Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Desakan publik untuk memberantas korupsi semakin menguat. DPR berjanji, pengesahan RUU Perampasan Aset bisa dilakukan pada Desember 2026. Tapi, benarkah ini solusi yang selama ini ditunggu?

Kita ingin memberikan efek jera bagi para koruptor sekaligus mengembalikan aset negara. Mengejar aset hasil kejahatan memang penting, tapi sampai di mana kewenangannya?

Program ROSI mengundang Hakim Agung 2011-2018, Gayus Lumbuun. Juga Ketua KPK 2011-2015, Abraham Samad.

Saksikan dalam ROSI episode Koruptor, Dimiskinkan atau Dihukum Mati? Tayang Kamis 10 September 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.

#ruuperampasanaset #koruptor #hukummati

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/690053/full-debat-abraham-samad-vs-gayus-soal-ruu-perampasan-aset-hingga-haruskah-koruptor-dihukum-mati
Transkrip
00:0010 tahun lebih
00:02Kita tidak ada kepastian
00:05Kamu niat berjuang Bapak
00:07Saya gak percaya Pak
00:09Kalau hanya aset koruptor yang disita
00:13Atau dirampas
00:14Gak percaya aku Pak
00:15Harus dihukum mati tuh para koruptor-koruptor
00:19Kalau ini Indonesia ini sejahtera Pak
00:25Mungkin ABBL berkomitmen
00:28Untuk menyelesaikan undang-undang ini
00:31Tepat waktu
00:31Dan kami tidak ada asalah
00:34Tidak ada kekhawatiran
00:35Untuk kemudian memenuhi
00:38Untuk teman-teman
00:39Kalian
00:40Kalau memang tidak selesai
00:42Ya kami mundurkan ini
00:47DPR menghasilkan
00:49Rancangan undang-undang perampasan aset koruptor
00:53Disahkan maksimal 15 Desember
00:56Kalau sampai 15 Desember 2026
01:00Tidak disahkan
01:01Pimpinan DPR
01:02Berarti jajaran siap mengundurkan diri
01:05Dari pimpinan ataupun anggota DPR
01:08Terima kasih
01:21Selamat malam
01:23Program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda
01:25Sebagai ruang opini
01:26Sumber informasi
01:27Saya Tifa Solesa
01:29Kasus korupsi di negeri ini terus terjadi
01:31Beragam hukuman yang diputuskan pengadilan
01:34Seolah tidak memberi efek jerah
01:35Muncul desakan
01:37Agar pemerintah dan DPR RI
01:39Segera membahas
01:41Sekaligus mengesahkan
01:42Rancangan undang-undang
01:43Perampasan aset
01:45Selain itu
01:46Ada pula usulan
01:48Para pelaku tindak pidana korupsi
01:50Di hukum mati
01:52Akankah hal ini
01:53Akan jadi solusi
01:54Untuk pemberantasan korupsi
01:55Di negeri ini
01:56Malam ini saya mengundang
01:57Hakim Agung
01:58Periode 2011
01:59Hingga 2018
02:00Gayus Lumbun
02:01Dan
02:04Ketua Komisi
02:05Pemberantasan korupsi
02:06Periode 2011-2015
02:08Abraham Samad
02:10Selamat malam
02:10Bapak-bapak
02:11Selamat malam
02:12Terima kasih
02:12Sudah meluangkan waktu berbicara bersama saya kali ini
02:15Setelah sekian
02:17Banyak rapat
02:19Dengar pendapat digelar di DPR
02:20Sampai aliansi masyarakat
02:23Pati Bersatu
02:23Melihat langsung
02:24Bertemu
02:25Dengan pimpinan DPR
02:26Ada komitmen untuk menyelesaikan RUU perampasan aset
02:29Tapi Anda menilai atau meminta ini RUU ditunda dulu
02:33Kenapa Pak Samad?
02:36Begini
02:36Saya harus jelaskan ya
02:38Bahwa kita pada prinsipnya
02:40Setuju bahwa koruptor itu harus dimiskinkan
02:44Kira-kira gitu ya
02:45Asetnya harus dirampas
02:47Karena paradigma pemberantasan korupsi sekarang sudah berubah
02:51Dari crime control menuju aset recovery architecture
02:55Kira-kira seperti begitu paradigma pemberantasan korupsi di dunia
02:58Sudah berubah
02:58Oleh karena itu kita sepakat
03:00Tapi setelah melihat rancangan undang-undang perampasan aset
03:05Ada hal yang menurut hemat saya
03:07Itu masih perlu didiskusikan lebih tajam
03:10Yang paling krusial?
03:12Ya dulu
03:12Masih perlu mendapat tanggapan
03:16Masih perlu mendapat masukan dari berbagai kalangan
03:19Mulai dari masyarakat sampai ekspert
03:23Oleh karena itu saya meminta jangan buru-buru ditetapkan
03:27Karena kenapa?
03:28Saya melihat ada tiga konsep yang masih kabur
03:31Masih kabur menurut saya
03:33Pertama masalah NCB
03:35Ya
03:37NCB
03:38Perampasan tanpa pemindanaan
03:41Kemudian ada unexplained work
03:45Kemudian ada illicit enrichment
03:48Ini kita harus paham betul nih
03:50Masih-masih supaya kita tidak terjebak ya
03:52Kalau kita mengambil konsep NCB tanpa pemindanaan
03:57Ya
03:57Itu berarti ya kalau saya coba merujuk bahwa
04:01Ada beberapa proses yang harus dilewati
04:04Karena dia mengatakan NCB dengan pembuktian terbalik terbatas
04:11Kira-kira seperti itu ya
04:12Oleh karena itu kalau dia memakai konsep NCB
04:16Dengan pembuktian terbalik terbatas
04:20Itu tidak mudah
04:22Orang menyita aset koruptor
04:24Yang paling Anda khawatirkan yang terjadi apa?
04:26Karena begini
04:26Ketika tahun 2012 saya ke Malaysia
04:29Jadi saya sempat mengamati konsep yang ada di Malaysia
04:33Konsep yang ada di Malaysia
04:35Itu adalah konsep yang NCB
04:38Dengan pembuktian terbalik
04:42Sempurna atau murni ya
04:44Kemudian dia memakai konsep
04:47Perpaduan antara illicit enrichment
04:50Dan unexplained well
04:53Pertanyaannya apa bedanya illicit enrichment
04:56Secara sederhana
04:57Secara sederhana dengan unexplained well
05:00Ini berbeda
05:02Kalau illicit enrichment
05:04Sebenarnya ini adalah
05:06Peningkatan kekayaan
05:08Yang tidak wajar
05:11Dicurigai dari hasil korupsi
05:13Oke
05:14Kalau
05:17Unexplained well
05:19Itu adalah
05:21Kekayaan yang tidak dapat dijelaskan
05:24Jadi unexplained well
05:26Itu lebih umum
05:27Bukan saja
05:28Tindakan korupsi di dalamnya
05:30Tapi kalau illicit enrichment
05:32Itu dia terbatas pada peningkatan
05:34Kekayaan harta seseorang
05:36Yang diduga dari hasil korupsi
05:37Oke
05:39Itu perbedaannya
05:39Oleh karena itu menurut saya
05:41Kalau di Malaysia
05:42Dia menganut dua sistem
05:44Illicit enrichment
05:45Dimasukkan
05:46Kemudian
05:49Unexplained well
05:50Dimasukkan
05:51Dengan pembuktian
05:52Terbalik
05:53Sempurna
05:55Murni
05:55Kalau yang di Indonesia ini
05:56Apa yang Anda khawatirkan
05:57Sederhananya
05:58Kalau di Malaysia
05:59Karena dia memakai sistem
06:00Pembuktian terbalik
06:01Murni
06:01Maka setiap penyelenggara negara
06:03Setiap penyelenggara negara
06:05Ada kan LHKPN itu
06:06Setiap penyelenggara negara
06:08Yang ternyata
06:09Hartanya
06:10Berdasarkan LHKPN
06:11Tidak sesuai dengan
06:12Profil pendapatan
06:13Maka orang itu
06:15Akan dipanggil
06:15Di kantor
06:17Kayak KPKnya
06:18Malaysia
06:18MICC Malaysia
06:19Ditanya dia
06:22Harta kamu ini
06:23Dari mana
06:23Kalau misalnya
06:25Dia tidak bisa
06:26Membuktikan secara hukum
06:27Kalau kita menganut sistem
06:29Yang tadi saya bilang
06:30Pembuktian terbalik
06:31Murni
06:31Maka pada saat itu
06:33Hartanya langsung dirampas
06:34Oke
06:36Hartanya langsung dirampas
06:37Dan kemudian ada proses
06:38Kalau kita menganut
06:40Sistem pembuktian
06:41Terbalik
06:42Terbatas
06:42Seperti yang
06:43Di rancangan itu
06:44Di rancangan ini
06:45Maka itu ada proses
06:47Ada proses
06:49Judisial yang harus dilalui
06:50Tidak semudah itu
06:52Oleh karena itulah
06:53LHKPN di Indonesia
06:55Itu sifatnya sangat
06:56Deklaratif
06:57Oke
06:58Orang cuma melaporkan
06:59Dan diverifikasi
07:00Tidak ada konsekuensinya
07:01Kita akan elaborasi disitu
07:02Tapi dari poin yang tadi
07:03Prof Gayus
07:04Anda merasa sependapat
07:06Atau justru ada yang keliru
07:07Dari pandangan
07:07Abraham Samad ini
07:08Saya tidak akan mengalahkan keliru
07:10Tetapi tiap-tiap orang
07:12Punya pandangan yang berbeda
07:13Ya
07:13Nah saya agak berbeda
07:16Saya dengan ukuran-ukuran
07:17Undang-undang
07:18Negara hukum
07:20Pasal 43
07:21Pasal 43
07:21Undang-undang nomor 12
07:23Tahun 2011
07:24Tentang pembentukan peraturan
07:26Perundang-undangan
07:27Menentukan di pasal 43 itu
07:30Untuk terbentuknya sebuah aturan
07:32Apapun
07:33Di undang-undang ini
07:35Haruslah dimulai dengan jelasnya
07:37Filosofis
07:39Jelasnya cita-cita untuk buat undang-undang ini
07:42Gagasan buat undang-undang ini
07:44Kemudian
07:44Sosiologis
07:46Publik mendukung
07:47Publik mendukung dengan berbagai cara
07:49Ketiga baru yuridis
07:51Ini aturan
07:52Ini undang-undang
07:54Jadi saya selalu berpandangan
07:55Kalau ketiga-tiganya sudah bergerak dengan baik
07:59Termasuk masyarakat akademik
08:01Kalau sosiologi dari pihak kampus
08:04Ya menunggu apa lagi
08:07Sehingga kalau penilaiannya ditunda dulu
08:10Menurut Anda
08:11Nah ini akan merupakan satu
08:13Yang justice
08:14Yang tidak berguna lagi nantinya
08:17Keadilan yang delayed
08:19Justice delayed is justice denied
08:22Segera undangkan
08:23Kalau memang sudah tiga hal tadi
08:26Dipenuhi
08:27Kalau sudah bentuk filosofisnya jelas
08:30Publik mendukung
08:31Sosiologis
08:32Undang-undang
08:33Pernah kita punya
08:34Zaman Gusdur
08:36Pak Harto itu adalah release and discharge
08:38Dasarnya adalah TAP MPR ketika itu
08:41Semua itu mengandung pada aturan
08:44Kalau aturan jelas ya
08:45Apalagi yang mau ditunggu
08:47Segera saja
08:49Sebelum berubah lagi
08:50Dengan isu lain
08:52Ditambah sudah ada komitmen
08:54Bahwa sampai 15 Desember
08:562026
08:57Menurut Anda itu proses yang tidak terburu-buru?
08:59Saya pikir cukup ya
09:01Saya pikir cukup panjang
09:02Perjalanan
09:03Ini bahkan sudah beberapa tahun ini
09:05Ide untuk
09:06Sebenarnya kalau istilah perampasan aset
09:08Kok saya kurang juga pas
09:10Istilahnya saja
09:11Kenapa tidak
09:11Judulnya kan RUU perampasan aset
09:13Terkait tindak pidana
09:14Lengkapnya
09:15Perampasan aset
09:16Terhadap hasil kejahatan
09:17Mungkin itu lebih
09:19Lebih tepat ya
09:20Perampasan terhadap hasil kejahatan
09:23Dirampas kan hasil kejahatan
09:25Ya bisa melalui yuridis dulu
09:27Melalui
09:29Peradilan
09:30Jadi menjadikan satu
09:32Legal
09:33In concreto
09:34Konkret
09:35Terungkap di pengadilan
09:36Tapi
09:37Jangan lupa
09:38Ada keterambatan-keterambatan
09:40Yang berketira adilan
09:41Nanti hilang
09:42Aset itu sudah berpindah tangan
09:43Sudah kirim ke mana-mana
09:44Itu juga salah satu hal
09:45Unsur kepastian hukum tadi
09:47Makanya
09:47Tidak tepat juga
09:48Kalau dibilang terburu-buru
09:50Dan semacam itu tadi
09:51Tadi kan Pak Gayus
09:53Mengatakan
09:54Bahwa
09:54Kan masyarakat
09:56Harus diberi pemahaman dulu
09:57Masyarakat ini datang
09:58Kemarin ke DPR
09:59Menurut saya ya
10:00Belum lengkap pemahamannya
10:02Terhadap
10:03Rancangan
10:04Menurut perampasan aset
10:06Yang akan dibahas
10:06Tolok ukurnya
10:07Dia cuma mengetahui
10:09Secara makro
10:10Kemarahan terhadap koruptor
10:12Jadi kemarahan terhadap koruptor
10:13Maka dia mengagumkan
10:14Bahwa koruptor harus dihukum mati
10:16Harus dirampas asetnya
10:17Itu yang dia tahu
10:19Tapi dia gak tahu
10:20Apa yang ada di dalam
10:21Rancangan undang-undang
10:22Perampasan aset kita
10:23Apakah yang diinginkan oleh
10:25Masyarakat itu
10:26Semudah yang dia pikirkan
10:28Sudah terakomodir
10:30Di dalam rancangan undang-undang
10:31Perampasan aset
10:31Atau belum?
10:32Jawaban saya
10:33Belum
10:33Oleh karena itu
10:34Menurut saya
10:35Ruang ini harus dibuka
10:37Seluas-luasnya
10:37Anda gak takut nih
10:39Dengan pendapat seperti ini
10:40Jadinya Anda
10:40Seorang ketua KPK
10:42Bekas ketua KPK
10:43Jadi tidak pro
10:44Pemberantasan korupsi
10:45Dengan pendapat seperti itu
10:45Saya gini
10:46Pertama kalau kita ingin
10:48Sekedar ya
10:49Sekedar
10:49Tapi ini kan perampasan aset
10:50Untuk seluruh kejahatan ya
10:52Tapi kalau
10:52Sekedar tadi yang saya lihat
10:54Di tayangan bahwa
10:55Ini ada kemarahan
10:56Bagi tindak pidana korupsi
10:57Tadi yang dia agung-agungkan itu
10:59Bahwa
11:00Sita aset
11:01Sita harta koruptor
11:03Kan gitu
11:03Berarti yang dia tujuh koruptor
11:04Kalau sekedar
11:06Ingin menyita
11:07Harta
11:08Dari kejahatan korupsi
11:11Kita sudah punya aturan-aturan
11:13Yang memberikan ruang
11:14Terhadap itu
11:14Jadi gak perlu lagi
11:16Undang-undang perampasan aset
11:17Tetap perlu
11:18Karena ini kan untuk
11:18Kejahatan secara umum ya
11:20Tapi kalau misalnya
11:21Sekedar
11:21Untuk mengakomodir
11:23Tentang tindak pidana korupsi
11:25Kita sudah bisa menyita
11:26Aset para korupter
11:28Tanpa harus menunggu
11:29Jadi saya ingin
11:30Kelirkan
11:31Saya ingin luruskan
11:31Bahwa aparat penegak hukum
11:33Sekarang
11:34Kalau dia mau menyita
11:36Aset koruptor
11:36Itu dia sudah bisa lakukan
11:37Tanpa harus menunggu
11:39Undang-undang perampasan aset
11:40Disahkan
11:41Ada aturan
11:41Misalnya
11:42Undang-undang tindak pidana
11:45Pencucian uang
11:45Kemudian lewat
11:46Tuntutan
11:47Ganti rugi
11:49Dan lain-lain sebagainya
11:50Yang sudah diakomori
11:51Dalam undang-undang
11:51Tindak pidana korupsi kita
11:53Dan itu
11:54Saya sudah pernah lakukan
11:55Ketika saya jadi
11:57Ketua KPK
11:59Banyak sekali
12:00Kasus-kasus korupsi
12:01Ketika kita mau
12:02Rampas asetnya
12:03Kita mau cita asetnya
12:04Kita gunakan
12:05Juga pasal-pasal
12:07Tindak pidana pencucian uang
12:08Agar supaya
12:09Agar supaya
12:10Kita lebih mudah
12:12Mencita aset-aset
12:13Yang bersangkutan
12:14Sudah ada aturannya
12:15Ditambah
12:15Pemahamannya harus didalamin lagi
12:17Kepada masyarakat
12:18Ya itu perlu
12:19Secara melakukan
12:22Sosialisasi
12:23Namanya
12:23Itu
12:24Saya 10 tahun di DPR
12:26Dua periode
12:27Artinya
12:28Kita
12:29Menguji juga
12:30Bahwa
12:31Undang-undang
12:32Secara
12:33Apa
12:34Secara prioritas
12:36Yang didahulukan
12:37Itu memang
12:38Disampaikan juga
12:39Ke masyarakat
12:40Tetapi kan
12:41Ada batas-batas
12:42Yang menarik
12:44Bagi saya
12:44Bahkan tanggal
12:4515 Desember
12:48Kalau tidak
12:50Sampai disahkan
12:51Maka
12:51Penjabat-penjabat DPR
12:52Akan mundur
12:53Ini kan
12:54Satu tekad
12:55Yang sudah bulat
12:55Sebenarnya
12:56Apakah ada
12:57Satu statement
12:58Yang berani
12:59Seperti itu
13:00Sehingga keraguan
13:00Dari Pak Samad ini
13:01Menurut Anda
13:02Ya tentu
13:03Saya sepakat
13:04Publik harus tahu
13:05Karena ada
13:06Seara sosiologis
13:07Publik harus
13:08Mengetahui
13:09Dan harus
13:10Menyapakati
13:11Baru sebuah
13:12Undang-undang
13:12Itu boleh dibentuk
13:13Itu syarat yang tiga
13:15Filosofis
13:15Sosiologis
13:16Dan yuridis
13:17Tapi kalau kita
13:18Lihat alurnya
13:19Ini kan sebetulnya
13:20Rancangan undang-undangnya
13:21Sudah lama ada
13:22Tapi baru
13:23Sejak Januari
13:242026
13:25Mulai dari
13:26Analisis dari
13:26Badan Keahlian DPR
13:27Baru menyampaikan
13:28Itu kepada Komisi Tiga
13:29Dan itu diproses
13:30Sampai sekarang
13:30Kenapa lama sekali
13:31Ini ada
13:32Ada masalah apa
13:33Atau ganjelat apa
13:34Sudah lama
13:35Dan sudah
13:37Dilakukan
13:37Dilalui
13:38Lebih dahulu
13:39Sampai pimpinan
13:41Pimpinan DPR
13:41Juga berjanji untuk
13:43Patas waktu
13:43Sampai Desember
13:44Itu kan sudah cukup
13:45Dipahami sebenarnya
13:47Publik juga mendukung
13:48Saya berpikir ya
13:50Untuk mengatakan
13:51Bahwa tidak ada
13:53Kekuatan yang bisa melawan rakyat
13:55Tidak ada di dunia ini
13:57Coba cari dimanapun
13:58Sehingga tidak ada alasan
14:00Saat ini untuk
14:00Tidak ada
14:01Bahkan orang mengatakan
14:02Suara rakyat
14:03Suara Tuhan
14:04Bahkan ada yang ekstrim
14:05Mengatakan begitu
14:06Oke
14:06Publik tentu berharap
14:08Ada efek jerah
14:09Bagi para koruptor
14:10Sekaligus
14:10Mengembalikan aset negara
14:12Mengejar aset
14:13Hasil kejahatan
14:14Itu penting
14:15Tapi
14:15Sampai mana
14:17Batas kewenangannya
14:18Masih berdiskusi bersama saya
14:20Malam ini
14:20Hakim Agung
14:21Periode 2011-2018
14:23Gayus Lumbun
14:24Dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
14:262011-2015
14:27Abraham Samad
14:29Kalau melihat dari
14:30Draftnya
14:31Prof
14:31Awalnya kan fokusnya
14:33Tepada tindak pidana korupsi
14:34Tapi kemudian
14:36Draft itu berkembang
14:37Menjadi ada 13 kriteria
14:39Tindak pidana
14:39Yang bisa ditindak
14:40Perampasan aset
14:42Narkotika
14:42Psikotropika
14:43Terorisme
14:44Sampai masalah perdagangan orang
14:45Bidang kelautan
14:46Dan perikanan
14:47Ini
14:48Pertanda baik
14:49Atau Anda
14:50Melihat bahwa
14:52Bakal bahaya
14:53Kalau diterapin
14:53Saya pikir
14:54Itu bagus
14:55Karena publik
14:56Diperkenalkan dengan
14:57Extraordinary crime
14:59Namanya
14:59Itu yang sekian belas itu
15:01Extraordinary crime
15:01Hampir seluruhnya
15:02Artinya
15:04Publik akan mengaitkan
15:05Bahwa
15:06Penjaraan itu
15:07Tidak menyangkut
15:08Satu aspek korupsi saja
15:10Tapi ada ancaman banyak
15:11Kepada masyarakat
15:12Yang harus sifat sepadai
15:13Diatasi dengan undang-undang
15:14Ini maksudnya
15:15Jadi bagi saya
15:16Perjalanan yang jauh-jauh ini
15:18Tidak perlu diperpanjang
15:19Publik semua mau
15:21Tidak saya katakan
15:22Suara rakyat
15:23Suara Tuhan
15:23Ada gium itu dikenal
15:25Fox populi
15:26Fox dei
15:26Artinya dengarkan suara rakyat
15:28Secara teoretik juga demikian
15:30Kalau ada
15:31Bagaimana hukum itu
15:33Diterapkan
15:33Represif
15:34Otonom
15:35Dan responsif
15:36Maka responsif
15:37Inilah yang digunakan
15:38Secara modern
15:39Di semua negara hari
15:40Merespon
15:41Maunya rakyat apa
15:42Rakyat menghendaki
15:43Seperti apa
15:44Itu responsif
15:45Waktu saya dipet
15:46Ini kita gunakan
15:47Merespon
15:47Gendak rakyat
15:48Mengatasi
15:49Sebuah kejadian
15:50Yang memang
15:51Dikawatirkan
15:52Akan lebih mendalam
15:53Atau lebih luas lagi
15:54Tapi kalau kemudian
15:55Ada yang mempertanyakan
15:56Ini khawatirnya
15:57Bakal jadi abuse of power
15:58Karena batasannya
15:59Tidak jelas
16:00Batas penindakan
16:01Sampai mana
16:02Siapa yang berwenang
16:03Untuk merampas aset itu
16:04Juga masih
16:04Jadi tanda tanya
16:05Ya kita tidak
16:06Pesimis
16:07Kita tidak boleh pesimis
16:08Kita memang
16:09Ada tiga elemen
16:10Di negara ini
16:11Ada yang namanya
16:12Structure
16:13Itu yang dikhawatirkan ini
16:14Bagaimana struktur ini
16:15Bermain sendiri
16:17Kemudian adanya
16:18Juga budaya masyarakat
16:20Adanya undang-undang yang baik
16:21Legal substance
16:23Jadi tiga hal ini
16:24Memang menjadi kekhawatiran
16:25Tapi kita tidak berpesimis
16:27Kalau selalu
16:27Wah apakah
16:28Struktur kita nanti akan
16:30Abuse of power
16:31Tidak boleh
16:32Kita percaya
16:33Bahwa struktur yang ada
16:35Dipercaya melaksanakan
16:36Itu harus diberi kesempatan
16:38Jaga optimisme itu
16:39Jadi gini
16:40Saya sebenarnya
16:41Agak keberatan
16:42Kalau tadi
16:43Dikatakan
16:43Prof. Gayus
16:44Bahwa ini aspirasi
16:46Masyarakat secara umum
16:47Kan gitu
16:47Kalau aspirasi
16:49Masyarakat secara umum
16:50Kan jauh hari sebelumnya
16:51Sebenarnya
16:52Drab
16:53Rancangan undang-undang
16:54Ini sudah diketahui publik
16:56Disosialisasi
16:57Seperti tadi Prof. Gayus
16:58Tapi ini
16:59Drab
16:59Yang akan dibahas
17:00Itu selalu
17:02Tidak transparan
17:03Disembunyikan
17:03Apakah
17:04Drab A atau
17:05Drab B
17:05Itu yang masih kabur
17:06Walaupun kemudian
17:07RDP-nya selalu terbuka
17:08Dan bisa dilihat juga
17:10Melalui aplikasi
17:11Tapi itu kan
17:11Hari-hari terakhir
17:13Ketika si
17:13Teman-teman yang
17:15Datang
17:16Melakukan demo
17:18Untuk mendesak
17:19Baru ketahuan
17:20Drab apa yang dipakai
17:22Tapi hari-hari sebelumnya
17:23Itu sangat tertutup
17:24Jadi sama sekali
17:25Tidak terbuka
17:26Tidak transparan
17:27Sehingga
17:27Partisipasi publik
17:29Untuk menyampaikan
17:30Gagasan
17:31Masukan-masukan
17:32Itu menjadi tertutup
17:33Oleh karena itu
17:33Menurut saya
17:34Ada beberapa
17:35Mekanisme yang
17:36Dilalui itu
17:37Sama sekali
17:38Tidak memenuhi syarat
17:39Menurut saya
17:40Yang paling krusial
17:40Yang paling krusial
17:41Adanya pelibatan
17:42Publik secara luas
17:43Baik itu publik
17:44Secara umum
17:45Dan eksper
17:46Ya eksper
17:47Tidak bisa
17:47Tidak dibuatkan
17:49Ruang
17:50Sedemikian rupa
17:51Sehingga bisa
17:51Memasukkan
17:52Apa itu
17:53Namanya
17:54Keberatan-keberatan
17:55Atau
17:56Penyampaian-penyampaian
17:58Tentang beberapa
17:58Poin
17:59Yang masih
18:00Perlu dilengkapi
18:01Kita harus percaya
18:02Lembaga perwakilan kita
18:04Kita harus percaya
18:05DPR
18:06DPR
18:07Sudah punya agenda
18:08Agenda kerja
18:09Artinya
18:09Kalau saya
18:10Saya agak berbeda
18:11Bahwa
18:12Dengan
18:12Kondisi DPR
18:14Di zaman sekarang
18:15Itu kita
18:16Tidak bisa
18:17Melepaskan
18:18Kepercayaan kita
18:18100%
18:19Pada mereka
18:20Apa yang salah
18:20Banyak contoh
18:22Karena gini
18:22Karena kan prosesnya
18:23Juga terbuka
18:24Dari ekspert
18:25Yang Anda sebut
18:25Sebetulnya kan
18:26Yang saya lihat
18:27Dalam RDP
18:28Beberapa kali
18:28Akademisi diundang
18:30Kelompok-kelompok
18:31Advokat juga
18:32Pernah diundang
18:33Nah bagian mana
18:34Yang menurut Anda
18:35Masih diragukan
18:35Diundang dalam rangka
18:36Menurut saya itu
18:37Cuma dijadikan
18:38Stempel aja
18:38Bahwa sudah
18:39Melakukan
18:40Sharing kepada masyarakat
18:42Tapi tidak diminta
18:43Misalnya opini
18:44Apa yang harus
18:44Disampaikan
18:45Drap ini
18:46Apakah sudah layak
18:48Untuk dijadikan
18:49Untuk disahkan
18:50Dan diketok
18:50Sebagai undang-undang
18:52Yang ideal
18:52Itu belum sampai ke situ
18:53Masih ada tahapan-tahapannya
18:54Kan
18:55Oleh karena itu
18:56Menurut saya
18:56Ada hal-hal yang
18:58Masih tanda tanya besar
18:59Banyak contoh
19:01Misalnya produk-produk
19:02Undang-undang
19:03Yang dihasilkan
19:03DPR
19:04Kita
19:04Itu ternyata
19:06Setelah diundangkan
19:07Memenuhi pro-kontra
19:08Bahkan
19:09Diuji kembali
19:09Di MK
19:11Katakanlah undang-undang
19:12Omnibus law
19:13Dan lain-lain
19:13Sebagainya
19:14Itu menandakan bahwa
19:16Ya kita gak bisa
19:17Percaya 100%
19:18DPR kita
19:18Sebagai pembuat
19:19Undang-undang
19:20Bahwa mereka
19:20Bisa menghasilkan
19:22Undang-undang
19:22Yang kredibel
19:23Justru itu mekanisme
19:24Ya
19:25Hak uji materi
19:26Itu mekanisme
19:27Harus percaya
19:28Kepada perwakilan
19:30Kita yang
19:30Di Senayan
19:31Kalau nanti
19:32Ada yang kurang
19:33Kan ada mekanisme
19:34Ada instrumen
19:35Yang mengatur
19:36Yaitu diuji
19:37Diuji
19:38Di sebelah mana
19:39Yang kurang tepat
19:40Tapi intinya adalah
19:41Jangan menunda
19:42Nunda keadilan
19:43Yang sudah ditunggu
19:44Masyarakat
19:45Ya
19:46Justice
19:47Delayed
19:48Is justice denied
19:49Itu kita pegang
19:50Artinya bagaimana
19:51Kita mempercayakan
19:51Persoalan ini
19:52Dengan segera
19:53Jajinya tanggal
19:5415 Desember
19:55Ya tanggal itu
19:56Kita tunggu
19:57Tapi walaupun
19:58Kemudian pernyataan
19:59Amat Saroni
19:59Terakhir kali
20:00Di tanggal 7 September
20:01Kepada wartawan
20:01Berharap
20:02Tidak timbul
20:03Tuntutan baru
20:04Yang membebankan
20:05Proses legislasi
20:06Kalau kemudian
20:07RUU itu
20:07Disahkan
20:08Ada mekanismenya
20:10Saya katakan tadi
20:10Pak Abram Samad jelas
20:12Itu bisa diuji
20:13Kalau memang prosedurnya
20:14Maupun materinya
20:15Jelas itu
20:16Berarti kan ujung-ujungnya
20:17Proses legislasi lagi
20:18Kalau kemudian
20:19Semua hal memungkinkan
20:21Semua hal memungkinkan
20:22Kalau ditemukan
20:23Kan belum tentu juga
20:25Di uji materi itu
20:26Menjadi batal
20:27Tapi memang itu
20:28Hak ajasi juga
20:29Itu dipenuhi
20:30Kalau memang ada yang ragu
20:31Dan jelas ragunya itu
20:33Beralasan
20:34Ya diuji
20:35Tetapi menghalang-halangi
20:36Kan sulit
20:36Kalau belum apa-apa
20:38Sudah prejudice
20:40Sudah pesimis
20:41Itu kan juga persoalan
20:42Sebenarnya bukan
20:44Menghalang-halangi ya
20:44Harus di-clearkan ya
20:46Bukan menghalang-halangi
20:47Bukan pesimis
20:47Tapi melihat
20:48Rancangan itu
20:49Menurut saya
20:50Banyak hal yang
20:51Menurut persepsi saya
20:53Menurut pengetahuan hukum saya
20:54Ini akan menimbulkan
20:56Pro kontra
20:57Di tengah-tengah masyarakat
20:58Ketika diundangkan
20:59Termasuk perluasan
21:00Yang masalah tindak pidana itu
21:01Tadi itu juga keraguan Anda
21:02Ya termasuk salah satunya itu
21:04Tapi walaupun memang
21:05Kita harus pahami bahwa
21:06Undang-undang perampasan aset
21:08Bukan hanya sekedar
21:09Ini dulu ya
21:09Bukan hanya sekedar
21:11Mengakomodasi
21:13Undang-undang tindak pidana korupsi
21:15Tapi dia harus mengakomodasi
21:16Berbagai macam
21:17Kejahatan-kejahatan
21:18Yang sifatnya
21:19Extraordinary crime
21:20Seperti tadi
21:21Kejahatan narkotika
21:22Perdagangan orang
21:23Terorisme
21:25Kejahatan ekonomi
21:26Itu harus diakomodasi
21:27Tapi yang menurut saya
21:28Ada satu hal yang
21:29Paling menggelisahkan saya ya
21:32Bahwa
21:32Konsep ini
21:34Terlalu luas
21:35Dan tidak menuju sasarannya
21:37Kenapa saya katakan
21:38Terlalu luas
21:38Tidak menuju sasarannya
21:39Tidak memperlihatkan
21:40Kemana arah kita
21:41Pemberantasan
21:44Perampasan aset itu
21:45Kemana arahnya
21:46Kira-kira seperti itu ya
21:47Oleh karena itu
21:49Menurut saya ini yang harus diberikan
21:50Rambu
21:51Sehingga nanti
21:52Dalam pelaksananya
21:53Itu tidak menimbulkan
21:55Yang tadi Anda katakan
21:55Abuse of power
21:56Karena saya ingin merujuk
21:58Bu ini ya
21:58Ini menarik sebenarnya
22:00Kalau kita lihat
22:00World Justice Project
22:02Itu dalam
22:03Rilisnya
22:04Indeks
22:06Pendegakan
22:07Hukum Indonesia itu
22:07Terburuk
22:08Di tahun 2025
22:11Dan kalau kita periksa
22:12Apa yang diperiksa
22:13Salah satu adalah
22:15Soal
22:15Criminal Justice
22:16Sistem kita
22:17Kenapa Criminal Justice
22:18Sistem kita
22:19Criminal Justice
22:20Kita
22:20Dalam
22:21Indeks itu
22:23Itu ternyata
22:24Banyak
22:25Terjadi yang namanya
22:25Abuse of power
22:26Criminal Justice
22:28Sistem kita
22:28Tidak independen
22:30Terjadi yang namanya
22:31Judicial corruption
22:32Di sana
22:32Oke
22:33Sistem peradilan pidana kita
22:35Itu kan disitu ada polisi
22:36Ada KPK
22:37Kemudian ada kejaksaan
22:39Ada pengadilan
22:40Dan di ujungnya
22:41Ada lembaga pemasyarakatan
22:42Oke
22:42Yang akan menjadi tempat
22:43Orang menjalani hukumannya
22:45Ini semua
22:46Di dalam
22:46Di dalam
22:47Apa itu tadi
22:49Saya katakan
22:50Indeks
22:51Pendegakan hukum kita
22:52Yang dikeluarkan oleh
22:53World Justice Project
22:54Ini menempati
22:55Posisi yang terburuk
22:57Dianggap pendegakan hukum kita
22:58Terburuk oleh
22:59Itu tadi
23:00Criminal Justice
23:00Sistemnya korup
23:01Sehingga
23:02Oleh karena itu
23:02Menurut saya
23:03Kalau
23:04Kalau
23:05Criminal Justice
23:06Sistem ini
23:06Kita tidak perbaiki
23:07Terus kemudian
23:08Kita keluarkan
23:09Undang-undangnya
23:10Interpretatif
23:11Saya menganggap
23:11Undang-undang ini
23:12Interpretatif
23:12Oke
23:13Oke
23:13Harus
23:14Bisa ditafsirkan
23:15Kemana-mana
23:15Sehingga
23:16Menurut emat saya
23:17Ini bisa disalahgunakan
23:18Oleh aparat
23:19Pendegakan hukum
23:19Berdasarkan
23:20Sistem peradilannya
23:21Sistem penegakan hukumnya
23:22Perbaiki dulu
23:23Baru
23:23Sistem peradilan itu
23:25Secara internasional
23:26Pun dibahas
23:27Berkesehat
23:29Ya
23:29Di pengelor
23:30India
23:30Misalnya
23:31Disanalah
23:32Dibahas juga
23:33Termasuk Indonesia
23:33Anggota
23:34Jadi
23:35Saya kok tetap berpikir
23:36Beri kesempatan
23:37DPR itu
23:39Menggunakan
23:39Perannya
23:41Yaitu
23:42Legislasi
23:44Budgeting
23:44Controlling
23:45Ada tiga peran itu
23:46Berikan
23:47Kepercayaan kepada
23:48Yang mempunyai
23:50Wilayah
23:50Kerja itu
23:51Untuk melakukan
23:52Bahwa
23:53Masyarakat
23:53Terpecah
23:54Itu biasa
23:55Itu semua
23:56Tidak ada
23:56Yang
23:56Undang-undang
23:57Lahir
23:58Tanpa
23:58Cacat
23:59Tidak ada
23:59Pengalaman saya
24:00Dan apa yang saya ketahui
24:02Undang-undang
24:03Selalu lahir
24:04Ada
24:05Cacatnya
24:06Cacat itulah
24:07Kita perbaiki
24:08Satu nilai yang tidak
24:09Terbantahkan menurut Anda
24:10Sehingga pesimisme itu
24:11Bisa dipatahkan
24:12Apa?
24:13Ini kan terbuka
24:14Kalau dibilang
24:15Tidak terbuka
24:16Sidang di DPR
24:17Pengalaman saya
24:18Terbuka
24:18Siapapun boleh masuk
24:20Dalam hal
24:21RDPU
24:22Rapat dengar pendapat umum
24:24Kalau terbatas memperbeda dengan mitra
24:26RDP itu
24:28Tidak untuk umum
24:29Tapi selamanya
24:30Sejauh ini
24:31Semua terbuka
24:32Jadi transparansi itu
24:33Sudah ada
24:33Ketika dibahas
24:34Pro dan kontra
24:35Bahkan
24:36Setelah diketuk pahalukan
24:37Masih boleh kita minta itu
24:38Memori Vantul Lehteng
24:40Namanya
24:40Memori Vantul Lehteng itu
24:42Apa ya
24:43Yang diputuskan waktu itu
24:44Itu dimungkinkan
24:46Terbuka itu
24:47Kepada
24:48Publik
24:49Untuk DPR
24:49Ke DPR
24:50Saya tanya
24:51Ketika diputuskan
24:52Penampasan
24:53Hasil kejahatan
24:53Kalau saya kok
24:54Gak suka menyebut
24:55Penampasan aset
24:56Aset
24:56Gak salah
24:57Yang salah
24:58Kejahatan
24:58Itu yang diambil
24:59Bukan aset
25:00Aset kan ada yang sah
25:01Nah
25:02Itu ada
25:03Memori Vantul Lehteng namanya
25:05Menpertanyakan dulu
25:06Kenapa diputus seperti ini
25:07Itu
25:08Tidak ada
25:09Petas waktu itu
25:10Soal perluasan itu
25:12Tadi yang khawatir
25:12Abuse of power lagi
25:13Itu gimana Prof?
25:14Ya kalau selalu kita menduga
25:16Seperti itu
25:16Gak akan selesai
25:17Semua hal
25:18Gak akan
25:18Gak akan
25:19Oke
25:19Semua sepakat
25:20Bulat suara
25:21Jarang undang-undang itu
25:23Diputus dengan bulat
25:23Oke
25:24Saya ingin menanggapi ya
25:25Kalau misalnya tadi kan
25:26Masyarakat itu
25:27Tahunya bahwa
25:28Dia datang ke DPR
25:29Kasi tadi kita nonton
25:30Tayangan itu
25:31Yang ditonjolkan itu
25:34Bahwa
25:34Sita aset
25:35Koruptor
25:36Hukuman mati
25:37Itu yang ada di kepala mereka
25:38Kemarahan terhadap
25:39Kejahatan korupsi
25:40Tapi kalau kita melihat
25:41Drapnya
25:42Ada satu draft yang saya lihat
25:43Gak tahu kalau ini
25:44Apakah ini draft
25:45Nanti yang ditukar-tukar
25:46Ketika kita komentar ini
25:47Bukan draft ini
25:48Draft B
25:49Draft C
25:49Pokoknya ini permainan DPR lah
25:50Saya melihat
25:51Sebenarnya dia tidak
25:53Mengakomodir terlalu dalam
25:54Tentang
25:55Kejahatan korupsi
25:56Walaupun kita mengapresiasi
25:57Karena kejahatan secara umum
25:59Dia akomodir
25:59Tapi
26:00Kalau
26:00Ada beberapa poin
26:02Menurut saya
26:03Dia tidak mengakomodir
26:04Kepentingan
26:04Perempasan aset terhadap
26:06Kejahatan korupsi
26:06Karena apa
26:07Dia tidak memasukkan
26:08Yang tadi
26:08Tidak memasukkan secara eksplisit
26:10Tentang
26:11Illicit enrichment
26:12Yang Anda curiga di balik itu?
26:13Yang saya curiga di balik apa
26:15Dia sengaja memasukkan
26:17Yang tadi
26:17Yang secara umum ya
26:18Yang
26:20Unexplained well
26:21Itu secara umum
26:22Kejahatan secara umum
26:23Tapi dia tidak memasukkan
26:24Illicit enrichment
26:25Saya khawatir begini
26:27Justru DPR ini
26:28Sengaja tidak memasukkan
26:29Illicit enrichment
26:30Karena
26:30Kenapa
26:31Illicit enrichment itu mengatur
26:32Adalah
26:33Adanya peningkatan
26:35Kekayaan harta yang
26:36Secara tiba-tiba
26:38Yang diduga
26:39Dilakukan
26:40Dalam bentuk
26:42Kejahatan korupsi
26:43Oleh penyelenggara negara
26:44Aparatur sipil negara
26:45Dan aparat penegak hukum
26:47Jadi
26:47Illicit enrichment itu
26:50Terbatas kepada
26:51Penyelenggara negara
26:52Dan aparat penegak hukum
26:53Kalau
26:54Unexplained well
26:56Itu secara umum
26:57Siapapun orang
26:58Yang tiba-tiba
26:59Harta kekayaannya
27:01Meningkat
27:01Dan tidak jelas
27:03Dia tiba-tiba
27:04Bisa dipanggil oleh
27:05Aparat penegak hukum
27:06Anda
27:06Anda misalnya
27:08Tiba-tiba Anda
27:08Tiba-tiba saya
27:09Ya tiba-tiba Anda
27:10Walaupun Anda bukan
27:10Pegawai negeri
27:11Bukan aparat tur negara
27:12Bukan pejabat
27:13Tiba-tiba Anda
27:14Dilihat oleh tetangga Anda
27:15Ini kok
27:16Masih ditiba-tiba kaya
27:18Dia lapor sama
27:18Aparat penegak hukum
27:19Anda akan dipanggil tuh
27:21Diperiksa
27:22Anda sederhananya mau bilang
27:23Ini sengaja menyasar
27:24Kelompok tertentu saja
27:25Bisa dijadikan senjata
27:27Untuk menyerang orang-orang tertentu
27:30Artinya begini
27:31Saya ingin katakan
27:32Kita sudah punya banyak kasus
27:34Misalnya ada kriminalisasi
27:36Di kejahatan
27:37Ada kriminalisasi di kasus-kasus korupsi
27:40Misalnya Tom Lembong
27:41Baik
27:41Ya
27:41Kalau pikiran saya
27:44Kalau konsep ini dilanjutkan
27:46Ini akan bisa timbul korban lagi
27:49Berjatuhan
27:49Benarkah pendapat seperti itu
27:51Pak Samad tadi masih meragukan
27:53Ini undang-undang bakal
27:54Menyasar kelompok tertentu
27:56Dan melindungi kelompok yang lain
27:58Prof
27:58Tepat gak pandangan itu?
27:58Itu kekhawatiran
27:59Itu harus ada memang
28:02Kekhawatiran dalam kehidupan
28:03Bernegara ini selalu ada
28:05Seperti kejahatan
28:07Di lingkungan
28:09Parlemen
28:10Misalnya
28:11Terhadap apa
28:12Legal Substance
28:13Membuat undang-undang
28:14Contohnya banyak sekali
28:16Bahkan di Amerika terjadi
28:17Bagaimana
28:18Pabrik
28:19Atau petani
28:21Tembakowi itu
28:22Ingin
28:23Agar warning terhadap
28:25Kesehatan atas tembakowi ini
28:27Berbahaya untuk kesehatan
28:28Itu dihilangkan
28:29Kalau bisa
28:30Supaya
28:30Marketingnya bisa tinggi
28:32Terjadi itu
28:34Dan jumlah nilai
28:35Uangnya tidak kecil itu
28:37Kalau menghapus
28:38Bisa menghapus korok
28:40Tidak berbahaya untuk kesehatan
28:41Itu di mana
28:42Ya di parlement
28:43Di sana
28:43Di keputusan
28:46DPR
28:46Yang DPR
28:47Di tempat
28:48Semua negara
28:49Itu memutuskan
28:49Oke jangan santumkan
28:51Sehingga keraguan itu berlebihan
28:52Menurut Anda
28:52Tidak
28:53Keraguan itu perlu
28:55Terima kasih
28:56Terima kasih
28:58Substance
28:59Namanya itu boleh
29:00Di khawatirkan
29:01Tapi jangan pesimistis
29:03Jangan pesimistis
29:04Bahwa semua akan begitu
29:05Semua akan digunakan salah oleh
29:07Structure
29:09Legal structure
29:11Atau struktur
29:11Atau petugas
29:13Tidak seharusnya
29:15Kekuatiran boleh
29:17Tapi tidak menjadikan
29:18Satu hal yang
29:19Menjadikan pesimistis
29:21Sehingga
29:21Akan begini
29:22Pasti begitu
29:23Itu kekuatiran
29:24Oke
29:25Selain masalah revisi
29:27Sorry
29:27Rancangan undang-undang
29:28Penampasan aset
29:29Yang dituntut
29:30Segera harus disahkan
29:31Yang didorong oleh
29:33Setidaknya dari
29:33Aliansi Masyarakat
29:34Sipil
29:35Kemarin dalam demo itu
29:36Mendorong koruptor
29:38Di pidana mati
29:40Buat Anda Prof
29:41Karena Anda juga
29:42Punya pengalaman
29:43Koreksi kalau saya keliru
29:45Anda pernah memutus
29:46Pidana mati
29:47Untuk 13 kasus
29:49Pidana umum
29:5015
29:5015 pidana umum
29:51Kalau kemudian
29:53Saya kaitkan
29:54Untuk pidana kasus
29:55Pidana khusus
29:55Seperti korupsi ini
29:56Masih relevan gak
29:57Kalau dipakai pidana mati
29:58Dua kali
29:59MK memutus
30:00Di zaman Pak Jimli
30:01Dan Pak Mahfud
30:03Putusannya
30:04Saya lupa tahunnya
30:05Tapi diputuskan
30:06Bahwa hukuman mati
30:07Untuk Indonesia
30:08Masih relevan
30:09Itu putusan MK
30:11Artinya
30:12Ya kita masih
30:13Cocok
30:14Untuk menggunakan hukuman mati
30:15Lalu
30:16Yang penting adalah
30:17Kaitan negara hukum
30:19Ya diatur di hukum
30:20Untuk korupsi
30:21Diatur di pasal 2
30:22Ayat 2
30:22Ayat 1
30:23Jelas
30:24Di undang tipikor
30:25Bahwa
30:26Dalam keadaan tertentu
30:29Pelaku korupsi
30:30Bisa
30:31Di hukum mati
30:33Tapi kan ada
30:33Batasan juga disitu
30:35Yang saya ketahui
30:36Di tahun 2001
30:36Jika
30:38Korupsi
30:39Yang dikorupsi itu adalah
30:40Soal penanggulangan
30:41Bencana
30:41Keadaan bahaya
30:43Penanggulangan
30:44Akibat sosial
30:45Mengulang perbuatan
30:47Betul
30:48Jadi masih memungkinkan
30:49Yang korupsi ini
30:50Ditindak dengan pidana mati
30:51Sangat mungkin
30:51Ketika saya hakim agung
30:53Masih menjabat hakim agung
30:55Saya menunggu itu
30:56Selama ini kok
30:57Tugas saya hanya
30:58Kepada
30:59Tidak kepada
31:00Kejahatan korupsi
31:01Padahal waktu yang besar
31:02Juga banyak
31:03Triliun sudah banyak
31:04Waktu itu
31:04Nah ini tergantung
31:06Memang
31:07Bagaimana
31:10Kondisi
31:10Undang-undang ini
31:11Relevannya
31:12Relevansinya itu
31:13Tepat apa tidak
31:14Kalau
31:15Kejahatan korupsi
31:17Sehingga menimbulkan
31:18Seperti hari-hari ini
31:19Saya pikir
31:20Pasal
31:21Dua
31:22Itu
31:22Bisa digunakan
31:24Bisa
31:24Masih relevan Pak
31:26Oke gini
31:26Sebelum saya jawab itu
31:28Saya ingin mengatakan begini
31:29Negara-negara yang sukses
31:30Dalam pemberantasan korupsi
31:31Itu ada tiga yang dilakukan
31:32Pertama
31:34Hukuman yang berat
31:35Tapi hukuman yang berat
31:36Itu bukan berarti
31:37Selalu hukuman mati
31:38Oke
31:39Hukuman yang berat
31:40Kedua
31:40Adalah
31:41Pemiskinan
31:42Atau perampasan
31:43Aset
31:43Bagi harta koruptor
31:45Dan yang ketiga
31:46Sangsi sosial
31:47Yang pertama
31:48Hukuman berat itu adalah
31:49Salah satu bentuk
31:50Punishment
31:50Kemudian yang kedua
31:52Yang tadi saya katakan
31:53Pemiskinan
31:54Hartanya disita
31:55Itu kan sebenarnya
31:56Salah satu bentuk
31:57Restorasi ya
31:58Mengembalikan keadaan
31:59Seperti semula
32:00Kenapa saya katakan restorasi
32:01Karena
32:01Kejahatan korupsi itu kan
32:03Menimbulkan korban
32:04Kan gitu
32:04Negara menjadi
32:05Rugi
32:06Misalnya tadi
32:07Dana sekian besar itu
32:09Bisa dibangun sekolah
32:10Ternyata karena dikorupsi
32:11Akhirnya sekolah
32:12Tidak bisa dibangun
32:13Anak-anak gak bisa sekolah
32:14Orang gak bisa berobat
32:15Ke puskesmas dengan murah
32:16Karena ada yang
32:17Jadi itu harus dikembalikan
32:18Oleh karena itu
32:19Menurut saya ada tiga ya
32:21Hukuman berat
32:21Tapi hukuman berat itu
32:22Bukan berarti selalu
32:24Hukuman mati
32:24Kemudian yang tadi
32:25Pemiskiran
32:27Perampasan hasil
32:28Dan ketiga
32:29Sanksi sosial
32:31Ketiga ini sebenarnya
32:32Tujuannya semua
32:33Untuk menimbulkan
32:34Deteran efek
32:35Supaya ada efek jerah
32:36Sehingga orang tidak lagi
32:38Melakukan korupsi
32:39Kira-kira seperti begitu
32:40Kalau pidana mati
32:41Menurut Anda
32:41Tidak kasar tamer
32:42Tanah memberi efek jerah
32:42Hukuman yang berat
32:43Menurut saya
32:44Hukuman berat itu
32:45Harus adalah
32:46Bentunya konsisten
32:47Bukan berarti selalu
32:49Hukuman mati
32:49Tapi hukuman yang berat
32:50Dan konsisten
32:51Ukuran konsistennya
32:52Apa yang dimaksud
32:53Hukuman berat
32:53Dan konsisten
32:54Ketika misalnya
32:56Pengadilan sudah
32:57Memutuskan
32:58Kriminal justice system
33:00Sudah memutuskan
33:01Seseorang dihukuman
33:02Misalnya 25 tahun
33:03Kalau memang negara
33:05Itu punya kebijakan
33:06Punya kemauan
33:08Melakukan pemberatan
33:09Sekorupsi
33:09Tanpa pandang bulu
33:10Memberikan efek jerah
33:11Jangan lagi
33:12Dia buat aturan-aturan
33:13Yang memberi privilege
33:14Kepada koruptor
33:15Seperti
33:15Seperti pemberian remisi
33:17Itu kan berarti
33:18Tidak memberikan
33:18Deteran efek
33:19Tidak usahlah kita
33:21Soan mau hukuman mati
33:23Padahal di lain
33:24Pihak
33:24Kita terus memproduksi
33:25Aturan-aturan
33:26Yang memberi privilege
33:27Remisi setiap tahun
33:296 bulan
33:308 bulan
33:31Bayangkan
33:32Kalau orang
33:32Difonis 25 tahun
33:34Tapi setiap tahun
33:35Dia dapat remisi
33:368 bulan
33:37Anda bisa bayangkan
33:38Mungkin tinggal setahun
33:40Dia jalani
33:40Di dalam
33:41Di dalam
33:42Lembaga pemasyarakatan
33:43Belum lagi praktek
33:44Lembaga pemasyarakatan
33:45Yang abuse
33:46Abuse of power
33:47Ada sipir
33:48Oknum
33:49Sipir-sipir tertentu
33:50Ini hasil
33:51Hasil
33:52Apa dulu
34:03Sida kita
34:20Pengalaman anda juga
34:21Biasanya dengan kalimat
34:23Berkelakuan baik
34:24Kelakuan baik seperti apa
34:26Yang diterjemahkan
34:27Untuk bisa memberikan remisi
34:29Jadi remisi juga
34:30Bukan tidak berguna
34:31Itu memberikan juga
34:33Edukasi
34:34Kalau dianggap tidak konsisten itu tadi
34:35Itu tidak konsisten
34:36Kan gini
34:37Konsistensi itu tergantung
34:39Kepada ini
34:39Saya belum selesai
34:40Tolong saya selesai
34:41Sedikit
34:41Misalnya
34:42Apa
34:43Kejataan extraordinary crime
34:45Tentang korupsi
34:46Ini sebagai
34:47Kelakuan baik
34:48Untuk bisa dipotong
34:49Remisi
34:49Bagi saya
34:51Adalah
34:51Arti dari
34:53Kelakuan baik ini
34:54Bagi saya
34:55Bukan cuma
34:55Diem baik di
34:56Tahanan
34:57Di rumah tahanan
34:58Tidak bikin huru hara
34:59Tidak ribut
34:59Tidak protes
35:00Yang
35:01Yang janggal
35:02Tetapi bisa
35:05Mengobati
35:06Bagaimana dia bisa
35:08Layak diberi remisi
35:09Kalau dia bisa
35:10Mengembalikan sebagian besar
35:11Kejahatan itu
35:12Dia tunjuk
35:13Sebenarnya siapa saja menikmati
35:16Ini kelakuan baik
35:17Bagi
35:17Korupsi
35:18Apa kelakuan baik
35:20Bagi
35:20Narkotika
35:23Terorisme
35:24Memotong
35:25Sel-sel
35:26Dimana dia
35:27Membuat jaringan
35:28Itu kelakuan baik
35:29Bukan nuruk manis
35:30Sehingga remisi
35:31Tidak berarti
35:32Kalau ini
35:33Dilakukan dengan
35:34Pengertian yang tepat
35:35Remisi akan
35:36Sangat berarti
35:36Dia akan tetap
35:38Melakukan pemotongan
35:39Memangkas
35:40Jaringan dia
35:41Dia mengembalikan
35:42Sebanyak-banyaknya
35:43Kalau makna
35:44Dari kelakuan baik
35:45Untuk remisi
35:46Seperti itu
35:47Remisi akan menjadi arti
35:50Mengembalikan
35:50Keuangan negara
35:52Karena dia kelakuan baiknya
35:53Seperti itu
35:54Jadi
35:54Kelakuan baik itu
35:55Harus diterjemahkan
35:57Sesuai
35:58Sehingga remisi
35:59Berarti
36:00Karena nama pemasyarakatan itu tadi
36:01Pak Samad
36:02Saya melihat begini bahwa
36:03Ada ambigia
36:05Di tengah-tengah
36:06Apa itu
36:06Pemerintahan sekarang
36:08Di lain pihak
36:09Seolah-olah
36:09Seperti hero
36:11Mau
36:13Menggunakan hukuman mati
36:14Agar memberi efek
36:15Jera
36:16Tapi di lain pihak
36:16Dia terus memproduksi
36:18Aturan-aturan
36:19Yang memberi
36:20Privilege
36:20Ini kan tidak konsisten
36:21Menurut saya
36:22Oleh karena itu
36:22Saya selalu menyatakan
36:24Begini
36:24Bukan soal setuju
36:25Apa enggak setuju
36:25Hukuman mati
36:26Saya pengen
36:27Pemerintahan ini
36:28Kalau betul-betul
36:28Punya political will
36:29Punya good will
36:31Terhadap pemerintahan
36:31Korupsi
36:32Ingin memberikan
36:33Deterrent efek
36:34Kan hukuman mati
36:35Itu tujuannya
36:36Untuk memberikan
36:36Deterrent efek
36:37Supaya orang lain
36:38Tidak melakukan korupsi
36:39Itu kan tujuannya
36:39Ya enggak usah lah
36:41Hukuman mati
36:41Berikan orang-orang ini
36:43Penjerahan yang betul-betul
36:44Sehingga dia
36:44Merasakan efek
36:46Dari perbuatannya
36:47Misalnya
36:48Dia dihukum
36:49Kalau 20 tahun
36:49Ya betul-betul 20 tahun
36:50Jangan diberikan remisi
36:52Sehingga apa
36:53Itu membuat dia jerah
36:54Kalau desakan masa
36:55Yang meminta hukuman mati itu
36:56Gimana menurut Anda
36:58Ya sama aja kan
36:58Misalnya kalau Anda
36:59Divonis 20 tahun
37:00Terus Anda enggak
37:01Diberikan privilege
37:02Itu kan juga membuat
37:03Deterrent efek
37:04Bagi si pelaku
37:06Saya ingin memberi contoh
37:07Ini kan semua orang ini
37:09Omongnya aja gede
37:10Bilang hukuman mati
37:11Kalau saya
37:11Saya sudah membuktikan
37:13Ketika saya
37:13Jadi ketua KPK
37:14Kasus Akhil Mukhtar
37:16Itu kita tuntut
37:18Seumur hidup
37:18Ada enggak
37:19Saya mau tanya Anda
37:20Ada enggak
37:21KPK sebelum-sebelumnya
37:23Menuntut orang
37:24Seumur hidup
37:25Dan itu diponis
37:25Oleh makam agung
37:26Tetap seumur hidup
37:27Jadi saya enggak
37:28Maksud saya gini
37:29Enggak perlu kita bicara
37:30Terlalu berlebih
37:31Lebih
37:31Tapi begini
37:32Penghukuman itu
37:33Tidak hanya untuk
37:34Tujuan deterrent efek
37:35Deterrent efek itu
37:37Kesadaran
37:37Baru dia mau
37:39Punya efek yang tidak
37:40Jera
37:41Tidak mau lagi
37:42Keadilan
37:43Jadi kehukuman mati
37:45Juga keadilan
37:46Semua itu
37:46Mencukakan keadilan
37:47Tidak hanya keadilan
37:48Untuk
37:49Tidak berbuat lagi
37:50Tapi yang keadilannya
37:52Memang orang
37:52Yang kejam
37:54Sadis
37:55Untuk di luar
37:56Korupsi ini
37:57Dihukum mati
37:59Mengingat
37:59Tidak ada
38:00Apa
38:02Batasan lagi
38:03Orang
38:04Disayat-sayat
38:05Mutilasi
38:06Itu enggak kejam
38:07Kalau mutilasi
38:08Sudah meninggal
38:09Tapi orang hidup
38:10Yang dianihaya
38:12Dengan saat itu
38:13Di luar korupsi ini
38:14Tau juga mati juga
38:15Jadi artinya
38:16Bagi saya adalah
38:19Hukuman
38:19Hukuman
38:21Tidak berjuang
38:21Deterrent efek saja
38:22Tapi juga ada keadilan
38:23Di situ
38:24Ada kemanfaatan
38:25Hukuman mati itu
38:25Masih pantas
38:26Menurut Anda diberikan
38:27Tentu
38:27Karena undang-undang
38:29Masih mengatur
38:29Kecuali undang-undang
38:30Di patas Indonesia
38:31Tidak mengenang
38:32Kecuali mati
38:32Negara hukum
38:33Ya buatkan
38:34Utusan itu
38:35Buatkan undang-undang itu
38:36Pak Mahfud dan Pak Jimli
38:38Masih mengatakan
38:38Relevan
38:39Dua kali
38:41Diuji di dua periode itu
38:42Oke
38:43Jadi
38:44Saya tetap menganggap
38:46Bahwa karena
38:46Dalam undang-undang
38:48Tindak pidana korupsi
38:49Kita memang
38:49Mengakomodir
38:50Hukuman mati
38:50Ya silahkan saja
38:52Tapi menurut saya begini
38:53Bahwa
38:53Hukuman mati itu
38:54Bukanlah obat
38:55Pali mujarab
38:56Untuk memberikan
38:57Deterrent efek
38:57Itu catatan saya
38:58Deterrent efek juga
38:59Catatan saya
39:00Tidak satu-satu
39:00Tujuan dari hukuman
39:01Karena begini
39:02Ada
39:03Kalau anda mengecek
39:05Negara-negara
39:05IPK nya
39:06Indeks persepsi korupsinya
39:08Bagus
39:08Itu adalah negara-negara
39:09Yang tidak selalu
39:10Menggunakan hukuman mati
39:11Georgia
39:12Tahun 2003
39:13Sebelumnya adalah
39:14Negara paling korup
39:15Di Eropa
39:16Negara ini kecil
39:16Tapi ketika 2004
39:18Terpilih presiden
39:20Yang namanya
39:20Mikhail Sakarsy
39:21Itu dia
39:22Dia melakukan apa
39:23Dia melakukan
39:23Reformasi besar-besaran
39:25Ya
39:25Di institusi
39:26Aparat penegak hukum
39:27Dan yang
39:28Dia menerapkan itu tadi
39:29Perampasan aset
39:30Dengan
39:31Konsep
39:32Illicit enhancement
39:32Dia tidak menggunakan
39:34Hukuman mati
39:34Tapi coba anda
39:35Cek sekarang
39:36Georgia
39:37Termasuk
39:3850 negara
39:39Terbersih di dunia
39:40Bayangkan
39:41Dia tidak menggunakan
39:42Hukuman mati
39:43Tapi dia menggunakan
39:44Cara-cara
39:44Tidak bisa
39:45Tidak bisa merujuk
39:46Satu sosok
39:47Hanya presiden
39:48Saya cuma ingin
39:50Mencontohkan
39:51Bahwa
39:52Ternyata ada
39:52Jalan lain
39:53Yang bisa menurunkan
39:55Timkat korupsi
39:56Tidak selalu
39:57Dengan hukuman mati
39:57Bukan berarti
39:58Saya mempersoalkan
39:59Hukuman mati
40:00Satu contoh
40:00Georgia
40:01Saya cuma pelajari
40:02Dia mengimport
40:03Hakim
40:03Saya tahu
40:04Mengimport
40:05Untuk memberi keadilan
40:06Itu hanya
40:07Georgia
40:08Tidak Eropa
40:08Bukan Georgianya
40:09Amerika
40:09Georgia negara kecil
40:11Di Eropa
40:11Di Eropa
40:13Waktu tahun 2003
40:14Dia menjadi negara terkorup
40:16Tapi ketika tahun 2004
40:18Dia merubah pola
40:19Pemberantasan korupsinya
40:20Sekarang anda mengecek
40:21Dia menjadi 50 negara
40:23Tapi apa itu
40:24Satu-satunya negara
40:25Yang harus diikuti
40:26Oleh banyak negara lainnya
40:27Saya bukan
40:28Bila mengikuti
40:29Tapi maksud saya
40:29Kita bisa mengambil contoh
40:31Bahwa ternyata
40:32Negara-negara yang sukses
40:33Sistem itu negara lain juga ada
40:35Tapi juga korupsi
40:35Dan kita bisa lihat
40:36Bahwa negara-negara
40:37Yang IPK-nya bagus
40:38Bukanlah negara-negara
40:40Yang selalu menerapkan korupsi
40:41Percayakan pada bidang masing-masing
40:43Dan percayakan juga
40:44Kepada saya
40:45Karena kita harus jadah sebentar
40:47Tetap di kompas TV
40:47Saya masih berdiskusi
40:49Dengan Hakim Agung
40:50Periode 2011-2018
40:52Gayus Lumbun
40:53Dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
40:552011-2015
40:57Abraham Samar
40:58Kalau kembali pada topik
41:00Diskusi kita kali ini
41:01Layaknya koruptor ini
41:02Lebih baik dikriminalisasi
41:05No
41:06Dimiskinkan
41:07Atau
41:08Dijatuhi pidana mati
41:09Pak Samar
41:10Kalau saya seperti tadi yang saya katakan
41:12Di awal bahwa
41:14Kita harus sudah mulai berani
41:16Merubah paradigma
41:18Pemberantasan korupsi kita
41:19Dari crime control
41:21Menuju aset recovery
41:22Jadi kita sudah harus mulai bergerak
41:25Jadi tidak sekedar mengandalkan
41:27Crime control
41:29Tapi juga aset recovery
41:31Kenapa itu menjadi penting
41:32Karena tadi saya katakan bahwa
41:34Aset recovery
41:35Perampasan aset ini
41:36Menjadi sesuatu yang sifatnya
41:38Restorasi
41:39Restoration ya
41:40Jadi pemulihan kembali negara yang bangkrut
41:43Oleh kejahatan korupsi
41:44Jadi aset itu harus disita kembali
41:47Untuk mengembalikan seperti semula
41:48Itu yang terpenting menurut saya
41:50Dan kemudian
41:51Yang terpenting lagi bahwa
41:53Kita harus tetap punya komitmen
41:58Memberikan hukuman yang berat
42:01Dan konsisten
42:02Hukuman yang berat
42:04Bagi saya
42:05Terjemahnya
42:05Bukan selalu berarti hukuman mati
42:08Tapi hukuman yang berat
42:09Tidak berubah-ubah
42:10Anda mau bilang
42:11Dimiskinkan itu lebih baik menurut Anda?
42:13Dua-duanya hukuman berat
42:14Dan dimiskinkan
42:16Kalau pilihannya hanya dua tadi saja
42:17Dimiskinkan atau dikasih pidana mati?
42:19Kalau saya dua-duanya saya lakukan
42:21Supaya ini memberikan efek jerah
42:22Pilihannya atau loh
42:23Harus salah satu?
42:25Ya
42:25Kalau saya beri hukuman
42:27Berat dan konsisten
42:30Tidak mau menjawab
42:31Kalau Prof Gayus
42:32Kalau pilihannya hanya dua itu
42:34Dimiskinkan atau pidana mati?
42:35Kalau pilihan satu
42:35Saya mengambil
42:36Arah
42:38Atau saya mengambil dasar kebenaran
42:40Kebenaran itu ada dua
42:42Kebenaran formel
42:44Dan kebenaran materiel
42:46Yang formel adalah merujuk kepada
42:48Apa yang tertulis di undang-undang
42:50Itu formel
42:52Dimiskinkan atau diplomati
42:54Tergantung di sana
42:55Tetapi kalau kebenaran materiel
42:58Apa yang sesungguhnya terjadi
42:59Dari kejahatan ini
43:00Efeknya
43:01Misalnya kalau sampai dibikin tinggi
43:04Dan sampai mengerimanisasi
43:06Orang yang agak jahat
43:07Dibikin tinggi
43:08Supaya bisa diambil semua hartanya
43:11Itu kebenaran itu
43:13Dari dua tadi
43:13Secara formel bagaimana
43:15Undang-undang mengaturnya
43:16Seperti apa
43:17Secara materiel
43:18Seperti apa
43:19Karena secara formel
43:20Kalau tipikor itu
43:21Bisa
43:23Bukan harus
43:24Bisa
43:25Bagi saya
43:26Pilihan saya adalah
43:27Tetap dia dirampas
43:29Hasil kejahatan
43:30Bukan
43:30Bukan dirampas
43:32Asetnya
43:33Aset yang mana
43:34Hasil kejahatan
43:35Hasil kejahatan
43:36Itu bahasa yang saya pilih
43:37Kalau bahasa yang saya pakai
43:39Antara dimiskinkan
43:40Atau pidana mati
43:40Berarti lebih baik dimiskinkan
43:41Menurut Anda
43:42Ya
43:42Kalau bahasanya dimiskinkan
43:44Artinya dirampas
43:46Semua sekejahatannya
43:47Yes
43:48Dibanding
43:49Diku mati
43:51Tetapi
43:51Kan saya bilang tadi
43:52Kalau kebenaran formelnya
43:55Memang harus mati
43:56Keadaan negara
43:58Dalam keadaan
43:59Kesulitan
44:00Perekonomian
44:01Bencana awam
44:03Mengulang perbuatan
44:04Berkali-kali
44:05Sehingga KPK pun
44:06Mengurusnya berkali-kali
44:07Satu orang ini
44:08Ya
44:09Aturannya seperti itu
44:11Undang-undangnya
44:12Mengatur
44:13Ya bisa dikumati
44:14Kalau bisa berarti
44:15Ya pilih yang mati
44:16Karena
44:16Keadaannya seperti
44:18Apa yang ada di undang-undang
44:19Mengulang perbuatannya
44:21Berkorupsi
44:23Negara
44:23Dalam keadaan
44:26Apa
44:27Krisis
44:29Ekonomi
44:30Jadi saya
44:31Kalau milih
44:32Tetap
44:33Tergantung kepada
44:34Kebenaran
44:35Formel atau material
44:36Tapi
44:36Keraguan di publik sekarang
44:38Korupsi yang dilakukan
44:40Oleh pelaku ini
44:41Sedemikian besar
44:42Tapi jatuh fonisnya
44:44Sedemikian kecil
44:45Maka
44:46Pak Gayus
44:47Kita bisa berharap apa
44:48Kalau begitu kepada
44:49Apa
44:50Penegak hukum kita
44:51Kalau ada terjadi
44:53Seperti itu
44:54Itu jangan
44:55Dianggap bahwa
44:55Semuanya akan
44:56Seperti itu
44:57Itu yang dipersokan adalah
44:59Pemutus perkaranya
45:02Perkaranya
45:03Kejalan besar
45:03Tapi fonisnya kecil
45:05Ini kan
45:05Sosok
45:07Kalau ini
45:07Sosok pemutusnya
45:09Bukan berarti
45:10Pilihan yang seharusnya
45:11Seperti apa
45:12Tapi kalau
45:13Saya ditanya
45:15Yang mana
45:15Saya tetap memilih
45:16Tergantung
45:17Kebenarannya
45:18Kebenaran
45:19Formal atau material
45:20Yang lebih cocok
45:21Diterapkan
45:22Karena
45:23Undang-undang kita
45:24Secara formal
45:25Menyebutkan
45:26Bisa
45:26Apabila
45:28Dia mengulang
45:28Perbuatannya
45:29Dalam perjahatan itu
45:30Apabila negara
45:31Terhadapan krisis
45:32Keuangan
45:33Maupun ekonomi
45:34Kerekonomian
45:35Jadi bukan ekonomi
45:36Itu keuang
45:37Tapi keuangan
45:37Nah ini semua
45:39Menjadi
45:39Menjadi kemungkinan
45:40Bisa
45:41Nah kalau yang memutus
45:42Tidak bisa
45:43Melakukan
45:43Seperti apa yang
45:45Sudah dinormakan
45:47Ya berarti
45:48Orang ini
45:49Tidak tepat
45:50Untuk memutus
45:51Ada lagi
45:52Ada
45:52Masih ada upaya lain
45:53Ada banding
45:55Ada kasasi
45:55Ada PK
45:56Saya ingin
45:57Merujuk apa yang
45:58Direkomendasikan oleh
45:59United Nations
46:00Conventions Against Corruption
46:01Kepada negara-negara
46:03Yang tinggi
46:03Tingkat korupsinya
46:04Termasuk Indonesia
46:05Yang IPK nya jelek
46:06Ada empat hal
46:07Yang direkomendasikan
46:09Dan menurut saya
46:09Ini sangat relate
46:10Dengan apa yang terjadi
46:11Di Indonesia
46:11Pertama
46:12Dia bilang
46:15Benahi yang namanya
46:16Judicial corruption
46:17Apa itu
46:18Judicial corruption
46:19Itu tadi
46:19Mata rantai
46:20Sistem peradilan
46:21Pidana kita yang korup
46:24Jadi
46:24UNCIC memang sudah
46:26Merekomendasikan
46:27Ini yang harus
46:28Dibenahi
46:28Kalau
46:28Anti korupsi di Indonesia
46:31Mau berjalan
46:32Sebagaimana mestinya
46:32Kemudian kedua
46:34Gunakan
46:35Illicit enrichment
46:36Ini rekomendasi
46:37WNCIC loh
46:38Kepada negara-negara
46:39Yang tingkat korupsinya
46:40Tinggi
46:41Kemudian yang ketiga
46:43Dia bilang
46:44Commercial bribery
46:46Korupsi di sektor swasta
46:48Dan yang keempat
46:49Adalah
46:50Trading influence
46:51Perdagangan pengaruh
46:53Ini yang harus dilaksanakan
46:54Menurut saya
46:55Karena
46:55Dia merekomendasikan
46:57Kepada negara-negara
46:58Yang tinggi
46:59Tingkat korupsinya
47:00Dan menurut saya
47:00Rekomendasi ini
47:02Sangat relate
47:02Dengan apa yang terjadi
47:03Di Indonesia
47:04Karena kalau kita lihat
47:05Sistem peradilan
47:06Pidana kita ini
47:07Sistem peradilan
47:08Pidana yang
47:08Tidak independen
47:10Abuse of power
47:12Dan terjadi
47:13Yang namanya
47:14Judicial corruption
47:15Contohnya apa
47:16Bayangkan
47:16Pegawai MA saja
47:18Bisa simpan uang
47:19Sampai 1 triliun
47:20Itu pertanda
47:21Bahwa terjadi
47:22Yang namanya
47:22Judicial corruption
47:23Di institusi
47:24Penegakan
47:25Kita
47:25Ada jaksa
47:26Yang menyimpan
47:27Kekayaan
47:28Di berangkas
47:29Ada polisi
47:30Yang punya
47:30Rekening
47:31Inilah yang disebut
47:33Judicial corruption
47:33Karena sekali lagi
47:35Korupsi
47:35Yang rugi
47:36Lagi-lagi
47:37Adalah
47:38Rakyat
47:39Prof Gayus
47:39Terima kasih sudah datang
47:40Pak Pram Samad
47:42Terima kasih sudah datang
47:43Terima kasih juga
47:44Untuk Anda yang sudah
47:45Menyaksikan Rosi
47:45Jumpa lagi
47:46Pekan depan
47:46Saya Tifa Uso Lesa
47:47Tetap di Kompos TV
47:48Independent
47:49Kita percaya
47:50Terima kasih
47:52Terima kasih
47:53Terima kasih
Komentar

Dianjurkan