Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, hingga kini belum juga padam. Kabut asap masih dirasakan warga dan mulai berdampak pada kesehatan.

Petugas bersama relawan masih berupaya memadamkan api di sejumlah titik.

Tak hanya warga, relawan yang melakukan pemadaman di kawasan Pengayuan, Pelaihari, juga sempat mengalami sesak napas hingga harus menggunakan tabung oksigen.

Pemeriksaan kesehatan serta bantuan obat dan peralatan turut diberikan oleh UPT Krisis, puskesmas, dan relawan PMI untuk menangani dampak kesehatan yang dialami warga maupun petugas.

Paparan kabut asap akibat kebakaran lahan di Banjarbaru juga kian mengancam kelompok rentan.

Asap bahkan masuk ke dalam rumah warga sejak dini hari. Kondisi ini membuat seorang balita di Jalan Jurusan Pelaihari, Liang Anggang, terpaksa diungsikan ke Kabupaten Banjar karena mengalami batuk dan pilek yang tak kunjung sembuh, disertai gangguan pernapasan.

Warga berharap kabut asap segera berakhir agar anak-anak dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam lingkungan yang sehat.

Seperti apa kondisi warga di Banjarbaru, Kalimantan Selatan? Kita sapa Ibu Hermawati dan Sarah di Banjarbaru.

Baca Juga [FULL] Perjuangan Tenaga Medis di Tengah Gempa NTT: Fasilitas Terbatas, Nakes Mulai Kelelahan di https://www.kompas.tv/regional/687065/full-perjuangan-tenaga-medis-di-tengah-gempa-ntt-fasilitas-terbatas-nakes-mulai-kelelahan

#karhutla #kebakaranhutan #kabutasap #kalimantan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/687067/full-warga-banjarbaru-ngaku-masih-merasakan-kabut-asap-karhutla-balita-diungsikan-ke-tempat-aman
Transkrip
00:09Terima kasih.
00:30Juga sempat mengalami sesak napas hingga harus menggunakan tabung oksigen.
00:34Pemeriksaan kesehatan hingga bantuan obat, peralatan dari UPT Krisis Puskesmas dan Relawan PMI diberikan untuk mengatasi dampak kesehatan yang diderita.
01:04Juga sempat mengalami sesak napas hingga bantuan obat, peralatan dari UPT Krisis Puskesmas dan Relawan PMI diberikan untuk mengatasi dampak
01:14kesehatan yang diderita.
01:16Asap akibat kebakaran lahan masuk ke dalam rumah sejak dini hari.
01:21Akibatnya seorang balita di jalan jurusan pelaihari Liang Anggang terpaksa diungsikan ke Kabupaten Banjar akibat mengalami batuk, pilek tak kunjung
01:32sembuh dan mengalami gangguan pernapasan.
01:35Warga berharap kabut asap segera berakhir agar anak-anak dapat kembali kumpul dengan keluarga dalam lingkungan yang sehat.
01:49Asap ada tuh nanya batuk kam, kada tahan, batuk salismaan kada bampihan, mulai yang terjadinya kebakaran ini mulai ada asapan
02:02sampai yang ini batuknya tuh kada muampi, salismaannya kada muampi, malaminya kesian kada kawa guring, kedinginan.
02:13Tak hanya menimbulkan kerugian lingkungan, karhutlah juga berdampak langsung terhadap masyarakat.
02:19Sejumlah warga bahkan harus meninggalkan rumah dan mengungsi untuk menghindari dampak kebakaran asap.
02:24Seperti apa kondisi warga di Banjarbaru, Kalimantan Selatan? Kita sapa Ibu Hermawati dan Ibu Sara di Banjarbaru.
02:32Ibu Hermawati, Ibu Sara, tentunya kami turut prihatin atas apa yang terjadi terhadap warga di sana.
02:38Ibu, sejak kapan Ibu Sara dan juga Ibu Hermawati mulai merasakan kondisi serta keadaan yang tidak aman dan nyaman, Ibu?
02:54Ini apa saja Ibu yang dikeluhkan dan juga dirasakan oleh warga sekitar Ibu?
03:02Yang pertama, anu batuk gara-gara kabut asal.
03:14Saat ini Ibu apakah masih berada di lokasi sebelumnya atau sudah mengungsi ke rumah kerabat, Ibu Sara dan Ibu Hermawati?
03:24Masih di lokasi sebelumnya.
03:27Oke, masih dirasakan asap dari imbas kebakaran, Ibu?
03:34Masih.
03:34Masih.
03:36Untuk keluarga ataupun anak dan lansia, apakah masih berada di lokasi atau sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman?
03:46Kalau anak saya yang umurnya setahun tiga bulan dikongsikan ke rumah neneknya.
03:55Apa yang dialami Balita Ibu?
03:58Soalnya batuk sama itu filok.
04:02Anu, kalaunya malam kedinginan, tidak bisa tidur, tak nafas.
04:09Apakah ada pihak ataupun dinas kesehatan yang berjalan ataupun mengecek kondisi warga yang sudah mengalami keluhan kesehatan?
04:22Sudah ada.
04:23Diberi obat apa Ibu?
04:26Obat, vitamin sama obat batu.
04:32Saat ini warga?
04:33Sama masker.
04:35Sama dikasih masker.
04:37Dikasih masker.
04:38Saat ini yang paling dibutuhkan warga terdampak kebakaran kahrutlah apa saja, Bu?
04:49Yang kami perlukan itu yang pasti kepedulian dari pemerintah, Pak, untuk bagaimana caranya mengatasi supaya ini tidak ada terjadi lagi.
05:06Bu Sara dan juga Bu Hermawati, kalau boleh digambarkan dari lokasi permukiman Ibu dan juga ke titik kebakaran, itu jaraknya
05:16berapa jauh, Bu?
05:20Di depan rumah, Bu.
05:21Di depan rumah sama di belakang rumah.
05:24Itu ada api di depan dan di belakang rumah?
05:28Kejadiannya waktu itu hari Rabu.
05:33Saat ini sudah padat belum, Ibu?
05:36Sudah.
05:37Sudah.
05:37Asapnya masih ada, tapi?
05:40Masih.
05:42Masih, Bu, tapi pagi hari.
05:45Pagi hari.
05:46Kemudian kalau sore hari seperti ini?
05:49Kurang.
05:50Yang pekak benar itu asapnya pagi, dari pukul 4 pagi.
05:56Sampai jam 10-an pagi.
05:59Apakah masih ada petugas maupun relawan yang berupaya untuk memadamkan, mungkin bukan titik api, sisa-sisa asap kebakaran ini masih
06:11ada yang bersiaga di sana, Bu?
06:13Masih.
06:15Ada berapa tim yang bertugas di sana, Ibu?
06:19Banyak, Bu.
06:23Dari relawan-relawan lain, gabungan juga, berjaga juga di sini.
06:30Bu Hermawati dan Bu Sarah, apa sebenarnya yang paling dikhawatirkan Ibu sebagai warga, bahkan sehingga memilih anak Ibu untuk diungsikan?
06:43Yang kami khawatirkan itu, Bu, yang pertama yang pastinya kalau api itu kena rumah.
06:50Efek dari kabut asap tadi, anak-anak kami batuk, orang tua kami yang lantia juga sesek nafas.
07:02Takutnya kalau kena paru-parunya, kena rumah, api itu cepat benar merembetnya, itu yang ditakutkan.
07:12Jadi setiap hari itu kadang-kadang tenang, kami takut kalau pindah api itu tiba-tiba ada.
07:20Jadi untuk beristirahat juga tidak tenang ya, Bu, ya?
07:24Untuk kemana-mana juga tidak tenang, kalau tiba-tiba ada api di belakang rumah.
07:30Berapa meter, Ibu, jaraknya dari rumah Ibu ke titik api?
07:366 meteran lah, 6 sampai 8 meter.
07:406 meter, ya?
07:41Oke, lalu lokasi pengungsian atau mungkin lokasi rumah sakit atau puskesmas terdekat,
07:48dari permukiman, Ibu, berapa jauh?
07:52Jauh.
07:54Kalau dari puskesmas, jauh.
07:56Baik.
07:585 kilometeran lah.
08:005 kilometer, ya?
08:02Harapan, Ibu, terakhir mungkin yang bisa disampaikan,
08:05semoga saja menjadi masukan bagi pemerintah setempat.
08:11Kalau harapan, Ulu, Bu, ay, pemerintah itu lebih peduli lalauan kami.
08:17Kami sangat menyayangkan, kan ada statement katanya tidak terparah yang di sosial media.
08:24Sedangkan kami yang di lapangan yang merasakan bagaimana perasaan adempaknya dan bagaimana parahnya saat waktu itu ada.
08:33Mereka tidak tahu bagaimana kekhawatiran kami di sini, kami melindungi anak-anak kami.
08:39Kayak apa?
08:39Mereka hanya tahu, hanya datang, pas.
08:42Tapi itu sudah padam, mereka tidak tahu waktu kejadian itu.
08:46Itu yang sangat disayangkan, Bu, ay.
08:49Baik, semoga apa yang diharapkan Ibu Hermawati dan juga Ibu Sara bisa didengar
08:57dan api bisa segera padam sehingga kesehatan tidak terdampak akibat imbas kebakaran karhutlah.
09:04Terima kasih sudah berbagi Ibu Hermawati dan Ibu Sara langsung dari Banjarbaru.
09:09Terima kasih sudah menonton!
Komentar

Dianjurkan