- 5 jam yang lalu
- #kpk
- #nusronwahid
KOMPAS.TV - Desakan untuk KPK segera memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid setelah sejumlah orang dekat dan anak buahnya terseret kasus suap HGB senilai 106 miliar rupiah terus menguat. Nusron pun diminta mundur dari jabatannya sebagai menteri agar proses hukum berjalan tanpa intervensi.
Lantas, apakah Nusron tetap dipertahankan di kabinet? Kita bahas bersama mantan Komisioner KPK, Saut Situmorang, dan Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi.
#KPK #ATR/BPN #nusronwahid
Baca Juga Anggota Ombudsman RI Soroti Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Diduga untuk Narapidana Tertentu di https://www.kompas.tv/regional/692520/anggota-ombudsman-ri-soroti-fasilitas-mewah-di-lapas-cibinong-diduga-untuk-narapidana-tertentu
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692521/saut-situmorang-burhanuddin-muhtadi-bahas-nusron-disebut-di-kasus-suap-apa-dampaknya-ke-kabinet
Lantas, apakah Nusron tetap dipertahankan di kabinet? Kita bahas bersama mantan Komisioner KPK, Saut Situmorang, dan Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi.
#KPK #ATR/BPN #nusronwahid
Baca Juga Anggota Ombudsman RI Soroti Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Diduga untuk Narapidana Tertentu di https://www.kompas.tv/regional/692520/anggota-ombudsman-ri-soroti-fasilitas-mewah-di-lapas-cibinong-diduga-untuk-narapidana-tertentu
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692521/saut-situmorang-burhanuddin-muhtadi-bahas-nusron-disebut-di-kasus-suap-apa-dampaknya-ke-kabinet
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saya Sintia Rompas, masih menemani Anda di Kompas Petang.
00:02Saudara pemerintah memastikan tidak memberi perlakuan khusus bagi Menteri Nusron Wahid
00:07yang namanya terseret dalam kasus suap HGB di KPK.
00:12Partai Golkar pun menegaskan tidak akan mengintervensi kasus hukum Nusron
00:17walaupun saat ini jabatannya sebagai Menteri, sebagai wakil dari Partai Golkar.
00:30Menko Bidang Kumham dan Imipas, Yusril Iqza Mahendra menegaskan
00:33pemerintah tidak akan memberikan perlakuan khusus bagi Menteri Nusron
00:37terkait proses penyidikan kasus suap HGB di KPK.
00:42Yusril menyebut pemerintah menghormati proses hukum terkait kasus suap HGB
00:46yang menyeret sejumlah pejabat dan orang kepercayaan Menteri ATRBPN Nusron Wahid.
00:51KPK dipersilahkan untuk memeriksa hingga ke Menteri ATRBPN Nusron Wahid.
00:56Menko Bidang Kumham, Imipas, Yusril Iqza Mahendra menghormati independensi KPK.
01:03Masalah Pak Nusron sepenuhnya kita serahkan kepada KPK yang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus ini
01:11tentu sudah dilakukan penyelidikan dan bahkan sudah mungkin sudah sampai ketika penyidikan juga.
01:18Kalau memang itu keputusannya diperisah atau tidak diperisah yang memberitah menghormati itu
01:24karena itu sepenuhnya adalah kewenangan lembaga independen KPK.
01:28Bahkan jangka dengan KPK, lembaga penegak hukum di internal pemerintah sendiri
01:33seperti kepolisian dan kejaksaan pun kami yang punya sikap yang sama seperti itu
01:37diserahkan kepada penyidik untuk mengambil keputusan.
01:42Partai Golkar juga telah mengatakan mereka menghormati proses hukum KPK
01:46terkait kasus suap di Kementerian ATRBPN.
01:49Nusron saat ini sudah tak lagi ada di kepengurusan Golkar
01:53namun salah satu kader Golkar David Pajung menyebut
01:56posisi Nusron di kabinet masih mewakili Golkar.
01:59Satu sisi yang saya katakan tadi, satu kaki itu mewakili Golkar
02:03satu kaki lagi mewakili sebagai seks dan TKN Pemerintah.
02:04Artinya tetap mewakili Golkar ya?
02:07Ya, ya.
02:09Oke, sehingga rekomendasinya, mohon maaf, apakah minta untuk Nusron dicopot?
02:13Saya ingin tegaskan sekali lagi.
02:15Sampai detik ini itu belum ada sikap partai.
02:19Sampai detik ini karena masih mengikuti proses yang ada ya.
02:22Jadi proses yang dilakukan oleh KPK, penyidikan ini terus sudah dilakukan.
02:26Jadi kita menghargai semua itu.
02:28Dan Pak Nusron sendiri mengikuti itu.
02:30Ketua KPK periode 2011 hingga 2015, Abraham Samad, menyebut
02:36KPK harus segera memeriksa Menteri Nusron dalam kasus suap hak guna bangunan
02:40yang telah menyeret sejumlah eselon satu di Kementerian ATR BPN dan orang terdekatnya.
02:46Pemeriksaan Menteri Nusron dinilai penting untuk transparansi penyidikan kasus suap
02:51yang barang sitaannya mencapai 106 miliar rupiah.
02:55Samad juga mendesak agar Presiden mencopot Nusron dari jabatan menteri
02:58agar tidak menjadi beban moril bagi kabinet.
03:01Sulit sekali menyatakan bahwa ini tidak ada keterkaitannya dengan menteri.
03:05Oleh karena itu menurut saya KPK harus sesegera mungkin sih sebenarnya
03:10untuk memeriksa Nusron agar supaya ini bisa terbuka secara transparan.
03:15Karena kalau tidak menurut saya ini akan menjadi polemik terus-menerus.
03:19Karena ini akan membebani Pak Prabowo sebenarnya ya.
03:21Jadi kalau Pak Prabowo ingin memperlihatkan bahwa Pak Prabowo punya kabinet itu kabinet yang bersih
03:28maka suka apa enggak suka harusnya segera dia mencopot apa lagi
03:32Nusron sendiri sudah mengundurkan diri dari Gold Card.
03:36Sebelumnya setelah orang dekat dan anak buahnya jadi tersangka kasus suap HGB di KPK
03:40Nusron masih menghadiri sejumlah rapat di DPR.
03:44Nusron memastikan akan menghormati dan mengikuti proses hukum di KPK.
03:48Tim Liputan Kompas TV
03:53Desakan untuk KPK segera memeriksa Menteri ATR BPN Nusron Wahid
03:58setelah sejumlah orang dekat dan anak buahnya terseret kasus suap HGB
04:02senilai 106 miliar rupiah terus menguat.
04:06Nusron pun diminta mundur dari jabatannya sebagai menteri
04:10agar proses hukum berjalan tanpa intervensi.
04:13Lantas apakah Nusron tetap dipertahankan di kabinet?
04:16Kita akan bahas bersama mantan komisioner KPK, Saud Situ Morang
04:20dan juga Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi.
04:24Selamat sore Bang Saud, Mas Burhan.
04:27Terima kasih sudah menyediakan waktunya di Kompas Petang.
04:30Ya, sore.
04:31Saya ke Bang Saud dulu, Bang.
04:34Kalau kita melihat dari bagaimana memeriksa dan juga prinsip follow the money
04:39apa yang menyebabkan sampai saat ini KPK belum juga memeriksa Nusron Wahid
04:46padahal sudah ada 4 orang kepercayaannya ditetapkan sebagai tersangka?
04:51Ya, itu justru jadi pertanyaan kita.
04:53Sebenarnya yang membuat mereka ragu untuk menindak lanjuti ini
04:56pada bagian lain kita sudah melihat strong signal
04:59baik itu dukungan dari pemerintah maupun kemudian fakta-fakta
05:03kemudian potongan-potongan informasi yang terus berkembang
05:06diantaranya banyak juga diantara gatekeeper ini adalah orang-orang yang sebenarnya
05:11bukan PNS.
05:13Ini kan menunjukkan ada satu kekuatan besar yang mengatur ini semua,
05:18yang mengorkestrasi ini semua.
05:20Sehingga orang-orang yang sebenarnya tidak kompeten,
05:22orang-orang yang tidak pada tempatnya
05:24ikut ngatur-ngatur sehingga ketemu angka yang
05:27sementara ini 100 sekian itu.
05:30Jadi artinya kalau memang pun kita masih mengatakan
05:34oke kita biarkan penyelidik, penyidik mempersiapkan ini kepada kita
05:39sehingga kemudian mereka sangat firm di situ.
05:42Sejak awal kita tidak ada ragu
05:43karena mereka sudah sebut juga dari awal waktu expose
05:46bahwa 4 orang ini adalah orang kepercayaan.
05:49Orang kepercayaan itu kan orang yang diperintah.
05:51Memang ada orang kepercayaan kalau tidak ada perintah.
05:53Jadi di situ peranannya sudah cukup jelas common sense-nya.
05:57Tidak ada logikal palasi di situ.
05:59Justru logikal palasinya itu
06:01penyelidik maupun pimpinan KPK
06:04kalau mengatakan ini strategi
06:06ini strategi yang menimbulkan resiko
06:09yang kita sebut kepada
06:11ini persesan korupsi dalam pengertian
06:13pemerintahan yang bersih, pemerintahan yang bebas KKN.
06:16Jadi paradoks banget pernyataannya gitu mbak.
06:19Oke, kalau dari Mas Burhan
06:21Mas Burhan, kalau dari sisi politik nih
06:22kita melihat Pak Nusron masih menjabat sebagai menteri
06:27bahkan juga masih mengisi
06:28ataupun mendatangi sejumlah acara.
06:30Apakah ini menjadi beban tersendiri bagi kabinet
06:34ketika 4 orang kepercayaan Nusron
06:37sudah menjadi tersangka?
06:39Iya betul Sintia ya, karena bagaimanapun
06:43fonis publik sebenarnya sudah jatuh.
06:45Jadi meskipun secara hukum KPK belum menetapkan
06:49Menteri Nusron sebagai pihak yang terkait
06:53dalam kasus korupsi ini
06:54tetapi dalam logika politik
06:56itu ada dua hal yang kita harus pisahkan.
07:00Satu logika hukum yang bersifat formalistik
07:02yang membutuhkan eviden yang sangat kuat.
07:05Yang kedua adalah logika politik.
07:07Nah, di situ trust penting.
07:10Nah, apalagi beliau adalah seorang politisi.
07:12Jadi trust publik sebenarnya sudah berkurang
07:16terutama sejak KPK melakukan press conference
07:20dengan menyebut empat nama
07:21sebagai orang kepercayaan Nusron.
07:24Bahkan disebut salah satu diantaranya
07:27mengatakan uang ratusan M adalah uangnya Pak Nusron.
07:31Jadi sebenarnya fonis publik sudah jatuh
07:34dan pada titik ini
07:35menjadi pertanyaan pertama buat KPK sebenarnya.
07:39Mengapa KPK tidak segera melakukan proses
07:41penyidikan lebih jauh terhadap Menteri Nusron?
07:45Yang kedua tentu kepada
07:47majikan Pak Nusron sendiri di kabinet
07:51karena bagaimanapun ini bisa menjadi
07:53semacam beban ya
07:55buat Presiden Prabu sendiri
07:57terutama ketika dikaitkan dengan janji beliau
08:00untuk memperantes korupsi.
08:02Oke, tapi gini Mas Burhan
08:04kalau saat ini
08:05Pak Nusron sendiri kan sudah mengundurkan diri
08:07sebagai pengurus Partai Golkar
08:09apakah ini artinya
08:11posisi Nusron Wahid sendiri ini
08:13masih sebagai perwakilan dari Partai Golkar
08:16di kabinet?
