Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden RI, Prabowo Subianto, memuji Partai Demokrat saat tidak berkuasa dan berada di luar pemerintahan.

"Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang, ya. Bicara kan harus halus. Pernah di puncak? Pernah tidak di pemerintahan," ujar Presiden Prabowo saat berbicara di HUT ke-25 Demokrat pada Rabu (9/9/2026).

"Tapi waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar. Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima. Ya sudah, kita maju lagi. Ini demokrasi Indonesia dan hari ini di panggung ini, ya, inilah demokrasi Indonesia," lanjutnya.

Baca Juga Momen Prabowo Puji SBY Soal Perjalanan Militer & Politik: Sama-Sama Berjuang Lewat Demokrasi di https://www.kompas.tv/video/689876/momen-prabowo-puji-sby-soal-perjalanan-militer-politik-sama-sama-berjuang-lewat-demokrasi

#prabowo #partaidemokrat #ahy #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689893/presiden-prabowo-di-depan-sby-ahy-demokrat-waktu-tak-berkuasa-tidak-caci-maki-hingga-bakar-bakar
Transkrip
00:00Pak SBY, partenya tadi dikatakan oleh Mas Ahaye, dikatakan Parti Demokrat pernah menang, pernah tidak menang.
00:21Bicara kan harus halus, pernah di puncak, pernah di pemerintahan tidak, tapi waktu tidak berkuasa Parti Demokrat tidak cacimaki.
00:46Parti Demokrat tidak bakar-bakar, saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima, ya sudah kita maju lagi.
01:15Ini demokrasi Indonesia, dan hari ini di panggung ini, ya inilah demokrasi Indonesia.
01:29Macem-macem warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi,
01:46Menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan, tapi tetap kita lukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga.
02:06Ini yang harus kita pegang, kita banyak kekurangan, kita banyak tantangan, kita negara sangat besar, ya berarti masalahnya juga masalah
02:22besar.
02:25Maaf, saya mau kasih perbandingan, negara Singapura punya 300 sekolah, seluruh Singapura SD, SMP, SMA 300, Indonesia lebih dari 300
02:44ribu sekolah.
02:48Ada yang di ujung gunung, di pulau yang jauh, jadi memang masalah kita besar, pantangan kita besar, dan kita berada
03:02di alam yang banyak tantangan juga.
03:07Tapi alhamdulillah, bangsa kita di usia ke-81, kokoh, bersatu, berbeda, tapi kita kokoh, bersatu, dan kita semakin kuat menghadapi
03:33masa depan.
03:35Jadi, saudara-saudara, sesuai janji saya, saya tidak akan panjang lebar.
03:47Saya tinggalkan buku-buku saya untuk hadiah.
03:52Sudah sampai belum?
03:54Sudah.
03:59Kemudian, mudah-mudahan bisa dipelajari, intinya masa depan kita cerah.
04:15Semua pakar, semua institusi dunia menyampaikan bahwa Indonesia tahun 2050 akan menjadi negara keempat.
04:49Maaf, mungkin terlalu semangat.
04:53Kita akan menjadi negara keempat ekonomi terbesar di dunia.
05:06Mereka mengatakan, kita akan menjadi one of the great powers.
05:13Bukan kita.
05:15Kita tidak boleh sombong, tapi mereka mengatakan kadang-kadang orang Indonesia ini tidak sadar
05:20betapa besar dan betapa potensi kuat kita.
05:24Tapi yang ingin saya sampaikan, 2050 adalah 24 tahun lagi.
05:3824 tahun lagi itu adalah masa yang muda-muda.
05:55Pak SBI dan saya, ya kita generasi ibarat kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi yang lebih muda
06:09kita untuk naik.
06:14Untuk mengambil ahli tanggung jawab, untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia.
06:22Terima kasih.
06:23Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
06:31Om Santi, Santi, Santi Om
06:36Merdeka
06:39Merdeka
06:41Merdeka
06:41Merdeka
06:42Merdeka
06:43No
Komentar

Dianjurkan