Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Pernah merasa merinding tiba-tiba saat mendengar lagu favorit atau menonton adegan mendebarkan? Reaksi aneh ini bukan sekadar perasaan biasa. Di baliknya, ada mekanisme kuno yang tersembunyi di dalam tubuhmu yang sudah bekerja jauh sebelum manusia modern ada. Dalam video ini, kita akan membongkar bagaimana otot kecil bernama arrector pili bisa membuat rambut di tubuhmu berdiri, dan mengapa fenomena ini lebih kompleks dari yang kita bayangkan. Ternyata, merinding bukan hanya soal dingin atau takut — ada satu alasan neurologis yang bahkan sering disalahpahami oleh banyak orang. Penasaran? Tonton sampai selesai untuk menemukan jawabannya. Jangan lupa subscribe untuk konten sains sehari-hari lainnya yang akan membuatmu melihat tubuhmu dengan cara berbeda.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Pukul 8 malam di sebuah konser musik klasik, lampu gedung meredup dan nada pertama biola mulai mengalun pelan.
00:07Tiba-tiba lenganmu dipenuhi tonjolan-tonjolan kecil, kulit berdiri tanpa izinmu.
00:12Udara di dalam ruangan itu hangat, tidak ada angin.
00:16Tidak ada alasan logis kenapa tubuhmu bereaksi seolah suhu mendekati 0 derajat.
00:22Fenomena ini punya nama, guusebams, atau dalam bahasa medis disebut horripilasi.
00:27Dan ternyata, apa yang terjadi di permukaan kulitmu saat itu jauh lebih rumit dari sekadar rasa dingin.
00:35Coba perhatikan, kamu tidak bisa-bisa memerintahkan kulitmu untuk merinding.
00:39Kamu tidak bisa memilih kapan tonjolan kecil itu muncul.
00:43Reaksi ini sepenuhnya di luar kendali sadar.
00:46Ilmuwan menyebutnya refleks tak sadar atau autonomous response.
00:51Artinya, sistem saraf otonom di tubuhmu mengambil alih tanpa meminta persetujuanmu.
00:56Tapi kenapa otak memutuskan untuk membuat rambut berdiri saat kamu mendengar musik yang indah?
01:02Itu bukan respon terhadap dingin.
01:04Itu bukan respon terhadap bahaya.
01:07Dan ini yang bikin peneliti penasaran selama beberapa dekade.
01:11Tapi ada satu alasan kenapa merinding bisa terjadi tanpa dingin atau takut.
01:15Alasan yang bahkan sering disalahpahami oleh mahasiswa kedokteran tingkat lanjut.
01:21Untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi, kita harus menyelam jauh ke dalam lapisan kulit.
01:27Di dasar setiap folikel rambut, yaitu lubang kecil, tempat rambut tumbuh, ada seuntai otot mikroskopis bernama arector pili.
01:34Otot ini sangat kecil, bahkan lebih tipis dari sehelai rambut.
01:38Tapi perannya luar biasa, ketika otot ini berkontraksi, ia menarik folikel rambut ke atas, dan rambut pun tegak berdiri.
01:47Efek visualnya, tonjolan kecil di permukaan kulit yang kita sebut merinding.
01:52Proses ini biasanya dipicu oleh pelepasan hormon adrenalin dari kelenjar adrenal.
01:57Adrenalin mengalir melalui darah, mencapai reseptor khusus di otot arector pili, dan mengaktifkan kontraksi.
02:04Waktu responsnya, sekitar 200 milidetik lebih cepat dari kedipan mata.
02:10Tapi ada dua jalur yang sangat berbeda menuju merinding.
02:14Jalur pertama, respon terhadap dingin.
02:17Ketika suhu tubuh turun, otak mengirim sinyal melalui saraf simpatis untuk mengaktifkan arector pili.
02:24Tujuan awalnya adalah menjebak udara di antara rambut untuk menciptakan lapisan isolasi termal semacam selimut alami.
02:31Pada hewan berbulu tebal, mekanisme ini sangat efektif.
02:35Pada manusia, efek isolasinya nyaris nol karena rambut kita terlalu tipis dan jarang.
02:42Jalur kedua, respon emosional.
02:44Ini yang lebih menarik.
02:46Saat kamu mendengar musik yang menyentuh, menonton adegan film yang mendebarkan,
02:50atau bahkan mengingat kenangan yang sangat kuat,
02:53amigdala, pusat emosi di otak, mengaktifkan jalur yang sama.
02:56Sinyal dari amigdala memicu pelepasan dopamin dan adrenalin secara bersamaan dan arector pili pun berkontraksi.
03:05Jadi merinding karena emosi dan merinding karena dingin sebenarnya melibatkan dua jalur saraf yang berbeda di dalam tubuh.
03:13Sebuah studi dari Harvard University yang dipublikasikan pada tahun 2018 menemukan fakta yang cukup menggemparkan.
03:22Orang yang lebih sering mengalami merinding saat mendengar musik memiliki koneksi saraf
03:26yang lebih kuat antara kortex auditory dan kortex prefrontal.
03:32Artinya, otak mereka memproses musik dengan intensitas emosional yang lebih tinggi.
03:37Peneliti mengumpulkan data dari lebih 10 ribu, partisipan, dan hasilnya konsisten.
03:42Merinding saat mendengar musik bukan sekadar reaksi fisik,
03:45tapi indikator sensitivitas emosional seseorang.
03:50Ada pula studi dari University of London yang menunjukkan
03:53bahwa sekitar 55 hingga 86 persen populasi manusia pernah mengalami merinding karena stimulus musik.
04:02Dan yang mengejutkan, Frison, istilah teknis untuk merinding emosional ini
04:07bisa dipicu bahkan oleh musik tanpa lirik.
04:10Nada piano tunggal yang dimainkan dengan tempo lambat pun cukup untuk mengaktifkan respons ini.
04:16Ini membuktikan bahwa otak manusia bisa mengubah gelombang suara murni menjadi sensasi fisik
04:21yang nyata di permukaan kulit.
04:24Bayangkan tubuhmu seperti sebuah gedung konsertua
04:27dengan sistem alarm yang sudah dipasang sejak ratusan ribu tahun lalu.
04:31Alarm itu dirancang untuk mendeteksi bahaya, predator, suhu ekstrim, ancaman nyata.
04:37Tapi sekarang, di era modern, alarm yang sama juga berbunyi
04:41saat kamu mendengar melodi biola atau melihat matahari terbenam dari puncak gunung.
04:46Sistemnya tidak berubah, tapi pemicunya sudah berevolusi.
04:49A rektor pilih yang sama yang dulu membantu nenek moyang manusia tetap hangat di padang rumput Afrika Timur kini
04:57bereaksi terhadap simfoni Beethoven.
04:59Tubuhmu tidak bisa membedakan antara bahaya fisik dan keindahan emosional,
05:04keduanya memicu jalur saraf yang tumpang tindih.
05:07Ini seperti alarm kebakaran yang berbunyi saat kamu membakar lilin aroma terapi,
05:12sinyalnya sama, tapi konteksnya sama sekali berbeda.
05:16Dan yang paling menarik, respons ini sepenuhnya universal.
05:20Dari penduduk desa di pedalaman Kalimantan hingga musisi profesional di Wina,
05:25mekanisme a rektor pilih bekerja dengan cara yang persis sama.
05:30Ada satu dimensi lagi yang jarang dibahas, merinding sosial.
05:34Penelitian dari University of Southern California pada tahun 2009 belas menunjukkan
05:40bahwa manusia lebih mudah merinding saat berada dalam kelompok besar yang mengalami emosi yang sama.
05:47Saat ribuan penonton stadion bernyanyi bersama atau saat jemaah berdoa dalam keheningan,
05:53frekuensi merinding meningkat secara signifikan.
05:56Fenomena ini disebut emotional contagion, penularan emosi antar individu dalam kelompok.
06:01Otak manusia memiliki neuron cermin yang secara otomatis meniru emosi orang di sekitarnya.
06:08Ketika kamu melihat orang lain menangis bahagia,
06:10otakmu memproses emosi itu seolah kamu sendiri yang mengalaminya.
06:14Dan efek fisiknya, a rektor pilih berkontraksi,
06:18rambut berdiri, kulit merinding.
06:21Dalam konteks ini, merinding bukan hanya reaksi individual.
06:25Ia bisa menjadi pengalaman kolektif yang menghubungkan jutaan orang dalam satu momen emosional yang sama.
06:31Sekarang, soal penjelasan tadi.
06:34Banyak buku teks dan bahkan beberapa dosen kedokteran menyatakan bahwa
06:38merinding emosional adalah sisa evolusi yang tidak lagi berguna.
06:42Tapi penelitian terbaru dari Northwestern University pada tahun 2021 menantang pandangan itu secara langsung.
06:50Tim peneliti menemukan bahwa merinding emosional berkorelasi kuat dengan pelepasan dopamin di nukleus akjambens,
06:57pusat penghargaan di otak.
06:59Artinya, setiap kali kamu merinding karena musik atau pemandangan indah,
07:04otakmu sebenarnya sedang memberikan hadiah kimia berupa rasa puas dan bahagia.
07:09Merinding bukan sekadar sisa masa lalu,
07:12ia adalah mekanisme penguatan emosional yang masih aktif bekerja.
07:16Otak menggunakan sensasi fisik ini sebagai umpan balik.
07:19Ini penting.
07:20Perhatikan ini.
07:22Simpan ini dalam ingatanmu.
07:24Lupakan anggapan bahwa merinding hanya reaksi usang tanpa fungsi.
07:28Di balik setiap tonjolan kecil di kulitmu,
07:31ada jutaan neuron yang sedang bekerja sama untuk membuat momen itu terasa lebih bermakna.
07:37Jadi begitu ceritanya,
07:39ternyata tubuhmu puh punya sistem alam tua yang kini berfungsi sebagai pemberi penghargaan emosional.
07:46Cukup keren kan?
07:47Makasih ya sudah nonton sampai sini.
07:49Aku jadi penasaran nih,
07:52kalau kamu termasuk orang yang sering merinding saat mendengar musik,
07:55coba tulis di komentar lagu atau momen apa yang paling sering memicunya.
08:00Dan kalau video ini bikin kamu melihat tubuhmu sedikit lebih berbeda dari sebelumnya,
08:05tekan subscribe supaya video Sains sehari-hari berikutnya langsung muncul di berandamu.
08:10Sampai ketemu lagi di episode berikutnya.
08:13Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan