Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di panggung ROSI, Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019, Susi Pudjiastuti mengungkap alasan dirinya selalu sigap menggerakkan armada Susi Air untuk membantu korban bencana.

Terbaru, armada Susi Air dikerahkan untuk menerjunkan bantuan ke wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Menurut Susi, aksi serupa juga pernah dilakukan saat tsunami Aceh.

Susi menceritakan, pengalaman membantu korban bencana pertama kali dilakukan ketika tsunami Aceh terjadi. Saat itu, armada pesawat miliknya masih sangat terbatas.

Susi mengatakan, setelah melihat langsung kondisi di lokasi bencana, ia menyadari armadanya memiliki kemampuan untuk membantu.

Menurut Susi, kemampuan armada yang dimilikinya juga memungkinkan bantuan dikirim dengan cepat ke sejumlah wilayah terdampak bencana.

Dalam penanganan bencana di NTT, Susi juga mengupayakan pengiriman Starlink setelah mendapat informasi bahwa konektivitas internet di wilayah terdampak mengalami gangguan.

Ia mengaku berkomunikasi hingga larut malam dengan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo. Keesokan paginya, 20 unit Starlink kemudian diantar ke Halim untuk dibawa menggunakan pesawat.

Bagi Susi, ketika seseorang memiliki kemampuan untuk membantu, kemampuan tersebut seharusnya digunakan.

Susi mengakui, mengirim pesawat ke daerah bencana membutuhkan biaya besar. Namun, ia memilih tidak menjadikan perhitungan biaya sebagai alasan untuk tidak membantu.

Ia bahkan menyebut, jika terlalu memikirkan biaya, seseorang justru bisa berhenti melakukan apa pun.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/j2ChEBXf-RM

Baca Juga Penampakan Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, Titik Api Masih Terlihat | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/692529/penampakan-kebakaran-tpa-putri-cempo-solo-titik-api-masih-terlihat-kompas-malam

#dedimulyadi #susipudjiastuti #farhan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/692539/cerita-susi-pudjiastuti-gerakkan-armada-bantu-bencana-tsunami-aceh-hingga-gempa-ntt-rosi
Transkrip
00:21Terima kasih
00:30Kenapa untuk seorang yang sudah begitu mapan
00:32Pengusaha maskapai
00:35Merasa masih perlu memberikan empati
00:39Yang langsung menjadi satu aksi yang nyata
00:43Sebetulnya sih simple-simple aja
00:45Rosy kan kita tahu bahwa
00:48Seperti waktu tsunami Aceh
00:51Kita waktu itu gak terpikirkan
00:53Sebetulnya pengalaman pertama kita
00:55Bantu korban bencana ya di Aceh itu
00:59Pesawat kita baru datang dua
01:01Kita baru belajar-belajar kelola
01:04Belum juga ada izin ada apa
01:06Terus ada bencana di sana
01:07Pak Teten tuh ada WA saya
01:10Katanya banyak mayat berserakan
01:14Terus bandara kecil rusak
01:17Nah kita pikir kenapa kita coba aja
01:19Latihan sekalian di sana gitu kan
01:21Jadi ya kita kirim pesawat dua ke sana
01:24Landing pertama kali di Melabo
01:26Dan kita lihat apa yang terjadi di sana
01:29Ya kita punya kemampuan
01:31Ya kita bantu apa yang bisa kita bantu gitu
01:34Jadi bawa peserta Palang Merah
01:37Anggota Palang Merah dari Jepang
01:39Yang pertama kali kita bawa ke sana
01:41Itu di hari kedua
01:43Karena dulu kita beli pesawat bukan untuk airline
01:47Tapi untuk menjemput perikanan
01:51Hasil perikanan di sepanjang pantai Jawa Barat
01:54Jawa Tengah
01:55Supaya bisa ke Jakarta
01:57Dalam waktu kurang dari 3-4 jam
02:00Itu cita-citanya
02:02Tapi karena tsunami Aceh
02:03Nah akhirnya ya keterusan
02:05Bahwa sekarang saya teruskan
02:07Apa yang bisa saya kerjakan
02:09Ya praktikal dan
02:11Dan rasa solidaritas saja
02:14Bahwa kadang-kadang mereka di daerah itu kan
02:18Kalau pemerintah mesti perlu rapat
02:21Perlu koordinasi dan segala macam
02:25Kalau saya
02:26Saya CEO Susi Air
02:28Yang punya
02:29Kalau saya mau
02:31Saya tinggal perintahkan ke Dirobs
02:33Can you go there
02:34Dan dengan posisi Susi Air yang ada di 26 base
02:38Seluruh wilayah Indonesia
02:40Kalau terjadi bencana
02:42Gempa
02:43Tsunami
02:44Longsor
02:45Selama itu bukan vulkanik
02:47Armada kita itu bisa
02:50Within 2-3 hours
02:52Masuk ke daerah
02:54Bencana
02:55Untuk memberikan bantuan
02:56Ya
02:56Itu pasti
02:58Kalau kita diperboleh
03:00Tidak ada yang melarang
03:01Inisiatif kita
03:02Sampai ke wilayah
03:04Ke wilayah
03:06Operasi
03:07Itu 2-3 jam saja
03:09Seperti di NTT
03:10Kita ada pesawat di Kupang
03:12Nah dari
03:13Dari Kupang ke Maumere
03:15Cuma 1 jam
03:16Nah kemudian
03:18Tapi kan di sana
03:19Di NTT itu pesawatnya juga dipakai
03:21Untuk perintis
03:22Kalau saya tidak bantu pesawat baru
03:25Dari Jakarta
03:26Dari Pangandaran
03:27Pasti akan kekurangan kan
03:29Karena kan pasti logistik manusia
03:31Saya juga nambah
03:32Orang yang biasanya
03:33Kalau gempa itu
03:34Banyak sekali yang harus
03:36Di amputasi
03:37Mata
03:38Atau kaki
03:39Itu biasanya
03:40Kenanya itu
03:41Udah tahu pengalaman
03:43Di
03:43Di
03:44Nias
03:45Itu seperti itu
03:46Jadi ya
03:47Saya berangkatkan saja
03:48Kalau saya menangkap pesannya Ibu tadi
03:50Karena
03:50Bisnis yang Ibu bangun itu
03:52Dimulai dengan
03:53Kemanusiaan
03:54Atas nama kemanusiaan
03:55Dan Ibu
03:56Komit
03:56Untuk menjalankan janji itu
03:58Menjalankan bisnis
03:59Atas nama kemanusiaan juga
04:01Kang Deddy
04:03Kang Deddy juga
04:04Terakhir
04:04Langsung sudah ada
04:05Di NTT
04:07Bersama
04:07Korban yang terkena
04:09Gempa bumi
04:10Waktu ada
04:11Banjir bandang
04:13Di Sumatera
04:14Juga
04:14Saya lihat
04:15Kang Deddy
04:16Selalu juga menjadi
04:18Kepala daerah
04:19Yang duluan
04:19Untuk memberikan bantuan
04:21Tapi bedanya
04:22Pertanyaan saya gini
04:23Kang Deddy
04:24Kalau Ibu Susi
04:25Karena Ibu Susi kan
04:26Gak berkecimpung di politik
04:27Kalau Kang Deddy kan
04:28Bagaimanapun juga
04:29Kepala daerah
04:30Berasal dari politisi
04:31Bagaimana menjelaskan
04:35Aksi kemanusiaan ini
04:37Dianggap sebagai
04:38Pencitraan
04:40Yang pertama kita
04:42Urusan dengan
04:43Bu Susi dulu ya
04:43Biar warga
04:44Mengerti tentang
04:45Filosofi ya
04:46Bu Susi ini
04:47Representasi
04:48Filosofi
04:49Keberpihakan
04:50Perempuan
04:51Untuk membela laut
04:52Maka saya
04:54Menyebutnya
04:54Nyiratu
04:55Lambangnya itu
04:57Lambang perempuan cantik
04:58Itu sebenarnya
04:59Karakter dari
05:01Peminim
05:01Jadi kaum Peminim
05:03Jawa Barat ini
05:04Hari ini
05:05Kaum Peminim
05:05Tatar Sunda
05:06Itu bukan lagi
05:07Perempuan yang pendiam
05:08Tetapi dia
05:09Perempuan yang
05:10Bereaksi
05:10Ketika diganggu
05:12Sumber kehidupan
05:13Rakyatnya
05:14Nah itu
05:14Dan ekosistemnya itu
05:15Jadi itu
05:16Sosok dari
05:18Feminisme
05:19Keberpihakan pada laut
05:20Dulu menyebutnya
05:21Laut itu
05:22Dijaga oleh
05:22Nyiratu Kidul
05:23Nah ini
05:24Wujudnya
05:25Wujudnya reinkarnasinya
05:26Dan seorang perempuan
05:32Akan merasa
05:33Marah
05:34Kalau sumber kehidupannya
05:35Yaitu laut
05:36Diganggu
05:36Maskulinismenya
05:38Dilambangkan oleh
05:38Gunung
05:39Oleh hutan
05:40Hutan dilambangkan oleh
05:41Harimau
05:42Sebenarnya
05:42Ini nilai
05:44Yang harus dihidupkan
05:45Dalam sistem
05:45Tata ruang kita
05:46Sehingga
05:47Diangkat menjadi
05:48Nilai-nilai
05:49Akademis
05:49Yang memiliki
05:50Makna filosofis
05:51Dan konservatif
05:52Bagi kepentingan
05:53Masa depan
05:54Itu pertama
05:54Yang kedua
05:55Tradisi bencana ya
05:57Jadi saya itu
05:57Sebenarnya bukan sekarang
05:58Sejak saya
05:59Jadi Bufati
06:01Purwakarta
06:02Itu saya selalu
06:03Tertradisi
06:04Apabila ada
06:05Bencana
06:06Dimanapun
06:07Saya ada
06:07Sebelum ada
06:09Era digital
06:10Seperti sekarang
06:11Jadi
06:12Kalau ada banjir
06:13Tengah malam
06:14Itu saya biasanya
06:15Panggil truk
06:16Tengah malam
06:17Banjir
06:18Truknya
06:19Saya sudah hitung
06:20Ketinggian airnya berapa
06:21Berarti kita yang tinggi
06:22Kemudian apa yang selalu
06:24Saya lakukan pertama
06:25Jangan mikir beras dulu
06:26Saya bilang
06:27Bawa nasi hangat
06:28Bawa air
06:30Saya biasanya
06:31Langsung tembus
06:31Orang yang tidak berani
06:33Kemudian menemui mereka
06:34Dipastikan tidak lapar
