- 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kinerja positif bank-bank besar pada semester I 2026 menjadi sorotan pasar saham Indonesia. BRI mencatat laba bersih Rp31,2 triliun, disusul Bank Mandiri Rp30 triliun, BCA Rp29,5 triliun, BNI Rp10,8 triliun, dan Bank Syariah Indonesia Rp4,16 triliun.
Di tengah pertumbuhan laba tersebut, saham Big Banks juga menjadi incaran investor asing.
BBRI, BBCA, dan BMRI masuk tiga besar saham dengan net buy asing terbesar dalam sepekan, sementara sektor perbankan menjadi salah satu penopang pergerakan IHSG.
Lantas, apakah tren positif saham perbankan akan berlanjut pekan ini?
Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi menilai investor perlu mencermati aksi profit taking, arus dana asing, sentimen global, harga minyak, hingga keputusan suku bunga The Fed.
Menurutnya, strategi buy on breakout dapat dipertimbangkan jika IHSG mampu menembus level 6.700 secara solid.
Simak analisis lengkap peluang saham Big Banks dan prospek IHSG dalam dialog bersama Leonardo Lijuwardi di Kompas Bisnis.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/689448/full-asing-borong-saham-big-banks-ihsg-berpeluang-tembus-6-700-ini-analisisnya-kompas-pagi
Di tengah pertumbuhan laba tersebut, saham Big Banks juga menjadi incaran investor asing.
BBRI, BBCA, dan BMRI masuk tiga besar saham dengan net buy asing terbesar dalam sepekan, sementara sektor perbankan menjadi salah satu penopang pergerakan IHSG.
Lantas, apakah tren positif saham perbankan akan berlanjut pekan ini?
Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi menilai investor perlu mencermati aksi profit taking, arus dana asing, sentimen global, harga minyak, hingga keputusan suku bunga The Fed.
Menurutnya, strategi buy on breakout dapat dipertimbangkan jika IHSG mampu menembus level 6.700 secara solid.
Simak analisis lengkap peluang saham Big Banks dan prospek IHSG dalam dialog bersama Leonardo Lijuwardi di Kompas Bisnis.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/689448/full-asing-borong-saham-big-banks-ihsg-berpeluang-tembus-6-700-ini-analisisnya-kompas-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:09Intro
00:11Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, sodara yang diangkat di Kompas Bisnis pagi hari ini adalah yang berikut ini adalah
00:17Adu Kinerja Saham Bank Besar pada semester 1-2026, siapa juaranya?
00:23Ya karena sejumlah bank besar di Indonesia, sodara telah merilis laporan keuangan pada semester 1 tahun 2026.
00:30Dengan membukukan kinerja positif, mulai dari pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan berbasis komisi, hingga perbaikan kualitas aset
00:39Jadi sejumlah faktor yang menopang kinerja perbankan pada 6 bulan pertama tahun 2026.
00:44Lalu bank mana saja? Kira-kira yang mencetak laba paling besar? Kita lihat data.
00:51Ya juaranya adalah kalau kita lihat disini ada Bank Rakyat Indonesia alias BBRI
00:58Yang mencetak laba sebesar 31,2 triliun rupiah
01:03Laba ini tumbuh 17,5% secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 26,5 triliun rupiah
01:13Data ini merupakan data laba bersih 5 bank besar semester 1-2026 per triliun rupiah
01:20Tadi di posisi pertama ada Bank Rakyat Indonesia yang membukukan laba 31,2 triliun rupiah
01:50Bank Sentral Asia alias BCA dengan kode emiten BBCA
01:53Ini juga membukukan ataupun mencetak laba bersih sebesar 29,5 triliun rupiah pada semester 1 tahun 2026
02:02Tumbuh 1,72% jika dibandingkan semester tahun lalu dengan laba 29 triliun rupiah
02:10Dan yang selanjutnya yang keempat ada Bank Negara Indonesia atau BNI
02:14Yang juga tumbuh ataupun mencetakkan laba sebesar 10,8 triliun rupiah pada semester 1 tahun ini
02:22Laba ini saudara tumbuh sebesar 6,33% secara tahunan dari 10,1 triliun rupiah pada periode yang sama tahun
02:31lalu
02:31Dan terakhir ada BSI ataupun Bank Syariah Indonesia dengan kode emiten BRIS
02:37Ini juga mencetakkan laba sebesar 4,16 triliun rupiah
02:42Tumbuh 11,08% dibandingkan semester pertama tahun lalu
02:47Dengan tumbuhnya laba bersih ke 5 bank besar ini
02:51Saudara apakah berpengaruh terhadap kinerja sahamnya di Bursa Efek Indonesia
02:54Kita lihat data selanjutnya
02:58Nah ini dia saudara ada kinerja saham 5 bank besar selama sepekan terakhir
03:03Tampaknya demikian karena selama sepekan kemarin kinerja ke 5 saham bank besar ini melaju positif
03:10Kita lihat saudara ini yang pertama ada lagi-lagi Bank Rakyat Indonesia dengan kode emiten BRIS
03:15Yang tumbuh besar ataupun naik tinggi sebesar 6,27% selama sepekan terakhir
03:22Ini berkontribusi terhadap IHSG sebesar 29,19 poin
03:27Ada bank mandiri dengan kode emiten BMRI yang naik selama sepekan terakhir ini 4%
03:32Dan berkontribusi sebesar 13,88 poin terhadap kinerja IHSG
03:38Bank Sentral Asia atau BBCA juga naik selama sepekan di 3,47%
03:44Ini kontribusinya juga cukup tinggi 19,85 poin terhadap IHSG
03:50Ada BBNI yang naik 4,23%
03:53Dan selanjutnya ada BRIS ataupun Bank Syariah Indonesia yang naik 0,28%
03:59Saudara meski naik pada sepekan terakhir
04:01Namun pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu
04:04Masing-masing saham big banks ditutup turun tipis
04:07Lalu apakah sejumlah bank besar ini masuk deretan emiten yang diborong asing selama sepekan lalu
04:14Kita lihat ke data berikutnya
04:15Ini dia saudara ada transaksi asing dalam sepekan
04:21Ini diborong di bank yang saya bacakan sebelumnya
04:25Kecuali BRIS alias Bank Syariah Indonesia
04:28Bahkan saudara kalau kita lihat disini yang berwarna hijau
04:31Ini big banks jadi paling banyak dibeli asing dalam sepekan terakhir
04:35Data dari Bursa Efek Indonesia 5 saham dengan net bayi terbesar
04:39Pekan ini disumbang oleh BRI, BCA, Mandiri, ada DSSA dan ada juga BBNI
04:46Kita lihat bahwa Bank Rakyat Indonesia ataupun BRI ini dibeli oleh asing selama sepekan terakhir
04:53Sebesar 1,43 triliun rupiah ataupun paling tinggi
04:56Yang kedua ada Bank Sentral Asia yang diborong asing selama sepekan di 824,8 miliar rupiah
05:03Sementara Bank Mandiri dibeli asing selama sepekan di 713,4 miliar rupiah
05:09Sementara DSSA ataupun ini emiten yang bergerak di bidang tambang latubara
05:14Ini dibeli asing sebesar 531,3 miliar rupiah
05:21Dan terakhir ataupun di posisi 5 yang diborong asing ada di BNI
05:25Dengan nominal 252,1 miliar rupiah
05:31Dengan besarnya net bayi saham oleh pemodal asing tentu ini otomatis menambah total net bayi selama sepekan ini
05:38Sebaliknya kita lihat juga bagaimana emiten mana saja yang dijual asing
05:42Terbanyak pada pekan lalu ini yang berwarna merah
05:45Saudara ini merupakan 5 saham dengan net sell ataupun yang dijual terbesar oleh asing
05:50Yang pertama ada CPIN ini dijual oleh asing
05:56Ataupun net sell sebesar 516,7 miliar rupiah
06:00Pada sepekan terakhir ada GOTO ataupun Gojek Tokopedia
06:03Yang juga dijual di 450 miliar rupiah
06:07Sementara ada juga emiten emas dijual oleh asing
06:12Sebesar 236,4 miliar rupiah
06:15Dan ada Indosat dengan kode emiten ISAT di 206 miliar rupiah
06:21Dan ada juga Astra Indonesia dengan kode ASII
06:25Yaitu juga dijual asing sebesar 196,4 miliar rupiah
06:31Namun demikian saudara selama sepekan dibanding jual asing lebih banyak beli
06:36Sehingga total net bayi selama sepekan kemarin adalah 2,31 triliun rupiah
06:41Apakah akumulasi investor asing pada saham perbankan turut mendorong kinerja IHSG pada pekan lalu
06:47Kita lihat data berikutnya saudara
06:49Ya sayangnya kinerja IHSG harus ditutup tipis pada perdagangan Jumat pekan lalu
06:54Saudara kita lihat disini ada di level 6.636
06:58Namun ini masih melanjutkan tren di 6.600an
07:02Karena memang pada sebelumnya di hari Kamis ini IHSG berada di 6.667
07:09Apabila kita tarik lebih jauh selama sepekan saudara
07:11Pada hari Senin pada perdagangan Senin ini IHSG berada di level
07:16Ataupun ditutup di level 6.525
07:18Keesokan harinya naik di 6.599
07:22Turun tipis keesokan harinya di 2 September di 6.595
07:27Naik ke level 6.600an di hari Kamis 3 September di 6.667
07:33Dan turun tipis di perutupan perdagangan pekan lalu di hari Jumat di 6.636
07:38Meski demikian saudara tidak dapat dipungkiri
07:40Saham perbankan jadi tulang punggung IHSG selama sepekan terakhir
07:46Hingga naik ke level 6.600an
07:49Lalu saudara apakah emiten Big Banks akan kembali melanjutkan tren positif
07:53Seiring pertumbuhan laba pada semester 1-2026
07:56Atau justru investor harus waspada dengan potensi profit taking
08:01Usai jeda Kompas Bisnis akan kembali untuk Anda dengan pembahasan lengkapnya
08:04Jadi tetaplah bersama kami
08:20Terima kasih Anda masih bersama kami di Kompas Bisnis
08:23Saudara seiring pertumbuhan laba pada semester 1-2026
08:26Apakah saham Big Banks akan kembali melanjutkan tren positif pekan ini
08:30Apakah saatnya masuk ke saham perbankan atau tunggu dulu
08:34Kita bahas bersama Leonardo Liwardi
08:37Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia
08:39Mas Leo selamat pagi
08:41Ya selamat pagi Mas
08:42Baik terima kasih telah bergabung bersama kami di Kompas Bisnis
08:46Mas Leo ini sejumlah bank besar telah tercatat membukukan pertumbuhan laba yang cukup signifikan
08:52Bahkan ada yang 17% seperti BBRI
08:55Dalam laporan keuangan semester 1-2026
08:58Seberapa besar ini jadi faktor pendorong kinerja saham Big Banks
09:02Kalau kita lihat memang sebenarnya second quarter itu cenderung sebenarnya sedikit lebih selesu
09:09Namun itu sudah terprice in dalam kinerja Q2
09:13Karena kalau kita lihat memang sebenarnya kalau kita lihat banyak perbankan itu sebenarnya secara
09:18Kalau kita bicara lebih dalam lagi secara imbal hasil dari kredit atau loan yield itu mengalami kontraksi
09:26Seperti itu namun sebenarnya kalau kita lihat dengan adanya repricing dan kenaikan suku bunga ini yang kemarin diumumkan oleh Bank
09:33Indonesia
09:34Seperti itu saya lihat memang potensi kedepannya itu akan ada pemulihan untuk dari imbal hasil kredit yang lebih baik
09:43Sebenarnya seperti itu dan kalau kita lihat memang Q2 ini juga cukup ter-offset
09:47Sebenarnya karena memang secara cost of fund yang memang relatif cukup murah seperti itu
09:53Namun kedepannya juga kalau kita lihat kedepannya memang lebih baik
09:57Karena kalau untuk semester pendakan mendatang ekspektasi untuk dari imbal hasil kredit, loan yield dari perbankan itu juga akan mengalami
10:05pemulihan
10:06Namun yang kita lihat menarik itu BRI juga mulai mungkin kita lihat secara datanya
10:13Dan kalau kita lihat ke depannya itu ada peluang untuk kembali untuk menumbuhkan segmen mikronya
10:19Ini mungkin akan lebih ekspansif mungkin untuk di semester mendatang begitu saya lihat
10:24Ada beberapa sentimen positif termasuk tadi salah satunya pengumuman laporan keuangan, kinerja perbankan
10:30Termasuk juga ada laporan terkait dengan dividen seperti yang dilakukan oleh Bank Mandiria
10:34Seberapa jauh ini juga menjadi motor penggerak bagi imitan untuk melaju positif pekan ini?
