- 5 jam yang lalu
- #ombudsman
- #lapascibinong
- #narapidana
- #sidak
BOGOR, KOMPAS.TV - Inspeksi mendadak Ombudsman RI ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, menemukan sejumlah ruangan berfasilitas mewah yang diduga untuk narapidana.
Bahkan Ombudsman menyebut ruangan-ruangan itu setara dengan apartemen.
Diduga kuat tempat tersebut dihuni narapidana.
Saat melakukan sidak ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat, anggota Ombudsman RI sempat dihalang-halangi pihak lapas.
Menurut Ombudsman RI, penolakan tanpa disertai alasan jelas sehingga menimbulkan kecurigaan.
Perdebatan pun sempat terjadi antara anggota Ombudsman dan petugas lapas.
Informasi terkini soal temuan fasilitas mewah Lapas Cibinong, kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV, Zefanya Situmeang, di Ombudsman Jakarta.
Baca Juga [LIVE] Cerita di Balik Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ombudsman Sempat Dilarang Masuk? di https://www.kompas.tv/regional/692508/live-cerita-di-balik-temuan-fasilitas-mewah-di-lapas-cibinong-ombudsman-sempat-dilarang-masuk
#ombudsman #lapascibinong #narapidana #sidak
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/692517/temuan-fasilitas-mewah-di-lapas-cibinong-ombudsman-sudah-bawa-surat-resmi-2-kali-tetap-ditolak
Bahkan Ombudsman menyebut ruangan-ruangan itu setara dengan apartemen.
Diduga kuat tempat tersebut dihuni narapidana.
Saat melakukan sidak ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat, anggota Ombudsman RI sempat dihalang-halangi pihak lapas.
Menurut Ombudsman RI, penolakan tanpa disertai alasan jelas sehingga menimbulkan kecurigaan.
Perdebatan pun sempat terjadi antara anggota Ombudsman dan petugas lapas.
Informasi terkini soal temuan fasilitas mewah Lapas Cibinong, kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV, Zefanya Situmeang, di Ombudsman Jakarta.
Baca Juga [LIVE] Cerita di Balik Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ombudsman Sempat Dilarang Masuk? di https://www.kompas.tv/regional/692508/live-cerita-di-balik-temuan-fasilitas-mewah-di-lapas-cibinong-ombudsman-sempat-dilarang-masuk
#ombudsman #lapascibinong #narapidana #sidak
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/692517/temuan-fasilitas-mewah-di-lapas-cibinong-ombudsman-sudah-bawa-surat-resmi-2-kali-tetap-ditolak
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Karena Ombudsman menemukan dugaan fasilitas mewah di LAPAS seperti kamar,
00:05berupa apartemen yang diduga kuat diisi oleh para narapidana.
00:09Dan hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak LAPAS kelas 2 Acibinong
00:15terkait temuan anggota Ombudsman di LAPAS tersebut.
00:25Sebelumnya, saudara, saat masuk ke dalam LAPAS, tim Ombudsman RI sempat dihalang-halangi petugas dan dilarang masuk.
00:33Adu mulut sempat terjadi antara Ombudsman dengan tim pengamanan LAPAS Cibitong.
00:38Anggota Ombudsman, Fikri, juga sempat menegaskan mereka punya hak dan kewenangan tugas untuk melakukan sidak itu.
00:50Informasi terkini dari sidak Ombudsman RI di LAPAS kelas 2 Acibinong.
00:56Kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV, Zevanya Situmeang, di kantor Ombudsman Republik Indonesia di Jakarta.
01:02Zevanya, apa saja sebenarnya poin temuan dari Ombudsman RI di LAPAS mewah di Cibitong ini?
01:14Ya, pada intinya kalau tadi dari Ombudsman RI ini sudah melakukan konferensi pers di mana menyampaikan sejumlah temuan yang ditemukan
01:22ketika mereka sedang melakukan inspeksi mendadak di LAPAS kelas 2 Acibinong.
01:29Memang tadi disampaikan, ada banyak temuan seperti tadi yang sudah disampaikan ini adalah fasilitas-fasilitas mewah yang ditemukan ada di
01:36bagian belakang rutan.
