Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - KPK membeberkan dugaan kasus korupsi yang menjerat Rektor Universitas Soedirman Purwokerto, Akhmad Sodiq pada Jumat (21/8/2026).

Hal ini disampaikan oleh PLT Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di Jakarta.

14 orang diamankan terkait dugaan kasus suap ini dan 6 orang ditetapkan jadi tersangka dalam kasus ini.

KPK juga mengamankan barang bukti diantaranya uang tunai senilai Rp665 juta, saldo dalam rekening senilai Rp99 juta yang merupakan bagian dari uang setoran dari calon mahasiswa baru.

Peneliti PUKAT UGM menyebut korupsi sudah menyebar ke seluruh penjuru termasuk institusi pendidikan.

Ia mengatakan ini bukan kasus pertama, karena ada kasus serupa pada tahun 2022 di UNILA soal jual beli kursi mahasiswa di jalur mandiri. Zaenur bilang, seleksi mandiri itu rawan korupsi.

Kornas Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, Ubaid Matraji juga menilai kasus tersebut bukan merupakan modus baru.

Menurut dia, temuan serupa kerap muncul setiap musim penerimaan mahasiswa baru.

Ubaid mengatakan jalur mandiri telah lama menimbulkan persoalan terhadap integritas dan reputasi kampus.

Sementara itu, Pakar Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang, Yenti Garnasih, meminta penegak hukum tidak hanya fokus pada penyitaan aset, tetapi juga menerapkan ketentuan TPPU terhadap pihak yang menikmati hasil tindak pidana.

Ia menilai dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa jalur mandiri dapat terjadi melalui sejumlah modus, mulai dari pemerasan, suap-menyuap hingga gratifikasi.

Baca Juga Rektor Unsoed Dicokok KPK, Anggota DPR Minta PMB Jalur Mandiri Diaudit secara Nasional di https://www.kompas.tv/nasional/686982/rektor-unsoed-dicokok-kpk-anggota-dpr-minta-pmb-jalur-mandiri-diaudit-secara-nasional

#rektor #unsoed #korupsi

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687053/rektor-unsoed-ditahan-korupsi-jalur-seleksi-mandiri-bukan-modus-baru-parasot
Transkrip
00:00Jangan nangis pak, tenang pak
00:01Pak duitnya buat apaan pak?
00:04Duitnya buat main slot pak ya?
00:05Bapak main slot pak ya?
00:08Untuk klaster pertama
00:11Pada Agustus 2026
00:14Saudara NAP
00:17Selaku Wakil Rektor 3 Unsud
00:20Atas pengetahuan Saudara ASO
00:24Selaku Rektor Unsud
00:26Melalui
00:27Dua perantara
00:29Yaitu Saudara DMW
00:31Dan Saudara AW
00:34Keduanya selaku pihak swasta
00:37Ini diduga meminta sejumlah uang
00:40Kepada orang tua calon mahasiswa baru
00:43Di Fakultas Kedokteran
00:47Senilai 650 juta
00:49Untuk satu mahasiswa
00:51Bahwa kemudian permintaan tersebut dipenuhi oleh
00:56Orang tua calon mahasiswa baru
00:58Namun demikian setelah uang tersebut diberikan
01:03Berikan kepada dua orang perantara tadi
01:07DMW dan AW
01:09Anak-anak yang bersangkut tadi yang calon mahasiswa justru dinyatakan tidak lulus seleksi
01:15Mahasiswa baru di Universitas Jenderal Sudirman
01:21Atas dinamika yang terjadi tersebut
01:25Kemudian selanjutnya pihak orang tua dari mahasiswa tadi meminta pengembalian penuh atas uang yang sudah diserahkan melalui DMW dan AW
01:35Tetapi kemudian saudara DMW dan AW diketahui sudah menggunakan uang yang diberikan kepadanya untuk keperluan pribadinya
01:46Dengan memberikan perintah dalam rangka penerimaan mahasiswa baru dengan kode jangan diminta di awal
01:57Jika dikasih bilang terima kasih
02:00Jadi ini kode atau arahan-arahan atau perintah-perintah yang sering digunakan oleh saudara ISO selaku rektor kepada saudara MYN
02:08Ketika ada pihak-pihak orang tua atau mahasiswa baru yang akan melakukan pengurusan di jalur mandiri
02:18Dalam komunikasi tersebut saudara AS atas pengetahuan saudara ISO
02:23Melakukan tawar-menawar mahar
02:27Ada negosiasi atau ada semacam transaksi
02:32Dengan pihak pengepul dalam proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri
02:39Selamat malam Mas Tifal
02:41Kalau baca pola OTT biasanya kan kita lihat KPK itu menindak pejabat pemerintahan atau ya paling sering adalah pemerintah daerah
02:49Kalau sekarang sampai ke penindakan OTT di level kampus apa yang Anda baca dari sini?
02:56Ya artinya Mas Tifal korupsi sudah menyebar ke seluruh penjuru kehidupan bernegara kita
03:04Sampai-sampai institusi pendidikan yang seharusnya dapat menjadi teladan
03:08Ternyata juga tidak bebas dari korupsi
03:11Dan kalau kita ingat ini juga bukan kasus pertama ya
03:14Ketika KPK menangani perkara korupsi di kampus
03:17Kita ingat di tahun 2022 KPK menangani korupsi penerimaan mahasiswa baru di UNILA
03:22Dan kalau kita lihat dari kasus UNILA itu kan tidak jauh dari jual beli kursi penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi
03:32mandiri
03:32Mas Tifal
03:33Dan sampai di saat itu kasusnya terkuak 100 sampai 350 juta buat kursi mahasiswa baru itu di jalur mandiri
03:41Tapi kalau kemudian Anda melihat kasus semacam ini
03:44Tidak hanya rektor
03:45Tapi warek akademik, warek kemahasiswaan, kabak akademik juga ikut ditangkap dalam kasus ini
03:51Missnya di bagian mana soal proses penerimaan mahasiswa baru itu?
03:56Ya seleksi mandiri itu rawan korupsi
03:59Kenapa demikian Mas Tifal?
04:01Karena minim kontrol eksternal
04:04Semua keputusan diambil di internal kampus dan tidak lain dan tidak bukan dikuasai oleh pejabat-pejabat di rektorat
04:12Nah ini kan kemudian cara mereka bermain itu sangat mudah
04:16Memainkan kursi kemudian siapa yang berani membayar akan mendapatkan kursi
04:22Meskipun mungkin dari sisi skor seharusnya mereka tidak lolos
04:26Tetapi karena berani untuk membayar dalam jumlah tertentu kemudian mereka diloloskan
04:31Jadi memang di sini diskresinya sangat tinggi
04:35Keunangannya di monopoli
04:37Tidak ada kontrol dari pihak eksternal
04:40Maka kemudian ujung-ujungnya adalah korupsi
04:42Nah ini tidak asing ya
04:45Kita sangat familiar dengan pola-pola seperti ini
04:49Karena sudah ada peradilan terhadap ex-rektor Unila
04:53Yang kemudian kalau kita lihat perkara itu
04:55Memang sangat memonopoli proses mekanisme seleksi jalur mandiri ini
05:00Nah sekali lagi kalau kita lihat memang jalur mandiri ini
05:03Sebenarnya adalah salah satu prosedur yang diberikan kemandirian kepada kampus
05:08Untuk melakukan pengelolaan pendidikan
05:11Tetapi disalahgunakan oleh para pejabat kampus
05:14Yang menjadi pertanyaan Mas Tifal
05:15Apakah di Unila yang sudah terungkap itu
05:20Tidak terjadi di kampus-kampus yang lain
05:22Nah sekarang unsut sedang diproses
05:24Meskipun kita harus menunggu apakah ditetapkan tersangka atau tidak
05:27Pertanyaannya Mas Tifal
05:28Ini cuma unsut dan Unila saja
05:30Atau kampus yang lain
05:31Yang juga melakukan hal yang sama
05:32Kedua
05:33Ini baru periode yang sekarang
05:35Atau dari tahun-tahun kemarin sudah melakukan hal yang sama
05:38Saya sih ragu kalau itu hanya ada di Unila dan di unsut
05:41Jangan-jangan pola yang seperti ini juga terjadi di tempat-tempat yang lain
05:45Yang menggunakan metode model seleksi mandiri
05:49Mas Tifal
05:49Sebenarnya ini sama sekali bukan modus baru ya
05:53Dan juga bukan pula kasus yang baru pertama kali ditemukan
05:58Setiap musim penerimaan mahasiswa baru
06:01Selalu ada temuan soal kasus ini gitu
06:04Tetapi sudah menjadi rahasia umum
06:09Bahwa jalur mandiri ini adalah memang jalur dimana
06:13Ada pintu-pintu atau celah penyelemengan dana
06:19Atau dalam tanda kutip jual-beli kursi kuliah
06:24Yang ini dimanfaatkan oleh kampus untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya
06:31Sebagai bagian dari pendapatan ketika penerimaan mahasiswa baru gitu
06:38Jadi sejak lama ini terjadi dan bahkan sudah banyak ya
06:43Usulan dan juga rekomendasi
06:45Karena jalur mandiri ini sangat merusak integritas dan juga reputasi kampus
06:53Banyak sekali pimpinan-pimpinan kampus
06:55Enggak hanya sekarang yang sedang rame di unsut
06:57Tapi juga kampus-kampus yang lain
06:59Terlibat kasus penerimaan jalur mandiri
07:02Lalu ada praktek jual-beli kursi kuliah ya
07:06Karena itu memang kehadiran jalur mandiri ini ya
07:10Keberadaannya ini memang menimbulkan tanda tanya besar
07:14Jadi ini jalur yang sangat gelap
07:18Dan memberikan karpet merah bagi mahasiswa atau orang tua
07:23Yang memberikan uang lebih kepada kampus gitu ya
07:26Tapi kasus degan korupsi ini apakah memang hanya di fakultas kedokteran Bang Ubaid?
07:30Atau mungkin ada di fakultas lain?
07:33Ya tidak hanya di fakultas kedokteran ya
07:36Atau juga di fakultas-fakultas lain juga sama
07:39Ketika fakultas itu diminati oleh banyak calon mahasiswa
07:44Maka jalur mandiri juga menjadi jalur dimana telah ya
07:49Jual-beli kursi kuliah ini terjadi di jalur mandiri gitu
07:53Oke, Bang Ubaid mengatakan jalur mandiri adalah karpet merah
07:56Termasuk juga ada oknum otonomi kampus
07:58Saya ingin tanyakan Bu Yenti
07:59Pemerasaan ini apakah semata-mata dalangnya adalah sang rektor?
08:03Lalu bagaimana pola korupsi seperti ini terjadi?
08:07Ya, ini kan kemungkinannya kan antara pemerasan
08:10Kalau pemerasan itu inisiatifnya dari universitas siapapun itu oknumnya
08:14Jadi dia menawarkan
08:16Ini tadi kan ada keponakan
08:17Berarti kan ada nepotisme juga ya
08:19Keponakan yang menawarkan gitu ya
08:22Kalau tadi dikatakan oleh KPK kemungkinan juga ada suap menyuap
08:25Kalau suap menyuap bisa jadi
08:27Yang kemungkinan tidak bisa diterima
08:30Kemudian dia yang inisiatif menyuap
08:32Meminta pihak kampus untuk dia diterima
08:34Atau yang ketiga tadi gratifikasi
08:37Setelah penerimaan
08:38Nanti di belakang ada hadiahnya
08:41Ini tiga-tiganya kemungkinan terjadi
08:43Dan ini betul
08:44Ubaid tadi ya ini betul-betul ladang subur
08:47Untuk terjadinya korupsi
08:49Jadi kalau ini sudah beberapa tahun
08:52Dan ini harusnya dibuka semuanya
08:54Ya apakah ini
08:55Kemungkinan bukan hanya tahun ini saja
08:57Kebetulan saja
08:58Ini kan tertangkap tangan
08:59Dikarenakan
09:00Ada yang pernah membayar 600 juta lebih
09:04Tetapi tidak diterima
09:05Dan dari situlah kemudian muncul
09:08Nah ini yang menjadi bahan OTT
09:10Karena kemudian ada penyadapan dan lain sebagainya
09:12Artinya KPK harusnya sudah memapping di kampus-kampus mana saja
09:18Dan kemudian beri bukti-buktinya
09:20Karena ini sangat memalukan
09:22Apalagi dengan cara-caranya seperti itu ya
09:25Dibandingkan dengan profsi yang besar-besar
09:27Ini kan gak seberapa
09:29Tapi tercorengnya dunia pendidikan luar biasa
09:31Jadi ini betul
09:32Harus dipidana seberat-beratnya
09:35Karena latar belakang dia pendidik
09:37Saya ingin dalami sedikit Bu Yenti
09:39Tadi Bu Yenti mengatakan bahwa
09:41Jalur mandiri ini bisa disebut ladang subur
09:42Tapi KPK juga baru menetapkan
09:44Tiga tersangka dari pihak kampus
09:46Rektor, Wakil Rektor
09:47Dan juga Kepala bagian akademik
09:48Apakah memungkinkan jaringannya lebih luas?
09:52Sangat mungkin
09:53Sangat mungkin
09:54Dan ini kesempatan juga ya
09:55Bagi DPR dan pemerintah
09:57Ini kan melalui perantara
09:59Yang namanya keponakan tadi menawarkan
10:01Bahwa dia mempunyai channel lah
10:03Rektornya karena saya pengonakannya
10:05Ini yang namanya trading influence
10:07Ini yang diamanatkan oleh UNCAC
10:10Untuk agar mendang korupsi Indonesia
10:13Memasukkan unsur ini gitu ya
10:16Sehingga perhatian Indonesia
10:17Terhadap terjadinya korupsi
10:20Dengan modus seperti ini
10:21Kita berharap terkikislah
10:24Jadi jangan ada yang berani
10:25Jadi maklar penerimaan ini adalah
10:28Melakukan tindak pidana yang namanya
10:30Trading influence gitu
10:32Ini kan kelihatan sekali ya
10:34Kalau Indonesia itu tidak
10:35Tidak serius dalam memberantas korupsi
10:37Karena sudah diamanatkan 2003
10:39Dan sudah di
10:40Sudah di ratifikasi
10:43Disahkan
10:44Sampai sekarang tidak
10:45Tidak
10:45Tidak bergeming aja
10:48Terima kasih telah menonton!
10:50Terima kasih telah menonton!
10:50Terima kasih telah menonton!
10:51Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan