00:01...untuk menjamin distribusi pupuk dengan pemangkasan 145 aturan.
00:10Liman atas produk pangan pendukung MBG seperti ayam dan telur meningkat signifikan tanpa gejurak inflasi.
00:20Ini karena pemerintah menjaga sisi suplai terlihat dari pertumbuhan PDB sektor ini yang di atas 5 persen dari sebelumnya tidak
00:31lebih dari 2 persen.
00:34Manufaktur, mungkin saya selain yang sebelum ini.
00:37Manufaktur, perdagangan, dan infokom juga berkontribusi besar terhadap aktivitas yang benilai tambah tinggi.
00:46Bilirisasi terus dilanjutkan, perdagangan meningkat seiring dengan aktivitas masyarakat dan dunia usaha infokom, meningkat seiring pembangunan infrastruktur high-tech seperti
00:58data center.
01:03Berikutnya, kinerja sektor pertanian ditopang subsektor tanaman pangan yang tumbuh 9,94 persen.
01:12Di tahun 2025, seiring peningkatan produksi padi dan jagung.
01:18Subsektor tanaman tumbuh 7,78 persen, didorong peningkatan produksi telur dan daging ayam.
01:25Aktivitas sektor ini mendukung program makanan bergisi, sehingga tidak terjadi inflasi dan tidak ada tekanan impor telur maupun daging ayam.
01:35Tanaman perkembunan tumbuh 2,95 persen, terutama produk sawit, sehingga dapat menangkap momentum harga sawit yang masih bertahan tinggi.
01:47Untuk perikanan tumbuh sebesar 4,95 persen, didukung baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.
01:58Pinerja positif sektor pertanian juga merupakan hasil perbaikan tata kelelahan di sisi hulu, termasuk kebijakan strategis pemerintah dalam melakukan pemangkasan
02:08regulasi distribusi pupuk.
02:10Dengan fundamental yang semakin kuat ini, sektor pertanian diharapkan terus menjadi penopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional di masa
02:20mendatang.
02:21Next, inflasi di bulan Januari 26 naik ke 3,55 persen, lebih tinggi dari Desember 2025 di 2,92 persen.
02:33Kenaikan ini lebih karena low base efek dampak risk kondistik yang diberikan di awal tahun 2025, sehingga inflasi advantage price
02:42juga meningkat tajam ke 9,71 persen year-on-year dari 1,93 persen.
02:51Meskipun data sasaran, tekanan inflasi ini temporer dan akan ternormalisasi pada bulan Maret.
03:02Beberapa komoditas pangan mengalami penelan harga menurung inflasi volatile food turun signifikan menjadi 1,14 persen year-on-year dari
03:11bulan sebelumnya sebesar 6,21 persen.
03:15Inflasi volatile akan terus dijaga melalui kebijakan stabilisasi pasokan dan harga pangan serta penguatan peran bulu.
03:26Inflasi inti naik ke 2,45 persen, didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan yang tumbuh sebesar 76,5 persen.
03:42Jika harga emas dikeluarkan, inflasi inti non-emas bulan Januari 2026 mencapai 1,33 persen.
03:51Sebenarnya inflasi ini membuka ruang bagi pemerintah untuk lebih ekspansif mendorong ekonomi tanpa restriktual hyperinflation atau kepanasan.
04:01Jadi kadang-kadang orang melihat inflasi umum, tapi yang lebih bersih dari pengaruh global,
04:06dalam hal ini ada inflasi inti yang non-emas yang 1,3 persen sehingga kita bisa menyembuhkan dalam keadaan sekarang
04:14ekonomi belum terlalu kepanasan
04:16sehingga masih ada ruang untuk mendorong ekonomi tumbuh ke tingkat yang lebih tinggi tanpa memincu inflasi yang berlebihan.
04:24Pemerintah akan terus berkomitmen mengendalikan inflasi pangan di tengah meningkatnya kebutuhan untuk MBG.
04:30Pemerintah juga menjamin pasokan dan kelanjaran distribusi,
04:34serta memberikan stimulus diskon transportasi dan bantuan pangan.
04:43Sejak penempatan di September hingga memasuk Februari,
04:48strategi fiskal dengan penempatan 200T yang terus dikoordinasikan dengan strategi moneter Bank Indonesia
04:54konsisten mendukung likuiditas M0 pada bulan Februari pekan pertama masih tumbuh sebesar 11,7 persen.
05:04Ini memberi ruang sebetulnya untuk kredit untuk tumbuh double digit juga.
05:07Pertumbuhan M0 akan dijaga tetap double digit,
05:11Bank Indonesia berkomitmen akan mendukung pemerintah dalam hal ini.
05:14Hasil koordinasi fiskal moneter ini nyata dirasakan.
05:19Kredit tumbuh 10 persen di bulan Januari
05:20dengan suku bunga yang terus kompetitif bagi masyarakat.
05:26Suku bunga kredit sudah turun ke 8,80 persen per Januari 2026
05:32dibandingkan dengan Agustusan lalu yang berada pada level 9,12 persen.
05:41Komitmen koordinasi kebijakan yang disepakati dengan BI akan terus dijaga
05:46dan kami bertemu Gubernur BI Jumat minggu lalu untuk konsolidasi kebijakan.
05:51Penempatan Rp200 triliun saat jatuh tempo di 13 Maret nanti akan langsung diperpanjang 6 bulan ke depan.
06:01Jadi bank tidak perlu khawatir kehilangan likuiditas karena pemerintah akan terus mendukung likuiditas di pasar.
06:09Kami mengharapkan bank lebih bersemangat mencari debitur tentunya dengan tetap menjalankan prinsip kehatian-hatian.
06:17Jadikan tidak jangka banyak orang itu.
06:19Maret habis, apakah banknya akan kebelian likuiditas karena uangnya tarik pemerintah?
06:25Dengan penyataan barusan, kita saya tegaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi.
06:30Kami akan evaluasi kembali di September nanti, 6 bulan setelah perpanjangan.
06:34Harapannya ekonomi sudah semakin bergerak lebih tinggi, berbagai program prioritas pemerintah semakin terlihat hasilnya.
06:42Dan antara sudah semakin berperan dan dana non-presiden sudah semakin banyak masuk ke Indonesia.
06:49Dengan penyataan ekonomi dan kepercayaan Indonesia yang terus membaik.
06:55Itu tadi keterangan dari Menteri Keuangan terkait dengan kondisi keuangan negara
07:00dan juga potret terkait dengan inflasi saat ini di angka 3,55% dan juga suku bunga.
07:06Dan namun pemerintah menjamin terkait dengan inflasi harga pangan
07:10dan menjamin akan adanya pasukan pangan serta distribusi yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
07:15Terima kasih.
Komentar