Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima Makan Bergizi Gratis, Ini Alasannya!

Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mencoret sebanyak 1.653 sekolah dari daftar penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa pengeluaran ribuan sekolah tersebut dilakukan karena mereka dinilai telah memiliki kapasitas pembiayaan operasional dan fasilitas secara mandiri.

Adapun kriteria sekolah yang dikeluarkan mencakup satuan pendidikan bertaraf internasional, sekolah yang menjalin kemitraan dengan institusi global maupun nasional, serta sekolah yang secara finansial sudah mapan tanpa bergantung pada anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

#MBG #BGN #1.653SekolahdicoretMBG

Creative/Video Editor: Lia/Atha
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional hari ini telah mengeluarkan
00:041.653 satuan pendidikan atau sekolah
00:08dari daftar penerimaan manfaat makan berisi gratis di seluruh Indonesia.
00:14Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:17Selamat siang, salam sejahtera untuk kita semuanya.
00:20Salam, Om Swastiastu, Nama Budaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Salam Segerwaras, Salam Sehat untuk Bapak-Ibu semuanya.
00:27Saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional hari ini telah mengeluarkan
00:321.653 satuan pendidikan atau sekolah dari daftar penerimaan manfaat makan berisi gratis di seluruh Indonesia
00:41yang mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerimaan manfaat tadi adalah
00:51sekolah-sekolah yang adalah sekolah swasta bertaraf internasional,
00:55sekolah atau satuan pendidikan yang berkisah sama dengan institusi internasional maupun nasional
01:02dan sekolah-sekolah yang sudah secara mandiri secara finansialnya
01:08tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana BOS.
01:12Kami juga telah berkisah sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan juga Kementerian Agama
01:20untuk kemudian mendata seluruh satuan pendidikan atau sekolah yang ada di Indonesia
01:26dari lebih dari 580 ribu satuan pendidikan atau sekolah yang ada di Indonesia yang terdiri dari
01:34sekolah-sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, dan sekolah keagamaan lainnya
01:40lebih dari 340 ribu sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya.
01:49Artinya, masih ada sekitar 240 ribu sekolah yang belum menerima program MBG.
01:58Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai dengan saat ini
02:06dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG itu secara bertahap
02:14sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai.
02:19Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T
02:26terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali.
02:35Contoh saja misalnya di Maluku dan di Papua, misalnya ada sekitar 15 ribu satuan pendidikan yang belum terlahani.
02:43Tentu saja wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas
02:47ditambah dengan wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi
02:51dan wilayah-wilayah 3T lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.
02:55Kami akan segera membuka SPPG, Satuan Pelayanan Pemunahan Gisi
03:00di tempat-tempat prioritas tadi secara bertahap terukur
03:05sehingga implementasi dari program aktifasi pembukaan dapur SPPG nanti itu
03:12bisa berjalan dengan aman dan tentu saja efisien serta tepat sasaran
03:18sebagaimana yang kita inginkan.
03:21Demikian barangkali hal-hal yang ingin kami sampaikan.
03:24Akhir kata, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
03:28Salam sejahtera
03:30Salam
03:32Om Santi Santi Santi Om
03:34Nama budaya
03:35Salam kebajikan rahayu
03:37Salam segeras untuk kita semuanya.
03:40Salam segeras untuk kita semuanya.
Komentar

Dianjurkan