00:02Saudara, aktivitas vulkanik Gunung Anak Rakatau meningkat selama 25 jam berturut-turut
00:07hingga mengeluarkan dentuman kencang.
00:09Apa yang perlu diwaspadai, kita akan bahas bersama pakar mitigasi bencana geologi Surono.
00:14Selamat malam, Pak Surono.
00:16Selamat malam, Mbak Dian Sili Tonga. Selamat malam, para pemeriksa Akumensi TV yang saya hormati.
00:22Ya, Pak Surono, ini kan aktivitas Gunung Anak Rakatau intens selama 25 jam terakhir.
00:27Apa analisis Anda soal ini dan apakah ada dampak yang perlu diwaspadai ke depan?
00:33Ya, Gunung Anak Rakatau ini kan Gunung Api Muda.
00:37Dia harus sering meletus, itu kodrat alamiahnya ya, agar supaya dia semakin besar dan semakin tinggi.
00:44Yang jadi masalah sekarang ini letusannya relatif besar, ya kan.
00:49Abunya terbang kemana-mana dan tidak ada hujan yang segera menurunkan abu yang terbang tersebut.
00:55Dan yang paling bahaya adalah kalau dia sampai masuk ke zona vital strategis seperti bandara Soekarno-Hatta,
01:06kemudian bandara di Lampung, Raten Inten, gitu ya.
01:09Dan sekarang ini terjadi demikian ya, masuk ke mengganggu bandara Soekarno-Hatta dan bandara Raten Inten, ya.
01:19Kalau kemudian hari, pasti akan terjadi hal yang sama, hanya tidak tahu kapan terjadinya.
01:27Dan ingat bahwa Gunung Anak Rakatau akan sering meletus, ya kan.
01:32Karena dia adalah Gunung Api Muda yang secara alami dia harus membangun tubuhnya agar supaya besar dan agar supaya tinggi.
01:42Karena material kasarnya kan jatuh di sekitar puncak dan di badannya.
01:47Nah material yang halus itu dilontarkan, ya kan, jatuh di mana-mana dan celakanya lagi enggak hujan, gitu ya.
01:54Begitu, Mbak Dian.
01:55Oke, jadi menurut Anda ini fenomena erupsi kali ini adalah fenomena yang normal dibanding yang pernah terjadi sebelumnya?
02:02Sebetulnya dalam kategori erupsi memang harus ya, hanya sekarang ini ketinggiannya lebih, ya kan, dibanding dengan sebelumnya, gitu ya.
02:15Terus kemudian abunya tersebar jauh kemana-mana karena tidak hujan, tidak segera turun, ya kan.
02:23Ya ini yang jadi masalah sekarang antisipasi masyarakat adalah kesehatan mereka, ya kan.
02:28Bahwa abu ini bukan abu biasa, ya, abu yang mengandung silika, bahannya tajam dan keras, gitu ya.
02:36Jangan sampai terirup masuk ke saluran penapasan bisa masalah, gitu kan.
02:40Ini harus menggunakan masker penutup pidun dan mulut.
02:43Kemudian gunakanlah kacamata, utamanya adalah saudara-saudara kita yang menggunakan motor.
02:49Jangan sampai kena debu vulkanik masuk ke mata.
02:52Dan bila itu terjadi, jangan langsung digosok-gosok, tapi dicuci agar supaya kotorannya itu keluar.
02:59Kalau digosok, bahaya.
03:00Dan kemudian kalau di kaca mobil itu, diguyur kacanya, abunya supaya lepas.
03:06Jangan digosok dengan kain basah, itu nanti menjadi baret-baret, gitu.
03:11Oke, jadi kalau seandainya situasi ini terjadi terus-menerus secara intens ke depannya, Pak Surono, selain bandara, wilayah mana yang
03:20paling terdampak dan harus diwaspadai?
03:23Itu sangat bergantung kepada arah dan kecepatan angin, ya kan.
03:26Sekarang angin mungkin berubah-rubah arah ya dengan kondisi saat sekarang ini, sehingga bisa sampai ke Bandung, gitu kan.
03:35Bahkan jauh ke Lampung bagian utara.
03:39Ini kan sudah cukup jauh untuk letusan yang Krakatau yang sekarang ini, anak Krakatau yang sekarang ini, gitu loh.
03:48Oke, Anda tadi katakan bahwa saat kondisi erupsi anak Krakatau diperparah dengan tidak adanya hujan, begitu ya.
03:55Lalu apa yang harus dilakukan oleh otoritas untuk mengantisipasi resiko kesehatan terhadap warga?
04:03Alam kan tidak bisa ditawar ya, dia hanya memberikan harga bandrol, gitu kan.
04:07Kalau tidak ada hujan ya harus diterima seperti itu, ya gunakan namasker dan penutup hidung dan mulut dan kacamata.
04:16Ya untuk daerah-daerah yang memang terlalu parah dengan abu, ya tentunya harus mengurangi kegiatan di luar, gitu ya.
04:25Itu tidak ada lain ya, kita kan hanya tamunya alam ya, kita yang harus menyesuaikan diri dengan kondisi Tuhan rumah,
04:33alam itu sendiri, gitu.
04:34Oke, kalau gitu ada tidak jarak aman warga yang harus diperhatikan agar warga juga tetap, ya silahkan.
04:41Sebetulnya kalau dari jarak letusan yang secara langsung material bisa mengenai masyarakat, itu sudah aman, gitu kan.
04:50Yang tidak aman adalah debu alus yang terbang kemana-mana, itu saja.
04:55Kalau letusan dari material pijarnya, gitu, yang bisa mencelakai itu dalam radius 3 km dari titik letusan, itu daerah bahayanya
05:08di luar itu aman sebetulnya.
05:10Hanya saja yang tidak bisa dikendalikan kemana akan terbang dan setinggi apa debu halus itu, gitu.
05:16Dan itu kalau masuk ke sedot mesin pesawat terbang, jet, gitu, bisa sangat bermasalah.
05:25Terutama kalau masuk ke ruangan mesin, ya kan mengganggu catu oksigen, bisa kehilangan tenaga atau mesin mati sama sekali di
05:35udara, gitu loh.
05:36Oleh karena itu, suatu tindakan yang sangat brilian untuk menutup semua penerbangan dari dan ke Soekarno-Hatta, hari tadi, gitu
05:44ya.
05:45Ya, itu langkah yang sudah tepat Anda lihat.
05:47Nah, kemudian mau penegasan kembali, Pak Surono, apakah menurut Anda aktivitas vulkanik Gunung Anak Rakato ini masih akan terjadi secara
05:55intens?
05:56Lebih intens?
05:56Mungkin sekarang ini akan menurun, ya, dalam waktu beberapa, gitu ya.
06:01Tetapi, kodrat alamiah tadi yang tidak bisa ditawar, ya, dia harus membangun tubuhnya dari the next, mungkin akan terjadi letusan
06:10lagi, tidak memerlukan jeda yang cukup lama, gitu.
06:14Nah, apakah letusannya sebesar yang sekarang atau lebih besar lagi, ya, bergantung pada datanya.
06:20Jadi, kita untuk alam itu, ya kan, kejadian saat ini tidak harus sama dengan kejadian masa lalu, bergantung proses saat
06:30sekarang.
06:31Gitu loh.
06:32Oke, berarti kalau situasi saat ini, apakah Anda melihat sudah perlu dilakukan evakuasi atau pengungsian warga?
06:39Saya kira tidak perlu.
06:40Kalau evakuasi itu kan kalau terancam langsung dari letus, dari material yang dimuntahkan oleh Anak Rakato, material padat misalnya, material
06:51pijar atau hujan abu lebat yang diameternya cukup lumayan besar lah, gitu ya.
06:58Itu dia lakukan pengungsian atau awan panas, utamanya yang paling berbahaya.
07:03Tapi kalau abu kan tidak bisa kita lakukan apapun, gitu kan.
07:07Karena dia bisa menjangkau di mana arah angin itu bertiup, gitu loh.
07:13Oke, terakhir Pak Surono, singkat saja, boleh Anda sampaikan analisa Anda, selain Gunung Anak Rakato, kan ada gunung lain yang
07:21kemudian juga erusi secara bersama.
07:22Nah, Anda melihat ini fenomenanya wajar tidak?
07:25Sebetulnya fenomena alamnya yang kebetulan beberapa gunung meletus bersamaan, saya pernah melakukan skenario terjadi lima letusan gunung api sekaligus saya
07:35membentuk pasukan untuk gerak cepat melakukan itu ya.
07:38Misalnya Sinabung dengan Anak Rakato, itu kok catu magma dan orijin tekanannya itu berbeda.
07:45Apalagi dengan ibu di Almaira, ya kan.
07:48Dengan Semeru itu jauh lagi antara ayam dan panggang, gitu.
07:52Jadi, kebetulan gunung kita itu paling banyak di dunia, 13% gunung api di dunia dari kita bisa saja saling
08:00bersamaan letusannya, gitu kan.
08:03Itu hal yang wajar saja dan alamiah sekali, gitu.
08:06Oke, baik. Terima kasih Pak Surono, Pakar Mitigasi Bencana Geologi sudah berbagi pandangan di Kompas Malam.
08:12Saya telah lupa, Pak Surono.
Komentar