Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan MoU perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport McMoRan, merupakan bagian dari kesepakatan Indonesia dan AS guna memperdalam kerja sama dalam akses mineral kritis.

“Di samping itu juga ada pengembangan mineral kritis, dalam hal ini adalah perpanjangan (kontrak) daripada Freeport McMoRan dari 2041 sampai 2061,” ujarnya.

Melalui kesepakatan ini pemerintah juga memastikan perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu akan menambah investasi di Indonesia.

Tambahan investasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar USD 20 miliar dalam kurun waktu dua dekade ke depan.

Airlangga menuturkan, tambahan investasi tersebut diharapkan memberikan kontribusi ekonomi bagi Indonesia, termasuk melalui penerimaan negara dari sektor tambang.

"Ini juga akan memberikan dampak positif baik dari segi penerimaan pajak dan yang lain-lainnya,” bebernya.

#Freeport #IzinTambang #AirLanggaHartarto #BahlilLahadalia

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:02Sudah ditandatangani kesepakatan MOU antara Freeport dan juga pemerintah Indonesia.
00:11Dalam hal ini kami wakili atas mandat yang diberikan kepada kami.
00:19Sehingga pihak Freeport bisa meningkatkan investasinya kurang lebih dalam 20 tahun ke depan.
00:28Nilainya itu 20 miliar dolar dan ini juga akan memberikan dampak yang positif kepada baik dari segi penerimaan pajak dan
00:38yang lain-lainnya.
00:39Oleh sebab itu ini tentunya akan ditindaklanjuti sehingga akan menjadi definitive agreement dalam waktu yang tidak lama.
00:49Secara kebetulan puncak produksi Freeport itu puncak-puncaknya 2035.
00:54Kita tahu bahwa konsentras Freeport sekarang memproduksi satu tahun pada saat belum terjadi musibah itu mencapai 3,2 juta ton
01:05biji konsentras daripada tembaga.
01:08Yang menghasilkan kurang lebih sekitar 900 ribu lebih tembaga dan kurang lebih sekitar 50 sampai 60 ton emas.
01:15Dan produksi ini adalah merupakan hasil eksplorasi yang dilakukan pada tahun 2002-2003.
01:23Karena ini eksplorasinya di underground itu membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 1 tahun.
01:29Nah, oleh karena 2035 itu adalah puncaknya, maka kita berpandangan bahwa penting untuk kita mencari solusi dalam rangka eksistensi dan
01:40keberlanjutan daripada usaha di Timika, di Papua.
01:45Maka hari ini komposisinya adalah saham kita dari 100% itu kita punya 51%.
01:52Perpanjangannya ini kita lakukan dengan maksud agar bisa dilakukan eksplorasi di awal dengan menambah 12% saham kepada negara.
02:01Jadi dilakukan divestasi.
02:0312% ini tanpa ada biaya apapun khususnya untuk pengambil alian 12%.
02:09Namun dalam proses untuk bagaimana meningkatkan eksplorasi pas di situ membutuhkan biaya, disitulah ditanggung renteng.
02:17Nah, dengan demikian maka pada tahun 2041 negara akan mendapatkan saham 51 tambah 12% berarti 63.
02:27Di mana penambahan 12% saham ini juga akan berkontribusi, akan dibagi sebagian kepada pemerintah daerah Papua penghasil tambang.
02:38Nah, dengan demikian maka penciptaan lapangan pekerjaan dapat bertambah, yang eksisten tak bertahan, pendapatan negara juga bertambah,
02:47begitu pun royalti PNBP dan pendapatan daerah.
Komentar

Dianjurkan