00:00Sama sekali dari obat-obat, apalagi kami hanya bangun tenda tengah malam dingin-dingin,
00:07sementara ada bayi juga itu yang kami rasa tidak nyaman.
00:17Pernisi nakes di rumah sakit Rutenk sejauh ini,
00:22hantar sebagian besar sudah cukup kelelahan.
00:25Kita ketahui bahwa rumah sakit Rutenk ini ada tenaga dokter umum,
00:30itu kurang lebih 19 orang, sudah ada yang sakit, dirawat, tapi masih harus melayani.
01:02Saudara, ketika guncangan gempa membuat warga berlari mencari tempat aman,
01:07para tenaga kesehatan justru bertahan di garis depan.
01:11Bekerja di tenda darurat menahan lelah hingga menyambut lahirnya seorang bayi prematur.
01:30Seminggu melayani pasien di tenda darurat,
01:33tenaga kesehatan RSUD Ruteng Manggarai Nusa Tenggara Timur mulai mengalami kelelahan.
01:40Dinginnya cuaca dan terbatasnya fasilitas,
01:43menjadi tantangan di tengah pemulihan pasca gempa.
01:47Sejak gempa terjadi, para nakes RSUD Ruteng tetap bekerja di tengah dinginnya udara malam.
01:54Pasca bangunan RS yang rusak, mereka tak lagi bekerja di dalam ruangan.
01:59Pelayanan kini dipindah ke tenda darurat.
02:02RSUD Ruteng merupakan rumah sakit rujukan bagi tiga kebupaten,
02:07yakni Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
02:11Kondisi ini membuat sejumlah nakes mulai kelelahan,
02:14bahkan ada yang harus mendapat perawatan medis.
02:18Ruteng sejauh ini,
02:21handir sebagai maksar sudah cukup kelelahan.
02:23Kita ketahui bahwa rumah sakit umum Ruteng ini,
02:26ada tenaga dokter umum,
02:28itu kurang lebih 19 orang,
02:30sudah ada yang sakit, dirawat,
02:32tapi masih harus melayani jadi infus.
02:34Di infus di ruangan UGD,
02:35sambil juga memantau pasien.
02:39Satu minggu, mereka bertugas di luar tenda,
02:44jadi dengan suhu yang dingin,
02:46nyamuk, Ruteng ini,
02:48itu sangat mempengaruhi pada kondisi kesehatan.
02:54Di saat para tenaga kesehatan berjuang melawan lelah,
02:58di tengah keterbatasan,
03:00perjuangan menyelamatkan nyawa
03:01juga dilakukan para nakes di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
03:05Seorang bayi perempuan lahir prematur,
03:08saat gempa susulan masih terjadi.
03:11Proses persalinan sang ibu,
03:13Maria Floridanogo Kellen,
03:14terpaksa melalui operasi sesar darurat
03:17di samping RSUD Airemo, Nagekeo.
03:21Di tengah keterbatasan fasilitas,
03:23tangisan bayi akhirnya terdengar setelah 1 jam 25 menit
03:27proses operasi sesar.
03:31Ia pun diberi nama
03:33Maria Gempita Suliwona.
03:38Cemas atau bisa atau tidak,
03:40karena dengan alat seadanya operasi juga di depan pintu masuk,
03:46dengan gempa yang getar juga berjalan terus,
03:49yang terakhir itu sempat alat juga mati,
03:52listrik juga drop,
03:55listrik drop,
03:55akhirnya alat juga tidak bisa berfungsi.
03:57di jahit-jahit terakhir itu waktu jahitannya membaik,
04:03lagi tirawat,
04:06terus gempitanya juga sudah membaik.
04:09Bagi keluarga,
04:11kelahiran Gempita menjadi sebuah harapan,
04:13sekaligus bukti bahwa di tengah bencana,
04:16para tenaga kesehatan tetap berjuang menjaga kehidupan.