01:38Yang ini tadi diduga kuat, bahkan bukan diduga kuat lagi, ketika dari tim Ombudsman ini masuk melihat sejumlah lokasi hunian
01:49yang mewah itu tadi,
01:51ini bahkan bertemu dengan salah satu warga binaan yang ada di dalam ruangan tersebut.
01:57Nah, untuk lebih lengkapnya bagaimana kemudian dari tim Ombudsman ini ketika melakukan sidak seperti apa,
02:04saya akan berkomunikasi langsung, berbincang langsung dengan anggota Ombudsman RI, Bapak Fikri Yassin.
02:10Selamat siang, Pak Fikri.
02:12Selamat siang.
02:13Pak Fikri mungkin boleh diceritakan atau diulas sedikit lagi, ketika Bapak kemarin bersama tim melakukan sidak di LAPAS Cibitong ini,
02:21seperti apa, Pak, dan bagaimana pada akhirnya kemudian bisa menemukan sejumlah fasilitas mewah tersebut?
02:28Ya, baik. Saya mulai kemarin dari Anu. Jadi di hari kedatangan kami itu, itu sebetulnya kedatangan kedua.
02:38Jadi kedatangan pertama, kita hampir dua bulan yang lalu kita ditolak, gitu loh.
02:44Nah, kemudian kemarin kita dengan resmi, kita juga datang dengan surat resmi, lembaga, kemudian kita juga bawa tim ke sana
02:51resmi, gitu loh.
02:51Jadi kita bukan ngumpet-ngumpet, gitu ya.
02:54Nah, kemudian ditolak juga dengan dalih bahwa belum ada instruksi pimpinan, belum ada Anu ini, belum ada itu.
03:04Ya, kita tunggu saja misalnya.
03:05Sampai lebih kurang 30 menit lebih ya, kita Anu komunikasi sama mereka, kita yakinkan mereka.
03:11Nggak juga, gitu.
03:14Artinya kan kami menganggap bahwa ya kita tidak dipercaya.
03:18Iya dong?
03:19Sudah membawa surat resmi dua kali terus sana, berarti kan nggak becah.
03:23Ya sudah.
03:24Nah, karena kita punya kewenangan, kami juga mendapat mandatori, tentu kami melihat, ada insting kami melihat kok, ini lapas.
03:33Ya, tentu yang bagi kami lapas, yang kita pahami lapas itu adalah pager-nya saja misalnya.
03:39Pager itu misalnya 3 meter, 4 meter misalnya.
03:42Ini kan antisipasi.
03:43Tapi yang terjadi adalah bagian belakang, depannya ketat.
03:47Tapi bagian belakang kita lihat kok ada war-war-war-war buka-tutup pintu.
03:51Di baliknya kita lihat kok ada kayak, kayak remputan, ya pager sederhana saja lah.
03:57Kita melihat potensi ini, melarikan diri atau apa, itu ada di sana.
04:03Ya.
04:04Nah, sehingga waktu itu kita kirim bah dua orang untuk melihat situasi itu di sana.
04:10Nah, waktu melihat itulah kemudian saling anu sama aparat keamanan, karena masih biasa tim kita dua orang itu, hanya bertanya
04:20-tanya biasa, mereka masih longgar.
04:22Tapi begitu menanyakan rumah, kemudian sambil ngambil gambar-gambar, nah mereka mulai bereaksi.
04:30Nah, kita menganggap itu reaksi biasa saja.
04:32Nah, tetapi mereka sudah agak anu pada saat kita mempidiukan tim kita.
04:37Kemudian mereka kelihatan seperti menambah pasukan.
04:40Dari atas itu buru-buru ada empat lima orang lari ke sana.
04:44Nah, karena kita melihat situasi itu, kita juga tidak tinggal diam.
04:47Kita kirim, ada empat lima orang untuk backup itu tadi.
04:52Nah, begitu di sana, kira-kira ada lima menit, mereka ngasih tahu bahwa ini kok rumah-rumah ini janggal.
05:00Menurut tim kita di sana.
05:01Nah, karena sudah itu, saya turun langsung, kita bawa lagi.