08:20Mas Burhan?
08:21Sebenarnya
08:22Pak Nusron Wahid ini kan
08:24ya sebenarnya Pak Nusron Wahid ini kan punya banyak kartu ya Sintia
08:28bukan hanya dari Golkar ya
08:29kita tahu beliau adalah sekretaris TKN
08:32tim kampanye nasional Prabu Gibran
08:33dan punya akses langsung kepada Pak Prabu
08:36jadi beliau tidak hanya mengandalkan
08:38kedekatan berdasarkan
08:40dari pintu masuk Partai Golkar
08:43tetapi juga punya
08:45banyak semacam kartu truf ya
08:48termasuk bukan hanya
08:49dari sisi kedekatan personal
08:51tapi juga beliau representasi dari
08:53politisi NU juga
08:55yang baru saja sukses
08:57untuk menggulirkan agenda
08:59dalam tamar NU kemarin
09:01jadi ada banyak memang
09:02semacam posisi tawar
09:04Saudara Nusron
09:05yang membuat sepertinya
09:06beliau tidak
09:08segera diperiksa
09:10oleh KPK
09:11karena masih punya banyak
09:12semacam ini
09:13apa namanya
09:15punya banyak kartu politik lah
09:17yang membuat beliau kuat
09:19artinya ada pertimbangan-pertimbangan
09:23khusus kah ketika
09:25bagaimana Presiden Prabu Subianto
09:27memutuskan untuk
09:29mencopot atau tidak mencopot
09:31karena kartu itu
09:31Mas Burhan
09:32tapi dijawab ya usai jeda
09:33tetap bersama kami di Kompas Petang
09:35meski hingga saat ini
09:37Menteri ATR BPN
09:39belum diperiksa
09:40walaupun sudah ada
09:41empat orang kepercayaan menteri
09:43yang ditetapkan sebagai tersangka
09:44Mas Burhan
09:45pertanyaan gantung saya tadi
09:47apakah ini yang menjadi alasan
09:49dan juga sebab
09:50ketika Presiden
09:51belum juga mencopot
09:53posisi
09:54Menteri ATR BPN
09:55ketika ada kartu-kartu
09:57seperti yang Anda sebutkan tadi
09:59sehingga menjadi
10:00bahan pertimbangan Presiden
10:01ya
10:03faktanya memang
10:04demikian ya Sintia
10:06kalau misalnya
10:07ada pejabat publik
10:08yang berasal dari
10:10kalangan non-partai
10:11atau
10:11tidak memiliki
10:13posisi tawar politik
10:15yang kuat
10:15misalnya mantan kepala BGN
10:18Pak Dadan
10:18atau misalnya mantan ketua
10:20Dewan Komisional UJK
10:21Pak Mahindra Siregar
10:22itu kan mudah sekali tuh
10:23mundur
10:25karena memang
10:26tidak punya
10:26semacam
10:28bergening posisi
10:29secara politik
10:29yang kuat
10:30sementara
10:31kalau misalnya
10:33politisi
10:34dan punya
10:35bergening posisi
10:36yang kuat
10:37tentu
10:38negosiasinya
10:39lebih alat
10:40apalagi sebenarnya
10:42dalam kasus
10:43Menteri
10:44Pak Nusron
10:45itu sebenarnya
10:46lebih kelihatan ya
10:47bayangkan
10:48ada tadi Pak
10:49Saud menyebut ya
10:50ada empat nama
10:51dan empat nama ini
10:53tidak punya posisi
10:54di
10:54di kementerian
10:56ATRBPR
10:56Sintia
10:57kecuali satu
10:57namanya Pak
10:58Dirjen
10:59Pak Lambri itu
11:00empat yang lain itu
11:01persis seperti yang
11:03dibilang oleh
11:03William Reno
11:04yang disebut dengan
11:05setelah
11:05sedoste
11:06jadi orang yang
11:07nggak punya
11:08kekuasaan formal
11:09tapi mengatur
11:10dan punya
11:12jabatan
11:13punya penaruh
11:14informal
11:15yang luar biasa
11:16dalam menentukan
11:16kebijakan suatu
11:17kementerian
11:18atau lembaga
11:19dan empat-empatnya
11:21udah ketangkep
11:21sama KPK
11:22ketangkepnya
11:23ketangkep tangan
11:24nah masalahnya
11:25orang semacamnya
11:27nggak mungkin
11:27melakukan tanpa
11:28ada perintah
11:29nah pertanyaannya
11:31kenapa yang
11:31memberi perintah
11:33minimal dari pengakuan
11:35empat nama
11:35menurut
11:36ekspos dari KPK
11:38belum juga
11:40diperiksa
11:40itu kan ada
11:41pertanyaan lain
11:42di luar dari
11:42logika hukum
11:43logika politik
11:44yang bisa menjelaskan itu
11:45oke
11:46kalau dari Bang Saud
11:47mengapa hingga saat ini
11:48KPK juga belum
11:50memeriksa
11:50Menteri Nusron
11:51apakah
11:52posisi
11:53Nusron Wahid
11:54sebagai menteri ini
11:55bisa mempersulit
11:56pemeriksaan
11:56dan apakah
11:57faktor-faktor
11:58yang seperti disebutkan
11:59Mas Burhan tadi
12:00juga menjadi
12:01pertimbangan KPK
12:02untuk tidak
12:02memanggil Nusron
12:04ya justru itu
12:06pertanyaannya
12:07karena kalau
12:07pertanyaannya itu kan
12:10operasi yang disebutnya
12:12penindakan itu kan
12:13lepas juga yang kita
12:14sebut sebagai
12:15efisien
12:16efektif
12:16cepat
12:17dan murah
12:18dan seterusnya
12:19nah kalau
12:20umpamanya hanya
12:20untuk menggeledah
12:21dua tempat
12:22belakangan ini
12:22di Jawa Timur
12:23itu gak usah
12:25geledah
12:25juga tanya aja
12:26yang bersangkutan
12:27pasti
12:27kalau buktinya
12:28cukup kuat
12:29pasti dia kan
12:29akan bilang
12:30oh iya
12:30itu perintah saya
12:31kalau umpamanya
12:33kita mau bicara
12:34penyelidikan-penyelidikan
12:35yang kemudian nanti
12:36penuntutan
12:36efisien dan efektif
12:38itu dari sisi
12:39katakanlah
12:40formil materialnya
12:41tapi kan
12:42jangan lupa juga
12:43bahwa kemudian
12:44indik persepsi korupsi
12:45itu kan
12:45kaitannya sangat
12:47terat juga
12:47tata kelola kita
12:48di pemerintahan
12:49dan bagaimana
12:50manajemen
12:51bagaimana juga
12:52kebijakan kepala negara
12:54iya kan
12:55ini kan tinggal
12:56presiden aja bilang
12:57panggil dia sekarang
12:59kalau bukti
12:59udah
13:00baru saya akan
13:01ganti dia segera
13:02gak nunggu-nunggu
13:03Oktober
13:04misalnya gitu loh
13:05karena kan lagi-lagi ini kan
13:06kita berhadapan itu
13:07dengan indik persepsi korupsi
13:09itu yang
13:10sangat ruwet
13:11termasuk
13:11kebijakan presiden
13:12itu dinilai disitu
13:13yang tahun kemarin
13:15kita dapat
13:15malah turun nilainya
13:17yang dari
13:17political economy
13:18crash
13:19konsultansi
13:20itu menilai
13:20bagaimana
13:21pemerintah daerah
13:22dan aparat-aparat
13:24penyelanggar negara
13:25jadi jangan lihat
13:26hanya profil materi
13:27kasusi
13:28ini udah clear
13:28keterlibatan yang
13:30bersangkutan
13:30potensinya
13:31sangat besar
13:32dan
13:32potong informasinya
13:34cukup tajam
13:35jadi gak usah
13:36membuat
13:36sesuatu yang
13:37kemudian jadi
13:38tidak efisien
13:39gitu mbak
13:39oke
13:39kalau tidak efisien
13:40Bang Saud
13:41tapi apa sih
13:42sebenarnya
13:43bukti-bukti
13:44yang sebenarnya
13:44tidak bisa
13:46dielakan lagi
13:47oleh KPK
13:48agar memeriksa
13:49Menteri Nusron ini
13:51dua tempat terakhir itu
13:52kalau gak ada
13:53kaitannya
13:54mereka gak geledah
13:55itu ada kaitannya
13:56semua dua tempat terakhir
13:57di Jawa Timur
13:57artinya alur perintah ini
13:59mengarah ke sana
14:00dan juga gatekeeper
14:01seperti yang anda sebut tadi
14:02ini ada dua klaster nih
14:03klaster yang sumerekon
14:05sama klaster
14:05dugaan
14:06yang disebut sebagai
14:07perdagangan pengaruh
14:09atau jabatan
14:09jadi mungkin itu
14:11ada dua klaster
14:11lagi didalamin
14:12tapi walaupun
14:13dalamin itu
14:15klaster
14:16ya udah
14:17pucuknya aja
14:18dipegang
14:19supaya lebih gampang
14:20gitu
14:20nanti tinggal
14:21melakukan tindakan
14:23dengan sebelumnya
14:24seterusnya
14:24yang kaitannya
14:25dengan materialnya
14:26kan kita tadi
14:27udah di bagian depan
14:28sudah mengatakan
14:29pemberantasan korupsi itu
14:30tidak dilihat
14:31di formil materialnya saja
14:33karena itu ada
14:34politik hukum
14:35kebijakan pemerintah
14:36yang tata kelolanya baik
14:38ini kan tata kelolanya
14:39yang ruwet nih
14:40tata kelolanya jelek
14:41ini kan dibiarin
14:42sekarang coba aja
14:42kita gak mengatakan
14:44akan ada stagnan
14:44di instansi itu ya
14:46tapi bisa kita bayangkan
14:47ini pasti ada
14:48ada indikasi stagnan
14:49sebenarnya
14:50jadinya
14:50kan stagnan
14:52pemerintahan gak boleh begitu
14:53dia harus jalan
14:54kita kan udah tau
14:55kemarin ada seminar
14:56di Bapak Penas itu
14:58persoalan
14:59mempunyai tanah
14:59ini cukup ruwet sekarang
15:00gitu mbak
15:01Mas Burhan
15:03kalau Anda melihatnya
15:05kemungkinan dari
15:06Partai Golkar sendiri
15:07apakah akan tetap
15:08mempertahankan
15:09Nusron Wahid di kabinet
15:11ketika seperti yang Anda
15:13katakan tadi
15:13ada kartu
15:14ada
15:15tawar politik
15:17yang memungkinkan
15:18dilakukan oleh
15:19Nusron Wahid
15:48sebenarnya
15:49bahwa Partai Golkar
15:51tidak mau
15:52dikaitkan dengan
15:53Saudara Nusron
15:54bahkan ada
15:55statement lebih keras lagi
15:56Fak
15:57kader Golkar
15:58yang juga
15:59ditengarai sebagai
16:01orangnya Saudara Nusron
16:02akan dipecat
16:03dari Partai Golkar
16:04karena
16:05terdeteksi
16:06hat-trick
16:07persenganan
16:08kasus korupsi
16:08yang terakhir kan
16:09kasus ini
16:09jadi sepertinya
16:11bola sekarang
16:12bukan di tangan Golkar
16:13bola di tangan
