00:14PEMBICARA 1
00:58PEMBICARA 1
01:00Kalau di kampus rasanya sudah ada forum-forum kan, forum diskusi sudah ada.
01:06Nah pakai sebanyak-banyak forum diskusi ini.
01:09Kalau tidak bisa kan mungkin bisa mengadakan ya bukan demo kali ya namanya.
01:14Mungkin ditingkatkan level forumnya sampai kepada dosen, rektor.
01:21Nah komplainnya ini tentang internal kampus atau tentang outside?
01:25Mungkin keduanya.
01:27Keduanya.
01:29Kalau tentang outside sebetulnya saya ingin pemuda Indonesia itu tidak buta politik.
01:37Jadi kalau dalam pandangan saya gedung DPR, gedung sate, semua ofis pemerintah, kantor wali kota harus open untuk mahasiswa datang.
01:54Tapi mahasiswa juga harus punya etika.
01:57Datang tidak nyampah, tidak bikin huru-hara, tidak bikin aksi anarkis.
02:05Jadi protes itu dilakukan dengan baik.
02:09Manor is become matter itu adalah hal nilai yang saat ini hilang di negeri kita.
02:17Yang protes, melakukan protes dengan tidak appropriate, dengan anarkis.
02:25Selesai protes, demo, sampahnya di mana-mana.
02:29Jadi kalau kita mau-mau dewasa, pemerintah membuka pintu.
02:36Rektor-rektor dan dosen-dosennya di seluruh Indonesia mendidik mahasiswa untuk menjadi anak-anak muda yang responsif, kritis tapi juga
02:48responsibel.
02:49Kira-kira seperti itu.
02:51Terima kasih Bu Susi.
02:52Next.
02:52Terima kasih banyak ya Ibu.
02:54Izin bertanya kepada Bapak Gubernur.
02:57Mungkin pertanyaannya sedikit melenceng dari pembahasan, tapi saya kira bisa mewakili warga di desa saya.
03:04Pertanyaannya, izin saya dari Tasikmalaya, dari desa Indrajaya yang beberapa infrastruktur jalannya itu rusak.
03:16Dan seringkali dilalui oleh truk besar yang menyebabkan beberapa kali kecelakaan begitu Bapak.
03:23Mungkin sebagai Gubernur, solusi apa yang Bapak tawarkan? Terima kasih.
03:28Terima kasih.
03:29Memang sekarang ini kan terjadi problem bertingkat fiskal daerah.
03:34Karena kan ada penundaan pembayaran di Bihai itu.
03:38Jadi provinsinya mengalami penundaan, kabupatennya mengalami penundaan,
03:43desanya juga akan mengalami penurunan dana desa.
03:47Nah, Pemprov Jabar mengambil keputusan.
03:50Yang pertama adalah menyelesaikan seluruh problem jalan provinsi.
03:56Yang kedua, mendorong kabupaten-kota mengalokasikan 7% infrastruktur jalan dari total APBD.
04:04Yang ketiga, mengintervensi desa.
04:06Nah, ini yang sekarang ini kita lagi nyiapin 100 desa yang akan diintervensi langsung oleh Provinsi Jawa Barat.
04:13Ya, nanti barangkali salah satunya desa yang disebutkan tadi.
04:16Jadi kita akan intervensi itu dengan langsung Provinsi Jawa Barat mengintervensi pembangunan jalan itu.
04:22Nah, itu berkah dari pengelolaan keuangan yang dikelola oleh Gubernur Konten itu.
04:29Namain dikit, ketika daerah perbesaran kota kabupaten ada masa infrastruktur, itu berantemnya gak selesai-selesai itu.
04:35Antara wali kota sama bupati.
04:37Jadi intervensi Gubernur itu akan sangat efektif menyelesaikan masalah itu gitu.
04:41Terima kasih Pak Gubernur.
04:42Yes, next.
04:43Izin bertanya ke Pak Deddy.
04:47Nah, pertanyaan saya Pak, ketika Bapak harus mengambil suatu keputusan yang cepat,
04:52apa yang Bapak gunakan untuk memastikan bahwa keputusan atau kebijakan yang Bapak ambil hari ini itu
04:57tidak hanya menyelesaikan masalah yang terjadi hari ini,
05:00tetapi juga tidak menimbulkan masalah di sisi atau sektor lain,
05:05ataupun tidak menimbulkan masalah di masa depan.
05:07Dan juga bagaimana kebijakan yang Bapak ambil hari ini dapat diterapkan dalam jangka waktu yang panjang.
05:13Begitu mungkin terima kasih.
05:14Terima kasih.
05:15Tim kerja saya itu sudah memahami pola kerja saya.
05:18Ada dua hal.
05:20Pertama adalah keputusan personal yang harus berakibat pada kebijakan yang bersifat konstruktif konstitusional.
05:28Itu bahasa saya.
05:29Saya contoh begini.
05:31Setiap hari, saya ini baca media sosial.
05:35Sambil duduk, sambil di mobil.
05:37Saya baca keluhan warga.
05:39Contoh, hari kemarin itu ada orang yang ditusuk oleh orang lain lah, mereka bertikai.
05:53Mereka gak bisa ke rumah sakit karena ke rumah sakit gak bisa melayani yang namanya korban penganiayaan.
06:00Saya itu selalu cepat.
06:02Berapa biayanya dia dibutuhkan untuk operasi gelap macam?
06:05Kitar 40 juta.
06:07Dalam waktu satu jam.
06:08Yang bekerja siapa pertama?
06:10Saya minta advim saya, sekpre saya untuk segera hubungi nomor yang dikirim.
06:17Dalam waktu satu jam ambulan sudah dilokasi.
06:21Tapi kan itu berarti Pak Kang Deddy harus ada tahu dulu.
06:27Iya, kemudian setelah dilokasi, kemudian nanti dikirim ke rumah sakit.
06:33Setelah itu apa?
06:34Cadangkan uang di APBD untuk memberikan jaminan pada seluruh pasien dimanapun berada,
06:42sebab apapun yang tidak tercover oleh BPJS dan dia tidak punya kemampuan dijamin oleh pemerintah provinsi.
06:49Kebijakan.
06:50Oke.
06:50Karena korban kriminalitas itu tidak di cover oleh BPJS ya?
06:56Tidak.
06:57Itu kebijakan.
06:58Dan karena kebijakan Gubernur Jawa Barat, ini dicadangkan untuk menjadi jaminan.
07:03Contoh lagi, saya melihat ada petani, kakinya itu kena cangkul, luka.
07:11Kemudian BPJS-nya tidak terdaftar.
07:14Saya masukin ke rumah sakit.
07:18Saya jamin.
07:18Setelah itu apa kebijakan saya?
07:222027, 5,4 juta kepala keluarga di Jawa Barat yang terdiri dari nelayan, buruh bangunan, kulipikul, pedagang asongan, asisten rumah
07:36tangga,
07:36petani apapun yang dia bukan pekerja formal, perusahaan swasta atau BUMN ASN TNI-4I,
07:43mereka mendapat jaminan asuransi ketenaga kerjaan.
07:46Artinya, 2027, rakyat jabar sudah tidak perlu lagi mengeluh pada saya.
07:53Kenapa?
07:54Asuransi sudah meng-cover.
07:55Bukan hanya ketika kecelakaan kerja, sakit sampai 400 juta dibiayain, kemudian meninggal ada santunan.
08:02Ini cara.
08:03Jadi, konten yang diambil itu pada akhirnya menjadi kebijakan.
08:09Jadi, bahwa ketika melihat dari sosmed itu, tidak hanya soal responsif dan tentang 1-2 orang,
08:17tapi ini pintu masuk untuk membuat kebijakan, sehingga kalau ini terjadi bagi masyarakat Jawa Barat lainnya,
08:25semua bisa mendapat perlakuan kesehatan yang sama.
08:28Ya, penanya terakhir ya. Silahkan.
08:31Pertanyaan saya ditunjukkan kepada Bapak Farhan.
08:34Siap.
08:35Nggak geti nih.
08:37Bapak kan alumni dari UNPAD yang sekarang menjabat menjadi wali kota Bandung.
08:43Saat masa kuliah, pernah nggak sih Pak kepikiran untuk berada di posisi seperti sekarang?
08:48Oke, terima kasih.
08:51Ini teman-teman sefakultas semua pernah nunjuk, ah nggak mungkin loh katanya gini.
08:55Saya itu di Fakultas Ekonomi, Jurus Tansu Di Pembangunan.
08:59Kenapa saya pelisi di pembangunan?
09:01Karena saya sangat suka ilmu ekonomi.
09:03Saking sukanya, Rosy, setiap peta kuliah saya ulang tiap semester.
09:12Jadi, saya lulusnya memang berat.
09:15Dari semester saya, saya tahu.
09:16Saya secara akademis berat nih bersaingin dengan teman-teman yang lain gitu ya.
09:20Nah, jadi akhirnya...
09:22Berarti kita dapat wali kota Bandung, alumni UNPAD yang sebenarnya secara nilai akademis pas-pasan ya?
09:29Oh jangan salah, Menteri Kooperasi juga.
09:33Emang kamu pikir Menteri Kooperasi ketahuan lulusnya?
09:37Warga Bandung, tolong ikat jaga keselamatan Anda masing-masing ya.
09:44Jadi gini, tapi kita ini aktifis semuanya.
09:50Aktif di organisasi, aktif di kegiatan-kegiatan mahasiswa, aktif kemana-mana aktif.
09:57Zaman order baru ikut demo.
09:59Pak Deddy juga pasti ikut demo.
10:01Wah itu seru, seru.
10:03Jadi kita tahu jejaring yang berikutnya.
10:06Kang Yudi Kris Nandi, Profesor, mantan Menteri Pan-RB juga.
10:11Beliau angkatan 86, Ferry angkatan 87, saya angkatan 88, Niko Siahaan angkatan 88.
10:17Dan kita semua juga seangkatan dengan Daan Arya yang segitu lucunya.
10:23Siapa?
10:24Daan Arya, Daan Project Pop.
10:26Jadi apa moral cerita seorang wali kota?
10:30Moral ceritanya adalah bahwa...
10:31Tidak usah pinter-pinter amat di kampus, nilai akademik tetap harus lulus.
10:35Tapi berorganisasi...
10:37Harus lulus, harus lulus.
10:39Harus lulus dengan benar.
10:41Jangan curang, ya.
10:42Tidak semua orang diberkati IQ yang tinggi.
10:46Tetapi yang paling penting rajin, ikut berorganisasi jejaring yang luas.
10:51Karena dengan demikian, begitu kita nanti sampai pada sebuah posisi,
10:55kita bisa belajar banyak dari orang-orang pinter yang bisa kita rekrut untuk kerja buat masyarakat kota Bandung.
11:02Oke. Tapi banyak profesor juga ketangkep karena kasus korupsi.
11:07Rektor juga ketangkep karena kasus korupsi.
11:10Itu temen gue profesor tuh.
11:12Yang itu.
11:13Maksudnya gelar itu gak menjamin integritas orang gitu.
11:17Iya kan?
11:17Benar, benar, benar.
11:18Jadi sebenarnya kampus itu membuat kita meletakkan fondasi-fondasi pengetahuan.
11:24Di situ kita mendapatkan juga jejaring, berorganisasi.
11:28Tapi integritas itu adalah sesuatu yang terus harus dirawat.
11:33Karena banyak orang kita, saya selalu mempercaya Indonesia tuh gak kurang orang pinter, Kang Deddy.
11:38Tapi orang yang punya integritas, kita minum, kita sungguh masih cari orang-orang yang teruji integritasnya.
11:45Terima kasih.