Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terasa hingga sejumlah wilayah Jabodetabek. Warga terpaksa berkali-kali membersihkan debu yang menempel di jendela, pintu, lantai, hingga kendaraan.

Di Kemayoran, Jakarta, warga mulai menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Sementara di Rasamala, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, abu vulkanik disebut tidak terlalu tebal. Namun, warga khawatir partikel halus dari abu dapat mengganggu pernapasan.

Dampak erupsi juga dirasakan warga Depok, Jawa Barat. Warga membersihkan rumah dan kendaraan, sementara fasilitas umum seperti lapangan disemprot air untuk meminimalkan debu agar tidak terhirup.

Di Bekasi, Jawa Barat, warga merekam abu vulkanik yang menyelimuti area tempat tinggal mereka. Meski telah dibersihkan, abu kembali muncul meski lebih tipis.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan, arah sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti arah angin. Berdasarkan pemantauan Minggu sore, abu vulkanik mengarah ke bagian barat Selat Sunda.

Pemkab Bogor melalui Dinas Damkar dan Keselamatan bersama Polres Bogor juga menyemprotkan air di sejumlah jalur utama untuk meminimalkan dampak abu vulkanik.

Untuk membahas dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, KompasTV menghadirkan Candra Yoga Aditama, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

#gununganakkrakatau #erupsi #abuvulkanik #jabodetabek #kesehatan #pvmbg

Baca Juga Menhub Imbau Gunakan Kereta hingga Kapal Imbas Erupsi Anak Krakatau di https://www.kompas.tv/nasional/689393/menhub-imbau-gunakan-kereta-hingga-kapal-imbas-erupsi-anak-krakatau

