Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden RI Prabowo Subianto merespons pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang dinilai kritik ke pemerintahan.

Hal ini disampaikan oleh Prabowo dalam acara perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat pada Rabu (9/9/2026).

"Pidato beliau sistematis dan pidato beliau tegas. Memang kemarin itu ada kalangan yang menilai pidato Pak AHY beberapa hari yang lalu katanya adalah kritik tajam," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian mengatakan bahwa sebagai pemimpin Indonesia, dirinya harus berterima kasih atas segala kritik dan koreksi.

Video Editor: Joshua

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690046/respons-prabowo-soal-pidato-ahy-yang-dinilai-kritik-pemerintahan
Transkrip
00:00Saudara-saudara sekalian, hari ini kehormatan besar bagi saya.
00:05Yang kedua, tadi pidato ketua umum saudara, luar biasa.
00:20Sangat baik, sangat lengkap.
00:24Dan Anda tahu ya kalau saya kan ini nggak pakai teks, jadi saya bicara dari hati saya.
00:38Pidato beliau sistematis dan pidato beliau tegas.
00:57Memang kemarin itu ada kalangan yang menilai pidato Pak Ahai beberapa hari yang lalu katanya adalah kritik tajam.
01:13Tapi saudara-saudara memang bangsa yang besar yang sudah memilih jalan demokrasi harus berterima kasih atas kritik dan koreksi.
01:36Tapi yang jelas beliau tegas menyampaikan itikat beliau dan itikat Parti Demokrat yaitu bersama-sama kita bekerja untuk rakyat.
01:59Saya sangat senang dengan tema yang dipilih.
02:06Parti Demokrat memajukan ekonomi rakyat, menegakkan keadilan, menjaga demokrasi tetap hidup.
02:15Inilah yang kita harus perjuangkan.
02:28Dan inilah tanggung jawab kita semua.
02:36Jadi saya terima kasih atas dukungan Parti Demokrat.
02:472019-2024 sampai Presiden SBY pun turun ke lapangan, turun bersama-sama berkampanye.
03:03Karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama.
03:11Saudara-saudara, Bapak SBY pernah jadi Jenderal, saya juga pernah.
03:20Tapi kita TNI yang diajarkan, yang dibesarkan, yang dibina sebagai tentara rakyat.
03:29Kita dididik dari kecil sebagai tentara rakyat, yang berjuang untuk rakyat.
03:37Jadi kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat.
03:45Dan kalau kita ingin terus berbakti, mengabdi di bidang politik,
03:56kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi.
04:05Saya kira Pak SBY memberi contoh.
04:13Pensiun keluar dari tentara, bikin partai, maju kehadapan rakyat, mendapat mandat.
04:27Demikian juga saya.
04:38Kalau nyontek yang baik, boleh.
04:46Saya juga bikin partai, maju ke rakyat, minta mandat.
04:56Empat kali tidak dikasih mandat.
05:01Tapi, akhirnya dikasih juga.
05:09Maksudnya, saya ingin sampaikan.
05:13Pak SBY, partenya tadi dikatakan oleh Mas Ahayi.
05:18Dikatakan, partai demokrasi pernah menang, pernah, tidak menang.
05:35Bicarakan harus halus.
05:41Pernah di puncak, pernah, tidak di puncak, pernah di pemerintahan, tidak.
05:47Tapi, waktu tidak berkuasa, partai demokrasi tidak cacimaki.
06:00Partai demokrasi tidak bakar-bakar.
06:10Saya, waktu empat kali, tidak menang.
06:21Saya pun terima, ya sudah.
06:24Kita maju lagi.
06:29Ini demokrasi Indonesia.
06:32Dan hari ini, di panggung ini, ya inilah demokrasi Indonesia.
06:43Macem-macem warna, bersaing, kritik, ya kan.
06:54Menyampaikan saran, memberi rekomendasi,
06:59Menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan.
07:07Tapi, tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga.
07:20Ini yang harus kita pegang.
07:24Kita banyak kekurangan, kita banyak tantangan.
07:29Kita negara sangat besar.
07:33Ya, berarti masalahnya juga masalah besar.
07:39Maaf, saya mau kasih perbandingan.
07:44Negara Singapura punya 300 sekolah.
07:49Seluruh Singapura, SD, SMP, SMA 300.
07:55Indonesia, lebih dari 300 ribu sekolah.
08:02Ada yang di ujung gunung, di pulau yang jauh.
08:08Jadi, memang masalah kita besar.
08:11Tantangan kita besar.
08:13Dan kita berada di alam yang banyak tantangan juga.
08:21Tapi, Alhamdulillah, bangsa kita di usia ke-81 kokoh, bersatu.
08:39Berbeda, tapi kita kokoh, bersatu.
08:43Dan kita semakin kuat menghadapi masa depan.
Komentar

Dianjurkan