Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TANGERANG, KOMPAS.TV - Imbas erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, ditutup sementara untuk keselamatan penerbangan.

Hingga Minggu (6/9/2026) malam, Bandara Soetta masih dipadati calon penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.

Penumpang ramai mengantre di loket Bandara Soetta untuk me-refund tiket karena tak mendapat kejelasan soal reschedule penerbangan.

Bahkan, tak sedikit yang memilih menginap di Bandara Soekarno-Hatta karena tidak memungkinkan menginap di hotel dan terkendala biaya.

Salah satu penumpang yang akan terbang dari Jakarta ke Pekanbaru mengatakan bahwa penerbangannya di-reschedule ke hari Selasa (8/9/2026) dan memutuskan menunggu di Bandara Soetta.

Baca Juga Membuka Jejak Erupsi Anak Krakatau, Dari Krakatau 1883 hingga Erupsi 2026 | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/689397/membuka-jejak-erupsi-anak-krakatau-dari-krakatau-1883-hingga-erupsi-2026-kompas-malam

#bandarasoetta #bandaraditutup #erupsi #anakkrakatau

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/689400/live-pantauan-situasi-di-bandara-soetta-penumpang-penerbangan-direschedule-ke-selasa-8-september
Transkrip
00:01Lalu bagaimana situasi terkini di Bandara Suta?
00:04Kita terhubung dengan jurnalis Kompas TV, ada Zeevanya Situ Meyang dan juru kamera Janivan Prapta.
00:08Zeevanya selamat malam, bagaimana update pembukaan bandara?
00:11Apakah malam ini masih banyak penumpang yang kemudian memilih bertahan di Bandara Soekarno-Hatta?
00:21Selamat malam di Poya, masih banyak penumpang ini yang memilih untuk bertahan dan juga menginap di Bandara Soekarno-Hatta.
00:28Tempat saya melaporkan saat ini di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta dan memang terlihat baik di dalam ruangan check-in
00:36counter
00:36dan juga di Selasar Terminal 1 ini banyak sekali penumpang yang tidur ataupun masih menunggu duduk bagaimana penantian penerbangan mereka
00:48dapat dilakukan.
00:50Meskipun kalau melihat tadi bagaimana pernyataan dari Menteri Perhubungan Dudi Purwagandi memang disebutkan hingga pukul 12 malam tanggal 6 September
01:01kemarin ini
01:02dilakukan penutupan operasional penerbangan begitu sejak pukul 1 dini hari di tanggal yang sama artinya selama 1 hari penuh
01:12itu operasional penerbangan ini tidak dapat dilakukan di bawah karena abu vulkanik sebenarnya yang masih cukup parah begitu dampak dari
01:22erupsi gunung anak Rakatau.
01:23Kami perlihatkan ini beberapa penumpang yang masih terjebak begitu masih menunggu kepastian keberangkatan mereka.
01:33Banyak cerita-cerita dari penumpang tadi dipo banyak yang sudah menunggu sejak pagi hari karena seharusnya penerbangan mereka itu ada
01:41di pagi hari
01:42tapi kemudian harus diundur hingga akhirnya pengumuman terakhir penerbangannya ini harus dibatalkan.
01:49Nah tadi saya juga bertanya memang banyak sekali orang dari luar daerah begitu yang seharusnya mereka kembali ke kampungnya
01:57tapi memang dikarenakan situasi yang masih belum aman masih terjebak harus menunggu di bandara karena melihat lagi kalau memesan hotel
02:05atau beli tiket baru ini membutuhkan biaya yang cukup banyak tentunya.
02:09Saya mau coba bertanya kepada salah satu penumpang yang masih berada di bandara Soekarno-Hatta.
02:14Selamat malam Pak, izin boleh pembawancara sebentar.
02:18Dengan Bapak siapa?
02:19Dengan Bapak Lindung Surubat, Ibu.
02:21Pak Lindung ya?
02:23Pak Lindung boleh bertanya ini seharusnya penerbangan Bapak pukul berapa?
02:28Seharusnya penerbangan saya tadi pagi jam 10 lewat 10 menit.
02:33Jam 10 pagi kemarin benar-benar?
02:35Tadi, tadi.
02:37Ini bagaimana kabarnya dibatalkan atau ada reschedule Bapak?
02:43Jadinya tadi dialihkan ke hari Selasa, Ibu.
02:48Tujuan Bapak?
02:49Tujuan saya balik ke Pekanbaru.
02:52Berarti memang tinggal di sana?
02:54Saya tinggal di Pekanbaru.
02:56Kalau ke Jakarta ada kegiatan?
02:58Tujuan ke Jakarta ada keluarga yang meninggal.
03:03Ini berarti bersama keluarga akan refund tiket?
03:08Mau ada pilihan menggunakan transportasi lain untuk kembali atau balik?
03:11Untuk saat ini menunggu, Bu.
03:14Iya.
03:16Iya, masih menunggu.
03:17Bapak dengan siapa saja di Jakarta ini?
03:21Di sini Abang Iparsah ya.
03:25Iya.
03:26Tapi sudah meninggal.
03:28Sudah siap pemakamannya, jadi saya mau balik ke Pekanbaru.
03:33Ada bantuan atau himbawan mungkin, Pak, dari pihak bandara?
03:38Bagaimana sambil menunggu tiket masih di reschedule hari Selasa, ya?
03:42Belum ada. Tunggu saja katanya informasi.
03:46Iya.
03:46Jadi Bapak akan menginap di bandara?
03:49Iya lah, Bu. Saya menginap ke bandara inilah, Bu.
03:53Jadi penginapan kan nggak mungkin mahal.
03:57Sejauh ini ada yang dibutuhkan, Pak, mungkin sambil menunggu dari pihak keluarga?
04:03Iya, kalau untuk kebutuhan, ya untuk saat ini, ya nggak ada lah, Bu.
04:09Cuma begini aja lah.
04:11Iya.
04:12Tapi bagaimana, Pak, dengan keluarga di sana, di Pekanbaru, dengan...
04:16Ini kan karena force major juga, ya, Pak, karena dampak dari abu vulkanik.
04:21Iya.
04:22Dari, sudah menghubungi keluarga di Pekanbaru atau bagaimana?
04:25Untuk saat ini, keluarga di sana, tinggal anak saya berdua.
04:30Iya.
04:31Kalau komunisasi tadi sama anak saya, ya, bagus-bagus saja.
04:35Tadi mamanya bilang, besok pagi cepat bangun sampai sekolah.
04:38Karena anak saya di sana masih SD sama SMP.
04:43Jadi, Bapak, pekerjaan di Pekanbaru berarti?
04:46Iya, saya di Pekanbaru bekerja.
04:48Di mana, Pak?
04:49Saya, kerjaan saya, saya jadi petani, Bu.
04:52Terima kasih, Pak, informasinya.
04:55Semoga nanti cepat dikabarkan terkait update-nya, ya.
04:59Demikian tadi, Dipo.
05:00Tadi memang disampaikan, banyak di sini penumpang yang memilih untuk menantikan reschedule tiket, ya.
05:08Karena tadi beberapa juga kami berbincang, banyak yang masih akan menunggu hingga hari Selasa.
05:12Tapi, mayoritas banyak juga penumpang ini yang memilih untuk melakukan refund tiket dan hendak melakukan atau memilih menggunakan transportasi lainnya,
05:22seperti transportasi darat ataupun jalur laut, Dipo.
05:26Di visual yang Anda kemudian tunjukkan, para calon penumpang ini bahkan menunggu di kursi, ya.
05:33Di kursi di area Bandara Soekarno-Hatta.
05:36Apakah pihak bandara, ataupun mungkin pihak maskapai ini menyiapkan tempat khusus untuk para calon penumpang ini menunggu,
05:43dan sebenarnya jumlah penerbangan yang dibatalkan di Bandara Suta ini berdasarkan pantauan Anda ada berapa, Zephanya?
05:54Ya, tadi kami memang bertanya juga kepada beberapa penumpang yang terdampak,
05:59memang tidak disediakan ruangan khusus Dipo,
06:02jadi makanya penumpang ini banyak yang memanfaatkan kursi-kursi di Selasar Terminal 1,
06:07ataupun di dalam ruangan check-in.
06:09Bahkan ada yang duduk di lantai, begitu ya, sambil menunggu bagaimana kepastian terkait penerbangan,
06:17kapan ini akan dibuka.
06:18Nah, beberapa penumpang lainnya ini juga ada yang memilih untuk memanfaatkan hotel transit di Bandara,
06:25ada juga yang mencari hotel di sekitaran Bandara ini sambil menunggu update-nya.
06:32Tapi tadi disampaikan memang untuk beberapa penumpang yang terkendala dengan biaya,
06:38ini mereka memang dengan terpaksa harus menunggu salah satunya seperti Pak Lindung tadi,
06:42karena rumahnya di Pekanbaru, ia akhirnya memilih untuk menginap bersama keluarganya di Bandara hingga hari Selasa menunggu.
06:50Nah, tadi memang disampaikan, belum juga menerima himbawan atau bantuan semacam apa yang bisa digunakan bagi para penumpang yang terdampak.
07:01Sementara itu,
07:04sementara 923 penerbangan dipo, ini yang terpaksa harus dibatalkan, dan ini berdampak kepada kurang lebih 119 ribu penumpang.
07:15Maka dari itu, kalau kita lihat satu hari kemarin di tanggal 6, ini memang seharian artinya penerbangan ini tidak dapat
07:23dilakukan.
07:24Dan tadi disampaikan, memang beberapa maskapai tadi kalau kami lihat ini masih berusaha untuk mencoba agar dapat melakukan penerbangan pada
07:32hari Selasa.
07:33Tapi kalau tadi melihat bagaimana pernyataan dari Kementerian Perhubungan, memang dikatakan keselamatan penumpang ini yang terutama.
07:40Kalau dilihat dari bagaimana uji paper test yang dilakukan begitu di landasan pacu, ini menjadi tolak ukur.
07:48Apakah kemudian penerbangan operasionalnya ini sudah dapat dibuka atau belum?
07:53Tadi memang dikatakan hasilnya masih positif.
07:56Artinya masih banyak sebaran abu vulkanik di landasan pacu yang tandanya ini belum bisa dilakukan penerbangan karena masih cukup berbahaya.
08:06Meskipun di sore hari tadi dari pantauan kami memang dikabarkan sudah semakin menipis, tapi ini belum menjadi jaminan operasional penerbangan
08:15ini dapat dibuka.
08:16Tentu berdampak banyak sekali dipo dari erupsi dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Rakatau ini.
08:26Yang dimana memang selain bandara Suta sendiri tadi ada 7 bandara lainnya yang juga terdampak.
08:31Kalau di total tadi perhitungannya dari Kementerian Perhubungan dikatakan sekitar 1.558 penerbangan ini dibatalkan per hari kemarin begitu ya
08:41akibat dari dampak ini.
08:42Nah tentu dari Kementerian Perhubungan masih akan melakukan evaluasi karena kabarnya kalau kemarin dikatakan penutupan dilakukan hingga pukul 12 malam
08:52ini.
08:53Ini sudah pukul 12 malam lewat dipo artinya dari pihak Kementerian Perhubungan lalu dengan pihak bandara begitu dan BMKG ini
09:01sedang melakukan evaluasi untuk menentukan apakah kemudian di dini hari ini hingga subuh hari nanti ini bisa dilakukan atau dibuka
09:10lagi operasional penerbangannya.
09:12Ini yang tentu masih kita nantikan bagaimana tindak lanjut dari Kementerian Perhubungan dan stakeholder terkait dengan hal ini.
09:19Saya ingin tegaskan lagi bahwa kita tahu Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini melakukan penutupan bandara karena erupsi Gunung Anak Rakatau
09:27sampai dengan pukul 23 lewat 59 waktu Indonesia Barat dan sudah lewat 16 menit dari waktu yang kemudian ditentukan.
09:34Apakah Anda bisa memastikan atau mungkin ada bocoran informasi kapan kiranya informasi resmi ini akan disampaikan baik itu oleh Kementerian
09:42Perhubungan dan juga oleh pihak dari bandara dan apakah memang ada potensi bandara akan segera dibuka?
09:54Ya tadi kami sebenarnya sempat menghubungi pihak dari Bandara In Journey Airports memang dikatakan setelah pukul 12 malam ini ketika
10:02memang waktunya sudah selesai dari update notam terakhir yang disebutkan tadi.