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689395/full-waspada-abu-vulkanik-pakar-jelaskan-gangguan-kesehatan-yang-mengintai-kompas-malam
Transkrip
00:01Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Rakatau di Selat Sunda terasa sebarannya hingga ke Jakarta.
00:07Warga di Kemayoran Jakarta mulai memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
00:13Di kawasan rasa malam menteng dalam Jakarta Selatan,
00:16Abu vulkanik diakui warga tidak terlalu tebal.
00:19Tetapi warga khawatir, partikel halus debu akan mengganggu pernafasan.
00:23Udah salah sapu, tapi tetap debunya masih ada, tidak dilap.
00:30Karena mungkin dampak dari abu vulkanik itu jadi bunyi banyak ya.
00:35Takut pengaruh dari abu vulkanik, takut batuk atau kepenrapasan.
00:39Jadi saya jaga kesehatan aja sih.
00:43Dampak erupsi Gunung Anak Rakatau juga dirasakan warga Depok Jawa Barat.
00:47Warga bersih-bersih rumah dan kendaraan mereka.
00:50Fasilitas umum seperti lapangan di lingkungan rumah juga disemprot air
00:54agar meminimalisasi debu supaya tidak terhirup warga.
00:57Warga di Bekasi, Jawa Barat merekam tebalnya abu vulkanik
01:01yang menyelimuti area tempat tinggal mereka.
01:04Meski sudah dibersihkan, abu vulkanik kembali lagi
01:07meski jauh lebih tipis dari yang sebelumnya.
01:10Tadi perkiraan jam 7 sampai di Babelan dilihat dari aplikasi di HP sih masih ada
01:19abu vulkaniknya masih tersebar sampai sekarang.
01:22Ini lumayan tebal atau gimana?
01:24Tadi sudah sempat dibersihin terus muncul lagi?
01:26Iya, tadi sudah dibersihin terus sekarang muncul lagi tipis-tipis.
01:31Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG menjelaskan
01:35arah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Rakatau dapat berubah mengikuti arah angin.
01:40Berdasarkan pemantauan pada minggu sore,
01:43abu vulkanik mengarah ke bagian barat Selat Sunda.
01:46Untuk di tanggal 6 ini memang demikian.
01:48Arah abu mengarah ke wilayah barat, bagian barat, ke Selat Sunda, dan ke Samudan Indonesia.
01:54Jadi kita mungkin merasakan ya, dan sekali lagi untuk arah abu ini
01:58akan sangat tergantung kepada arah angin.
01:59Jadi bisa berubah-ubah setiap hari.
02:01Kami memonitor di sini ada beberapa stasiun pengamatan
02:04bekerja sama dengan BMKG, dan juga ada stasiun di Australia
02:07yang kita bisa bersama-sama memantau perubahan arah angin untuk abu ini
02:11karena abu ini juga akan mempengaruhi penerbangan.
02:14Di tengah dampak abu vulkanik, hasil erupsi Gunung Anak Rakatau,
02:19BMK Bogor melalui Dinas Damkar dan Keselamatan bersama Polres Bogor
02:24menyemprotkan air di jalur-jalur utama.
02:27Tim Liputan, Kompas TV
02:33Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Rakatau menyebar hingga dirasakan di wilayah Jabodetabek.
02:38Bagaimana dampaknya bagi kesehatan?
02:40Kita akan membahasnya bersama Chandra Yogaditama,
02:43Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dr. Paru Indonesia.
02:46Selamat malam, Prof.
02:48Selamat malam, Madya.
02:49Prof Chandra, apa saja sih gangguan kesehatan yang bisa ditimbulkan
02:53dari abu vulkanik erupsi Gunung Anak Rakatau ini?
02:56Yang pertama tentu kita mesti tahu apa itu abu vulkaniknya,
03:00walaupun tadi terlihatkan di mobil.
03:02Jadi abu vulkanik ini campuran dari debu, mineral, dan juga ada quartz.
03:06Itulah yang orang banyak sampaikan berhubungan dengan silika itu.
03:10Dan kalau ini terbang di udara tentu harus dihisap sehingga masuk selera nafas.
03:14Kalau kita bicara dampaknya ada beberapa dampaknya.
03:16Dampak yang utama tentu saja pada paru dan selera nafas.
03:19Kenapa? Karena itu dihisap langsung.
03:21Nah dampaknya di paru dan selera nafas paling tidak ada tiga.
03:24Yang pertama iritasi.
03:26Iritasi artinya ada keluhan batuk mungkin, atau sakit tenggorok,
03:29atau ada dahak keluar, atau ada ingus gitu.
03:32Itu bukan tidak mungkin ada gangguan perapasan sedikit.
03:35Itu iritasi.
03:36Tapi yang kedua bisa saja terjadi infeksi.
03:39Yang kita kenal sebagai ispa selama ini yang banyak dibicarakan.
03:42Misalnya pada kebakaran hutan gitu ya.
03:44Kemungkinan ispa juga dapat saja terjadi pada keadaan abu vulkanik ini.
03:49Tentu saja kalau ispa, kalau tidak ditanggulangin dengan baik,
03:53bukan tidak mungkin terjadi peradangan yang lebih berat,
03:55terjadi penemuni dan sebagainya, terutama pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
03:58Itu yang kedua.
03:59Yang ketiga soal paru dan perapasan juga adalah pada mereka yang memang sudah ada penyakit paru kronik.
04:05Misalnya ada asma, ada penyakit paru obstetric kronik.
04:09Maka ini abu vulkanik ini bisa mencetuskan timbulnya serangan.
04:13Jadi akhirnya dia jadi sesak, jadi batuk-batuk dan sebagainya karena ada abu vulkanik ini.
04:18Itu dampak pada pernapasan.
04:21Tapi selain itu juga ada dampak lain, ada dampak pada mata dan kulit.
04:26Kenapa? Karena si abu ini kan bisa nempel di kulit, bisa nempel di mata.
04:29Tadi saya dengar sudah dibahas juga sedikit banyak oleh Pak Surono.
04:32Jadi bisa ada dampak di mata, ada dampak di kulit.
04:35Tapi selain itu, kalau abu seperti kita lihat di gambar ini,
04:39motor kan kotor ya.
04:40Tapi kalau dia kena ke makanan, tentu bisa mengkontaminasi makanan atau minuman.
04:44Jadi selain di paru, mata dan kulit juga ada kemungkinan gangguan di seluruh cerna.
04:49Karena kalau makanannya kotor kemudian dikonsumsi, akan timbul gangguan di seluruh cerna.
04:53Jadi itu kira-kira beberapa dampak yang ada.
04:55Walaupun juga selain itu ya, karena partikelnya ini kecil,
04:59bukan tidak mungkin dia masuk ke seluruh nafas yang paling dalam,
05:02yang namanya alveolus.
05:03Kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
05:06Kalau ada gas tertentu, bisa menimbulkan hal-hal lain di luar yang tadi kita sebutkan.
05:10Tapi utamanya memang yang tiga itu.
05:11Oke Prof, lalu apa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko gangguan kesehatan
05:15akibat abu vulkanik, terutama kelompok rentan seperti lansia dan juga balita?
05:21Yang pertama yang kita bisa lakukan tentu saja sedapat mungkin membatasi aktivitas fisik di luar rumah.
05:26Ini memang mudah diucapkan, tapi ya orang mungkin besok mau tidak mau harus kerja dan sebagainya.
05:30Tapi kalau bisa dibatasi aktivitas fisik yang berlebihan di luar rumah, itu akan baik.
05:35Yang kedua, kalau harus keluar rumah memang gunakan masker.
05:38Dan masker itu harusnya menutupi mulut dan hidung.
05:40Orang bolak-balik tanya, masker biasa cukup enggak?
05:43Apa harus N95 atau bagaimana begitu ya?
05:45Tentu saja kalau bisa N95 lebih baik.
05:47Kalau atau tidak, masker biasa tadi dia bisa menutupi mulut dan hidung dengan lebih rapat begitu katakanlah.
05:54Itu kalau soal paru dan penapas.
05:56Tapi ingat juga ada kemungkinan mata dan kulit kan begitu ya.
05:59Sehingga penggunaan kacamata atau baju lengan panjang jangan penek nih.
06:03Besok nih, saya lihat nih yang ngelap-ngelap nih masker dengan penek.
06:06Kalau besok mungkin dengan panjang akan lebih baik sehingga dia lebih terlindungi.
06:10Itu yang kedua, kalau harus keluar rumah.
06:13Dan karena ada asap kemungkinan seperti ini, kalau harus keluar rumah dan masuk lagi dalam rumah,
06:19ada baiknya, bukan ada baiknya.
06:20Dianjurkan untuk mandi, mencuci bajunya dan sebagainya, dicuci dengan baik.
06:24Itu poin ketiga.
06:25Nah poin keempat, untuk mereka yang ada gangguan, seperti yang Dian sampaikan,
06:31memang ada penyakit paru kronik begitu, maka kan biasanya mereka yang ada paru kronik sudah menggunakan obat secara rutin.
06:39Bagus kalau sekarang berkonsultasi pada petugas kesehatan,
06:42ini obat saya selama ini sudah makan obat ini, karena ada abu vulkanik,
06:45apa obatnya barangkali mesti diubah?
06:47Atau kalau tidak diubah, disesuaikan cara pemakaiannya?
06:50Atau bukan tidak mungkin disesuaikan dosisnya?
06:52Saya ambil contoh, karena tadi juga wartawan bertanya, orang asma.
06:56Orang asma itu pakai obat semprot biasanya dua macam,
06:59ada yang namanya reliever, ada yang namanya controller.
07:02Nah, pada keadaan seperti ini yang controller mesti dipakai rutin betul-betul,
07:06kalau ada keluhan dipakai reliever.
07:07Jadi, harus ada perubahan cara begitu.
07:09Itu yang keempat.
07:10Dan yang kelima, untuk masyarakat umum,
07:12tentu saja kalau ada keluhan, segera berobat ke fasilitas kesehatan.
07:16Di luar lima itu yang paling penting, kita tetap beri prioritas tinggi pada kesehatan kita,
07:20karena bagaimanapun juga, makan bergizi, istirahat yang cukup.
07:23Kalau kesehatan kita baik, maka kemungkinan mendapatkan dampak buruk,
07:26karena abu vulkanik ini tentu lebih kecil.
07:29Jadi, jaga kesehatan dengan baik.
07:30Baik. Sejumlah langkah perlu disiapkan untuk mengantisipasi resiko kesehatan
07:34akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Rakatau.
07:37Terima kasih, Prof. Chandra Yoga Ditama,
07:40Ketua Majelis Kehormatan Perimpunan Dokter Pari Indonesia,
07:42sudah berbagi pandangan di Kompas Malam.
07:44Sehat selalu.
07:45Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan