Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SERANG, KOMPAS.TV - Aktivitas Gunung Api Anak Krakatau terpantau mengalami penurunan, sejak Minggu (6/9/2026) sore.

Menurut pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Anak Krakatau masih berstatus level tiga atau siaga.

Sementara itu, pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terjadi pada Senin (7/9/2026).

Abu vulkanik berpotensi menurunkan kualitas udara, serta jarak pandang.

Sebaran abu berpotensi berdampak pada sejumlah wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Selat Sunda hingga perairan Samudera Hindia.

BMKG bersama PVMBG terus memantau perkembangan erupsi selama 24 jam, menggunakan berbagai instrumen untuk mendukung keselamatan penerbangan dan wilayah pesisir Selat Sunda.

Masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di sekitar pesisir Selat Sunda diimbau meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta mengikuti informasi resmi pemerintah.

Untuk mengetahui kondisi terkini erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya, sudah ada Jurnalis KompasTV, Meidina Andas dan Juru Kamera Yogi Syahrev di pos pantau Gunung Anak Krakatau, Serang, Banten.

Baca Juga Badan Geologi: Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir, Status Masih Siaga di https://www.kompas.tv/nasional/689451/badan-geologi-erupsi-menerus-anak-krakatau-berakhir-status-masih-siaga

#anakkrakatau #erupsi #pvmbg

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/689459/aktivitas-vulkanik-gunung-anak-krakatau-tetap-di-level-iii-begini-pantauannya-kompas-siang
Transkrip
00:00Aktivitas Gunung Api Anak Rakatau terpantau mengalami penurunan sejak minggu sore.
00:04Menurut pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,
00:09Gunung Anak Rakatau masih berstatus level 3 atau siaga.
00:14Sementara pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG menyebutkan
00:19sebaran abu vulkanik Anak Rakatau masih terjadi pada Senin 7 September.
00:24Abu vulkanik berpotensi menurunkan kualitas udara serta jarak pandang.
00:29Sebaran abu vulkanik berpotensi pada sejumlah wilayah yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat,
00:36Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan wilayah Selat Sunda hingga perairan Sumatera Hindia.
00:43BMKG dan PVMBG terus memantau perkembangan erupsi selama 24 jam
00:49menggunakan sejumlah instrumen untuk mendukung keselamatan penerbangan dan wilayah pesisir Selat Sunda.
00:56Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas sekitar pesisir diimbau meningkatkan kewaspadaan
01:03dan membatasi aktivitas di luar ruangan.
01:14Untuk mengetahui kondisi terkini erupsi Gunung Anak Rakatau
01:18dan dampaknya sudah di Jurnalis Kompas TV Medina Andas dan Juru Kamera Yogi Syarefi
01:22di pos pantau Gunung Anak Rakatau Serang, Banten.
01:26Medina, bagaimana kondisi Gunung Anak Rakatau hingga siang ini?
01:30Apakah terjadi peningkatan aktivitas erupsi di sana?
01:38Ya, selamat siang Renata dan juga Saudara.
01:41Memang baru saja pada sekitar pukul 10 lewat 49 menit waktu Indonesia Barat yang lalu
01:47dari pengamat Gunung Api di pos pemantauan Gunung Api Anak Rakatau, Banten Geologi
01:53ini baru saja mengeluarkan keterangan resmi seperti press release begitu terkait erupsi yang terjadi.
01:59Ini masih terakhir terjadi tadi malam pada sekitar pukul 20 lewat 23 menit waktu Indonesia Barat
02:05dan berdurasi kurang lebih sekitar 44 detik.
02:09Dan itu merupakan erupsi terakhir yang terjadi kalau berdasarkan data yang mereka tarik per jam 6 pagi tadi.
02:16Sehingga memang kalau kita melakukan kilas balik sedikit dari pasca erupsi yang terus menerus berlangsung selama 25 jam
02:24sejak hari Jumat pada pukul 23 lewat 7 menit waktu Indonesia Barat hingga hari Minggu kemarin pada pukul 00.04
02:32waktu Indonesia Barat dini hari
02:34terjadi tiga kali erupsi pasca 25 jam erupsi tersebut
02:38yakni yang pertama ini terjadi pada pukul 3 lewat 53 menit waktu Indonesia Barat
02:44dilanjutkan kemudian berhenti dan dilanjutkan dengan erupsi kedua ini terjadi pada pukul 7 lewat 10 menit waktu Indonesia Barat
02:51dan sudah tidak ada lagi erupsi setelah hari Minggu kemarin pada tanggal 7 hari Minggu kemarin pada pukul 7
02:59kemudian siang dan sorenya ini sudah tidak terjadi erupsi dan baru saja terjadi erupsi pada malam harinya
03:05tepatnya pada pukul 20 lewat 23 menit waktu Indonesia Barat yang berdurasi sekitar 44 detik
03:11dan sudah tidak ada erupsi yang terjadi lagi sejak tadi malam
03:14ini juga senada dengan pernyataan dari Kepala PVMB Gerita Susilawati
03:19yang memang kemarin sempat menyatakan bahwa berdasarkan alat pemantauan di pos pantauan Gunung Api Anak Rakatau
03:25untuk aktivitas Gunung Api Anak Rakatau ini memang terpantau menurun Renata dan juga saudara
03:31namun walaupun aktivitas Gunung Api terpantau menurun ini bukan berarti tidak akan terjadi erupsi susulan
03:38atau erupsi lanjutan nantinya sehingga apa yang bisa dilakukan oleh pos pemantauan Gunung Api
03:44dari Badan Geologi ini bisa memantau terus memantau selama 24 jam aktivitas Gunung Api Anak Rakatau
03:51yang dipantau dari pos pantauan ini yang jaraknya kurang lebih 48 hingga 50 km
03:58dari Gunung Anak Rakatau yang berada di belakang saya saat ini memang saat ini tidak terlalu terlihat begitu ya
04:03karena tertutup kabut juga hanya terlihat seperti ada garis hitam
04:07ini jaraknya sekitar 48 hingga 50 km
04:10dan juga kemarin berdasarkan pernyataan dari Ketua PVMB Gerita Susilawati
04:17ini memang mengatakan bahwa ada sejumlah alat pemantau atau alat CCTV
04:21dari untuk memantau Gunung Api Anak Rakatau ini yang dinyatakan rusak begitu ya
04:28yang dilaporkan rusak namun hingga saat ini memang masih belum dapat diperbaiki
04:33dikarenakan Gunung Api Anak Rakatau ini masih dalam status level 3 atau level siaga
04:38yang dimana memang tidak diperbolehkan ada aktivitas apapun dalam radius 3 km
04:43sehingga salah satu kendalanya adalah ini tidak bisa diperbaiki untuk saat ini
04:48namun nanti juga informasi terakhir yang kami dapatkan nanti akan ada sejumlah petugas BNPB
04:53yang akan datang untuk melakukan peninjauan di pos pengamatan Gunung Api Anak Rakatau
04:59dan salah satu yang akan menjadi pembahasannya nanti adalah bagaimana memperbaiki sejumlah alat pemantau
05:07yang dilaporkan ini rusak sehingga kami masih menunggu apakah nantinya alat pemantau ini
05:11nanti akan diperbaiki ataupun akan diganti begitu namun memang di sisi lain
05:16rita menegaskan bahwa memang sejumlah alat ini dilaporkan rusak
05:21tapi masih dapat ditunjang melalui dengan alat pemantau dari stasiun lainnya
05:26untuk melakukan pengamatan ke Gunung Api Anak Rakatau begitu Renata
05:30baik informasi terakhir per 6 pagi tadi erupsi Gunung Api Anak Rakatau ini
05:38terakhir pererupsi pada pukul 22.03 berlangsung selama 44 detik
05:43dan hingga kini belum ada laporan mengenai erupsi lagi
05:46tentu kita nantikan juga update-nya bagaimana dengan kerusakan alat di pos pantau
05:51akan ada BNPB yang memantau nanti kita lihat bagaimana
05:53akan bisa diupdate lagi oleh Medina
05:56terima kasih banyak laporan lengkapnya Medina Andas dan Juru Kamera Yogi Sherefi
06:00selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan