00:00Saudara-saudara sekalian, hari ini kehormatan besar bagi saya.
00:05Yang kedua, tadi pidato ketua umum saudara, luar biasa.
00:20Sangat baik, sangat lengkap.
00:24Dan Anda tahu ya kalau saya kan ini nggak pakai teks, jadi saya bicara dari hati saya.
00:38Pidato beliau sistematis dan pidato beliau tegas.
00:57Memang kemarin itu ada kalangan yang menilai pidato Pak Ahai beberapa hari yang lalu katanya adalah kritik tajam.
01:13Tapi saudara-saudara memang bangsa yang besar yang sudah memilih jalan demokrasi harus berterima kasih atas kritik dan koreksi.
01:36Tapi yang jelas beliau tegas menyampaikan itikat beliau dan itikat Parti Demokrat yaitu bersama-sama kita bekerja untuk rakyat.
01:59Saya sangat senang dengan tema yang dipilih.
02:06Parti Demokrat memajukan ekonomi rakyat, menegakkan keadilan, menjaga demokrasi tetap hidup.
02:15Inilah yang kita harus perjuangkan.
02:28Dan inilah tanggung jawab kita semua.
02:36Jadi saya terima kasih atas dukungan Parti Demokrat.
02:472019-2024 sampai Presiden SBY pun turun ke lapangan, turun bersama-sama berkampanye.
03:03Karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama.
03:11Saudara-saudara, Bapak SBY pernah jadi Jenderal, saya juga pernah.
03:20Tapi kita TNI yang diajarkan, yang dibesarkan, yang dibina sebagai tentara rakyat.
03:29Kita dididik dari kecil sebagai tentara rakyat, yang berjuang untuk rakyat.
03:37Jadi kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat.
03:45Dan kalau kita ingin terus berbakti, mengabdi di bidang politik,
03:56kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi.
04:05Saya kira Pak SBY memberi contoh.
04:13Pensiun keluar dari tentara, bikin partai, maju kehadapan rakyat, mendapat mandat.
04:27Demikian juga saya.
04:38Kalau nyontek yang baik, boleh.
04:46Saya juga bikin partai, maju ke rakyat, minta mandat.
04:56Empat kali tidak dikasih mandat.
05:01Tapi, akhirnya dikasih juga.
05:09Maksudnya, saya ingin sampaikan.
05:13Pak SBY, partenya tadi dikatakan oleh Mas Ahayi.
05:18Dikatakan, partai demokrasi pernah menang, pernah, tidak menang.
05:35Bicarakan harus halus.
05:41Pernah di puncak, pernah, tidak di puncak, pernah di pemerintahan, tidak.
05:47Tapi, waktu tidak berkuasa, partai demokrasi tidak cacimaki.
06:00Partai demokrasi tidak bakar-bakar.
06:10Saya, waktu empat kali, tidak menang.
06:21Saya pun terima, ya sudah.
06:24Kita maju lagi.
06:29Ini demokrasi Indonesia.
06:32Dan hari ini, di panggung ini, ya inilah demokrasi Indonesia.
06:43Macem-macem warna, bersaing, kritik, ya kan.
06:54Menyampaikan saran, memberi rekomendasi,
06:59Menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan.
07:07Tapi, tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga.
07:20Ini yang harus kita pegang.
07:24Kita banyak kekurangan, kita banyak tantangan.
07:29Kita negara sangat besar.
07:33Ya, berarti masalahnya juga masalah besar.
07:39Maaf, saya mau kasih perbandingan.
07:44Negara Singapura punya 300 sekolah.
07:49Seluruh Singapura, SD, SMP, SMA 300.
07:55Indonesia, lebih dari 300 ribu sekolah.
08:02Ada yang di ujung gunung, di pulau yang jauh.
08:08Jadi, memang masalah kita besar.
08:11Tantangan kita besar.
08:13Dan kita berada di alam yang banyak tantangan juga.
08:21Tapi, Alhamdulillah, bangsa kita di usia ke-81 kokoh, bersatu.
08:39Berbeda, tapi kita kokoh, bersatu.
08:43Dan kita semakin kuat menghadapi masa depan.
Komentar