00:21Terima kasih
00:30Kenapa untuk seorang yang sudah begitu mapan
00:32Pengusaha maskapai
00:35Merasa masih perlu memberikan empati
00:39Yang langsung menjadi satu aksi yang nyata
00:43Sebetulnya sih simple-simple aja
00:45Rosy kan kita tahu bahwa
00:48Seperti waktu tsunami Aceh
00:51Kita waktu itu gak terpikirkan
00:53Sebetulnya pengalaman pertama kita
00:55Bantu korban bencana ya di Aceh itu
00:59Pesawat kita baru datang dua
01:01Kita baru belajar-belajar kelola
01:04Belum juga ada izin ada apa
01:06Terus ada bencana di sana
01:07Pak Teten tuh ada WA saya
01:10Katanya banyak mayat berserakan
01:14Terus bandara kecil rusak
01:17Nah kita pikir kenapa kita coba aja
01:19Latihan sekalian di sana gitu kan
01:21Jadi ya kita kirim pesawat dua ke sana
01:24Landing pertama kali di Melabo
01:26Dan kita lihat apa yang terjadi di sana
01:29Ya kita punya kemampuan
01:31Ya kita bantu apa yang bisa kita bantu gitu
01:34Jadi bawa peserta Palang Merah
01:37Anggota Palang Merah dari Jepang
01:39Yang pertama kali kita bawa ke sana
01:41Itu di hari kedua
01:43Karena dulu kita beli pesawat bukan untuk airline
01:47Tapi untuk menjemput perikanan
01:51Hasil perikanan di sepanjang pantai Jawa Barat
01:54Jawa Tengah
01:55Supaya bisa ke Jakarta
01:57Dalam waktu kurang dari 3-4 jam
02:00Itu cita-citanya
02:02Tapi karena tsunami Aceh
02:03Nah akhirnya ya keterusan
02:05Bahwa sekarang saya teruskan
02:07Apa yang bisa saya kerjakan
02:09Ya praktikal dan
02:11Dan rasa solidaritas saja
02:14Bahwa kadang-kadang mereka di daerah itu kan
02:18Kalau pemerintah mesti perlu rapat
02:21Perlu koordinasi dan segala macam
02:25Kalau saya
02:26Saya CEO Susi Air
02:28Yang punya
02:29Kalau saya mau
02:31Saya tinggal perintahkan ke Dirobs
02:33Can you go there
02:34Dan dengan posisi Susi Air yang ada di 26 base
02:38Seluruh wilayah Indonesia
02:40Kalau terjadi bencana
02:42Gempa
02:43Tsunami
02:44Longsor
02:45Selama itu bukan vulkanik
02:47Armada kita itu bisa
02:50Within 2-3 hours
02:52Masuk ke daerah
02:54Bencana
02:55Untuk memberikan bantuan
02:56Ya
02:56Itu pasti
02:58Kalau kita diperboleh
03:00Tidak ada yang melarang
03:01Inisiatif kita
03:02Sampai ke wilayah
03:04Ke wilayah
03:06Operasi
03:07Itu 2-3 jam saja
03:09Seperti di NTT
03:10Kita ada pesawat di Kupang
03:12Nah dari
03:13Dari Kupang ke Maumere
03:15Cuma 1 jam
03:16Nah kemudian
03:18Tapi kan di sana
03:19Di NTT itu pesawatnya juga dipakai
03:21Untuk perintis
03:22Kalau saya tidak bantu pesawat baru
03:25Dari Jakarta
03:26Dari Pangandaran
03:27Pasti akan kekurangan kan
03:29Karena kan pasti logistik manusia
03:31Saya juga nambah
03:32Orang yang biasanya
03:33Kalau gempa itu
03:34Banyak sekali yang harus
03:36Di amputasi
03:37Mata
03:38Atau kaki
03:39Itu biasanya
03:40Kenanya itu
03:41Udah tahu pengalaman
03:43Di
03:43Di
03:44Nias
03:45Itu seperti itu
03:46Jadi ya
03:47Saya berangkatkan saja
03:48Kalau saya menangkap pesannya Ibu tadi
03:50Karena
03:50Bisnis yang Ibu bangun itu
03:52Dimulai dengan
03:53Kemanusiaan
03:54Atas nama kemanusiaan
03:55Dan Ibu
03:56Komit
03:56Untuk menjalankan janji itu
03:58Menjalankan bisnis
03:59Atas nama kemanusiaan juga
04:01Kang Deddy
04:03Kang Deddy juga
04:04Terakhir
04:04Langsung sudah ada
04:05Di NTT
04:07Bersama
04:07Korban yang terkena
04:09Gempa bumi
04:10Waktu ada
04:11Banjir bandang
04:13Di Sumatera
04:14Juga
04:14Saya lihat
04:15Kang Deddy
04:16Selalu juga menjadi
04:18Kepala daerah
04:19Yang duluan
04:19Untuk memberikan bantuan
04:21Tapi bedanya
04:22Pertanyaan saya gini
04:23Kang Deddy
04:24Kalau Ibu Susi
04:25Karena Ibu Susi kan
04:26Gak berkecimpung di politik
04:27Kalau Kang Deddy kan
04:28Bagaimanapun juga
04:29Kepala daerah
04:30Berasal dari politisi
04:31Bagaimana menjelaskan
04:35Aksi kemanusiaan ini
04:37Dianggap sebagai
04:38Pencitraan
04:40Yang pertama kita
04:42Urusan dengan
04:43Bu Susi dulu ya
04:43Biar warga
04:44Mengerti tentang
04:45Filosofi ya
04:46Bu Susi ini
04:47Representasi
04:48Filosofi
04:49Keberpihakan
04:50Perempuan
04:51Untuk membela laut
04:52Maka saya
04:54Menyebutnya
04:54Nyiratu
04:55Lambangnya itu
04:57Lambang perempuan cantik
04:58Itu sebenarnya
04:59Karakter dari
05:01Peminim
05:01Jadi kaum Peminim
05:03Jawa Barat ini
05:04Hari ini
05:05Kaum Peminim
05:05Tatar Sunda
05:06Itu bukan lagi
05:07Perempuan yang pendiam
05:08Tetapi dia
05:09Perempuan yang
05:10Bereaksi
05:10Ketika diganggu
05:12Sumber kehidupan
05:13Rakyatnya
05:14Nah itu
05:14Dan ekosistemnya itu
05:15Jadi itu
05:16Sosok dari
05:18Feminisme
05:19Keberpihakan pada laut
05:20Dulu menyebutnya
05:21Laut itu
05:22Dijaga oleh
05:22Nyiratu Kidul
05:23Nah ini
05:24Wujudnya
05:25Wujudnya reinkarnasinya
05:26Dan seorang perempuan
05:32Akan merasa
05:33Marah
05:34Kalau sumber kehidupannya
05:35Yaitu laut
05:36Diganggu
05:36Maskulinismenya
05:38Dilambangkan oleh
05:38Gunung
05:39Oleh hutan
05:40Hutan dilambangkan oleh
05:41Harimau
05:42Sebenarnya
05:42Ini nilai
05:44Yang harus dihidupkan
05:45Dalam sistem
05:45Tata ruang kita
05:46Sehingga
05:47Diangkat menjadi
05:48Nilai-nilai
05:49Akademis
05:49Yang memiliki
05:50Makna filosofis
05:51Dan konservatif
05:52Bagi kepentingan
05:53Masa depan
05:54Itu pertama
05:54Yang kedua
05:55Tradisi bencana ya
05:57Jadi saya itu
05:57Sebenarnya bukan sekarang
05:58Sejak saya
05:59Jadi Bufati
06:01Purwakarta
06:02Itu saya selalu
06:03Tertradisi
06:04Apabila ada
06:05Bencana
06:06Dimanapun
06:07Saya ada
06:07Sebelum ada
06:09Era digital
06:10Seperti sekarang
06:11Jadi
06:12Kalau ada banjir
06:13Tengah malam
06:14Itu saya biasanya
06:15Panggil truk
06:16Tengah malam
06:17Banjir
06:18Truknya
06:19Saya sudah hitung
06:20Ketinggian airnya berapa
06:21Berarti kita yang tinggi
06:22Kemudian apa yang selalu
06:24Saya lakukan pertama
06:25Jangan mikir beras dulu
06:26Saya bilang
06:27Bawa nasi hangat
06:28Bawa air
06:30Saya biasanya
06:31Langsung tembus
06:31Orang yang tidak berani
06:33Kemudian menemui mereka
06:34Dipastikan tidak lapar
06:36Nasi hangat itu
06:36Yang saya bagikan
06:37Itu sebenarnya
06:38Dari dulu
06:39Nah kemudian yang kedua
06:40Ketika ada bencana
06:42Misalnya hari ini
06:43Yang pertama
06:44Setelah saya jadi gubernur kan
06:45Aceh
06:47Sumatera Utara
06:48Sumatera Barat
06:49Ini mitranya Bu Susi
06:50Karena saya pasti kontak
06:52Susi air dong
06:54Siapin
06:55Karena saya sudah bahas
06:56Dari sini ke sini
06:57Nah
06:57Pentingnya turun
06:59Itu kita bisa mengidentifikasi
07:01Apa yang menjadi kebutuhan dasar
07:03Mereka
07:04Itu pertama
07:05Kemudian
07:06Daerah mana
07:07Yang tidak bisa ditembus
07:09Kita bisa melakukan langkah
07:10Sehingga pendekatannya beda
07:12Misalnya ketika
07:13Sumatera Barat
07:15Ketika Sumatera Utara
07:16Ketika Aceh
07:18Waktu itu
07:19Orang kan sibuk
07:21Dimana-mana
07:22Nyiapin
07:23Belanja
07:23Ada yang di
07:25Jawa Barat
07:26Mungkin Jawa Tengah
07:27Ada yang di Jakarta
07:28Belanja logistik
07:29Saya waktu itu
07:31Tidak milih itu
07:32Dipastikan pasar
07:33Masih buka gak
07:33Ada pasar buka
07:34Di titik ini
07:35Ya sudah
07:36Saya belanja
07:37Didampingi oleh putrinya
07:38Saya langsung
07:40Kesitu
07:40Kita langsung
07:41Turun
07:42Nanti ke pasar
07:43Pastikan
07:43Setelah itu
07:44Apa yang kita pikirkan
07:45Ini harus terdistribusi
07:46Ketika harus terdistribusi
07:49Apa yang
07:50Saya siapin
07:51Setelah itu apa
07:53Saya gandeng tuh
07:53Sambil ngobrol
07:54Supir-supir
07:56Taksi
07:57Grab
07:58Setelah itu
07:59Mereka yang menjadi
08:00Relawan
08:01Sudah
08:02Selama
08:03Satu bulan
08:04Anda gak usah lagi
08:05Ambil penumpang
08:07Anda distribusikan
08:08Seluruh bahan ini
08:09Ke daerah-daerah
08:11Yang memang
08:11Sangat rawan
08:12Anda tahu wilayah
08:13Dan dipastikan sampai
08:14Jadi Kang Dedy
08:15Lebih pada
08:16Turun tuh
08:16Supaya
08:17Memastikan
08:18Disaster management ya
08:19Iya
08:19Kalau yang
08:20Kasus NTT
08:21Itu beda
08:22Pendekatannya lagi
08:23Saya sudah lihat
08:24Di NTT itu kan
08:26Warung masih buka
08:28Kerusakannya
08:29Tidak separah
08:30Waktu di
08:31Aceh
08:32Sumatera Barat
08:33Dan Sumatera Utara
08:34Sehingga saya
08:35Tidak belanja
08:36Bahan pokok
08:38Tapi saya langsung
08:39Bawa uang tahun ini
08:40Menemui mereka
08:41Kebutuhan mereka itu
08:42Adalah
08:43Uang tunai
08:44Untuk memperbaiki rumah
08:45Maka uang itu
08:47Langsungnya distribusikan
08:48Untuk bangun rumah
08:49Bangun rumah
08:50Bangun rumah
08:51Bangun rumah
08:51Kalau ada sisanya
08:52Buat belanja
08:53Kan warung juga
08:54Masih buka
08:55Pasar juga
08:56Masih buka
08:56Tidak separah
08:58Infrastrukturnya
08:58Tidak mengalami
08:59Kehancuran
08:59Nah disitulah
09:00Sebenarnya
09:01Cara kita
09:02Menyelesaikan masalah
09:03Jadi memang
09:04Kita harus
09:06Mengetahui
09:06Problem apa
09:07Solusinya apa
09:08Problem dan solusi itu
09:10Itu hanya akan bisa
09:11Ditemukan
09:12Ketika kita berada
09:13Di lapangan
09:14Tepuk tangan dulu
09:15Teman-teman
09:18Saya melihat
09:19Pak Gubernur ini
09:21Luar biasa
09:22Datang ke Aceh
09:23Misalnya
09:23Ada wilayah yang
09:24Itu langsas
09:26Sudah lama
09:26Tidak
09:27Tidak didarati
09:28Bandaranya
09:29Pokoknya
09:30Saya mau kesana
09:31Nadine
09:32Mam
09:33That's airport
09:34It's never been used
09:35For more than five years
09:37Saya bilang
09:38Then
09:38Look to anybody
09:40Yang bisa kesana
09:41Malam ini
09:42Suruh dibersihkan
09:44Disapu
09:44Pakai sapu lidi
09:45Bayar
09:4620 orang
09:47Kalau ada pohon
09:49Di tengah
09:50Ya tebang
09:50Nah ada pohon
09:51Bisa dilandasin gitu kan
09:52Bisa dilandasin
09:52Besok paginya
09:53Jadi dari maghrib
09:55Sampai subuh
09:57Itu orang disitu
09:59Bersihkan bandara
10:00Supaya
10:00Pak Gubernur
10:01Bisa kesana
10:02Maksud saya
10:03Nadine
10:03Enggak
10:04Tapi kan besok
10:05Saya mau ke Padang
10:06Yaudah
10:06Kita kerjain malam-malam
10:08Itu langsa
10:10Setelah itu
10:11Ya terbuka
10:11Selama sekian tahun
10:13Langsa itu
10:14Tidak pernah didarati
10:16Kenapa Kang Dede
10:17Tadi berapa
10:17Saya termasuk orang
10:19Yang pertama
10:20Mendarat di langsa itu
10:21Pake susi air
10:22Membuka lagi itu ya
10:22Dan langsa itu
10:24Salah satu yang
10:25Para Aceh Utara kan
10:26Nah bantuan kesana
10:28Juga lambat
10:28Karena bandaranya
10:29Tidak jalan
10:30Kalau benar meriah kan
10:32Masih jalan
10:33Dan disitu ketemu
10:35Saya sebenarnya
10:36Nyari sodara juga
10:37Sodara saya sudah lama
10:38Hampir 20 tahun
10:39Gak pernah ketemu
10:40Ya di langsa itu
10:41Akhirnya saya bisa bertemu
10:42Berkasusi air
10:43Terus yang kemudian berikutnya
10:45Di lapangan teknis
10:46Ini cerita teknis
10:47Misalnya kemarin
10:48Waktu di NTT
10:51Mobil truk itu
10:52Ngangkut
10:53Bahan
10:54Poko
10:55Dari NTB
10:55Saya ingat
10:56Saya ketemu
10:57Di
10:57Di SPBU
10:58Mereka berproblem
11:00Kenapa problemnya
11:02Kenapa problemnya
11:03Truk itu
11:04Ngangkut
11:05Bahan Poko
11:06Bantuan dari NTB
11:07Saya ingat tuh ada tulisannya
11:08NTB
11:09Kemudian
11:10Mereka
11:11Sopirnya udah gak punya
11:12Lagi bekal
11:13Untuk beli
11:14Bahan bakar
11:15Karena harus beli
11:16Bahan bakarnya
11:17Yang non-subsidi
11:20Jadi dia sudah ngitung
11:22Nyampe
11:23Tapi saya
11:23Gak bisa pulang
11:24Yang gitu-gitu kan
11:26Teknis di lapangan
11:27Hanya akan bisa ditemukan
11:28Kalau ada di lapangan
11:30Waktu saya
11:30Ya mohon maaf
11:32Bukan artinya
11:34Mengakui sebuah kebaikan
11:35Akhirnya
11:35Saya bilang
11:36Full
11:36Isi seluruh
11:37Truk yang ada disini
11:39BBMnya yang beresin
11:40Karena hitungannya
11:41Selisihnya jauh
11:42Akhirnya dia melamun
11:44Saja
11:44Nah yang gini-gini
11:45Itu kan harus dipahami
11:47Oleh orang
11:47Yang merti keadaan
11:49Yang terjadi di lapangan itu
11:50Jadi kalau bicara
11:51Soal kemanusiaan
11:53Moral story-nya adalah
11:54Tidak pernah mau hitung-hitungan
11:56Dan itu juga
11:57Kalau saya dengar
11:58Dari kisahnya
11:59Kang Deddy
12:01Sebenarnya ini justru
12:02Untuk semakin tahu
12:03Kondisi lapangan
12:04Karena setiap daerah bencana
12:06Tentu punya problemnya sendiri
12:07Ya
12:07Di kisi lain juga transparansi
12:09Ya
12:10Terima kasih telah menonton
12:13Terima kasih telah menonton