10:42Oke kalau saya bilang memang dividen mungkin secara saat ini
10:45Kalau kita bicara soal dividen perbankan itu cukup menarik ya
10:50Apalagi untuk harga di valuasi sekarang
10:53Bahkan kita asumsikan sebenarnya jika perbankannya itu pertumbuhan laba bersih yang relatif flat saja
10:59Mungkin kedepan kalau kita bicara soal dari imbal hasil dividen itu sudah mulai atraktif seperti itu
11:05Namun kalau untuk nampaknya kalau untuk dividen interim mungkin itu hanya menjadi katalis muat harga sesaat saja
11:12Saya seperti itu
11:14Oke sedikit banyak tetap berpengaruh ya terhadap kinerja sahabat perbankan
11:18Tapi kalau kita pantau juga ini Mas Leo selama sepekan terakhir ini big banks jadi penggerak IHSG
11:24Namun kalau kita pantau juga pada penutupan perdagangan hari Jumat
11:28Justru semua emiten big banks ini kompak turun apa pemicunya?
11:32Oke mungkin biasa kalau saya bilang memang aksi profit taking ya
11:37Karena kalau kita memang lihat ya dari hari Senin sampai Kamis Minggu kemarin itu sudah lama
11:42Kita sudah tidak melihat inflow ke saham perbankan yang begitu cukup kuat
11:47Sebenarnya kalau kita tarik secara mingguan mungkin saya rasa Jumat itu saja untuk hari aksi profit taking
11:52Yang dilakukan oleh para investor seperti itu
11:56Karena kalau kita lihat selama ini ya ketika big banksnya relatif sideways
11:59Itu kan kalau kita lihat karena ASG komunitas yang sedang lagi bagus-bagusnya
12:04Harga acuan komunitas ya kalau kita lihat IHSG juga flow-nya itu lari-lari sebagian ke saham-saham berbasis komunitas
12:13seperti itu
12:14Oke analisis Anda kalau kita melihat banyak sentimen dan juga katalis positif dari big banks ini
12:21Apakah pekan ini big banks akan melanjutkan trend positif atau justru sebaliknya?
12:27Oke saya memang kalau kita bicara soal IHSG memang seperti yang kita ketahui bersama
12:32Bahwa terbesar di sektor di IHSG yang mengkonstruksikan IHSG itu kan sektor perbankan yang mungkin 20%an
12:40Seperti itu ya itu for big banksnya aja seperti itu kira-kira 20%an
12:44Nah kalau misalnya big banks ini akan mengalami penguatan harga selanjutnya
12:50Akan bisa menembus asisten-resisten ini yang ada di depan ya perbankan itu
12:56IHSG akan kembali menguat seraya kalau IHSG bisa menjaga
13:00Saya rasa masih cukup uptrendnya intake ya selama masih kuat di MA1020
13:06Ataupun mungkin kita bisa lihat selama IHSG kuat di 6450
13:11Saya rasa ini masih berpeluang untuk konsolidasi lebih lanjut sebelum mengalami penguatan
13:17Seperti itu
13:18Oke kalau kita juga melihat bagaimana langkah dari investor asing di bursa saham Indonesia
13:23Selama sepekan terakhir Mas Leo
13:26Ini BBRI, BBCA, BMRI jadi top 3 saham dengan net buy asing terbesar gitu
13:34Seperti ya data yang saya bacakan tadi sebelumnya
13:36Menurut Anda mengapa demikian?
13:38Apa yang bisa dibaca dari langkah investor asing kali ini?
13:41Oke mungkin yang poin pertama kita menarik
13:44Kita bisa lihat kenapa BRI itu begitu signifikan
13:47Kalau kita compare dengan mandiri atau BCA seperti itu ya
13:51Mungkin saya lihat BRI itu kalau kita lihat secara tekanan jual foreign itu paling cukup besar
13:56Karena memang kita tahu ya dalam 2 hingga 3 tahun terakhir ini
14:00Segmen mikro itu secara kualitas kredit
14:04Ya kualitas aset memang mengalami penurunan seiring dengan laju perlemahan yang ada di segmen mikro
14:10Seperti itu
14:11Namun kalau kita lihat sebenarnya karena valuasinya cukup terlampang murah itu
14:15Mungkin dan kalau kita lihat yang saya tadi sudah utarakan sebelumnya
14:19Mungkin second quarter, second half berarti
14:21Semester mendatang itu akan kemungkinan
14:24Mungkin ada peluang untuk mencoba lagi mengedot segmen mikro
14:28Karena kalau kita lihat data 2 tahun terakhir mungkin ya
14:31Itu segmen mikro itu tidak ditumbuhkan oleh BRI
14:34BRI itu mereka shifting ke corporate ya
14:37Seperti kalau kita tahu bersama ya
14:40Baik itu mandiri, BCA, BNI kan fokus portfolio kredit
14:44Mereka itu lari ke segmen korporasi atau komersial seperti itu
14:48Ya memang kalau secara NIM, kalau kita lihat memang tidak terlalu appetite ya
14:53Namun secara kualitas aset memang dan secara itu masih bisa terjaga
14:59Beda dengan BRI, kalau BRI kan nature-nya segmen mikro
15:02Karena kreditnya memang jaminannya biasanya cukup berisiko
15:06Dan memang mereka dihargai dengan NIM yang biasanya lebih atraktif dan lebih besar
15:11Seperti itu
15:12Namun kalau kita lihat memang signal ini sebenarnya signal positif
15:15Mungkin karena valuasi yang terlampang murah
15:17Mungkin ada ekspektasi dari investor asing untuk kinerja BRI yang lebih baik di semester 2
15:24Seperti itu
15:25Oke, kalau secara umum Mas Leo bagaimana dengan proyeksi pergerakan IHSG pada pekan ini
15:30Kita ketahui bahwa pada pekan lalu begitu pada penutupan perdagangan di hari Jumat
15:35Turun tipis dan juga jadi pemberatnya adalah juga perbankan begitu
15:39Ini seberapa besar potensinya bisa menyentuh level 6.700an pada pekan ini kira-kira?
15:47Oke, saya rasa karena memang saat ini kalau kita lihat chart IHSG itu resisten yang ada di depan mata memang
15:536.700an
15:54Namun kalau kita bicara memang karena saat ini selama-selama
15:59Memang kalau saya lihat memang kartalis globalnya tidak terlalu signifikan ya
16:03Kalau memang saya harga oil seperti itu tidak terlalu melonjak lagi
16:07Cukup sudah mulai cukup terjaga
16:09Saya rasa IHSG masih berpeluang untuk bisa melewati 6.700an untuk posisi saat ini seperti itu
16:15Kita pantau juga bersama Mas Leo di pembukaan perdagangan pada hari ini pada pukul 9
16:22Tepatnya ini saat ini pukul 9 lewat 08
16:24Tepatnya sideways begitu IHSG ini turun di minus 0,03%
16:29Kalau Anda melihat sentimen apa saja yang perlu diwaspadai pada pekan ini
16:35Apakah termasuk tadi Anda sebutkan ada profit taking?
16:38Oke kalau saya bilang yang kita perlu lebih waspada untuk di pekan ini itu mungkin saya masih
16:44Kalau saya pribadi itu apakah kalau dari global itu apakah nanti akan ada konflik yang lebih memanas
16:52Seperti itu US dengan Iran dan itu bisa berimplikasi pada harga oil
16:56Karena kalau kenaikan harga oil yang signifikan mungkin secara short term pelaku pasaran cukup panik
17:01Mungkin terkait dengan inflasi seperti itu dan kemudian operational cost untuk banyak berbagai emiten yang akan meningkat
17:07Karena oil is the mother of commodities seperti itu kalau saya lihat
17:10Dan memang itu yang saat ini mungkin ditunggu pelaku pasar ya seperti itu
17:15Apakah mungkin ada sentimen yang cukup bisa merendahkan IHSG seperti itu
17:21Bagaimana dengan langkah ataupun keputusan dari The Fed?
17:25Seberapa berpengaruh juga terhadap kinerja IHSG atau menjadi sentimen global bagi IHSG?
17:32Oke kalau kita lihat sebenarnya kalau kita bicara soal suku bunga untuk The Fed itu sendiri
17:36Nah The Fed itu memang saat ini yang menjadi concern adalah terkait dengan
17:41Karena kita tahu di global khususnya bursa Amerika Serikat
17:44Kita sedang mengalami demam artificial intelligence atau IHI seperti itu
17:49Dan kalau kita lihat ya memang sektor tech itu sangat sensitif sekali dengan suku bunga
17:54Apabila kalau memang seandainya kenaikan suku bunga
17:56Ini yang takut dikhawatirkan itu adalah terkait dengan penurunan valuasi saham-saham teknologi
18:01Kalau kita lihat ke Indonesia sendiri memang seperti yang saya tadi sudah utarakan
18:06Karena Bank Indonesia sebenarnya juga sudah melakukan langkah preventif ya
18:10Kalau kita lihat yang kemarin itu kenaikan surprise
18:13Kenaikan suku bunga 75 BIP itu juga sebenarnya sudah mulai juga sudah dilakukan Bank Indonesia
18:19Mungkin ke depan kita akan ekspektasikan lagi apakah mungkin nanti hope is more longer seperti itu ya
18:28Nah itu mungkin kita akan tunggu lebih lanjut terkait dengan bank the Fed
18:31Kalau jika implikasinya demikian memang suku bunga-suku bunga terkait dengan kredit
18:36Itu akan mulai mengalami kenaikan kembali
18:40Dan itu juga sering dengan kenaikan cost of fund
18:42Itu balik lagi kita lihat bagaimana setiap strategi, setiap emiten
18:46Untuk dalam mengatur kenaikan harga cost of fundnya
18:50Seperti itu loan hasilannya loan yield yang lebih baik
18:54Untuk kalau kita lihat apakah nanti nim ke depannya juga akan lebih baik seperti itu
18:59Oke, secara domestik apa saja yang perlu diperhatikan Mas Leo?
19:04Oke, kalau saya bilang secara domestik saya masih cukup, masih belum ada katalis ya
19:09Kalau kita tunggu dari Indonesia itu sendiri
19:12Karena kalau saya lihat memang karena kita negara kita basisnya komoditas ya
19:16Kita mungkin lebih, saya lebih suka untuk pakai sentimen dari harga komoditasnya itu sendiri
19:23Oke, kita balik lagi ke tadi ada transaksi asing ya dalam sepekan
19:29Ini saya tadi membacakan ada beberapa saham dengan netbay terbesar
19:33Di lima terbesar itu perbankan begitu
19:37Maksudnya di tiga terbesar perbankan
19:39Namun di antara perbankan ini ada satu emiten di komoditas yaitu batubara DSSA
19:46Menurut Anda dari sekian banyaknya emiten perbankan
19:50Menyelip satu begitu DSSA
19:53Ada apa dengan emiten yang satu ini Anda melihatnya ataupun analisis Anda?
19:57Ini sangat menarik ya kebetulan karena saya juga
20:00Kalau kita lihat DSSA, DSSA itu sendiri memang kita tahu ya
20:04Pasca dibuang MSCI seperti itu memang saat ini sudah mulai ada akumulasi lagi dari foren
20:10Seperti itu secara likuiditas sudah lebih terbentuk ya
20:13Pasca outnya DSSA dari MSCI
20:16Hari ini memang ada beberapa faktor
20:18Pasti yang pertama kalau kita ketahui
20:20DSSA itu sebenarnya kalau kita bicara lebih tepat
20:24Itu holding infrastruktur
20:25Seperti itu infrastruktur gabungan antara energi dengan telekomunikasi
20:29Kalau kita lihat juga DSSA itu tidak hanya batubara gem saja
20:33Tapi saat ini DSSA itu punya banyak katalis yang cukup menarik ya
20:37Yang mulai unlock value-nya terbuka
20:39Pertama mungkin ada solar panel project ya seperti itu
20:44Kemudian ada geotermal project seperti DSSA
20:47Dan sebenarnya kalau kita bicara memang dalam 2 hingga 3 minggu terakhir ini ya
20:52Dari akhir Juli kita sudah notice ya
20:54Market dalam kebulan terakhir ini itu bergerak karena
20:57Tanda kutip itu exposure terhadap sentimen data center
21:01DSSA itu juga via salah satu subsidiariesnya itu punya data center
21:06Kalau nggak salah itu kapasitasnya itu masih 18 megawatt
21:09Nah mereka juga punya data center seperti itu
21:12Selain data center juga masih ada telekomunikasi ya
21:17Seperti itu di DSSA
21:19Jadi saya rasa ini holding infrastruktur yang
21:22Kalau kita bicara soal data center di Indonesia apa yang paling liquid
21:24Sekarang mungkin DSSA mungkin
21:27Kenapa asing membeli DSSA itu
21:29Mungkin exposure data center di Indonesia paling liquid
21:32Seperti itu
21:33Oke terakhir Mas Leo rekomendasi Anda
21:36Dengan banyaknya laporan positif big banks
21:38Yang lebih banyak tumbuh signifikan
21:40Apakah ini sudah saatnya masuk saham perbankan
21:43Atau masih wait and see dulu
21:46Oke kalau memang trader yang
21:49Strateginya
21:50Buy on breakout
21:51Saya rasa mungkin jika seandainya akumulasi dari foreign
21:55Ini berlanjut terus ya seperti itu
21:58Mungkin kita bisa lakukan buy on breakout strategi
22:03Ketika IHSG nya lewat 6700 seperti itu
22:07Namun jika seandainya masih belum cukup solid
22:12Ya untuk breakout nya seperti itu lebih baik
22:15Tunggu dulu koreksi di support-support berdekatnya
22:19Seperti itu karena kalau kita lihat memang saat ini
22:21Yang jadi move first IHSG memang kita tahu
22:23Karena bobot sebagian yang bisa perbankan
22:25Memang lebih baik strateginya buy on breakout
22:28Karena kalau kita juga lihat sebenarnya masih banyak
22:30Pendorong lain dari IHSG ya
22:32Mungkin seperti aman mineral
22:33DSS tadi yang sudah disebutkan
22:35Ataupun mungkin barito group
22:37Kalau saya lihat seperti itu
22:38Mas ya
22:39Oke berarti strategi yang tepat
22:41Ini harus dilakukan oleh para investor
22:44Begitu dan lagi-lagi berarti
22:45Do your own research
22:46Begitu bagi retail agar tidak salah langkah
22:49Begitu ya
22:50Baik terima kasih Leonardo Liwardi
22:52Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia
22:54Atas penjelasannya bersama kami
22:55Di Kompas Bisnis
22:57Sehat selalu
22:57Terima kasih telah menonton!
22:57Terima kasih telah menonton!
22:58Terima kasih.
Komentar