04:20Tim Liputan, Kompas TV
04:27Keterbatasan fasilitas dan meningkatnya jumlah pasien
04:31membuat tenaga kesehatan harus bekerja ekstra
04:34di tengah situasi bencana,
04:35yang membuat banyak nakas kelelahan.
04:38Kita tanyakan langsung kepada Humas RSUD Ruteng,
04:41Yohana Raisita dan Malia Mari.
04:43Selamat petang, Bu Yohana.
04:46Selamat sore, Bu Sindi.
04:48Bu Yohana, bagaimana kabarnya di sana?
04:52Ya, sudah cukup mulai suaranya.
04:58Bu Yohana kan juga warga asli NTT.
05:00Keluarga, rumah di sana terdampak juga?
05:05Terdampak juga.
05:06Kalau keluarga, ada yang tinggal di tenda juga.
05:09Dengan kondisi psikologis,
05:11harus memikirkan keluarga,
05:13memikirkan rumah, terdampak,
05:15tapi juga masih banyak pasien di situ.
05:16Dan mungkin Bu Yohana bukan satu-satunya,
05:19bagaimana kondisi psikologis, fisik,
05:21teman-teman tenaga kesehatan di sana, Bu Yohana?
05:25Untuk saat ini memang ada sebagian nakkes yang sangat amat terdampak dengan gempa yang terjadi di Ruteng.
05:34Ada perawat yang rumahnya mungkin roboh ya,
05:38saat ini mereka tinggal di mobil, di tenda,
05:40tetapi tugas melayani itu sudah panggilan dari awal sebagai seorang nakkes untuk melayani sesama.
05:48Seperti itu, jadi tetap berjuang untuk melayani sesama yang membutuhkan.
05:53Dalam sehari, berapa tenaga kesehatan yang bisa bertugas, Bu Yohana?
06:01Untuk saat ini biasanya kalau di UGD,
06:04kita membagi dua atau tiga untuk dokter umumnya,
06:08sedangkan petugas perawat itu sekitar enam orang,
06:11dan petugas bidannya itu kurang lebih tiga orang, seperti itu.
06:16Dan itu jumlahnya cukupkah untuk merawat banyaknya pasien pasca gempa?
06:22Untuk situasi sekarang, kalau dibilang cukup,
06:26saya pastikan mungkin tidak cukup,
06:28karena melayani di tengah kepanikan,
06:30hiruhara keluarga yang merujuk pasien ke sini,
06:34dan kita tidak bisa prediksi satu hari pasien datang dengan kondisi gawat darurat
06:39yang harus ditangani oleh dua atau tiga petugas,
06:43menurut saya itu kurang cukup.
06:44Sehari bisa merawat berapa pasien, Bu Yohana, di sana?
06:49Karena rumah sakit umum Ruteng adalah rumah sakit rujukan dari tiga kabupaten,
06:55jadi UGD kita itu sehari bisa terima 30 sampai 50 pasien.
07:05Dengan kondisi kegawat daruratan yang juga berbeda-beda.
07:09Nah, berarti dengan kondisi seperti itu,
07:11nakas yang terbatas, satu orang dokter atau suster bisa bertugas sampai berapa jam seharinya?
07:21Selama gempa dari hari Sabtu tanggal 15,
07:25untuk perawat-perawat staff di ruangan itu kita overtime.
07:31Di hari pertama, kedua, dan ketiga itu kita overtime lebih dari jam kerja mereka.
07:35Terutama untuk kepala ruangan, leader di ruangannya,
07:38itu bisa sampai jam 4 dan jam, sampai sore, sampai sore, jam 4, jam 5 begitu.
07:45Dan itu kan juga berarti kalau overtime,
07:49besoknya masih harus lanjut kerja lagi, merawat masyarakat di sana,
07:54sempat pulang dulu atau memang akhirnya harus menginap di sana?
08:00Sebagian besar kita stand by karena rujukan kita tidak bisa prediksi,
08:05jadi hanya istirahat, minum sebentar, dan tidak pulang ke rumah seperti itu.
08:15Keluhan yang paling sering ditangani oleh tenaga kesehatan di sana apa saja, Bu Yohana?
