Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dalam Program ROSI, muncul pertanyaan mengenai apakah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki keinginan untuk kembali mencalonkan diri di Pemilu 2029.

"Nyalon Gubernur, ada keinginan," jawabnya kepada Rosianna Silalahi.

Wali Kota Bandung M. Farhan mengungkap kembali pernyataan Dedi ketika pertama kali memberikan sambutan di hadapan PHRI Jawa Barat.

Farhan kemudian menceritakan bahwa dalam kesempatan tersebut dirinya juga ditanya oleh Dedi Mulyadi sebagai Wali Kota Bandung dua periode.

Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019, Susi Pudjiastuti juga menggambarkan kebiasaan Dedi yang lebih senang turun langsung ke lapangan dibanding berada di kantor.


Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/j2ChEBXf-RM

Baca Juga Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Walkot Bandung Farhan & Susi Pudjiastuti Jawab Mahasiswa UNPAD | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/692543/gubernur-jabar-dedi-mulyadi-walkot-bandung-farhan-susi-pudjiastuti-jawab-mahasiswa-unpad-rosi

#dedimulyadi #susipudjiastuti #farhan





Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/692544/gubernur-jawa-barat-dedi-mulyadi-ditanya-ambisi-di-pemilu-2029-ini-jawabannya-rosi
Transkrip
00:02Kita masih di Rossi on location, Bu Susi.
00:05Kalau Bu Susi, kan seorang generasi muda saat ini mahasiswa punya kecemasan,
00:12apakah mereka bisa kerja atau enggak dengan lapangan kerjaan yang cukup kompetitif.
00:16Bu Susi punya perusahaan penerbangan.
00:18Kalau Ibu Susi menerima mahasiswa baru yang sudah lulus dari UNPAD misalnya atau kampus lain,
00:24apa yang Ibu Susi lihat dari anak muda untuk bisa diterima di kantornya Bu Susi?
00:28Saya sebetulnya senang cari anak muda yang punya kemauan, keras kemauannya.
00:36Jadi bukan yang gampang, Tapi terus terang, Rosi, kita dua tahun terakhir ini banyak bertanya.
00:44Karena kita banyak rekrut, tapi juga resign banyak.
00:49Nah kebanyakan anak-anak muda sekarang ini tidak tahan pressure, tidak tahan tekanan.
00:56Jadi begitu satu kali salah, kena marah, langsung resign.
01:01They don't care anything.
01:03Nah jadi kita juga terus belajar mencari orang baru lagi.
01:09Ada ke salah satu ciri anak muda sekarang ini sedikit ignorance.
01:16Ada kesombongan.
01:17Nah itu nanti Anda akan punya persoalan untuk mencari pekerjaan baik, membangun karir yang punya patron baik sampai atas.
01:28Karena biasanya company itu akan cari yang loyal, yang punya jam terbang, experience.
01:37Nah anak-anak muda sekarang ini agak susah di situ.
01:40Tidak tahan pressure, gampang ganti, gampang mutung itu kalau bahasa sudanya.
01:49Pundung, nah itu kita agak susah.
01:51Nah kalau mau, mau belajar segala dan banyakan juga anehnya.
01:57Generasi sekarang ini sangat lemah di multitasking.
02:01Perusahaan ini cari orang dengan gaji tinggi.
02:04Kalau mereka bisa multitasking.
02:08Karena kalau pekerjaan yang teller gitu, sekarang EI banyak.
02:17Dengan data input dari anak-anak SMP, SMA saja, company can run.
02:24Kita itu sekarang butuh anak-anak muda yang bisa memanage.
02:29Terus mengkoordinasikan, mengkondisikan, making up ekosistem untuk sebuah proyek atau pekerjaan.
02:40Nah anak muda zaman sekarang ini kebanyakan tidak mau itu.
02:44Tidak multitasking.
02:47Dia hanya mau sesuai dengan...
02:49Ya, single task.
02:50Ya, sesuai dengan apa yang dia pelajari atau apa yang dia ingin kerjakan.
02:56Padahal perusahaan sekarang juga ingin pekerja-pekerja atau pelamar itu juga mau memiliki keinginan untuk belajar.
