Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti pentingnya perhatian serius terhadap kelas menengah Indonesia.

Dalam pidatonya, AHY mengingatkan agar masyarakat kelas menengah yang selama ini bekerja, membayar pajak, membangun usaha, menggerakkan perekonomian, hingga menciptakan lapangan pekerjaan tidak justru kembali tertekan.

Baca Juga AHY Sentil Hukum Tak Boleh Berubah karena Kekuasaan: Jangan Bela yang Salah karena Kawan di https://www.kompas.tv/video/689408/ahy-sentil-hukum-tak-boleh-berubah-karena-kekuasaan-jangan-bela-yang-salah-karena-kawan

Menurutnya, mereka yang berani membuka usaha dan menciptakan pekerjaan merupakan bagian penting dari penggerak ekonomi sekaligus "pahlawan lapangan kerja Indonesia".

AHY juga menekankan bahwa kemajuan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi harus tercermin dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Ia mendorong terciptanya lebih banyak peluang agar rakyat dapat meningkatkan keterampilan, penghasilan, serta mengembangkan UMKM menjadi usaha yang lebih besar.

Lantas, seperti apa perhatian yang dibutuhkan kelas menengah agar dapat terus tumbuh dan tidak kembali tertekan? Simak pernyataan lengkap AHY dalam pidatonya.

Produser: Prayogi Haro

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/689410/ahy-soroti-kelas-menengah-jangan-sampai-yang-berjuang-justru-kembali-tertekan
Transkrip
00:00Kita juga harus memberikan perhatian, perhatian yang serius kepada kelas menengah.
00:06Mereka bekerja, mereka membayar pajak, membesarkan anak, membangun usaha,
00:13menggerakkan perekonomian, dan banyak di antara mereka menciptakan lapangan pekerjaan.
00:21Mereka yang berani membuka usaha dan menciptakan pekerjaan adalah
00:25para pahlawan lapangan kerja Indonesia.
00:35Jangan sampai kelas menengah yang telah berjuang memperbaiki kehidupannya justru kembali tertekan.
00:44Ketiga, membuka jalan agar semakin banyak rakyat Indonesia hidup lebih sejahtera.
00:51Kemajuan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi.
00:56Kita juga ingin terus melihat semakin banyak keluarga keluar dari kemiskinan.
01:04Pekerja meningkatkan keterampilan dan penghasilannya,
01:07serta UMKM berkembang menjadi usaha yang lebih besar.
01:12Itulah ekonomi naik kelas.
01:15Ekonomi yang tidak hanya membuat angka naik, tetapi juga membuat kehidupan rakyat ikut naik.
01:27Pendapatan petani dan nelayan harus meningkat.
01:32Buruh dan pekerja harus semakin sejahtera.
01:37Guru dan tenaga kesehatan harus semakin dihargai dan semakin sejahtera.
01:42UMKM harus berkembang.
01:46Perempuan dan pekerja ekonomi digital harus memperoleh peluang yang lebih besar.
01:56Bantuan harus menjadi jembatan menuju kemandirian.
02:01Tugas kita membuka jalan agar mereka semakin berdaya.
02:06Karena rakyat Indonesia tidak sekedar ingin dibantu.
02:11Mereka ingin mendapatkan peluang untuk maju.
02:16Saudara-saudara, beberapa waktu lalu, dalam pembekalan tim ekspedisi Patriot,
02:26seorang peserta dari Sulawesi Tenggara berdiri dan menyampaikan kritik.
02:31Saya justru senang mendengarnya.
02:33Menengarnya, generasi muda tidak boleh kita dinik hanya untuk mengangguk.
02:39Saya menyampaikan kepadanya.
02:43Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus mau mendengar.
02:47Jika ditemukan pelanggaran terhadap hak masyarakat,
02:51negara harus melindungi.
02:54Jika ditemukan pelanggaran hukum,
02:57maka hukum harus ditegakkan.
02:59Bagi saya, keadilan tidak mengenal statistik.
03:04Sebidang tanah mungkin terlihat kecil bagi sebuah perusahaan.
03:10Tetapi bagi sebuah keluarga, tanah itu bisa berarti segala-galanya.
03:16Inilah generasi yang ingin kita siapkan.
03:19Kritis, tetapi mau turun ke lapangan,
03:23berani menunjukkan masalah,
03:25tetapi juga ikut mencari jalan keluar.
03:31Generasi milenial dan generasi Z
03:34harus memiliki kesempatan untuk membawa Indonesia lebih jauh
03:40dan lebih baik daripada generasi kami.
03:43Satu generasi, satu lompatan.
03:49Dan disinilah ekonomi bertemu dengan agenda kedua perjuangan kita,
03:56yaitu menegakkan keadilan.
03:59Para kader demokrat,
04:02keadilan bukan berarti setiap orang mendapatkan hasil yang sama.
04:05Keadilan berarti setiap orang mempunyai peluang yang adil untuk maju.
04:12Kita tidak memilih di mana kita dilahirkan.
04:16Atau siapa orang tua kita.
04:20Tetapi masa depan seseorang tidak boleh ditentukan oleh keadaan ketika ia dilahirkan.
04:27Anak di Aceh maupun di Papua harus mempunyai peluang yang sama untuk maju seperti anak di Jakarta.
04:36Anak yang lahir dari keluarga kurang mampu juga harus mempunyai kesempatan memperoleh pendidikan terbaik.
04:45Karena itu, kita dukung penuh dan kawal program sekolah rakyat.
04:50Serta revitalisasi madrasah dan pondok pesantren.
04:54Agar semakin banyak anak Indonesia mendapatkan kesempatan
04:58untuk mengubah masa depannya melalui pendidikan.
05:08Selain itu, setiap warga negara harus mendapatkan perlakuan yang sama di hadapan hukum.
05:16Rakyat mungkin dapat menerima bahwa kehidupan tidak selalu mudah.
05:21Tapi rakyat akan sulit menerima apabila hukum tidak berlaku sama.
05:27Hukum tidak boleh berubah karena nama, jabatan, kekayaan, ataupun kedekatan dengan kekuasaan.
05:37Prinsip itu harus dimulai dari diri kita sendiri.
05:43Kader demokrat tidak boleh meminta perlakuan istimewa di hadapan hukum.
05:48Kita tidak boleh membela yang salah hanya karena ia kawan.
05:52Dan jangan menyerang yang benar hanya karena ia lawan.
05:58Pemberantasan korupsi harus terus menjadi komitmen kita bersama.
06:03Karena itu, Partai Demokrat mendukung pekat Presiden Prabowo
06:08untuk menutup kebocoran kekayaan negara.
06:16Kekayaan negara yang berhasil diselamatkan harus kembali sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
06:27Penggunaan keuangan negara untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional
06:32harus kita jaga akuntabilitasnya.
06:35Cegah penyimpangan dan korupsi agar tidak menjadi sumber kebocoran negara yang baru.
06:43Ingat, ketertiban penggunaan uang negara dan tata kelola yang bersih pada akhirnya adalah persoalan kepercayaan.
06:53Rakyat membutuhkan kepastian.
06:56Dunia usaha membutuhkan kepastian.
06:59Negara membutuhkan kepercayaan.
07:02Tidak ada ekonomi yang kuat, tidak ada ekonomi yang sehat tanpa hukum yang dapat dipercaya.
07:10Dan tidak ada demokrasi yang kuat apabila rakyat kehilangan keyakinan terhadap keadilan.
07:19Keadilan juga harus kita lihat lintas wilayah.
07:24Pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di tempat-tempat yang sudah maju.
07:29Infrastruktur dan konektivitas harus membuka pusat-pusat pertumbuhan baru.
07:36Pendidikan dan layanan kesehatan harus semakin merata.
07:40Kesempatan ekonomi harus hadir lebih dekat kepada rakyat.
07:45Dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali dan Nusa Tenggara hingga Papua.
07:53Khususnya di daerah-daerah terluar, terdepan, tertinggal dan perbatasan.
08:05Para kader demokrat yang saya cintai dan banggakan,
08:09Ekonomi membuka jalan untuk maju.
08:13Keadilan memastikan jalan itu terbuka bagi semua.
08:17Dan demokrasi memastikan rakyat tetap memiliki suara untuk menentukan arah bangsa.
08:24Karena itu, agenda ketiga kita adalah menjaga demokrasi.
08:31Demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur dan penyelenggaraan pemilu.
08:37Demokrasi membutuhkan pemerintahan yang bertanggung jawab,
08:42hukum yang dipercaya, pers dan masyarakat sipil yang bebas,
08:47serta checks and balances yang sehat.
08:51Demokrasi yang sehat membutuhkan pemerintahan yang kuat dan efektif,
08:56sekaligus terbuka terhadap kritik,
09:00menghormati perbedaan, menjunjung hukum,
09:03dan selalu siap mempertanggung jawabkan setiap keputusan kepada rakyat.
09:09Pelajaran reformasi juga harus kita jaga dalam setiap pemilu ke depan.
09:14Pemilu harus berlangsung jujur, adil, bebas, dan demokratis.
09:27TNI, Polri, Intelligent, Penegak Hukum, ASN, dan seluruh aparatur negara
09:34harus profesional dan netral.
09:37Fasilitas negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat,
09:41bukan untuk kepentingan politik praktis.
09:44Setiap peserta pemilu harus memperoleh perlakuan yang adil.
09:48Siapapun yang menang, harus menang karena mendapatkan kepercayaan rakyat.
09:54Dan siapapun yang kalah, harus menghormati kehendak rakyat.
10:02Partai Demokrat pernah memimpin pemerintahan,
10:06dan pernah berada di luar pemerintahan.
10:08Kita pernah menang, dan pernah kalah.
10:11Pengalaman itu mengajarkan bahwa demokrasi harus kita jaga dalam keadaan apapun.
10:19Hakikatnya, pemilu adalah milik rakyat.
10:23Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih,
10:28dan untuk dipilih.
10:32Kita patut belajar.
10:35Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
10:48Termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode.
10:58Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya.
11:02Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu.
11:10Para pejuang demokrat di seluruh tanah air,
11:14kekuasaan datang dan pergi.
11:16Jabatan ada waktunya.
11:18Pemilu memiliki siklusnya.
11:21Tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai.
11:27Karena itu,
11:29malam ini saya tidak ingin mengajak kita sekedar
11:32merayakan apa yang telah kita capai
11:34selama 25 tahun.
11:37Saya ingin mengajak kita bertanya,
11:39apa yang akan kita kerjakan setelah hari ini?
11:4425 tahun pertama adalah sejarah.
11:4825 tahun berikutnya adalah tanggung jawab kita.
11:56Kepada kader demokrat yang berada di pemerintahan,
12:01gunakan kekuasaan untuk melayani.
12:04Kepada kader demokrat di parlemen,
12:08perjuangkan kebijakan,
12:11legislasi, dan anggaran yang berpihak kepada rakyat.
12:19Kepada para kepala daerah,
12:22hadirkan pemerintahan yang bersih,
12:24efektif,
12:26dan dekat dengan masyarakat.
12:28Kepada para pengurus dan kader di akar rumput,
12:32dengarkan dan dampingi rakyat.
12:34Dan kepada kader-kader muda demokrat,
12:38siapkan diri,
12:40belajar,
12:41bekerja,
12:43jaga integritas,
12:46hadirkan politik yang membawa harapan.
12:49Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh satu orang,
12:53satu partai,
12:54ataupun satu generasi.
12:56Masa depan Indonesia ditentukan oleh apa yang kita kerjakan bersama,
13:00oleh jutaan rakyat yang bekerja,
13:03berusaha,
13:04mendidik,
13:05merawat,
13:06dan membangun negeri ini setiap hari.
13:09Merekalah Indonesia.
13:11Karena itu,
13:12kepada seluruh kader partai demokrat,
13:15saya meminta satu hal.
13:17Jangan hanya hadir,
13:19ketika kita membutuhkan suara rakyat.
13:21Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan