00:09Terima kasih.
00:30Juga sempat mengalami sesak napas hingga harus menggunakan tabung oksigen.
00:34Pemeriksaan kesehatan hingga bantuan obat, peralatan dari UPT Krisis Puskesmas dan Relawan PMI diberikan untuk mengatasi dampak kesehatan yang diderita.
01:04Juga sempat mengalami sesak napas hingga bantuan obat, peralatan dari UPT Krisis Puskesmas dan Relawan PMI diberikan untuk mengatasi dampak
01:14kesehatan yang diderita.
01:16Asap akibat kebakaran lahan masuk ke dalam rumah sejak dini hari.
01:21Akibatnya seorang balita di jalan jurusan pelaihari Liang Anggang terpaksa diungsikan ke Kabupaten Banjar akibat mengalami batuk, pilek tak kunjung
01:32sembuh dan mengalami gangguan pernapasan.
01:35Warga berharap kabut asap segera berakhir agar anak-anak dapat kembali kumpul dengan keluarga dalam lingkungan yang sehat.
01:49Asap ada tuh nanya batuk kam, kada tahan, batuk salismaan kada bampihan, mulai yang terjadinya kebakaran ini mulai ada asapan
02:02sampai yang ini batuknya tuh kada muampi, salismaannya kada muampi, malaminya kesian kada kawa guring, kedinginan.
02:13Tak hanya menimbulkan kerugian lingkungan, karhutlah juga berdampak langsung terhadap masyarakat.
02:19Sejumlah warga bahkan harus meninggalkan rumah dan mengungsi untuk menghindari dampak kebakaran asap.
02:24Seperti apa kondisi warga di Banjarbaru, Kalimantan Selatan? Kita sapa Ibu Hermawati dan Ibu Sara di Banjarbaru.
02:32Ibu Hermawati, Ibu Sara, tentunya kami turut prihatin atas apa yang terjadi terhadap warga di sana.
02:38Ibu, sejak kapan Ibu Sara dan juga Ibu Hermawati mulai merasakan kondisi serta keadaan yang tidak aman dan nyaman, Ibu?
02:54Ini apa saja Ibu yang dikeluhkan dan juga dirasakan oleh warga sekitar Ibu?
03:02Yang pertama, anu batuk gara-gara kabut asal.
03:14Saat ini Ibu apakah masih berada di lokasi sebelumnya atau sudah mengungsi ke rumah kerabat, Ibu Sara dan Ibu Hermawati?
03:24Masih di lokasi sebelumnya.
03:27Oke, masih dirasakan asap dari imbas kebakaran, Ibu?
03:34Masih.
03:34Masih.
03:36Untuk keluarga ataupun anak dan lansia, apakah masih berada di lokasi atau sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman?
03:46Kalau anak saya yang umurnya setahun tiga bulan dikongsikan ke rumah neneknya.
03:55Apa yang dialami Balita Ibu?
03:58Soalnya batuk sama itu filok.
04:02Anu, kalaunya malam kedinginan, tidak bisa tidur, tak nafas.
04:09Apakah ada pihak ataupun dinas kesehatan yang berjalan ataupun mengecek kondisi warga yang sudah mengalami keluhan kesehatan?
04:22Sudah ada.
04:23Diberi obat apa Ibu?
04:26Obat, vitamin sama obat batu.
04:32Saat ini warga?
04:33Sama masker.
04:35Sama dikasih masker.
04:37Dikasih masker.
04:38Saat ini yang paling dibutuhkan warga terdampak kebakaran kahrutlah apa saja, Bu?
04:49Yang kami perlukan itu yang pasti kepedulian dari pemerintah, Pak, untuk bagaimana caranya mengatasi supaya ini tidak ada terjadi lagi.
05:06Bu Sara dan juga Bu Hermawati, kalau boleh digambarkan dari lokasi permukiman Ibu dan juga ke titik kebakaran, itu jaraknya
05:16berapa jauh, Bu?
05:20Di depan rumah, Bu.
05:21Di depan rumah sama di belakang rumah.
05:24Itu ada api di depan dan di belakang rumah?
05:28Kejadiannya waktu itu hari Rabu.
05:33Saat ini sudah padat belum, Ibu?
05:36Sudah.
05:37Sudah.
05:37Asapnya masih ada, tapi?
05:40Masih.
05:42Masih, Bu, tapi pagi hari.
05:45Pagi hari.
05:46Kemudian kalau sore hari seperti ini?
05:49Kurang.
05:50Yang pekak benar itu asapnya pagi, dari pukul 4 pagi.
05:56Sampai jam 10-an pagi.
05:59Apakah masih ada petugas maupun relawan yang berupaya untuk memadamkan, mungkin bukan titik api, sisa-sisa asap kebakaran ini masih
06:11ada yang bersiaga di sana, Bu?
06:13Masih.
06:15Ada berapa tim yang bertugas di sana, Ibu?
06:19Banyak, Bu.
06:23Dari relawan-relawan lain, gabungan juga, berjaga juga di sini.
06:30Bu Hermawati dan Bu Sarah, apa sebenarnya yang paling dikhawatirkan Ibu sebagai warga, bahkan sehingga memilih anak Ibu untuk diungsikan?
06:43Yang kami khawatirkan itu, Bu, yang pertama yang pastinya kalau api itu kena rumah.
06:50Efek dari kabut asap tadi, anak-anak kami batuk, orang tua kami yang lantia juga sesek nafas.
07:02Takutnya kalau kena paru-parunya, kena rumah, api itu cepat benar merembetnya, itu yang ditakutkan.
07:12Jadi setiap hari itu kadang-kadang tenang, kami takut kalau pindah api itu tiba-tiba ada.
07:20Jadi untuk beristirahat juga tidak tenang ya, Bu, ya?
07:24Untuk kemana-mana juga tidak tenang, kalau tiba-tiba ada api di belakang rumah.
07:30Berapa meter, Ibu, jaraknya dari rumah Ibu ke titik api?
07:366 meteran lah, 6 sampai 8 meter.
07:406 meter, ya?
07:41Oke, lalu lokasi pengungsian atau mungkin lokasi rumah sakit atau puskesmas terdekat,
07:48dari permukiman, Ibu, berapa jauh?
07:52Jauh.
07:54Kalau dari puskesmas, jauh.
07:56Baik.
07:585 kilometeran lah.
08:005 kilometer, ya?
08:02Harapan, Ibu, terakhir mungkin yang bisa disampaikan,
08:05semoga saja menjadi masukan bagi pemerintah setempat.
08:11Kalau harapan, Ulu, Bu, ay, pemerintah itu lebih peduli lalauan kami.
08:17Kami sangat menyayangkan, kan ada statement katanya tidak terparah yang di sosial media.
08:24Sedangkan kami yang di lapangan yang merasakan bagaimana perasaan adempaknya dan bagaimana parahnya saat waktu itu ada.
08:33Mereka tidak tahu bagaimana kekhawatiran kami di sini, kami melindungi anak-anak kami.
08:39Kayak apa?
08:39Mereka hanya tahu, hanya datang, pas.
08:42Tapi itu sudah padam, mereka tidak tahu waktu kejadian itu.
08:46Itu yang sangat disayangkan, Bu, ay.
08:49Baik, semoga apa yang diharapkan Ibu Hermawati dan juga Ibu Sara bisa didengar
08:57dan api bisa segera padam sehingga kesehatan tidak terdampak akibat imbas kebakaran karhutlah.
09:04Terima kasih sudah berbagi Ibu Hermawati dan Ibu Sara langsung dari Banjarbaru.
09:09Terima kasih sudah menonton!
Komentar