03:04Ya, kita butuh misalnya kayak saya mau pensiun, saya cari kader-kader manajer, bahkan untuk CEO kalau bisa kan.
03:14So we can reside.
03:16Nah ini tidak dimiliki, saya tidak mau menyalahkan siapapun.
03:19Tapi kelihatannya anak-anak muda sekarang ini kurang kuat terhadap pressure.
03:28Yang kedua gampang bosan.
03:31And doesn't wanna get out from comfort zone.
03:34Jadi yang dia nggak ngerti, ya nggak mau.
03:37Nah itu saya pikir satu challenge untuk...
03:40Saya pikir bukan cuma untuk anak muda diunpat saja.
03:44Tapi secara keseluruhan.
03:46Mungkin kalau saya ringkas adalah harus selalu mau membuka diri untuk dapat banyak pengetahuan.
03:52Sehingga more talented.
03:54Talenta kita itu bisa banyak, kita bisa mengerjakan banyak hal dengan baik.
03:59Terus kedua mungkin lebih tahan banting.
04:02Karena pasti kalau belum apa-apa udah pundung gitu, ngambek.
04:07Dan belum apa-apa selalu meminta work life balance.
04:10Mulai selalu baru-baru terus kan.
04:12Jadi akhirnya salary-nya juga salary newcomer kan.
04:17Nggak naik sampai ke 30 juta, 40 juta.
04:21Difficult to get that point of salary.
04:24Karena biasanya kayak di perusahaan kita.
04:26Seseorang akan mendapat gaji sampai 30-40 juta kalau udah di atas 10 tahun kan.
04:32Oke bu.
04:32Perangka dari 6 juta, 7 juta, 9 juta gitu.
04:36Nah anak-anak muda sekarang tidak.
04:38Nah mereka balik ke perusahaan baru ya.
04:40Turun lagi ke bawah lagi.
04:42Itu yang kita sayangkan.
04:44Oke.
04:45Bu Susi dari sisi private sector untuk menerima calon-calon tenaga kerja baru.
04:51Apakah itu dari mahasiswa ataupun yang lain.
04:53Untuk dua bapak-bapak ini karena ini dua-duanya adalah pemimpin daerah dan latar belakangnya politik.
05:00Saya mau ke Mas Wali dulu.
05:03Bagaimana Anda menjawab apatisme anak-anak sekarang melihat dunia politik.
05:08Ngelihat tidak ada sesuatu yang memberikan inspirasi, harapan.
05:13Dan rata-rata lebih kepada ngelihat sama aja antara mereka yang belum berkuasa dan kini berkuasa.
05:19Podoh saatnya memang menggunakan kekuasaan itu dengan cara ya mereka sendiri aja.
05:24Bagaimana Anda menjelaskan rasa jengkel anak-anak muda melihat dunia politik sekarang?
05:31Satu integritas.
05:32Itu sih mau sistemnya apapun.
05:34Integritas jadi nomor satu.
05:37Jadi kalau integritas buat saya patokannya 3P gitu.
05:40Pantas, patut, patuh.
05:44Pantas enggak nih saya ngomong begini.
05:46Patutkah saya berbuat seperti itu?
05:48Apakah perkataan dan perbuatan saya mematuhi peraturan yang ada itu?
05:53Tiga itu kuncian buat integritas itu kunci.
05:55Sudah pasti.
05:56Kedua, resilience.
05:59Daya tahan.
06:00Mendapatkan tekanan itu, aduh yuk hadepin aja.
06:03Saya sebagai wali kota Bandung, ibu kota Jawa Barat, punya gubernur segini.
06:08Tahan.
06:09Jangan cengeng.
06:10Kalau cengeng mah saya udah minta ke rakyat untuk udah, jangan saya aja, orang lain aja gitu.
06:15Oh mana ada orang nolak kekuasaan hari gini mah?
06:17Ada, bu.
06:18Enggak, enggak ada.
06:20Ada, benar.
06:21Di Jawa Barat udah ada dua wakil bupati yang akhirnya mundur.
06:24Yang pertama, yang sekarang jadi wakil bupati Tasik.
06:28Siapa?
06:28Diki Chandra.
06:30Yang kedua, yang sekarang jadi bupati Indramayu.
06:33Waktu jadi wakil bupati, mundur dia.
06:35Si Luki Hakim.
06:36Ada, bu, kalau enggak tahan, bu.
06:38Oh, kalau enggak kuat dengan tantangannya sebagai kepala daerah gitu.
06:41Betul, bu.
06:42Jadi, tapi belum menjawab, gimana kalau orang anak muda sekarang udah apatis liat politisi dan politik Indonesia?
06:50Boleh, enggak apa-apa, boleh.
06:51Saya ingin mengutip apa yang dikata oleh Suhoki Almarhum.
06:54Beliau mengatakan bahwa pesimisme dan apatisme adalah nyawaku untuk masa depan.
06:59Tuh.
07:00Hanya harus gitu.
07:01Enggak apa-apa, it's okay.
07:03Tapi, jangan cuma ngelum-lum, do something, kerjain sesuatu.
07:08Raih sesuatu.
07:09Saya juga dulu 15 semester, akhirnya lulus juga.
07:12Begitu udah lulus, ya berbuat sesuatu.
07:16Umur 15 tahun lulus SMP, cita-cita umur 20 tahun udah punya penghasilan sendiri.
07:22Masih mahasiswa.
07:24Udah gitu umur 25 tahun, udah bisa punya modal lumayan lah gitu.
07:28Terus, pokoknya setiap 5 tahun nih, ininya apa namanya, perencanaan hidupnya.
07:35Kuncinya adalah integritas dan resilience.
07:37Itu aja.
07:38Thank you, Mas Wali.
07:39Terakhir, sebagai closing statement dari Gubernur Jawa Barat, KDM.
07:45Enggak seru kalau enggak nanya soal politik sama KDM ini.
07:50Kang Deddy itu banyak diidentikan kan sering belusukan gitu kan.
07:56Tadi kan konten udah dijawab tuh, emang dari dulu begitu.
07:58Dan itu adalah menjadi bagian dari awal pembuatan polisi.
08:02Emang KDM itu ingin kayak Pak Jokowi ya?
08:04Belusukan, terus masuk gorong-gorong gitu.
08:08Oh iya, periodisasi Pak Jokowi dengan saya menjadi bupati hampir sama.
08:15Cuman bedanya waktu itu media tidak memotret saya.
08:20Jadi saya sudah melakukan itu sejak wakil bupati tahun 2003.
08:24Jadi Pak Jokowi yang niru Kang Deddy?
08:27Bukan begitu, artinya bahwa Pak Jokowi bekerja di Solo, saya bekerja di Purwakarta.
08:32Pak Jokowi di Solo, karena Solo itu pusat politik loh.
08:36Terpotret, tereksposnya dengan cepat dan nasibnya jauh lebih baik, lebih dulu.
08:43Nah kemudian saya di Purwakarta, tanpa media dan tidak punya akses terhadap media.
08:49Saya jalanin lakukan itu, jadi ya kita sudah lama bekerja mengunjungi masyarakat.
08:55Jadi kalau dalam bahasa Jawanya belusukan, saya nyebutnya kukurusukan itu udah dari dulu.
09:01Dari zaman waktu bupati Purwakarta?
09:022003, wakil bupati.
09:042003?
09:052003?
09:06Iya.
09:06Sudah keliling, sehingga ketika hari ini orang banyak menanyakan, kok ini baru muncul gubernur?
09:15Zaman dulu mungkin di Humas, Pemda, Purwakarta ada kamera gede kali ya.
09:19Kadang-kadang saya suka nyari, ada nggak foto saya zaman itu?
09:21Saya suka nyari, ternyata masih ada.
09:23Oh ini lagi di sini, di sini.
09:25Jadi aspeknya memang sudah lama kita berkeliling masyarakat dan kemudian dari bertemu langsung dengan masyarakat, dari kita tahu di lapangan,
09:35maka kita mengambil keputusan-keputusan.
09:37Dan ada satu hal, kalau kita mengerti lapangan, memahami kita tidak akan bisa dibohongin oleh anak buah.
09:46Pemimpin yang ada di lapangan adalah menjadi modal awal tidak bisa dibohongi oleh anak buah.
09:52Jadi Kang Deddy ingin mengatakan bahwa jangan hanya melulu percaya pada laporan anak buah ya.
09:58Karena anak buah selalu bisa memberikan laporan asal bapak senang.
10:02Saya tidak begitu menanggapinya.
10:04Jadi saya begini, saya kan saya bilang kepaparahan tadi.
10:09Kalau ada pohon ditebang, kok dibiarkan?
10:15Kenapa itu dibiarkan?
10:16Karena pada tingkat teknis di lapangannya melakukan pembiaran.
10:22Nah dengan periode sekarang saya bertemu dengan camat, kemudian digerakan.
10:26Hari ini sikap mental, lurah-lurah di kota Bandung sudah beda.
10:31Dia tidak boleh ada kesalahan di lingkungannya, karena akan berdampak pada punishment yang akan diberikan oleh wali kotanya.
10:39Oke, jadi Kang Deddy disini juga menjadi satu forum menjelaskan bahwa berdasarkan beberapa survei dengan top of mind,
10:51tingkat keterpilihan tertinggi, ini enggak bikin Kang Deddy jadi semacam jumawa gitu.
10:58Itu satu, bener kan?
10:59Iya enggak?
11:00Ya biasa aja.
11:01Biasa aja.
11:02Kan kita nanggapin itu sebagai cermin.
11:05Ya cermin itu kan ada dua, itu cermin tentang diri kita positif atau negatif.
11:11Oke, kalau gitu pertanyaan belahan juga, Kang Deddy punya ambisi enggak 2029 nyalon?
11:15Iya, kenapa?
11:17Ada keinginan enggak 2029 nyalon?
11:20Nyalon Gubernur ada keinginan.
11:23Tepuk tangan dulu untuk jawaban yang luar biasa.
11:25Nampain, saya ingat pertama kali Pak Gubernur ngasih sambutan di depan PHRI itu event saya pertama kali bersama setelah dilantik
11:35PHI Jawa Barat,
11:36Pak Gubernur menjelaskan, saya kata Pak Gubernur, bertekad untuk jadi Gubernur dua periode.
11:42Wah tepuk tangan dong, terus nunjuk saya, Farhan kamu wali kota?
11:45Iya, dua periode kan? Dua periode Pak?
11:47Gitu.
11:48Karena ditunjuk kemudian.
11:50Dua periode Pak kalau kepilih.
11:55Terus, klarifikasi lagi kan.
11:57Jadi satu, tadi Gubernur konten itu menjadi bagian dari awal untuk membuat policy.
12:05Dua, biasa aja dengan hasil survei.
12:08Tiga, belusukan ke gorong-gorong enggak niru pemimpin sebelumnya.
12:14Iya, karena memang kita sudah melakukan sudah sejak lama.
12:18Terus yang berikutnya adalah hidup ini.
12:21Tapi kalau lihat Pak Gu, Pak, seperti ini, dia juga enggak mungkin betah di kantor.
12:29Kalau dia suruh kerja pasti akan lebih senang keluar.
12:33Jadi ya saya pikir belusukan dia bukan dibikin-bikin, memang dia enggak bisa betah di kantor, dia senangnya jalan-jalan.
12:40Emang ada belusukan yang dibikin-bikin, Bu?
12:42Ada banyak. Jadi Bu Susi, bahkan ada staf khusus beliau ya, yang bilang, saya kan ketemu.
12:50Pak Wali nanti kata Pak Gu begini-gini, yaudah Pak Gu sekarang kemana?
12:54Enggak tahu, tunggu telepon aja, nanti telepon.
12:56Hei kamu ke sini, saya lagi ada di lokasi, cegera ke sini.
13:00Itu, enggak pernah kantor.
13:02Jadi enggak mungkin dia mau betah di rumah, di kantor, gitu enggak mungkin.
13:07Jadi menjadi wali kota Bandung dengan gubernurnya kayak gini, berkah atau bencana?
13:12Oh berkah dong.
13:19Berkah loh, karena ada gubernur yang suka malah kepala daerah bawahnya.
13:23Ada, asli seru setor, ini mah enggak pernah, malah enggak pernah ke kita, ngasih.
13:29Tepuk tangan dulu, bener ya, janji ya.
13:31Baru sih gini, kita ini kan aneh mbak.
13:33Karena katanya era digital, tanda tangan sudah digital, perencanaan digital.
13:40Terus kalau sudah era digital, gubernur wali kotanya di kantor mau ngapain digitalisasi?
13:44Ya benar.
13:46Saya bisa rapat di jalan, saya bisa nanatangan di jalan.
13:50Yang diperlukan hari ini adalah menguasai masalah di lapangan.
13:54Bu Susi ini, kalau menjadi menteri kantoran, tidak akan ada kapal ditenggelamkan.
14:00Ya benar.
14:01Tapi juga karena saya tidak betah di kantor.
14:06Terima kasih.
14:07Tepuk tangan dulu dong untuk tiga narasumber kita.
14:09Gubernur Jawa Barat, Kang Deddy Mulyadi, Menteri KKP,
14:14periode 2014-2019, Ibu Susi Pujastuti, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
14:22Tepuk tangan sekali lagi buat mereka, warga Jawa Barat.
14:26Kita mendapat banyak simpul-simpul moral cerita tentang kepemimpinan,
14:33tentang juga bagaimana kita menjalani hidup.
14:36Satu, menurut saya memang juga yang saya tangkap dari Ibu Susi sama Kang Deddy,
14:41jangan cepat kegeeran ketika kita berada di puncak situasi tertentu.
14:47Tidak ada derita dan tidak ada juga kegembiraan.
14:50Dalam perjalanan hidup semua datang silih berganti, itulah kehidupan yang membentuk kita.
14:55Makasih Kang Deddy, Bu Susi, Farhan, terima kasih.
14:58Terima kasih juga untuk Universitas Pajajaran.
15:01Kita jumpa lagi dalam program Rosi tiap hari Kamis di Kompas TV independen terpercaya.
15:06Haturnuhun, Universitas Pajajaran.

Dianjurkan