00:02Saudara, aktivitas Gunung Anak Rakatau kembali meningkat.
00:05Minggu dini hari, dua kali erupsi terjadi di tengah perairan Selat Sunda.
00:10Material vulkanik bahkan menghujani perairan di sekitar gunung,
00:13membuat sejumlah nelayan harus berlindung dan menjauhi kawasan erupsi.
00:34Minggu dini hari, di tengah perairan Selat Sunda, Gunung Anak Rakatau kembali bergolak.
00:41Erupsi terjadi dua kali.
00:44Pertama pada pukul 3.53 waktu Indonesia Barat,
00:48dan kembali terjadi sekitar pukul 7.10 waktu Indonesia Barat.
00:52Aktivitas vulkanik yang sejak Jumat malam meningkat,
00:56kini menyita perhatian warga di sejumlah wilayah.
01:00Terancam kabut hitam, kembali kemana-mana.
01:04Inilah detik-detik menegangkan yang direkam sejumlah nelayan di perairan sekitar Anak Rakatau.
01:10Material vulkanik terlihat berjatuhan ke laut.
01:14Suasana berubah mencekam.
01:17Para nelayan berusaha melindungi diri sembari menjauhi gunung yang masih aktif erupsi.
01:24Sebagian nelayan bahkan harus berlindung di bawah tenda perahu.
01:27Mereka memilih menjauh dari pusat erupsi demi menghindari lontaran material vulkanik.
01:35Bagian lokasi Krakatau.
01:37Sudah berapa hari Bapak melaut Pak?
01:395 hari pulang.
01:40Nah berarti pada saat gunung Anak Rakatau erupsi Bapak juga di lokasi situ?
01:44Iya.
01:45Mencari ikan di situ?
01:46Di lokasi piling-piling disana saja.
01:49Kapal juga banyak ininya, banyak pasir debunya, muka-muka juga orang pada pagi-pagi teman semua.
02:02Bukan hanya perairan di sekitar gunung yang terdampak.
02:05Abu vulkanik anak Krakatau terbawa angin dan mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Lampung.
02:12Seperti di Tanggamus, hujan abu terjadi di kecamatan Pematang Sawa, Kelumbayan, dan Cukuh Balak.
02:19Sementara di pesisir barat, material abu vulkanik juga terdeteksi menyebar ke sejumlah wilayah.
02:27Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker dan pelindung mata,
02:32serta tidak mengabaikan informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung anak Krakatau.
02:39Terkait hujan abu vulkanik di wilayah Kabupaten Namus, yaitu terjadi di Kematang Sawa, Kelumbayan, dan Cukuh Balak,
02:47yaitu di Pulau Taguan.
02:49Dihimbau kepada masyarakat, tetap puas pada aktivitas kita di luar ruangan,
02:56terutama bagian anak-anak, dan dapat menggunakan masker apabila berhenti pas di luar ruangan.
03:04Nah, terkait itu dimohon kepada masyarakat, tetap puas pada, jaga kesehatan,
03:09untuk melindungi diri kita masing-masing.
03:13Erupsi anak Krakatau juga memicu kekhawatiran warga di sejumlah wilayah Lampung.
03:18Minggu dini hari, sebagian warga mulai bersiap menuju jalur evakuasi.
03:23Aktivitas erupsi yang terus terjadi sejak Jumat,
03:26membuat sebagian warga memilih menjauh dari kawasan pesisir.
03:31Mereka memilih berada di tempat yang dinilai lebih aman.
03:35Saat ini, Gunung Anak Krakatau berstatus siaga atau level 3.
03:40Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung dalam radius 3 km dari kawah aktif.
03:48Lontaran material vulkanik, lava, dan abu masih menjadi potensi bahaya yang harus diwaspadai.
03:57Tim Liputan, Kompas TV
04:07Saudara erupsi Gunung Anak Krakatau kini tak hanya menjadi perhatian di sekitar Selat Sunda.
04:12Abu vulkanik yang terbawa angin telah menyelimuti sejumlah permukiman warga hingga ke Jakarta dan Jawa Barat.
04:18Seberapa besar potensi erupsi berikutnya?
