00:00Tentunya saya ingin menyampaikan terima kasih atas undangan yang telah diberikan kepada saya.
00:09Ini sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk hadir dalam acara ini.
00:17Saya nyaman di tengah PKB.
00:30Saya nyaman di tengah Nahdlatul Ulama.
00:40Saya merasa dekat dengan tokoh-tokoh NU dan PKB.
00:48Saya dulu merasa sangat dekat dengan Gus Dur.
00:53Di saat-saat genting, saat-saat kritis, krisis-krisis besar bangsa Indonesia, NU selalu tampil sebagai penyelamat dan sebagai stabilisator.
01:17Karena itu, juga dengan sikap Nahdlatul Ulama, PKB,
01:33Yaitu yang dikumandangkan adalah Islam sebagai rahmatan dil alamin.
01:45Islam yang moderat, Islam yang sejuk, Islam yang mendamaikan, Islam yang bisa diterima di mana-mana.
02:01Karena itu memang NU dan PKB selalu berada di mana-mana.
02:09Saudara-saudara sekalian, terima kasih.
02:27Saya sangat terkesan dengan tadi sama sambutan dari Profesor Maruf Amin.
02:43Sangat terkesan, singkat, tidak panjang.
02:50Tapi sangat esensial, sangat substansial, sangat kena kepada inti masalah.
03:09Saya teruskan saja sekian puluh tahun ini jarang mendengar tokoh politik, tokoh masyarakat, bahkan pakar ekonomi sekalipun.
03:39Jarang saya dengar pasal 33 Undang-Undang Dasar 45.
03:53Seolah-olah pasal 33 itu tidak pernah ada dalam Undang-Undang Dasar 45.
04:02Dan kalau kita dengar proses amanemen-amanemen terhadap naskah Undang-Undang Dasar 1945 yang asli,
04:22proses amanemen-amanemen itu yang ingin diubah antara lain,
04:31ingin dihilangkan antara lain adalah pasal 33.
04:35Pasal 33 itu yang ingin dihilangkan.
04:39Kita bersyukur tidak dihilangkan.
04:42Dan terima kasih PKB.
Komentar