00:05Kali ini kita ada di Universitas Pajajaran Jatinangor.
00:09Kalau kita bicara kampus, kita sering terjebak pada satu ukuran, yaitu nilai PK, ijasa, lalu juga gelar.
00:17Padahal dunia kampus tidak melulu tentang itu.
00:21Dunia kampus harus bisa melahirkan kelompok terdidik dan tercerahkan.
00:25Hari ini kita ingin berdiskusi dan berbagi pemikiran untuk kemajuan bersama.
00:31Saya mengundang dua sosok istimewa yang sudah berani bermimpi dan mewujudkannya.
00:37Yang pertama adalah dia seorang perempuan pemberani dan telah mengubah wajah maritim Indonesia.
00:45Seorang yang dikenal memiliki ketegasan dan cinta tanah air dan punya slogan yang selalu menjadi top of mind, yaitu tenggelamkan.
00:54Inilah dia.
00:563, 2, 1, Tenggelamkan
01:02Dikenal dengan jargon tenggelamkan.
01:06Perempuan yang satu ini pernah berdiri di garis depan menjaga kedaulatan laut Indonesia dari pencurian ikan ilegal.
01:13Siapa lagi? Kalau bukan, Susi Pujiastuti.
01:17Lahir dan besar di pengandaran Jawa Barat, Susi memulai langkah sebagai pengusaha dari nol.
01:22Meski sempat putus sekolah, Susi berhasil menjadi pengusaha sukses.
01:28Mulai dari bisnis pengolahan ikan hingga bisnis penerbangan Susi Air, Susi membuktikan bahwa visi besar, kerja keras, dan karakter otentik
01:36mampu menerobos segala batasan formal.
01:40Mantap, Bu Susi!
01:47Berikutnya adalah orang nomor satu di Jawa Barat, dan identik dengan ikat kepala putihnya.
01:54Dikenal sebagai sosok yang dekat dengan rakyat, siapa dia?
01:59Deddy Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
02:02Identik dengan ikat kepala udeng dan musana putih khasnya, Deddy membawa warna baru dalam petak kepemimpinan nasional melalui pendekatan ala
02:11kreator konten.
02:12Pengabdiannya dimulai ketika menjabat sebagai Wakil Bupati hingga Bupati Purwakarta selama dua periode.
02:19Kiprahnya berlanjut di tingkat nasional sebagai anggota DPR RI, sebelum akhirnya jadi Gubernur Jawa Barat.
02:26Di luar panggung politik, Deddy juga aktif menggunakan media sosial.
02:30Lewat aksi blusukan, ia menyapa dan menyelesaikan masalah warga secara cepat.
02:37Keren Kang Deddy Mulyadi!
02:41Kang Deddy terima kasih, haturnuhun Kang Deddy.
02:44Tepuk tangan sekali lagi untuk Ibu Susi Puja Suti.
02:47Dan Kang Deddy Mulyadi.
02:51Apa kabar Ibu Susi?
02:53Baik, baik, baik.
02:55Pak Gubernur?
02:56Sae.
02:57Sae.
02:59Terima kasih Ibu Susi dan Pak Gubernur.
03:03Tapi rasanya kalau panggil Pak Gubernur terlalu...
03:05KDM.
03:06KDM?
03:07KDM aja boleh ya?
03:08KDM, Kang Duda Merajalela.
03:10Ibu sampai geli, terbahak-bahak kalau denger itu ya Bu ya?
03:14Kang Duda Merajalela.
03:16Saya pikir mau tadi mau nyebutin ke situ, Kang Deddy Mulyadi gitu.
03:20Bukan Kang Duda Merajalela.
03:22Tapi ya...
03:24Ya KDM, Bu.
03:25Udah itu aja.
03:26Tahu gak, Bu?
03:27Enggak.
03:28Tahu.
03:28Mabok.
03:30Ibu Susi kita di kampus 4, kalau Ibu Susi dulu sempat kuliah, kira-kira Bu Susi itu mahasiswa seperti apa?
03:38Nggak pernah kuliah, jadi nggak bisa bayangin juga gitu loh.
03:42Tapi ya dulu di SMA biasanya ya di sekolah kalau dengerin guru baca, saya pasti tulis-tulis apa atau baca
03:51yang lain.
03:52Nanti pulang sekolah pinjem buku teman Budwi Korita Karnawati tuh ke rektor UGM, itu dulu teman satu bangku.
04:01Jadi kalau aku pinter dikit ya karena sebelahku sangat pintar gitu loh.
04:06Beliau kan juga rektor UGM kan.
04:09Nah biasanya, tapi kalau ulangan misalnya kimia atau apa, saya 1-5 menit aja udah selesai keluar.
04:15Dan biasanya nilainya 10, Ros.
04:17Wah, hebat banget.
04:19Jadi mungkin secara kehadiran kalau aku kuliah ya mungkin jarang hadir kali.
04:25Tapi kalau ngerjain paper pasti aku paling bagus.
04:30Kok bisa? Jarang sekolah tapi ngerjain paper bagus?
04:33Karena pintar.
04:36Enggak lah, karena aku senang baca, senang mencari tahu, senang mengulik, senang knowing more.
04:45Itu selalu lebih bagus gitu.
04:48Jadi Bu Susi itu tidak melanjutkan sekolah karena keputusan yang mandiri ya.
