah-sudah
22:06itu adalah
22:07bisa jadi
22:09hari ini
22:10PT DH
22:10kemudian
22:11beberapa saat
22:12kemudian
22:13ya
22:13tidak lama
22:14itu
22:15kembali lagi
22:16bertugas
22:17seperti sedia kalah
22:18begitu ya
22:18ini
22:19apa namanya
22:20yang mencederai
22:21perasaan publik
22:22yang mencederai
22:23rasa keadilan publik
22:25begitu ya
22:25mereka
22:26yang
22:27apa namanya
22:28sudah melakukan
22:29pelanggaran
22:30kekerasan terhadap
22:30masyarakat
22:31atau terlibat
22:32dalam
22:32kejahatan
22:33ya
22:35itu
22:36di awalnya
22:37memang
22:37menerima
22:38sanksi
22:39atau hukuman
22:39tetapi
22:40kemudian
22:41secara
22:42apa namanya
22:43sembunyi-sembunyi
22:44lah
22:44katakan
22:45begitu
22:45itu kembali lagi
22:47bertugas
22:48dan bahkan
22:49mendapatkan promosi
22:50ya
22:50oleh
22:51institusi
22:52kepolisian
22:53oleh
22:53kesatuannya
22:55begitu
22:55sehingga
22:56apa namanya
22:57ketika diketahui
22:58oleh publik
22:59ini kemudian
22:59tentu
23:00publik menjadi
23:02apatis
23:02begitu
23:03dengan proses yang
23:04sudah
23:05dilakukan sebelumnya
23:07apatis terhadap
23:08proses penegakan
23:08hukum internal
23:09di kepolisian
23:10apatis
23:11apa namanya
23:12terhadap
23:12apa
23:13rasa keadilan
23:15atau pencarian
23:15keadilan
23:16dimana masyarakat
23:17menjadi korban
23:18dan pelakunya adalah
23:19anggota
23:20kepolisian itu sendiri
23:21begitu
23:22oke
23:23kalau dari Anda
23:24sendiri melihat
23:25tindakan proporsional
23:26seperti apa
23:26yang seharusnya dilakukan
23:27apalagi Bang Arie
23:29saat ini kan
23:29tengah digodok
23:30untuk reformasi
23:31polri
23:32berkenaan terkait
23:33dengan hal tersebut
23:34apa yang
23:34kiranya
23:35menjadi poin-poin
23:37penting
23:37agar kasus ini
23:38tidak kembali terulang
23:39mengenai
23:40tanda kutip
23:40kekerasan
23:41yang dilakukan oleh
23:41polisi
23:44selain
23:45selain dari persoalan
23:47budaya
23:48culture set
23:50di anggota
23:52kepolisian kita
23:53yang masih
23:53cenderung melakukan
23:54kekerasan
23:55masih
23:55dekat dengan
23:57budaya
23:57militaristik
23:58itu juga
24:00secara sistemik
24:02tadi saya katakan
24:03penggunaan
24:04kekuatan
24:05di kepolisian
24:06ini harus dilakukan
24:06secara terukur
24:08ya
24:08satuan-satuan
24:09kekuatan
24:10alat-alat yang
24:10digunakan
24:11ya kita tahu
24:13helmnya Brimob
24:13itu beda
24:14dengan helmnya
24:15Sabara
24:16begitu
24:17ketika dipukul
24:18ke kepala
24:19orang
24:19anak kecil
24:20ya itu
24:20apa namanya
24:21akibatnya tentu
24:23akan berbeda
24:24begitu
24:24penggunaan
24:25kekuatan
24:26seperti
24:26apa namanya
24:27dalam peristirah-peristirah
24:28sebelumnya
24:30evaluasi terhadap
24:32penggunaan
24:32gas air mata
24:33misalnya
24:34ya
24:34yang itu
24:35diprotes
24:35secara
24:36apa namanya
24:37cukup masif
24:38belakangan ini
24:39itu
24:40harus dievaluasi
24:42jadi
24:42seluruh penggunaan
24:43kekuatan
24:44kepolisian
24:45itu
24:46harus
24:48dievaluasi
24:50dan dilakukan
24:51apa namanya
24:52secara
24:53betul-betul
24:54terukur
24:55begitu
24:56karena kepolisian
24:57ini satu-satunya
24:58institusi
24:58atau lembaga
24:59yang dibenarkan
25:00melakukan kekerasan
25:01selainnya gak ada
25:02gitu
25:03jadi
25:03kekerasan
25:05yang kita
25:06serahkan
25:07untuk
25:08dibolehkan
25:09dilakukan oleh
25:09kekuatan
25:10itu harus dilakukan
25:11secara akuntabel
25:12itu harus dilakukan
25:13secara ketat
25:14tidak boleh
25:15sembarangan
25:16tidak boleh
25:17semena-mena
25:17begitu
25:18apa namanya
25:19karena akibatnya
25:20bisa jadi
25:21sangat fatal
25:23begitu ya
25:23selain kejadian
25:24ditual
25:24kemarin
25:26tapi sebelum-sebelumnya
25:27begitu ya
25:28kita
25:28selalu menyaksikan
25:30begitu ya
25:31apa namanya
25:32peristiwa
25:33atau permasalahan
25:34penggunaan
25:35kekuatan
25:35yang berlebih
25:36atau excessive
25:37use of force
25:38itu oleh
25:39anggota kepolisian
25:39tragedi
25:40kejuluhan
25:41tragedi
25:42apa namanya
25:43peristiwa
25:44penanganan
25:44demonstrasi
25:45Agustus-September
25:47begitu
25:47itu
25:48sudah cukup banyak
25:49kasus
25:50yang
25:51apa namanya
25:53kita jadikan
25:53alasan untuk
25:54mengevaluasi
25:55hal ini
25:56begitu
25:57untuk mengevaluasi
25:58penggunaan
25:58kekuatan
25:59oleh anggota
26:00kepolisian
26:01ini
26:02dan itu
26:02harus tertuang
26:03dalam
26:04tunjuk
26:05apa namanya
26:06SOP
26:06yang jelas
26:07sehingga
26:08anak buah juga
26:09di lapangan
26:09kepolisian yang ada
26:10di lapangan
26:10itu juga
26:11apa namanya
26:12bisa dengan
26:15mudah memahami
26:16kapan mereka harus
26:17menggunakan
26:18kekuatan atau tidak
26:19gitu
26:19karena persoalannya
26:20selama ini
26:21aturannya tidak jelas
26:22anggota di lapangan
26:23juga ragu-ragu
26:25menanggap
26:26eskalasi yang terjadi
26:27di lapangan
26:28nah ini
26:29apa namanya
26:30akibatnya
26:31begitu
26:31sehingga
26:32apa namanya
26:33kekerasan
26:34dalam skala-skala
26:36yang kecil
26:36ditoleransi
26:37dan akhirnya
26:38terus menerus
26:39apa namanya
26:40terjadi
26:40menjadi budaya
26:41dan itu tidak
26:42terkontrol
26:42dan akhirnya
26:43jatuhnya korban
26:44seperti yang terjadi
26:45di berbagai daerah
26:47begitu ya
26:48oke
26:48Pak Yusuf
26:50upaya
26:51Polri
26:52apa
26:53saja yang harus
26:54dilakukan
26:55untuk
26:57menghindari
26:58agar tidak
26:58menggunakan
26:59kekuasaan
27:00ataupun
27:00kekuatan yang
27:01berlebih
27:01seperti tadi
27:02yang disinggung oleh
27:03Bang Ardi
27:03sekaligus
27:04menjadi evaluasi
27:05untuk saat ini
27:06di tengah
27:07reformasi
27:08Polri
27:08evaluasi
27:09seperti apa
27:09secara keseluruhan
27:11agar Polri
27:11ini benar-benar
27:12bebenah
27:13Pak Yusuf
27:13ya sesuai dengan
27:16aspirasi
27:17publik
27:17yang sudah
27:18kami rekam
27:19betul
27:20dan itu
27:20sudah masuk
27:21di Komisi
27:22Percepatan
27:22Reformasi
27:23Polri
27:23ini adalah
27:24aspek
27:25reformasi
27:26kultur
27:26yang salah satunya
27:27adalah
27:28mereformasi
