00:02Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten, Rabu 9 September,
00:07memperluas pencarian kapas pitput di perairan Selat Sunda
00:11yang mengangkut rombongan jurnalis yang hilang kontak
00:14saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Rakatau
00:17sejak Senin 4 September.
00:19Ditemui di poskosar gabungan Carita Pandeglang,
00:23Kasupsi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Duyanto,
00:26pada Rabu 9 September mengatakan,
00:28upaya pencarian di hari kedua dilakukan bersama tim gabungan.
00:32Melibatkan Pol Airut, Lanal Banten, dan Relawan Sar Banten
00:36dengan mengerahkan KN Sar Tetuka, RIP 02 Banten, RIP 02 Lampung,
00:42KL Anyer, RHIB, RIP Pecan, dan kapal patroli Sanjaya Beli Pol Airut
00:48untuk memperluas pencarian korban hingga menyisir Pulau Ragata
00:52dan Pulau Panjang di titik area Meping Sar yang ditetapkan.
00:55Kami laporkan untuk rencana pencarian hari ini,
01:01operasi Sar hari kedua,
01:03sesuai arahan Sar Misin Koordinator,
01:05Kapal Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten
01:08untuk tim kita bagi menjadi lima,
01:12itu menggunakan penyisiran di sepanjang Pulau Ragata
01:15dan Pulau Panjang,
01:16yaitu pulau-pulau kecil yang kita mengantisipasi
01:20kemungkinan kapal yang kita cari itu terdampar di pulau-pulau tersebut.
01:25Untuk area pencarian kita perluas karena memang hasil Sarmap kita,
01:30kalau dari hasil dari Sarmap itu mengarah ke barat daya
01:34dari Pulau Gunung Anak Rakatao.
01:38Ada pun lima jurnalis yang menjadi korban dan nyatakan masih dalam pencarian,
01:42yakni Muhammad Bagus Hoirunas dari Antara,
01:45Aribasuki dari Merdeka.com,
01:48Yudis dari Aijus,
01:49Daus dari Anadolu,
01:51dan Donald Fotografer Freelance.
01:53Sementara tiga lainnya terdiri dari Kapten bernama Warta,
01:57dan seorang ABK bernama Soekarman,
01:59serta seorang pemandu bernama Herianto.
02:02Dari Pandeglang, Banten,
02:04Susmiatun Hayati,
02:05Kantor Berita Antara,
02:07mewartakan.
02:08Terima kasih.
02:09Terima kasih.
02:12Terima kasih.
Komentar