04:22Dan apakah pola aktivitas Anak Krakatau saat ini menunjukkan adanya peningkatan bahaya?
04:27Kita akan membahasnya bersama Erma Yuli Hastin, peneliti klimatologi pusat riset dan teknologi atmosfer BRIN.
04:35Bu Erma, selamat sore.
04:37Kalau dari kacamata Anda, penelitian Anda, seberapa jauh sebenarnya abu vulkanik Anak Gunung Krakatau ini dapat menyebar?
04:46Dan faktor atmosfer apa yang paling menentukan arah pergerakannya, Bu Erma?
04:53Yang pertama kita harus ketahui bahwa latusan ini itu menimbulkan kolom.
04:59Kolom yang sangat tinggi di atmosfer itu dan area itu adalah area yang utama yang bisa abunya ini atau material
05:10panas yang terbawa itu bisa menyebar ke segala arah karena proses penurunan atau gravitasi bumi yang membuat material itu pasti
05:21akan jatuh kembali.
05:22Nah kolom yang utama itu, yang berada di sekitar di atas gunung, itu secara simulasi itu 13 sampai 17 km
05:32ketinggiannya.
05:33Artinya sangat tinggi, bahkan melampaui atmosfer bagian atas artinya sudah masuk ke tropopaus gitu ya, lapisan di atasnya troposfer atau
05:45yang terendah di wilayah, di lapisan atmosfer ini.
05:48Sehingga ini membuat kolom yang tadi tinggi itu, itu bisa menjatuhkan abunya ke segala arah begitu ya.
05:58Jadi itu dulu yang harus kita pahami.
06:00Jadi ada letusan dan menciptakan kolom yang tinggi di atmosfer dan ketika dia menyebar atau terdistribusi di atas,
06:10maka tergantung ketinggian di atas itu yang bisa membawa material itu sejauh apa, itu dipengaruhi oleh arah angin gitu ya.
06:22Nah artinya ada daerah itu dulu yang mesti kita ketahui.
06:26Kemudian ada daerah yang kedua.
06:27Daerah yang kedua adalah daerah di permukaan atau sampai ketinggian sekitar 1-2 km gitu.
06:36Nah daerah ini itu adalah daerah yang langsung bisa menghantarkan sebagian dari kolom yang tinggi itu menuju ke wilayah yang
06:48sangat jauh.
06:49Yaitu distribusi dan menuju ke Laut Samudera India ya.
06:52Jadi ada dua bagian yang harus kita ketahui sehingga dua bagian ini menciptakan ya hujan abu.
07:01Nah pertanyaannya sampai sejauh apa hujan abu ini itu ditentukan oleh arah angin tadi saya katakan.
07:09Bu Erma, lalu ketika kita tahu ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi penyebarannya termasuk arah angin tadi.
07:15Tapi seberapa lama sebenarnya abu vulkanik ini bisa diperkirakan bertahan di udara dan di permukaan permukiman.
07:24Dan faktor-faktor apa saja yang bisa mempengaruhi bertahannya abu vulkanik ini di sekitaran udara?
07:31Ya yang pertama bahwa jarak atau kita bisa katakan siklus hidup lah ya abu ini berada di atmosfer itu secara
07:42umum ya secara general itu sekitar satu minggu ya.
07:47Sekitar satu minggu.
07:48Jadi lima hari lah ya.
07:49Lima hari ketika dia terbawa oleh angin dan kemudian membawa lokasi-lokasi yang jauh.
07:55Maka sebenarnya lokasinya memang yang sudah seperti dipetakan ya resikonya oleh BMKG itu ada di wilayah Jawa bagian barat khususnya.
08:05Mengapa? Karena sebenarnya arah angin itu berbeda-beda mbak tiap level di atmosfer.
08:09Jadi kalau angin di bawah ya ini secara angin utama itu kan dari timur menuju ke barat.
08:15Seharusnya kan nggak ada dong material di darat gitu ya karena gunungnya ada di laut tapi dan anginnya itu angin
08:24dari timur.
08:24Harusnya kan ke laut semua.
08:25Kenapa kok bisa ada di darat tadi ya?
08:28Karena level arah angin itu berbeda.
08:30Di level yang atmosfer menengah itu arahnya sebaliknya menuju ke arah timur.
08:36Nah sehingga ada kemungkinan gitu ya angin ini membawa material ini tidak hanya ke Jawa Barat.
08:44Bisa ke Jawa Tengah sampai juga ke Jawa Timur.
08:48Nah berapa lama tadi saya katakan sekitar seminggu seharusnya gitu ya.
08:53Namun gitu ya itu kalau tidak ada letusan-letusan kecil-kecil.
08:58Susulan artinya 5 hari ataupun seminggu itu sejak abu vulkanik terbawa angin.
09:06Tidak termasuk ada letusan ataupun erupsi lanjutan.
09:11Mungkin oke lah kita sudah apa yang terjadi saat ini.
09:15Bagaimana setidaknya masyarakat bisa membantu membersihkan abu di udara ini?
09:20Hal-hal apa saja yang setidaknya bisa dilakukan warga untuk mengurangi potensi-potensi kerugian dan juga bahaya dari kesehatan?
09:28Ya yang pasti bahwa kondisi saat ini kan kelembaban rendah.
09:34Kalau kita berpikir atau berharap bahwa nanti juga tercuci oleh air hujan gitu ya peluangnya kan kecil nih.
09:40Tetapi tadi saya katakan bahwa ada potensi dari Samudera Hindia itu yang memberikan kelembaban ya tertentu sehingga abu tersebut bisa
09:53match atau bergabung ya
09:55atau kombinasinya antara kelembaban atau uap air yang ada di Samudera Hindia dengan aerosol.
10:01Ini kan penuh dengan aerosol nih udara kita nih sekarang kotor gitu ya.
10:04Itu bisa menciptakan inti kondensasi awan.
10:07Itu yang kita harapkan.
10:08Jadi selama satu minggu ini ya kalau secara umum reaksi yang umum itu seharusnya nanti akan ada pendinginan justru.
10:15Jadi temperatur itu akan ngedrop.
10:17Temperatur di atmosfer gitu ya.
10:19Dan aerosol ini akan men-trigger atau memicu pembentukan awan yang bisa menghasilkan hujan.
10:27Kalau kelembabannya memadai.
10:29Makanya tadi kita berharap kelembaban itu harus ada.
10:32Nah kalau kita menginginkan adanya pembersihan gitu ya.
10:36Pemerintah bisa melakukan peningkatan ya water bombing lah katakanlah.
10:42Tapi water moist ya.
10:44Sekarang kan bisa disemprot ya.
10:46Uap air disemprotkan dari mobil-mobil gitu ya.
10:49Nah itu bisa dilakukan juga seperti itu.
10:52Yang sudah dilakukan oleh DTD Jakarta kalau nggak salah.
10:54Lakukan itu.
10:55Untuk peningkatkan apa?
10:57Kelembaban tadi supaya sudah terjadi apa pengikatan gitu ya.
11:02Antara tadi aerosol itu diikat oleh uap air yang mencukupi dan men-trigger atau memicu pembentukan hujan.
11:11Bu Erma tapi gini kalau memang abu vulkanik sudah cukup tebal menyelimuti permukiman warga dan juga mengganggu aktivitas warga saat
11:22ini.
11:22Sebenarnya seberapa serius dampaknya terhadap kualitas udara?
11:27Sangat serius ya.
11:29Karena ini kan sulfur ya.
11:30CO2, SO2.
11:32Intinya sulfur ini adalah bagian dari gas rumah kaca.
11:36Gas rumah kaca.
11:37Jadi gas rumah kaca ini kan sebenarnya juga berfungsi untuk kemudian meningkatkan perubahan iklim ya.
11:43Tapi pada rentang waktu tertentu gitu.
11:46Dia juga nantinya setelah waktu lima hari itu ya.
11:49Beberapa bulan kemudian dia akan berkontribusi menurunkan suhu permukaan bumi justru gitu.
11:55Jadi sebenarnya kalau secara serius dampak kesehatannya itu sudah pasti ya.
11:59Karena ini masih melayang-layang di udara.
12:02Ibaratnya kita ini sedang menghirup gitu ya.
12:04Buat ya teman-teman yang wilayah ini sudah ada hujan abu.
12:08Itu kan sedang menghirup udara yang sangat kotor dan beda ya.
12:12Karena dia sifatnya tajam-tajam gitu.
12:14Oke.
12:14Jadi kita mengganggu begitu.
12:17Apakah masker cukup membantu untuk mengurangi bahaya kesehatan bagi warga dan juga masyarakat
12:23yang masih beraktivitas di luar ruangan ibu?
12:26Ya saya kira bisa dilakukan pemakaian masker itu digalakkan.
12:31Digalakkan oleh pemerintah juga harus memberikan subsidi begitu ya.
12:34Atau penyebaran gitu ya masker gratis itu.
12:37Tetapi yang harus memenuhi jenis medis yang tinggi itu ya.
12:42Yang bisa memfilter SO2 atau SO4 yang sekarang ini jumlahnya sangat banyak gitu ya.
12:51Di udara tanpa kita lihat atau bahkan terlihat begitu ya oleh masker secara visual gitu.
12:57Ya Bu Erma, bisakah kita memprediksi wilayah mana yang paling berpotensi terkena abu dalam beberapa waktu ke depan?
13:06Mungkin dalam beberapa jam, beberapa hari, hingga beberapa minggu ke depan?
13:11Ya kalau secara angin ya, secara angin karena kita melihat bahwa angin dominan itu adalah angin dari timur
13:17dan kemudian pada lapisan menengah itu adalah angin dari utara,
13:20maka sebenarnya daerah yang terdampak paling besar tentu adalah wilayah di sekitar Lampung.
13:26Itu sudah pasti menuju ke sana semua ya seakan-akan gitu ya di permukaan ini.
13:30Tapi untuk level yang di menengah tadi, karena kan abunya masih jatuh tuh.
13:35Jatuh dari ketinggian 13 kilo ke bawah gitu ya.
13:38Nah itu anginnya itu dari utara.
13:42Sehingga utara itu kemana?
13:43Nah berarti Jabodetabek ya, Jabodetabek jadi menuju ke darat.
13:48Menuju ke darat itu adalah Jawa bagian barat ini.
13:50Nah Jawa bagian barat terutama yang paling dekat dengan radius posisi.
13:56Anak Krakatau itu berarti daerah Serang, Tangerang, Banten, Jakarta.
14:03Itu semua terkena.
14:04Itu Bogor, Jabodetabek lah yang diperluas.
14:07Jabodetabek yang diperluas ini yang terdampak juga.
14:10Karena tadi di lapisan menengah angin itu berasal dari utara.
14:15Berarti akan terjadi perputaran gitu seakan-akan ya.
14:19Angin dari utara kemudian dia ke timur.
14:22Kalau materialnya belum luruh semuanya, maka itu akan terus terjadi gitu.
14:27Selama satu minggu itu proses alaminya ya.
14:31Bu Erma, singkat saja, ancaman kesehatan mulai dari yang paling sederhana dan paling serius apa saja?
14:39Dengan kalau kita melihat dampak dari abu vulkanik ini?
14:43Ya saya kira kita harus memahami bahwa paru-paru kita ini tidak akan kuat gitu ya.
14:50Jadi tentu yang teringan bahkan mungkin adalah ispa itu.
14:54Kemudian yang paling parah mungkin sudah masuk ke peradangan dan pengurangan fungsi dari organ paru-paru kita.
15:01Saya kira oleh karena itu kita harus memahami bahwa dalam satu minggu ini kita harus memakai masker setiap keluar rumah.
15:08Karena meskipun mungkin hujan abu belum sampai ke sini, belum sampai ke Bandung misalnya.
15:13Tapi suatu saat akan ke sini nih, entah hari keberapa.
15:15Kita harus punya paradigma seperti itu karena tadi wilayah yang paling terdampak adalah yang terdekat yaitu Jawa bagian barat ini
15:22dan wilayah Lampung dan sekitarnya.
15:25Saya kira itu mbak.
15:26Oke, baik terima kasih Ibu Erma Yuli Hastin, peneliti klimatologi pusat riset dan teknologi atmosfer BRIN.
15:34Sudah berbagi informasi dan juga perspektif.
15:37Tetap jaga kesehatan.
15:38Ibu Erma, terima kasih.
Komentar