05:05Yang ada enam, tujuh orang, kita sisakan ada empat lima orang bagian atas.
05:09Kita turun langsung ke bawah itu, kita backup.
05:12Kemudian, karena saya tahu, terus mereka menambah lagi pasukan yang turun ke bawah.
05:17Itu dijaga ketat di sana.
05:19Tapi karena kita berpencar semua, nah kemudian menghidupkan masing-masing kamera untuk mengantisipasi itu.
05:26Nah, itulah temuan-temuan tadi seperti yang di video itu tadi.
05:29Nah, termasuk ada beberapa orang yang kita wawancara itu.
05:33Tapi kan, tadi kalau saya tidak salah menyimak dikonfer, sebenarnya tujuan pertama tim ombudsman ini ke lapas,
05:40Bapak bilang, sebenarnya tidak untuk melihat fasilitas itu.
05:43Tapi apa yang kemudian membuat Bapak selain tadi melihat pagar,
05:47yang Bapak bilang tidak setinggi lapas pada umumnya,
05:49apakah juga pernah mendengar laporan dari masyarakat atau seperti apa,
05:52hingga akhirnya tim ombudsman ini menemukan sejumlah fasilitas mewah di balik pagar tadi yang Bapak bilang?
05:57Iya, kalau dugaan kita selama ini selegeran ya,
06:01kalau bahasanya rahasia umum, kita tahu bahwa lapas anu itu anu fasilitasnya,
06:06lapas anu kira-kira gitu ya.
06:07Nah, tapi bagi kami ombudsman kan juga tidak bisa begitu.
06:10Nah, itu kan harus dibuktikan betul bahwa kami turun.
06:13Nah, atas itu, atas dugaan itu, terus atas patah lapangan itu,
06:18maka kami yakin kan betul kita buka kamera, kami masuk.
06:21Nah, itulah kemudian terjadi benturan fisik sama mereka.
06:25Antara tim sama mereka.
06:27Baik Pak, dari video yang kami lihat kan memang tadi terlihat begitu ya,
06:31dimana ketika Bapak masuk ke salah satu rumah itu ada orang di situ.
06:35Ketika Bapak masuk juga, Bapak bilang dari tim itu sempat berdalih bahwa ini rumah dari Kalapas.
06:43Nah, fakta yang Bapak temukan ini apakah memang warga binaan memang tinggal di sana
06:48dan yang kita ketahui kan banyak koruptor-koruptor besar, kasus-kasus besar yang ada di sana.
06:53Nah, seperti misalnya kita ketahui Ferdi Sambo, lalu Harvey Moisin yang ditahan di Lapas Jibinong.
06:58Ada Bapak melihat apakah mereka juga bagian dari napi yang memanfaatkan atau menikmati fasilitas mewah itu dari temuan ombudsman seperti
07:07apa?
07:08Sejauh ini kami temukan orang-orang yang mengaku mereka.
07:14Pada saat kami tanya, Anda siapa?
07:16Begitu kita buka, Anda siapa?
07:18Ya, kami napi Pak.
07:19Kenapa di sini?
07:20Ya, kita ditempatkan di sini.
07:21Terus berapa bayarnya?
07:22Mereka nggak ngaku.
07:24Nah, ada beberapa orang yang ketemuan kita,
07:26tapi yang disebutkan tadi nama-nama itu tidak ada.
07:28Tidak ada atau masih harus didalami lagi Pak?
07:31Ya, tentu masih harus didalami.
07:33Karena kami ini hanya bisa mengakses yang luar.
07:37Yang di dalam, yang sangat tertutup tadi,
07:39atau dengan rumah-rumah yang tadi dijaga ketat,
07:42yang kita sampai beradu fisik,
07:44itu kita alu alam, kita nggak tahu.
07:47Sejauh yang kita temui tadi, yang kita buka, berhasil buka,
07:50walaupun itu lewat pemaksaan beradu fisik sama mereka,
07:54itu tidak ada nama-nama itu.
07:56Tidak ada nama-nama itu?
07:57Oke, baik. Ketika temuan apalagi,
08:00ada mobil mewah juga ya Pak disebutkan?
08:02Iya. Misal yang menambah bagi kami itu,
08:07kalau ini dikatakan petugas penjaga,
08:09misalnya ini ada,
08:10ini rumah siapa? Ini penjaga, ini penjaga, ini penjaga.
08:13Kalau penjaga rasanya, rasanya.
08:15Kalau penjaga, kita bukan mengecilkan.
08:19Apa ya, ada Alphard, dan Alphardnya bagus, gitu.
08:23Kemudian ada Portuner, dan ada jenis mobil-mobil lain.
08:27Tentu kan ini menambah kejanggalan kami di lapangan.
08:30Semakin ingin mendalami bahwa,
08:33loh kok, apa, saya nggak mengatakan mereka bohong.
08:36Tapi sulit rasanya, misal kalau itu dikatakan penjaga lapas,
08:39mereka punya, punya, apa namanya, mobil mewah.
08:43Kira-kira gitu.
08:44Oke, baik. Pak, sejauh ini dari Ombudsman ada komunikasi juga dengan Kemenko Kumham Imipas mungkin,
08:50karena dari pihak kementerian Kemenko Kumham Imipas ini sempat menyebut bahwa,
08:56juga menyebut bahwa itu rumah dari lapas, begitu,
08:59dan menyuruh media untuk mengkonfirmasi langsung.
09:02Sejauh ini Anda melihat bagaimana dari Kemenko Kumham Imipas sendiri melihat kasus ini?
09:07Iya, bagi kita sih nggak ada masalah ya.
09:09Misalnya, soal pengakuan-pengakuan bagi kami itu nggak ada masalah juga gitu.
09:14Karena kita, misal, kami juga punya pengakuan,
09:17misalnya, kan sudah kita tanyakan, Anda siapa gitu?
09:20Ya, kami napi, Pak.
09:21Kenapa ditempatkan di sini?
09:23Sebenarnya nggak ada masalah juga.
09:24Misal, itu yang kita jelaskan,
09:27misalkan kawan-kawan wartawan dibuka ruangnya
09:28untuk datang ke lokasi, untuk konfrontir,
09:31kita nanti beradu data, kan lebih mudah.
09:33Oke, beradu data dengan Kemenko Kumham Imipas?
09:36Siapa saja yang menyatakan bahwa,
09:38misal, yang kita buat-buat itu adalah kami bohong.
09:40Eh, kan sederhana, kita adu aja.
09:42Bahwa ini fakta kami, ini saksi, ini kira-kira gitu.
09:45Oke, baik, Pak.
09:46Tadi sempat menyebut bayar iuran.
09:48Artinya apakah ini sudah ada informasi,
09:50berarti para warga binaan ini ada bayar iuran,
09:52ada pungle di sana untuk tinggal di rumah-rumah mewah itu?
09:55Dugaan kami ada.
09:57Karena rasanya nggak mungkin
09:59menempatkan napi di sana,
10:01mendapat purple lights,
10:04terus gratisan.
10:06Ada apa?
10:08Katakanlah tidak ada uang,
10:10gratisnya saja menempatkan di sana,
10:11itu sudah pelanggaran.
10:12Itu malah administrasi.
10:15Apalagi rasanya,
10:16dugaan saya tidak mungkin ditempatkan begitu saja.
10:19Gitu, gila.
10:20Dari kepala lapas,
10:21sudah ada muncul atau berbicara terkait hal ini, Pak?
10:25Enggak, kita nggak tahu kalau soal itu ya.
10:27Bapak di sana bertemu dengan kepala lapas?
10:29Enggak, enggak ada.
10:29Enggak ada yang mau nemuin,
10:30ini cuahannya ini aja.
10:32Kepala Pengamanan lapas dengan jawaban,
10:35belum ada instruksi,
10:36belum ada perintah,
10:37belum ada perintah.
10:37Hanya itu saja.
10:38Kan kemarin juga ada halangan-halangan kepada tim ombudsman ya, Pak.
10:42Ada bentrok juga.
10:43Tadi juga disampaikan bahwa memang
10:44ada aturan yang mengatur,
10:46akan ada,
10:46ada sanksi begitu kepada pihak-pihak
10:49yang menghalang-halangi ombudsman untuk bertugas begitu.
10:53Nah, apakah akan ada laporan dari ombudsman terkait hal ini?
10:56Kalau rekomendasi kita kepada Pak Kementerian IMIPAS,
11:03ya tentu,
11:04itu bagian dari rekomendasi kita.
11:06Tapi kalau misal,
11:08apa,
11:09gesekan di lapangan bagi kami,
11:10karena bagi kami yang kayak gitu sudah,
11:13anu ya,
11:14kita biasa saja lah, gitu.
11:16Oke, Pak sedikit,
11:18ketika kemarin datang ke sana,
11:20ada bertemu dengan beberapa keluarga dari warga binaan,
11:23kalau tak saya tidak salah?
11:24Betemu, ada.
11:25Sempat kita,
11:26Ada apa, Pak?
11:27Info yang didapatkan?
11:28Ya, misalnya pada saat kita tanya,
11:31karena tim kita juga sudah anu,
11:33sudah nyebar,
11:34karena mereka begitu tanya,
11:35nunggu siapa pengunjung gitu ya.
11:37Oke, anu,
11:38datang berapa kali seminggu?
11:40Ya, kadang satu kali, kadang dua kali gitu.
11:42Ibu bayar, anu, ada, anu.
11:44Ya, berapa?
11:45150 ribu.
11:46Oke.
11:47Kira-kira itu, anu.
11:49Iya, ada salah satu.
11:50Apa, Pak Fikri, yang perlu dievaluasi mungkin dari,
11:52karena tadi Bapak juga bilang,
11:54ini sudah menjadi rahasia umum sebenarnya,
11:56fasilitas mewah,
11:57begitu ya,
11:57ada di lapas ini,
11:59begitu,
11:59ini yang perlu dievaluasi dari,
12:02kepala lapas mungkin,
12:03atau petugas-petugas yang ada di sana,
12:05agar,
12:05ini kan diharapkan tidak menjadi seperti ini lagi,
12:08begitu ya,
12:08karena seharusnya mereka mendapatkan tempat yang,
12:11tidak mewah,
12:12begitu, dengan ganjaran yang harusnya mereka terima,
12:14ini bagaimana, Pak?
12:15Ya,
12:16kami hanya berharap,
12:19temuan kami ini,
12:20tentu ini nanti kami buatkan rekomendasinya,
12:22sekarang kita kaji,
12:24kita berikan kepada IMPAS,
12:25dan,
12:27kami mendorong IMPAS,
12:29temuan ini menjadi ruang koreksi bagi IMPAS,
12:33untuk pembenahan semua lapas,
12:35jadi bukan hanya kelas 2 Cipinong,
12:37tapi semua lapas yang katakanlah tadi,
12:40yang kita,
12:41apa,
12:41mendengar suara minor,
12:42bahwa kalau,
12:44masuk,
12:44anu bayar,
12:45suara minor itu menurut kita,
12:47itu bagian dari evaluasi,
12:48jadi bukan hanya itu,
12:50tapi juga,
12:50soal tata kelola yang lain,
12:52misalnya,
12:52gak ada diskriminatif,
12:54kemudian,
12:55apa,
12:56soal pengobatan,
12:57hak-hak dasar anu ya,
12:58hak-hak dasar NAPI,
12:59itu harus dipenuhi,
13:00walaupun tidak berlebihan,
13:02tetapi,
13:02yang kami menganggap agak patal,
13:04ada diskriminasi,
13:06diantara para NAPI,
13:07ini yang menjadi pertanyaan besar,
13:09ada diskriminasi,
13:09artinya ada perbedaan kelas,
13:11ada perbedaan kelas,
13:12itu yang sebetulnya tidak boleh,
13:13oke,
13:14Pak,
13:14sedikit,
13:15sudah ada info dari,
13:17Om Budsman,
13:17lapas si Binong itu,
13:19yang ada fasilitas mana,
13:19itu punya siapa Pak?
13:21Nah,
13:21kalau itu yang tadi,
13:22gak terdeteksi,
13:24masih belum terdeteksi?
13:25belum terdeteksi,
13:26sampai sejauh ini,
13:27karena,
13:28kami hanya menemukan ini,
13:29klasternya,
13:30tempatnya,
13:30lokasinya,
13:31kira-kira ini,
13:31tapi,
13:32siapa pemiliknya?
13:33Nah,
13:33sejauh ini kita,
13:34gak,
13:36belum,
13:36belum,
13:36belum kita dalemi.
13:38Berarti ini masih akan dilanjutkan,
13:40pendalaman terkait,
13:41temuan ini dari Om Budsman?
13:43Iya,
13:43iya,
13:43kita,
13:44di samping kajian juga pendalaman semua,
13:46karena kita juga menyiapkan,
13:48misal,
13:49karena kita juga,
13:50sifat Om Budsman itu kan bukan hit and run,
13:52temuan terus kita tinggalin,
13:53enggak,
13:53karena kita kaji,
13:55kemudian kita akan lakukan tindakan korektif,
13:56karena kita bagian dari,
13:58Anu,
13:58apa,
13:59kelembagaan negara ini,
14:00yang juga,
14:00misalnya memang,
14:02kita sadari,
14:03misal,
14:04lapas ini punya kelemahan,
14:06maka,
14:07ya kita bersama-sama membenahi,
14:08mendorong ini,
14:09jadi bukan hanya misal,
14:10sudah kita,
14:12Anu,
14:12ini ada kesalahan,
14:13terus kita,
14:13enggak,
14:14kita akan kaji matang itu,
14:15kemudian tindakan korektif,
14:17kita berikan kepada mereka,
14:18silahkan lakukan pembendahan ini,
14:19ini,
14:19ini,
14:19kira-kira itu,
14:20dan kita akan kawal itu.
14:22Oke,
14:22ini kalau melihat,
14:23kepemilikannya bisa dilihat gak apa,
14:25dari bukti foto,
14:26atau dokumentasi,
14:27atau apa,
14:27mungkin dilihat dari list penghuni,
14:29untuk melihat,
14:29siapakah sebenarnya,
14:30pemilik di balik lapas Cibinong ini,
14:32kok,
14:32sampai bisa lolos,
14:33karena maksudnya,
14:34untuk membangun fasilitas mewah,
14:35beberapa lokasi hunian,
14:37kan,
14:37butuh waktu ya Pak,
14:38maksudnya untuk,
14:39izin,
14:40membangun bangunan,
14:41itu kok bisa,
14:42gak terdeteksi gitu,
14:43kok bisa,
14:44kecolongan dalam arti begitu ya Pak?
14:46Kalau dikatakan kecolongan,
14:48menurut kita gak juga sih,
14:49kenapa indikasinya,
14:51kita berani menyatakan bahwa itu,
14:52kalau kecolongan gak,
14:53buktinya,
14:54pengamanannya dari mereka,
14:56artinya kan,
14:57tahu mereka,
14:58day to day-nya kan tahu,
15:00artinya bisa dilihat,
15:01artinya bisa dilihat perkembangannya,
15:02kenapa dijaga,
15:04nah kalau soal pemilikannya,
15:06ini yang dipastikan,
15:07itu yang belum bisa,
15:09tapi rasanya,
15:09dengan pengawalan mereka di situ,
15:11mereka tahu itu.
15:12Tapi,
15:13Ombudsman sudah bisa mulai melihat,
15:14ini mengarah kemana,
15:17kepemilikan dari lapas ini bisa?
15:18Iya,
15:18kalau indikasinya,
15:19karena kan banyak korup terbesar Pak,
15:20di dalamnya.
15:21Indikasinya ya,
15:21di bawah,
15:22di bawah,
15:23apa,
15:24di bawah pengetahuannya,
15:25lapas ini,
15:27gak mungkin gak tahu,
15:28karena mereka menempatkan pengawalan,
15:30artinya mereka tahu ini,
15:31peruntukannya siapa,
15:32kenapa dikawal,
15:33kan mereka tahu.
15:34Akan berkoordinasi dengan,
15:36stakeholder terkait,
15:37untuk mengungkap,
15:38atau mendalam itu?
15:39Pasti,
15:39pasti kalau itu.
15:40Sudah mulai dikomunikasikan?
15:41Iya,
15:42karena kita kan juga,
15:42gak bisa juga menyelesaikan,
15:45persoalan di,
15:46apa,
15:46di negara kita ini sendiri itu,
15:48gak bisa.
15:48Artinya bahwa kami merupakan,
15:50satu bagian,
15:51dari,
15:52proses ini,
15:53untuk mendorong penyelesaian,
15:54itu iya.
15:55Dan kita akan koordinasi sama semua.
15:57Tindakan lanjutnya,
15:58seperti apa Pak,
15:59selain ini sudah ditemukan,
15:59kan sudah terkuak di media juga,
16:01apa langkah selanjutnya?
16:03Tindakan korektifnya,
16:04yang kami maksud tindakan korektif itu,
16:06adalah hasil kajian kita,
16:07hasil temuan kami,
16:09dengan seluruh pertimbangan-pertimbangan hukum,
16:11itu akan kita berikan kepada yang bersangkutan.
16:14Misal kepada IWIPAS,
16:15kepada MENKO,
16:16dan sebagainya,
16:17agar itu dijadikan rujukan.
16:18Salah satunya,
16:19itu menjadi rujukan.
16:21Kira-kira itu.
16:21Oke, baik, siap.
16:23Terima kasih banyak, Pak Fikri,
16:25untuk informasinya tadi,
16:27terkait dengan bagaimana,
16:29sidak yang dilakukan oleh,
16:31Ombudsman RI,
16:32kemarin,
16:33begitu ya Pak,
16:34di lapas Cibinong ini,
16:36Isan tadi memang,
16:37disampaikan,
16:38dari temuan yang,
16:41ditemukan kemarin,
16:42dari tim Ombudsman,
16:43ini memang sebenarnya,
16:44awalnya,
16:45tidak ada niat,
16:46begitu ya,
16:46untuk menyidak sejumlah fasilitas mewah,
16:49yang ada,
16:49di dalam lapas Cibinong ini,
16:51tapi,
16:52dengan,
16:53tim Ombudsman ini,
16:54yang terus dihalangi,
16:55akhirnya mereka menemukan,
16:57ada sejumlah kejanggalan,
16:58akhirnya menemukan,
17:00fasilitas-fasilitas mewah tersebut,
17:01ada rumah mewah,
17:03mobil-mobil mewah,
17:03bahkan,
17:05miras juga,
17:06ini,
17:07ditemukan begitu ya,
17:08bahkan juga tadi disampaikan,
17:09memang warga binaan,
17:11ini terlihat ada,
17:12di dalam rumah-rumah tersebut,
17:13ini yang masih akan didalami,
17:14bahwa,
17:15akan,
17:15memang disebutkan,
17:16ada warga binaan,
17:17yang tinggal di sana,
17:18tapi ini yang masih akan didalami,
17:19apakah sejumlah nama-nama koruptor besar,
17:21dan siapa saja sebenarnya,
17:22yang memanfaatkan,
17:23fasilitas mewah itu,
17:24ini yang akan dilakukan pendalaman lagi,
17:26oleh Ombudsman RI,
17:27dan tadi juga disampaikan,
17:28ini tentu menjadi evaluasi,
17:30dan juga,
17:31dari temuan ini,
17:32dari Ombudsman RI ini,
17:34akan menyerahkan juga,
17:35kepada,
17:36Kemenko Kumham Imipas,
17:37begitu,
17:37bagaimana tindak lanjutnya,
17:39tentu yang harus kita tunggu,
17:40ini bagaimana,
17:41langkah selanjutnya,
17:42atau tindakan yang akan dilakukan,
17:43dari Kemenko Kumham Imipas ini,
17:46terkait,
17:47temuan yang ada di Lapas,
17:48Cibinong,
17:49ini,
17:50Isan.
17:51Zevanya Situmeang,
17:52langsung dari kantor,
17:53Ombudsman Republik,
17:54ini,