16:14Presiden Prabowo
16:15oke
16:16lalu
16:17apa
16:18dan siapa
16:19sekiranya menurut
16:20pandangan Anda nih
16:21yang masih
16:22mempertahankan
16:23Nusron Wahid
16:24ketika Anda sebut tadi
16:25bisa jadi
16:26sudah tidak di backup
16:27lagi oleh Balil
16:28dan Partai Golkar
16:30secara keseluruhan
16:32tadi ya
16:33kalau kita lihat
16:34Sintia
16:35proses masuknya
16:36Saudara Nusron
16:36ke kabinet
16:37Pak Prabowo
16:38itu kan
16:38banyak pintu
16:40masuknya
16:41bukan hanya
16:42dari Partai Golkar
16:43saja
16:43tapi pintu
16:45masuknya
16:45melalui TKN
16:47karena beliau
16:48sekretaris
16:48tim kampanye
16:50nasional
16:50Prabowo Gibran
16:51yang kedua
16:52pintu masuknya
16:53juga melalui NU
16:54karena bagaimanapun
16:56beliau mantan
16:56ketua PMI
16:57saat yang sama
16:58juga punya
16:59peran yang sangat besar
17:01terutama dalam
17:01menentukan
17:02kepengurusan
17:04PBNU
17:04terutama
17:05paskamut tamar
17:06Jombang
17:06termasuk juga
17:08punya kartu
17:09diantara
17:09organisasi-organisasi
17:11kepemudaan
17:12karena beliau
17:13mantan
17:13aktivis
17:14Cipayung
17:14jadi banyak
17:16kartunya
17:16memang
17:17yang membuat
17:18mungkin
17:18ada banyak
17:19pertimbangan
17:20politik
17:21di luar dari
17:22urusan hukum
17:23yang menurut saya
17:24kembali lagi
17:25ke komitmen
17:25dasar
17:26Presiden
17:26Prabowo
17:27bahwa Pak
17:28Prabowo
17:28dalam
17:29masa kampanye
17:30berkali-kali
17:31mengatakan
17:32zero tolerance
17:33terhadap
17:33korupsi
17:34dan itu
17:35harus ditunjukkan
17:36bukan hanya
17:36melalui
17:37pernyataan kosong
17:39tapi melalui
17:39pembuktian
17:40jadi bolanya
17:41ada di tangan
17:42Pak Prabowo
17:43terima kasih
17:44Mas Burhan
17:44tapi sebelum
17:46kita tutup
17:46Bang Saud
17:47apakah
17:48KPK
17:49akan terbebas
17:50terbebas dari
17:51tekanan politik
17:52ketika saat ini
17:53di periode ini
17:54menurut Anda
17:55ya
17:5650-50 ya
17:58Mbak ya
17:58karena memang kan
17:59dia bagian dari
18:00yang kita anggap
18:01sekarang itu
18:01sangat sulit
18:03dikatakan
18:03sepenuhnya
18:04independen
18:04ketika dibandingkan
18:052019
18:06tapi kalau kita
18:08lihat bagaimana
18:09mereka beberapa
18:10belakangan ini
18:10mulai menunjukkan
18:12keberaniannya
18:13untuk kemudian
18:14independen
18:14itu kita dorong terus
18:15jadi artinya
18:16supaya mereka
18:18semakin berani
18:19semakin firm
18:20semakin prudent
18:21bahwa
18:22yang dimaksudkan
18:23mengejar ke Antartika
18:24itu dia paham gak
18:25kalau paham
18:26dia lakukan
18:27malam ini
18:27panggil
18:28besok tahan
18:28milah perlu
18:29begitu
18:29jadi benar-benar
18:32tinggal sedikit lagi
18:34dan semuanya
18:35sudah
18:35terima kasih
18:36sudah diperspektifkan
18:38Mas Burhan
18:38dan juga terima kasih
18:39Bang Saud
18:40selamat sore
18:41sore
18:42makasih
18:43selamat menikmati