27:28budaya
27:29kekerasan
27:30maka
27:31langkah mendasar
27:33yang
27:33kita dorong
27:35dilakukan
27:36perubahan itu
27:37adalah perubahan
27:37paradigma
27:38polisi itu
27:40kan penguasa
27:40penguasa hukum
27:41karena dia punya
27:42kewenangan
27:43punya
27:44punya hukum
27:45untuk menggunakan
27:46kekuatan
27:46tapi kekuatan
27:48yang digunakan itu
27:49kalau paradigmanya
27:51itu penguasa
27:51dia akan cenderung
27:53ya
27:53budaya kekerasan
27:54tanpa
27:55melihat fakta-fakta
27:56bahwa orang
27:57harus dilindungi
27:58maka disini
27:59kita desakkan
28:00dan itu sudah
28:01sering kami sampaikan
28:02dan kami juga
28:03melihat sebenarnya
28:04Polri sudah ada
28:04komitmen
28:05untuk kesana
28:06paradigma
28:07dari penguasa hukum
28:08menjadi pelayan hukum
28:10nah itu
28:10itu paradigma itu
28:11yang harus
28:12dibangun
28:14menjadi pelayan
28:15hukum
28:16sehingga
28:17dia mengayomi
28:18dan melayani
28:19diberikan
28:20kewenangan
28:21menggunakan
28:21kekuatan
28:22kekuatan itu
28:23digunakan
28:24pertama
28:25untuk melindungi
28:26dirinya dari
28:27ancaman
28:27melindungi dari
28:28manusia
28:30melindungi
28:30masyarakat
28:31melindungi
28:31harta benda
28:32dari seluruh
28:33ancaman
28:33yang akan
28:34memberangus
28:35bukan
28:36digunakan
28:37secara
28:37dengan
28:38menyalah
28:39gunakan
28:39kekuatan
28:40maka
28:40ketika
28:41paradigma
28:41pelayanan
28:42hukum
28:42ini yang
28:42dibangun
28:43itu akan
28:44terus
28:44berhadapan
28:45dengan
28:45anak
28:45dia akan
28:46langsung
28:47mindset-nya
28:48muncul
28:49culture-set-nya
28:50muncul
28:50bahwa
28:51ini yang
28:51harus dilindungi
28:52dan ini
28:52harus diayomi
28:53karena anak
28:54adalah bagian
28:55dari salah satu
28:55kelompok rentan
28:56misalnya
28:56seperti itu
28:57tapi sekali lagi
28:58bahwa paradigma
28:59pelayan hukum
29:00itu yang harus
29:00kuat
29:01di dalam proses
29:02pembinaan
29:03dan pendidikan
29:04ini bagian dari
29:05agenda reformasi
29:06kultur yang
29:06kita desakkan
29:07dan itu
29:08kami sudah rekam
29:09dan catat
29:09bahwa itu
29:10merupakan
29:11aspirasi publik
29:12yang juga ada
29:13di komisi
29:13percepatan
29:14reformasi
29:15itu Mbak Nanda
29:15oke saya tangkap
29:17saya suka tadi
29:18saya garis bawahi
29:19mengubah stigma
29:20penguasa hukum
29:21menjadi pelayan hukum
29:22saya sudah tangkap
29:23poin-poin yang disampaikan
29:24oleh Bang Ardi
29:25dan juga
29:26Pak Yusuf
29:27semoga harapannya
29:28ke depan
29:28kasus
29:29seperti ini
29:30tidak kembali terulang
29:31ini menjadi
29:31benah besar-besar
29:32untuk Polri
29:33juga khususnya
29:33terima kasih
29:34atas waktu
29:35dan juga
29:35kesempatannya
29:36bersama dengan kami
29:37di Sapa Indonesia Pagi
29:38Direkturi Parsial
29:39Ardi Manto
29:40dan juga
29:40Komisioner Komponas
29:41Bapak Yusuf
29:42terima kasih
29:43atas waktunya
29:43sehat selalu
29:44Assalamualaikum
29:45Salam sehat
29:46Mas Ardi
29:47terima kasih
29:47terima kasih atas waktunya
Komentar