08:21Nah, untuk rumah sakit RSUD Ruteng,
08:24rujukan yang paling banyak adalah ibu yang hendak melahirkan,
08:28melahirkan, ibu yang hendak melahirkan atau kasus kebidanan.
08:32Dan untuk pada saat gempa ini,
08:34banyak pasien yang patah tulang, shock,
08:38dan mulai sekarang mulai berdatangan pasien dengan gangguan pernafasan dan gangguan pencernaan.
08:45Nah, berarti obat-obatan, fasilitasnya,
08:49sejauh ini masih memadai enggak, Bu Yohana?
08:54Kami bersyukur sekali karena dari Kementerian Kesehatan
08:58sangat cepat tanggap dengan situasi kami,
09:02sehingga obat-obatan, BMHP itu sudah kami terima sebagiannya,
09:08dan bantuan tim sukarelawan pun sudah berdatangan ke RSUD Ruteng.
09:15Apa tantangan yang setiap harinya selalu dihadapi
09:19dan dirasakan oleh teman-teman tenaga kesehatan di sana, Bu Yohana?
09:24Sebagai tenaga kesehatan,
09:26banyakkan keluhannya karena di tenda,
09:29karena di tenda situasi pada siang hari itu sangat panas,
09:34malam hari itu dingin,
09:36suhu di sini bisa 9-12 derajat kalau malam hari,
09:41dan nyamuk paling banyak.
09:43Nah, berarti pasien tetap dirawat di tenda dengan kondisi keterbatasan itu
09:50atau sebenarnya bagian dari rumah sakit masih ada yang bisa digunakan, Bu Yohana?
09:56Dari bagian rumah sakit,
09:58dalam segala keterbatasan yang ada,
10:03dalam segala keterbatasan yang ada,
10:06rumah sakit melakukan permohonan kepada Kementerian Kesehatan,
10:36untuk penambahan tenaga sukarela,
10:38baik itu dari tenaga dokter, dokter spesialis, maupun tenaga keperawatan.
10:43Dan sampai dengan hari ini,
10:45terus datang tenaga sukarela yang membantu.
10:48Ada tenaga sukarela dari Surabaya,
10:51dari alumni UI, dari Brawijaya,
10:54dari WJT Yohanes,
10:55juga hari ini dari kemarin,
10:58kalau tidak salah,
10:59dan terakhir itu kita dibantu dari DINCAS Bali.
11:05Dan kalau bantuan logistik yang saat ini juga sudah mulai mengalir ke RSUD Ruteng,
11:13apa yang masih tetap dibutuhkan selain tadi bantuan tambahan tenaga kesehatan?
11:17Apalagi sih yang paling urgent di sana, Bu Yohana?
11:21Untuk saat ini mungkin karena di dalam satu minggu ini,
11:25teman-teman kadang-kadang sudah tidak memikirkan harus makan,
11:29harus minum,
11:30jadi sudah mulai kelelahan,
11:34multivitamin diperlukan,
11:35terus penghangat mungkin ya untuk di dalam tenda,
11:39itu diperlukan juga,
11:41dan pergantian jadwal jaga.
11:44Karena sebagian dokter kemarin kita masih pertahankan untuk tetap bertugas,
11:49meskipun dipasang infus,
11:52dikasih multivitamin secara injeksi,
11:54masih harus bertugas.
11:56Tetapi hari ini dokter yang pertama kali menangani pasien saat gempa,
12:02itu malah tidak bisa datang,
12:04karena bukan lagi kelelahan,
12:06tapi sudah mulai dengan keluhan diare,
12:08gangguan pencernaan,
12:09seperti itu.
12:11Bu Yohana, salam hormat kami sebesar-besarnya,
12:14terima kasih kami juga sebesar-besarnya,
12:16salam untuk teman-teman tenaga kesehatan di sana,
12:18semoga sehat selalu,
12:19dan semua yang diharapkan bisa segera terrealisasi oleh pemerintah.
12:23Bu Yohana, terima kasih ya.
Komentar