10:08Ini memang dilakukan evaluasi terlebih dahulu Dipo terkait balik lagi tadi kami katakan ada uji paper test.
10:15Ini yang menjadi salah satu juga pengukuran karena uji paper test tadi dengan pengecekan menggunakan metode kertas putih di landasan
10:23pacu untuk mengecek apakah sebaran abu vulkaniknya masih cukup tebal.
10:28Ini dilakukan setiap 30 menit sekali dan juga tentu berkoordinasi dengan pihak BMKG bagaimana update erupsi dari Gunung Anak Rakatau
10:37ini apakah sudah tergolong aman atau tidak.
10:39Ini masih akan dilakukan evaluasi dan rapat berkelanjutan dan kemungkinan kalau dari pihak Kemen Hub menyebut akan di update kemungkinan
10:46di pagi hari nanti di tanggal 7 September ini apakah kemudian operasional penerbangannya ini sudah dapat dibuka kembali atau tidak.
10:53Tapi yang jelas untuk membuka kembali ini benar-benar harus dipastikan terkait sebaran abu vulkaniknya apakah sudah dikatakan negatif di
11:02landasan pacu begitu statusnya atau masih tebal, cukup tebal gitu dalam arti kata statusnya positif.
11:10Nah karena sebaran abu vulkanik ini sangat berpengaruh dalam proses penerbangan tentunya jadi keselamatan penumpang lagi-lagi ini yang menjadi
11:18utama atau harus diutamakan tadi dikatakan tidak mau memaksakan jadi akan dipastikan dulu dipo sampai kondisinya benar-benar kondusif.
11:27Tapi dari Kementerian Perhubungan ini tadi memang menyebut juga sudah menyiapkan antisipasi ditakutkan adanya terjadi lonjakan penumpang maka dari Kemen
11:36Hub ini menyiapkan bandara alternatif dipo untuk beberapa penumpang yang hendak melakukan perjalanan menuju ke Jakarta ataupun keluar dari Jakarta
11:48untuk ke beberapa kota.
11:51Beberapa diantaranya ini ada 5 bandara alternatif yang disiapkan. Pertama ini ada Bandara Kertajati Majalengka, lalu ada Bandara Ahmad Yani
12:01Semarang, ada Bandara Juanda Surabaya, Bandara New Yogyakarta International Airport Yogyakarta dan juga Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta.
12:11Nah beberapa penumpang ini memang jika terdesak dapat memanfaatkan mode bandara alternatif tersebut yang kemudian nanti bisa memanfaatkan transportasi darat
12:23untuk lanjutannya menuju ke Jakarta Dipo.
12:25Tadi disampaikan transportasi daratnya lanjutannya ini akan ditanggung oleh pihak Injourney Airport sudah disiapkan mode transportasinya misalnya menyambung menggunakan kereta
12:37ataupun menggunakan bus.
12:38Ini juga sudah disiapkan nanti ini mekanismenya untuk lebih lengkapnya ini dapat dikomunikasikan dengan pihak bandara seperti apa.
12:45Tapi sejauh ini tadi saya bertanya kepada penumpang apakah ada yang mau mencoba menggunakan mode transportasi lain.
12:51Rata-rata ini banyak yang masih berharap menunggu reschedule tiket begitu Dipo karena memikirkan apakah nantinya akan ada biaya keluar
13:00lagi apabila mereka harus refund tiket dan mengganti mode transportasi lain.
13:04Tapi sejauh ini untuk beberapa penumpang begitu penumpang terdampak yang bepergian yang masih di sekitar Pulau Jawa dari Kemen Hub
13:13ini sangat menyarankan untuk dapat menggunakan mode transportasi darat seperti kereta ataupun bus begitu ya supaya tidak terjadi penumpukan penumpang
13:23di Bandara Soekarno-Hatta ini Dipo.
13:25Kalian penumpang masih menunggu keberangkatan dari Bandara Suta artinya juga untuk sementara Bandara Suta masih ditutup dan tentu kita akan
13:33tunggu seperti apa nanti mungkin pada pagi hari informasi yang kemudian akan disampaikan oleh pemerintah maupun pihak bandara.
13:38Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan