00:00Pertanyaan selanjutnya, apakah aktivitas saat ini berpotensi memicu tsunami seperti pada tahun 2018?
00:09Jadi bisa disampaikan Mbak Gina bahwa tidak setiap erupsi gunung anak Krakatau akan memicu tsunami.
00:17Tsunami Selat Sunda pada tanggal 22 Desember 2018 terutama ini berkaitan dengan keruntuhan
00:24sebagian tubuh gunung api ke laut dalam volume yang besar.
00:28Bukan semata-mata akibat kolom erupsi.
00:31Morfologi gunung anak Krakatau saat ini berbeda dibandingkan sebelum peristiwa 2018.
00:38Sebagian besar tubuh gunung pada sisi tertentu telah runtuh pada 2018.
00:44Kemudian juga mengalami pertumbuhan dan perubahan morfologi kembali akibat aktivitas erupsi berikutnya.
00:51Nah berdasarkan pemetaan morfologi terbaru, bentuk dasar tubuh gunung dan kawah utamanya ini relatif tidak menunjukkan perubahan signifikan yang jelas
01:04dibandingkan pemetaan sebelumnya.
01:05Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini pertumbuhan tubuh gunung anak Krakatau yang terbentuk kembali pasca erupsi 22 Desember 2018 ini
01:18masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.
01:23Meskipun demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi tetap dipantau secara intensif.
01:33Baik, pertanyaan selanjutnya, apakah kerusakan CCTV mengganggu pemantauan secara real time?
01:40Kerusakan perangkat yang berada dekat kawah dapat mengurangi cakupan pengamatan visual dari titik tertentu.
01:48Tetapi tidak semata-mata menghentikan pemantauan gunung anak Krakatau.
01:52Pemantauan yang dilakukan oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian SDM ini dilakukan secara multi-parameter.
02:02Dan tidak hanya bergantung pada satu CCTV atau satu instrumen saja.
02:07Parameter utama yang tetap digunakan mencakup jaringan seismik, pengamatan visual, dan lokasi yang aman maksud saya,
02:16dan deformasi serta emisi gas, cita satelit, serta informasi lapangan.
02:21Redudansi instrumen sangat penting karena peralatan yang ditempatkan dekat gunung api aktif ini selalu memiliki risiko terkenanya lontaran material,
02:32juga abu, serta cuaca ekstrim, atau juga gangguan komunikasi.
02:37Untuk itu, PVMBG Badan Geologi Kementerian SDM juga melakukan evaluasi kualitas dan kontunitas data.
02:44Perbaikan atau penggantian alat akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas dan keselamatan petugas.
02:51Selama aktivitas tinggi, personel tidak akan dikirim memasuki zona berbahaya hanya untuk memperbaiki sistem.
02:59Demikian, Mbak Gina.
03:01Baik, Ibu. Pertanyaan yang kelima, bagaimana proyeksi sebaran abu dan dapatnya bagi penerbangan serta pemukiman?
03:09Baik, Mbak Gina. Jadi arah sebaran abu ini sangat dipengaruhi oleh arah kecepatan angin pada berbagai ketinggian.
03:19Jadi tinggi kolom erupsi, durasi erupsi, dan jumlah material yang dikeluarkan itu ini sangat mempengaruhi arah sebaran abu tersebut.
03:28Oleh sebab itu, arah sebaran abu dapat berubah dalam waktu relatif singkat dan harus diperbarui berdasarkan kondisi meteorologi terkini.
03:38PPMBG menyampaikan informasi sumber erupsi, waktu kejadian, tinggi kolom abu, warna, intensitas, dan arah kecenderungan kolom abu yang teramati.
03:49Untuk keselamatan pertambangan, informasi tersebut dikoordinasikan melalui mekanisme Volcano Observatory Notice for Aviation atau VONA
04:00dan menjadi masukan bagi otoritas penerbangan serta lembaga meteorologi penerbangan.
04:07Potensi dampak yang lebih luas ini akan meningkat apabila kolom erupsi menjadi lebih tinggi.
04:13Erupsi berlangsung lebih lama atau angin membawa abu ke jalur penerbangan dan wilayah berpenduduk.
04:19Dampak terhadap operasional bandara ditetapkan oleh otoritas penerbangan berdasarkan informasi abu aktual,
04:28perakiraan penyebaran, dan juga standar keselamatan penerbangan.
04:31Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya mengikuti informasi resmi karena sebaran abu tidak dapat diproyeksikan berdasarkan satu kejadian erupsi.
04:40Demikian, Mbak Gina.
Komentar