00:09Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:31Di lokasi, petugas gabungan BPBD dibantu relawan perjibaku memadamkan api meski sumber air minim.
00:39Hingga Sabtu malam, api masih membarah dan terus meluas. Petugas terus melakukan proses pemadaman.
00:47Data yang dirilis BPBD Samarinda per 4 September. Luasan lahan yang terbakar dari 10 kelurahan di Samarinda mencapai 241 hektare.
01:01Kita menggunakan back pump untuk membatasi api.
01:06Ini kelihatannya api karena angin kencang juga masih sedikit berkorbar.
01:11Tadi memang waktu kebakaran pertama itu sangat dekat dengan pemikiman warga.
01:16Namun demikian teman-teman damkar dan relawan sudah turun duluan untuk mematikan api yang datang kemudian.
01:22Namun air kencang, terbawa angin sehingga melebar ke tengah di pelukar-pelukar yang ada ini atau rumput-rumput ini.
01:31Ribuan ikan di sungai Silugongo, Pati, Jawa Tengah mati setelah debit sungai kering karena musim kemarau berkepanjangan.
01:39Kondisi ini juga mengancam pasokan air dan lahan pertanian di seluruh Kabupaten Pati.
01:49Sungai yang juga dikenal sebagai Sungai Juwana surut tajam di sekitar bendungan karet di desa Bunga Serejo.
01:56Rekaman video menunjukkan sebagian besar dasar bendungan terbuka dengan tumpukan ikan sapu-sapu yang mati,
02:04menutupi sebagian lumpur dan air dangkal.
02:06Warga berkumpul di sepanjang dasar sungai, mengumpulkan ikan-ikan ke dalam wadah.
02:13Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG telah mengeluarkan peringatan kekeringan meteorologis tertinggi
02:21untuk pati dan lebih dari 20 kabupaten lain di Jawa Tengah selama 10 hari pertama bulan September.
02:54Kemarau panjang membuat Sungai Kapuas di Kabupaten.
02:57dan sekadam Kalimantan Barat mengering.
03:00Debit air yang menyusut membuat kapal tongkang kandas.
03:07Seperti inilah kondisi Sungai Kapuas di Kalimantan Barat yang mengering.
03:12Debit air yang menyusut membuat sebuah kapal tongkang bersama kapal tunda kandas di tengah sungai.
03:19Kondisi ini terjadi akibat permukaan air yang semakin dangkal
03:23sehingga menghambat aktivitas pelayaran di jalur Sungai Kapuas.
03:28Di tengah kondisi ini sejumlah warga tampak mendatangi lokasi untuk melihat lebih dekat.
03:40Sungai Kapuas mulai mengering.
03:42Kapal-kapal kandas dan kekhawatiran krisis air pun muncul.
03:46Apakah ini sekedar kemarau biasa atau ada anomali iklim yang perlu diwaspadai?
03:51Kita bahas bersama Pak Guswanto, Sekretaris Utama dan PLT Deputi Bidang Meteorologi BMKG.
03:57Pak Guswanto, selamat petang.
03:59Selamat petang, Cindy.
04:01Pak Guswanto, ini sebenarnya apa yang terjadi sampai sungai-sungai terpanjang,
04:05sungai-sungai yang sebelumnya penuh debit air, mengering sampai sebegininya, Pak?
04:10Baik, Cindy.
04:12Yang pertama kita sampaikan bahwa dari beberapa press con punya BMKG,
04:18bahwa disampaikan di sana bahwa kemarau ini berafiliasi dengan adanya El Nino.
04:24Sehingga kalau kita lihat bahwa ini adalah terjadi kemarau panjang.
04:29Kemudian El Nino-nya sangat kuat.
04:31Kalau kita lihat dari indeks Indian Ocean Development-nya juga positif.
04:35Nah, kalau kita lihat dari ketiga dampak ini atau ketiga penyebab kondisi ini,
04:41itu yang menyebabkan bahwa saat ini itu kemarau ini cukup panjang ya artinya.
04:48Dan kita juga sudah memprediksi bahwa kemarau tahun ini, 2026,
04:53itu puncaknya yaitu di Agustus-September.
04:57Dan sekarang Agustus-September ini.
04:59Sekira-kira itu, Cindy.
05:01Jadi, ini adalah amplifikasi dari tiga proses, yaitu proses kemarau itu sendiri.
05:08El Nino yang sangat kuat, indeksnya Nino 34 itu 2.2.
05:13Kemudian kita lihat juga IOD-nya positif.
05:16Indian Ocean Development-nya ini juga positif.
05:19Ini juga mengurangi suplai masa udara basah ke wilayah Indonesia.
05:25Khususnya di wilayah sebelah barat dan Kalimantan.
05:28Pak Gus Wanto, tapi kalau kita bandingkan dengan tahun-tahun terakhir,
05:33apakah bisa dibilang memang dampaknya pada tahun ini lebih ekstrim?
05:37Ya, betul sekali, Cindy.
05:40Walaupun indeksnya itu masih tahun 97 itu lebih tinggi,
05:45namun tahun ini itu dampaknya itu dirasa lebih ekstrim kekeringan 2026 ini.
05:52Ini kita lihat durasinya lebih panjang dan kita melihat bahwa BMKG itu sudah mencatat bahwa kemarau ini berlangsung hingga April
06:01hingga Oktober.
06:02Nanti Oktober pertengahan hingga sampai November itulah baru akan menjadi ini lebih lama dari pola normalnya.
06:12Kemudian kita lihat juga hotspot itu meningkat juga pada bulan Juli terdeteksi 9.000 titik panas.
06:17Ini lebih dua kali lipat dibandingkan periode-periode sebelumnya.
06:21Dan kita melihat juga, Cindy, bahwa krisis air bersih, air bersih ya, banyak di daerah mengalami penurunan.
06:29Air tanah dan sungai memicu keterbatasan pasokan air rumah, tangga, dan pertanian.
06:35Dan yang kita lihat juga bahwa karhutlah ini juga meluas hingga Juni 2026 dan luas lahan terbakar itu sudah mencapai
06:458.000 hektare dan saat ini mungkin sudah lebih ya.
06:49Nah, kita juga melihat, Cindy, sebenarnya kekeringan itu tidak terjadi begitu saja.
06:55Ada prosesnya. Kita lihat tadi disampaikan oleh Cindy di awal pembukaan bahwa kekeringan meteorologis sudah dideklar oleh BMKG pada waktu
07:05itu.
07:06Yang mana kekeringan meteorologis itu terjadi ketika curah hujan di satu daerah itu berada di bawah normal dalam satu musim.
07:14Kondisi ini membuat kelembapan udara nurun.
07:17Nah, saat ini itu sudah memasuki yaitu kekeringan hidrologis.
07:21Di mana terjadi saat pasokan air tanah, air tanah ini yang dimaksud adalah air tanah dan air permukaan ya,
07:29seperti sungai, danau, waduk, ini sudah berkurang secara drastis.
07:33Debit air pun juga sudah menurun dari tingkat normalnya.
07:38Nah, nanti kita waspadai jangan masuk ke dalam kekeringan yang tahap selanjutnya,
07:43yaitu kekeringan agronomis atau pertanian.
07:46Di mana terjadi kandungan air di dalam tanah itu berkurang.
07:52Tanah tidak mampu memenuhi kebutuhan air bagi tanaman,
07:55sehingga pertumbuhan tanaman bisa terganggu dan layu.
07:59Nah, ini kan masih ada periode, kalau kita berpaksa ada 40 harian lagi menuju arah musim hujan.
08:06Nah, ini kita jaga jangan sampai terjadi kekeringan sosial dan kekeringan ekonomi,
08:10yang mana akibat pasokan kekurangan air tadi terganggu karena dampak tiga jenis kekeringan di atas,
08:17itu memicu adanya krisis ekonomi dan sosial di masyarakat.
08:20Nah, kita melihat bahwa saat ini kita berusaha keras melalui modifikasi cuaca,
08:27melalui water booming, bagaimana mengendalikan kekeringan ini,
08:32supaya pada tahapan tidak berlanjut menuju kekeringan agronomis.
08:37Jadi, kekeringan masih di tingkat hidrologis.
08:41Pak Gus Wanto, tapi kalau sepanjang sejarah sebenarnya,
08:44apakah memang sudah pernah terjadi juga kekeringan sungai,
08:47sampai tadi kan diberita sampai ada ikan-ikan yang mati juga?
08:52Iya, kalau kita lihat ini adalah yang kekeringannya agak cukup tinggi ya,
08:57dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
08:59Tadi kan sudah saya sampaikan di depan seberapa ekstrim ya.
09:04Memang kalau dibandingkan tahun 97-98,
09:07indeknya itu masih tinggi yang dulu.
09:09Namun dampaknya ini saat ini itu lebih dibanding yang tahun lalu ya.
09:16Nah, respon itu sebenarnya kan tergantung dari bagaimana sebuah komunitas,
09:22sebuah masyarakat itu merespon terhadap proses kekeringan tadi.
09:26Ini yang perlu kita gunakan juga.
09:30Artinya seperti proses-proses kita tidak melakukan pembakaran,
09:35supaya dampak itu tidak lebih parah.
09:37Kemudian bagaimana kita bisa menggunakan air itu secara bijak,
09:42hal-hal itulah yang perlu kita tekankan,
09:45agar tidak menuju kekeringan agronomi, satu pertanian.
09:50Oke. Pak Guswanto, ini harus diantisipasi sampai kapan kekeringan ekstrim ini,
09:56dan wilayah mana saja yang juga harus bersiap?
10:00Baik, Cindy. Jadi kalau kita melihat daripada perakiraan BMKG,
10:05saat ini kita lihat ya, ada namanya hari tanpa hujan.
10:10Kita melihat dari citra satelit maupun analisis yang kita lakukan secara klimatologis.
10:16Namun dari citra satelit, kita melakukan analisis saat ini sudah sebanyak 81,1 persen.
10:24Zona musim di Indonesia itu mengalami kemarau dengan hari tanpa hujan yang panjang.
10:29Misalkan kita lihat ya, Cindy.
10:33Cakupan wilayah, misalkan 567 zona musim tadi,
10:38ini di Indonesia sedang dana musim kemarau.
10:40Durasi terlama itu adalah Provinsi Jawa Tengah ya,
10:43mencatatkan hari tanpa hujan terlama, ini sudah mencapai 122 hari.
10:49Ini disusul wilayah Purworejo sempat mengalami hari tanpa hujan hingga 80 hari.
10:55Nah, kita juga melihat ada status, kalau boleh saya sampaikan itu awas kekeringan di wilayah D.I.E.
11:03Ini juga peringatan dini kekeringan, mitrugis ini juga kita tekankan,
11:08karena ada yang sudah melampaui 60 hari dari peta yang kita lihat tadi,
11:13dari satelit konsekutif dry disknya ya.
11:16Kemudian puncak kekeringan itu sendiri, BMKG sudah memprediksi,
11:20yaitu terjadi Agustus hingga September.
11:22Saat ini adalah di bulan September tanggal awal.
11:25Jadi masih ada sekitar 30-40 hari yang kita harus bertahan,
11:31agar nantinya di bulan pertengahan Oktober hingga Oktober akhir itu sudah masuk musim hujan.
11:39Oke, baik.
11:40Pak Guswanto, Sekretaris Utama dan PLT Deputi Bidang Meteorologi BMKG,
11:44terima kasih sudah berbagi penjelasan untuk Kompos Petang seselalu ya Pak Guswanto.
11:49Ya, terima kasih Sindi.
11:50Semoga sehat selalu dan kekeringan lekas berlalu.
11:53Amin.
11:54Terima kasih Pak.
Komentar