04:54Bukan karena gak mampu, tapi memilih untuk tidak sekolah.
04:57Ya saya kurang cocok dengan jadwal, ketentuan, peraturan sekolah.
05:05Jadi ya tahu diri, saya keluar gitu aja.
05:09Masih muda udah pemberontak ya Kak Dem ya?
05:12Sebetulnya tidak pemberontak, tahu diri tadi.
05:14Jadi ngerti yaudah ini gak cocok yaudah.
05:18Kalau aku di dalam terus maksain diri, malah jadi pemberontak beneran kan.
05:22Mending gak usah gitu.
05:24KDM, saya melihat KDM dengan Bu Susi ini tidak tentang dua tokoh yang bertemu dalam acara seremonial.
05:33Kalau mengenal keduanya, seperti memang ada persahabatan.
05:37Sebenarnya kok bisa cocok sih sama Bu Susi?
05:39Ya sebenarnya dicocok-cocokin aja.
05:43Tapi gini.
05:44Dalam hati sebenarnya gak cocok?
05:46Kau itu diklarifikasi dulu.
05:48Dicocok-cocokin aja sebenarnya gak terpaksa.
05:50Karakternya beda.
05:52Kalau saya kan melawannya pelan.
05:54Bu Susi tuh kalau melawan sekaligus.
05:57Nah kemudian tadi saya ngomong, Bu Susi kalau dulu kuliah seperti apa?
06:01Perasaan Bu Susi kalau dulu kuliah D.O pasti.
06:04Karena kan karakternya melawan.
06:07Melawan, oh ini bosan bisa keluar.
06:08Tapi orang D.O itu kan belum tentu juga tidak berhasil.
06:12Banyak yang orang D.O berhasil.
06:13Ada dua kemungkinan Kang Deddy.
06:15Bu Susi D.O atau rektornya mengundurkan diri?
06:19Ya tapi gini.
06:20Saya itu, Bu Susi belum mengenal saya.
06:23Saya sudah lama mengenal Bu Susi.
06:25Saya dulu Bupati Purwakarta waktu itu.
06:28Itu di Kompas Kom.
06:29Itu saya punya seling nulis.
06:31Seminggu sekali.
06:32Salah satu tulisan saya itu tentang Bu Susi.
06:35Yaitu Bu Susi Ratu Laut Selatan.
06:40Ketika jadi menteri.
06:41Sampai sekarang saya tetap dia Ratu Laut Selatan.
06:45Dan satu-satunya orang yang pernah menyiksa saya Bu Susi.
06:48Oh gitu.
06:48Saya dibawa ke laut, di tengah laut disuruh turun.
06:51Ya sudah sampai tengah laut.
06:53Gak mau berendam, gak mau berenang.
06:55Ya ngapain saya bilang.
06:56Di pinggir aja tadi sana.
06:58Saya bilang ngapain ikut-ikut saya ke laut, ke tengah gitu maksudnya.
07:02Ya sudah turun.
07:04Astaga Ibu tega banget.
07:06Iya.
07:07Tapi kan gak saya tinggal.
07:08Aku temani juga gitu lah.
07:09Tapi ya orang udah jauh ke tengah.
07:12Kita kan kalau berenang di tengah.
07:13Ada sekitar satu kilometer lah dari pinggir pantai kan.
07:17Udah sampai sana gak mau turun dari padel.
07:20Ya ngapain.
07:21Saya bilang udah turun.
07:22Gak apa-apa.
07:23Kita jagain semua.
07:25Ya terpaksa turun.
07:26Bu itu termasuk pelanggaran HAM loh.
07:27Apa?
07:28Enggak dong.
07:29Justru saya mau ajarin dia menikmati laut gitu loh.
07:34Enggak-nggak aku tinggalin.
07:35Enggak aku temenin.
07:36Cuma aku paksa turun ke laut gitu loh.
07:39Udah nyampe jauh-jauh Ros.
07:41Ngapain?
07:43Kang gimana Kang?
07:44Nah itu saya disiksa seperti itu setelah bela beliau pas ke menteri.
07:48Karena saya kan waktu itu wakil ketua komisi 4.
07:51Kan ada rencana ekspor lagi benur.
07:55Benur ya.
07:56Nah saya orang yang menolak keras ekspor benur itu.
07:59Jadi orang bela aja disiksa.
08:01Apalagi orang melawat.
08:03Makanya harus hati-hati sama seorang suci puja-suti.
08:06Kalau saya seneng sharing bukan menyiksa orangnya.
08:09Kalau orang udah mau ikut aku ke laut ya aku share.
08:12Laut itu sangat cantik.
08:14Apalagi pengandaran bersih.
08:16Gak ada polusi.
08:17Gak ada industri kan gitu.
08:20Ya kenapa tidak gitu.
08:22Kang udah jadi gubernur Jawa Barat.
08:25Bisa dibalaskan dendamnya.
08:27Oh iya saya termasuk yang konsisten tentang itu.
08:31Bukan maksudnya kebus suci.
08:32Gak berani.
08:34Gak boleh saya.
08:35Kalau gubernur juga berani.
08:37Mau berani sama suci.
08:38Karena mitosnya gak boleh merawan Nyiratu.
08:41Itu gak boleh.
08:43Nyiratu itu bukan untuk dilawan.
08:44Tapi untuk ditemani.
08:46Yeah.
08:47Yeah.
08:47Terima kasih.