06:36Nasi hangat itu
06:36Yang saya bagikan
06:37Itu sebenarnya
06:38Dari dulu
06:39Nah kemudian yang kedua
06:40Ketika ada bencana
06:42Misalnya hari ini
06:43Yang pertama
06:44Setelah saya jadi gubernur kan
06:45Aceh
06:47Sumatera Utara
06:48Sumatera Barat
06:49Ini mitranya Bu Susi
06:50Karena saya pasti kontak
06:52Susi air dong
06:54Siapin
06:55Karena saya sudah bahas
06:56Dari sini ke sini
06:57Nah
06:57Pentingnya turun
06:59Itu kita bisa mengidentifikasi
07:01Apa yang menjadi kebutuhan dasar
07:03Mereka
07:04Itu pertama
07:05Kemudian
07:06Daerah mana
07:07Yang tidak bisa ditembus
07:09Kita bisa melakukan langkah
07:10Sehingga pendekatannya beda
07:12Misalnya ketika
07:13Sumatera Barat
07:15Ketika Sumatera Utara
07:16Ketika Aceh
07:18Waktu itu
07:19Orang kan sibuk
07:21Dimana-mana
07:22Nyiapin
07:23Belanja
07:23Ada yang di
07:25Jawa Barat
07:26Mungkin Jawa Tengah
07:27Ada yang di Jakarta
07:28Belanja logistik
07:29Saya waktu itu
07:31Tidak milih itu
07:32Dipastikan pasar
07:33Masih buka gak
07:33Ada pasar buka
07:34Di titik ini
07:35Ya sudah
07:36Saya belanja
07:37Didampingi oleh putrinya
07:38Saya langsung
07:40Kesitu
07:40Kita langsung
07:41Turun
07:42Nanti ke pasar
07:43Pastikan
07:43Setelah itu
07:44Apa yang kita pikirkan
07:45Ini harus terdistribusi
07:46Ketika harus terdistribusi
07:49Apa yang
07:50Saya siapin
07:51Setelah itu apa
07:53Saya gandeng tuh
07:53Sambil ngobrol
07:54Supir-supir
07:56Taksi
07:57Grab
07:58Setelah itu
07:59Mereka yang menjadi
08:00Relawan
08:01Sudah
08:02Selama
08:03Satu bulan
08:04Anda gak usah lagi
08:05Ambil penumpang
08:07Anda distribusikan
08:08Seluruh bahan ini
08:09Ke daerah-daerah
08:11Yang memang
08:11Sangat rawan
08:12Anda tahu wilayah
08:13Dan dipastikan sampai
08:14Jadi Kang Dedy
08:15Lebih pada
08:16Turun tuh
08:16Supaya
08:17Memastikan
08:18Disaster management ya
08:19Iya
08:19Kalau yang
08:20Kasus NTT
08:21Itu beda
08:22Pendekatannya lagi
08:23Saya sudah lihat
08:24Di NTT itu kan
08:26Warung masih buka
08:28Kerusakannya
08:29Tidak separah
08:30Waktu di
08:31Aceh
08:32Sumatera Barat
08:33Dan Sumatera Utara
08:34Sehingga saya
08:35Tidak belanja
08:36Bahan pokok
08:38Tapi saya langsung
08:39Bawa uang tahun ini
08:40Menemui mereka
08:41Kebutuhan mereka itu
08:42Adalah
08:43Uang tunai
08:44Untuk memperbaiki rumah
08:45Maka uang itu
08:47Langsungnya distribusikan
08:48Untuk bangun rumah
08:49Bangun rumah
08:50Bangun rumah
08:51Bangun rumah
08:51Kalau ada sisanya
08:52Buat belanja
08:53Kan warung juga
08:54Masih buka
08:55Pasar juga
08:56Masih buka
08:56Tidak separah
08:58Infrastrukturnya
08:58Tidak mengalami
08:59Kehancuran
08:59Nah disitulah
09:00Sebenarnya
09:01Cara kita
09:02Menyelesaikan masalah
09:03Jadi memang
09:04Kita harus
09:06Mengetahui
09:06Problem apa
09:07Solusinya apa
09:08Problem dan solusi itu
09:10Itu hanya akan bisa
09:11Ditemukan
09:12Ketika kita berada
09:13Di lapangan
09:14Tepuk tangan dulu
09:15Teman-teman
09:18Saya melihat
09:19Pak Gubernur ini
09:21Luar biasa
09:22Datang ke Aceh
09:23Misalnya
09:23Ada wilayah yang
09:24Itu langsas
09:26Sudah lama
09:26Tidak
09:27Tidak didarati
09:28Bandaranya
09:29Pokoknya
09:30Saya mau kesana
09:31Nadine
09:32Mam
09:33That's airport
09:34It's never been used
09:35For more than five years
09:37Saya bilang
09:38Then
09:38Look to anybody
09:40Yang bisa kesana
09:41Malam ini
09:42Suruh dibersihkan
09:44Disapu
09:44Pakai sapu lidi
09:45Bayar
09:4620 orang
09:47Kalau ada pohon
09:49Di tengah
09:50Ya tebang
09:50Nah ada pohon
09:51Bisa dilandasin gitu kan
09:52Bisa dilandasin
09:52Besok paginya
09:53Jadi dari maghrib
09:55Sampai subuh
09:57Itu orang disitu
09:59Bersihkan bandara
10:00Supaya
10:00Pak Gubernur
10:01Bisa kesana
10:02Maksud saya
10:03Nadine
10:03Enggak
10:04Tapi kan besok
10:05Saya mau ke Padang
10:06Yaudah
10:06Kita kerjain malam-malam
10:08Itu langsa
10:10Setelah itu
10:11Ya terbuka
10:11Selama sekian tahun
10:13Langsa itu
10:14Tidak pernah didarati
10:16Kenapa Kang Dede
10:17Tadi berapa
10:17Saya termasuk orang
10:19Yang pertama
10:20Mendarat di langsa itu
10:21Pake susi air
10:22Membuka lagi itu ya
10:22Dan langsa itu
10:24Salah satu yang
10:25Para Aceh Utara kan
10:26Nah bantuan kesana
10:28Juga lambat
10:28Karena bandaranya
10:29Tidak jalan
10:30Kalau benar meriah kan
10:32Masih jalan
10:33Dan disitu ketemu
10:35Saya sebenarnya
10:36Nyari sodara juga
10:37Sodara saya sudah lama
10:38Hampir 20 tahun
10:39Gak pernah ketemu
10:40Ya di langsa itu
10:41Akhirnya saya bisa bertemu
10:42Berkasusi air
10:43Terus yang kemudian berikutnya
10:45Di lapangan teknis
10:46Ini cerita teknis
10:47Misalnya kemarin
10:48Waktu di NTT
10:51Mobil truk itu
10:52Ngangkut
10:53Bahan
10:54Poko
10:55Dari NTB
10:55Saya ingat
10:56Saya ketemu
10:57Di
10:57Di SPBU
10:58Mereka berproblem
11:00Kenapa problemnya
11:02Kenapa problemnya
11:03Truk itu
11:04Ngangkut
11:05Bahan Poko
11:06Bantuan dari NTB
11:07Saya ingat tuh ada tulisannya
11:08NTB
11:09Kemudian
11:10Mereka
11:11Sopirnya udah gak punya
11:12Lagi bekal
11:13Untuk beli
11:14Bahan bakar
11:15Karena harus beli
11:16Bahan bakarnya
11:17Yang non-subsidi
11:20Jadi dia sudah ngitung
11:22Nyampe
11:23Tapi saya
11:23Gak bisa pulang
11:24Yang gitu-gitu kan
11:26Teknis di lapangan
11:27Hanya akan bisa ditemukan
11:28Kalau ada di lapangan
11:30Waktu saya
11:30Ya mohon maaf
11:32Bukan artinya
11:34Mengakui sebuah kebaikan
11:35Akhirnya
11:35Saya bilang
11:36Full
11:36Isi seluruh
11:37Truk yang ada disini
11:39BBMnya yang beresin
11:40Karena hitungannya
11:41Selisihnya jauh
11:42Akhirnya dia melamun
11:44Saja
11:44Nah yang gini-gini
11:45Itu kan harus dipahami
11:47Oleh orang
11:47Yang merti keadaan
11:49Yang terjadi di lapangan itu
11:50Jadi kalau bicara
11:51Soal kemanusiaan
11:53Moral story-nya adalah
11:54Tidak pernah mau hitung-hitungan
11:56Dan itu juga
11:57Kalau saya dengar
11:58Dari kisahnya
11:59Kang Deddy
12:01Sebenarnya ini justru
12:02Untuk semakin tahu
12:03Kondisi lapangan
12:04Karena setiap daerah bencana
12:06Tentu punya problemnya sendiri
12:07Ya
12:07Di kisi lain juga transparansi
12:09Ya
12:10Terima kasih telah menonton
12:13Terima kasih telah menonton

Dianjurkan