- 22 jam yang lalu
- #breakingnews
- #menkes
- #erupsigunung
- #anakkrakatau
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menkes Budi Gunadi, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto & Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan imbauan dan situasi terkini terkait dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau.
Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Minggu (6/9/2026).
Kepala BMKG menyampaikan bahwa hingga saat ini, potensi tsunami tidak ada. Meski begitu BMKG masih terus memantau aktivitas dari Gunung Api Anak Krakatau.
Sementara Kepala BNPB menyampaikan ada 3 kabupaten yang terdampak akibat erupsi Anak Krakatau, diantaranya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Tanggamus.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyampaikan imbauan untuk menghadapi abu vulkanik dari Gunung Api Anak Krakatau.
"Yang pertama dari sisi kesehatan abu vulkanik ini ada tiga dampaknya harus kita jaga. Pertama adalah ke pernapasan, kedua adalah ke mata, dan yang ketiga adalah ke kulit," kata Menkes.
#breakingnews #menkes #erupsigunung #anakkrakatau
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689319/full-bmkg-menkes-bnpb-sampaikan-update-imbauan-dampak-erupsi-gunung-anak-krakatau
Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Minggu (6/9/2026).
Kepala BMKG menyampaikan bahwa hingga saat ini, potensi tsunami tidak ada. Meski begitu BMKG masih terus memantau aktivitas dari Gunung Api Anak Krakatau.
Sementara Kepala BNPB menyampaikan ada 3 kabupaten yang terdampak akibat erupsi Anak Krakatau, diantaranya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Tanggamus.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyampaikan imbauan untuk menghadapi abu vulkanik dari Gunung Api Anak Krakatau.
"Yang pertama dari sisi kesehatan abu vulkanik ini ada tiga dampaknya harus kita jaga. Pertama adalah ke pernapasan, kedua adalah ke mata, dan yang ketiga adalah ke kulit," kata Menkes.
#breakingnews #menkes #erupsigunung #anakkrakatau
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689319/full-bmkg-menkes-bnpb-sampaikan-update-imbauan-dampak-erupsi-gunung-anak-krakatau
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Ini adalah signifikan meteorological information secara berkala untuk mendukung keselamatan penerbangan.
00:09Kemudian penyesuaian maupun penutupan sementara operasional Bandar Udara
00:13itu dilakukan berdasarkan koordinasi bersama antara otoritas penerbangan,
00:20AirNav Indonesia, BMKG, dan pengelola Bandar Udara.
00:25Jadi ini adalah hasil dari koordinasi pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk penyelenggaran di Bandar Udara.
00:32BMKG terus memperbarui informasi Volcanic Ice Advisory dan SIGMED
00:36sesuai perkembangan sebaran abu yang terus kita pantau secara bertahal.
00:43Kemudian yang ketiga adalah kami akan sampaikan terkait kondisi laut dan potensi tsunami.
00:47Bapak-Ibu sekalian, BMKG memiliki pemantauan 20 tsunami gig di sekitar Selat Sunda
00:56hingga pukul 7 waktu Indonesia bagian Barat pagi ini
01:00belum menunjukkan adanya anomali muka air laut.
01:05Artinya potensi terjadi tsunami belum dapat kita pantau
01:09atau belum terpantau sampai dengan saat ini
01:12melalui 20 tsunami gig yang dimiliki BMKG di sekitar Selat Sunda.
01:17Kemudian juga ada pemantauan high frequency radar
01:22di Carita dan di Tanjung Lesung
01:24yang juga menunjukkan probabilitas terjadinya tsunami masih rendah.
01:29Meski demikian, BMKG tetap meningkatkan kesiapsiagaan
01:33dan pemantauan secara terus menerus.
01:35Untuk high frequency radar yang kita miliki
01:38ini sudah diset dalam kondisi tsunami mood ya.
01:42Jadi ketika ada potensi tsunami kita langsung dapat memantau
01:45sejak dari jarak kurang lebih 150 km dari tepi pantai.
01:50Kemudian yang keempat, pemantauan terpadu.
01:53BMKG mengoptimalkan pemantauan multi instrumen
01:56termasuk satelit, kemudian tsunami gig yang kita miliki,
02:02high frequency radar, kemudian sensor-sensor geomagnetik
02:06yang ada di sekitar Selat Sunda, serta pemantauan petir vulkanik.
02:09Seluruh data dianalisi secara terpadu untuk mendukung
02:13pengambilan keputusan yang cepat dan akurat.
02:16Kami menghimbau yang terakhir agar masyarakat,
02:19khususnya di wilayah kesisir Selat Sunda,
02:21juga yang ada di sekitar DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu,
02:30agar tetap waspada namun tidak panik.
02:33Masyarakat kami minta untuk tidak menyebarkan informasi
02:36yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti pembaharuan
02:39dari BMKG, PVMBG atau Badan Geologi, BNPB,
02:44serta instansi yang berunang.
02:46Saya kira demikian Pak Berton untuk informasi awal dari BMKG.
02:49Terima kasih.
02:51Terima kasih Prof. Kepala BMKG.
02:55Dan berikut kami sampaikan waktu dan tempat
02:57kepada Bapak Kepala BNPB.
02:59Silakan Bapak.
03:06Masih mute Bapak?
03:12Terima kasih untuk Kapus Datin.
03:15Yang terhormat Bapak Menteri Kesehatan,
03:19Bapak Budi Gunadi Sadikin,
03:21Yang sehormati Kepala BMKG,
03:23Bapak Prof. Faisal,
03:26semua pejabat yang hadir,
03:28Esalon 1, Kementerian Lembaga,
03:30khususnya tiga lembaga,
03:32Kementerian Kesehatan,
03:34kemudian BMKG dan BNPB,
03:35dan tentunya rekan-rekan media sekalian
03:38yang kami hormati,
03:40mendaklanjuti apa yang menjadi informasi
03:42dari Kepala BMKG tadi,
03:44maka BNPB sudah mengambil langkah-langkah
03:48yang akan saya uraikan sebagai berikut.
03:50Yang pertama, kami informasikan
03:52data sementara,
03:55saya garis bawahi data sementara
03:57yang bisa kami kumpulkan,
04:00yang terdampak erupsi Gunung Anak Karkato,
04:04ini ada di tiga kabupaten,
04:07dan lima belas kecamatan.
04:10Yaitu yang pertama,
04:11Kabupaten Lampung Selatan,
04:13itu di kecamatan Punduh Pedada,
04:16kecamatan Raja Basa,
04:18kecamatan Kalianda,
04:20kecamatan Ketapang,
04:21kecamatan Bakahuni,
04:24kecamatan Sidomuyo,
04:25dan kecamatan Katibu.
04:27Kemudian Kabupaten Pandeglang,
04:29ada empat kecamatan,
04:31yaitu kecamatan Carita,
04:32Labuan, Panimbang, dan Jiput.
04:35Kemudian Kabupaten Tanggamus,
04:37ada empat kecamatan,
04:38yaitu kecamatan Pematang Sawa,
04:40Cuku Balak, Semaka, dan Kota Agung.
04:43Tadi, kami sudah melakukan video konfren,
04:47dengan para kepala pelaksana,
04:50Badan Nasional Penanggulangan Daerah,
04:52ulangi,
04:53Badan Penanggulangan Bencana Daerah,
04:55semua melaporkan,
04:57bahwa tidak ada korban jiwa,
05:00sementara yang dilaporkan,
05:02dampak secara fisik,
05:04untuk perusahaan ini,
05:05terus masih dilakukan pendataan,
05:07memang di Provinsi Jakarta,
05:11DKI Jakarta,
05:12Banten, dan Lampung,
05:14ini semuanya terpapar,
05:16Abu Pukanik,
05:17yang tadi sudah dijelaskan oleh,
05:19Bapak Kepala BMKG.
05:22Kemudian langkah-langkah yang sudah,
05:26dan akan dilakukan oleh BNPB,
05:28yang pertama,
05:30tadi sekali lagi,
05:31kami sudah melakukan video konfren,
05:35tentu saja ini terus kita lakukan,
05:38untuk mengetahui,
05:40detik per detik,
05:41jam per jam,
05:42hari per hari,
05:43daripada kondisi masyarakat,
05:45yang terdampak erupsi,
05:48Gunung Anak Krakato ini.
05:50Kemudian juga BNPB sudah mengirimkan,
05:52tim pendahulu,
05:53ke daerah bencana,
05:56yang tahap pertama,
05:57kami mengirimkan 10 personil ini,
05:59untuk sudah berangkat di sana,
06:01mereka akan memantau secara langsung,
06:03situasi di lapangan,
06:06terkait dengan erupsi Gunung Anak Krakato sendiri,
06:09maupun dampaknya kepada masyarakat.
06:12Kemudian yang kedua juga,
06:14kami sudah melaksanakan pengecekan,
06:17pengecekan terkait dengan,
06:21kesiapan alat perangkat.
06:23Tadi Bapak Kepala BMKG juga menyampaikan,
06:26seperti alat-alat memantau,
06:28kemudian Sirine Rambu Evakuasi,
06:32kemudian Piranti Lunak,
06:33rencana kontegensi masing-masing kabupaten,
06:36yang terdampak,
06:37termasuk juga kami mengecek,
06:39ketersediaan permakanan,
06:41gudang-gudang logistik,
06:42milik pemerintah kabupaten,
06:44pemerintah provinsi,
06:46jangan sampai nanti kosong isinya,
06:48dan apabila memang,
06:49diperlukan untuk bantuan dari pemerintah pusat,
06:52ini kami akan segera dorong.
06:54Kami informasikan rekan-rekan media,
06:55belum ada satupun pemerintah kabupaten,
06:59dan provinsi yang terdampak,
07:01baik Banten maupun Lampung,
07:03ini yang menetapkan status kedaruratan.
07:06Artinya dengan status kedaruratan ini,
07:08meminta bantuan pemerintah pusat lewat BNPB,
07:10untuk segera turun ke lapangan membantu,
07:13namun demikian,
07:14sekali lagi kami juga sudah,
07:15mengerikan tim untuk turun ke lapangan.
07:19Kemudian tentu saja juga kami akan,
07:21koordinasi terus,
07:22ini adalah salah satu bentuk,
07:24koordinasi dari Kementerian Lembaga,
07:26tadi juga kami sudah berkomunikasi langsung
07:30dengan Kepala BMKG,
07:32terkait dengan perkembangan situasi menit per menit,
07:35jam per jam,
07:36mendapat arahan juga dari Bapak Menteri Kesehatan,
07:39dan kami juga laporkan kepada Bapak Presiden,
07:42terkait langkah-langkah ini,
07:43tentu saja koordinasi antar lembaga,
07:46pemerintah pusat ini terus berjalan.
07:49Kemudian untuk supaya lebih kondisinya lebih kondusif,
07:55terutama di DKI Jakarta,
07:57tentu saja rekan-rekan media juga merasa ya,
08:00saat ini sudah banyak abu pekanik di sekitar pemukiman kita,
08:04hari ini juga kita melaksanakan operasi modifikasi cuaca.
08:08Jadi pesawatnya sudah siap di Pondok Cabe,
08:12hari ini akan dilaksanakan operasi modifikasi cuaca sampai malam.
08:16Ada dua teknik untuk OVMC,
08:19yang pertama adalah untuk mendatangkan hujan,
08:22tentu saja,
08:23kalau hujannya nanti turun dengan cukup deras begitu,
08:28tentu saja abu pekanik yang sekarang beberapa,
08:30dari mulai kemarin sampai hari ini mengganggu kehidupan kita,
08:35ini bisa segera luruh.
08:36Kemudian juga saat tidak ada awan,
08:39kami informasikan memang sekarang musim panas ya,
08:42operasi Karhutla ini juga OVMC-nya terhambat dengan pertumbuhan awan hujan.
08:47Tapi untuk DKI Jakarta, Banten, dan Lampung,
08:51apabila tidak ada pertumbuhan awan hujan,
08:53ini kami dengan BMKG juga sepakat
08:55untuk menggunakan metode water mist,
08:59yaitu untuk mengurai partikel abu yang berbahaya.
09:02Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan hari ini sampai nanti malam,
09:07ini bisa membantu untuk mencapai atau mewujudkan kondisi daerah,
09:13kondisi cuaca yang lebih baik lagi.
09:15Kemudian yang terakhir,
09:18BNPB juga sudah mulai mendistribusikan kebutuhan-kebutuhan logistik masyarakat,
09:23seperti kebutuhan logistik dasar,
09:25kemudian juga masker,
09:27tentu saja kami berkoordinasi juga dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lembaga terkait.
09:32Mungkin itu rekan-rekan media sekalian yang ingin kami sampaikan dalam rapat awal ini tentunya,
09:38meskipun ini terus ada,
09:41mudah-mudahan tidak berlanjut ini untuk Gunung Anak Kakato melaksanakan erupsi,
09:45dan kami, Pemerintah Pusat,
09:47lewat BNPB juga siap untuk terus membantu
09:51apabila masyarakat memang betul-betul membutuhkan.
09:53Mungkin itu Pak Berton yang bisa kami sampaikan.
09:55Terima kasih.
09:56Selamat siang.
09:57Terima kasih.
09:58Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
10:01Terima kasih Bapak Kepala BNPB yang sudah menyampaikan tadi beberapa kegiatan
10:05yang sedang maupun yang telah dilaksanakan.
10:08Kami kira langsung saja kami menyampaikan waktu dan tempat
10:11kepada yang terhormat Menteri Kesehatan.
10:14Silakan Bapak Menteri Kesehatan.
10:17Ya, terima kasih Pak Berton.
10:18Saya juga, Pak BNPB, Pak Suaryanto, sama Pak Kepala BMKG,
10:24karena kita bisa segera berkoordinasi dengan cepat untuk mengupdate masyarakat.
10:30Yang pertama, dari sisi Kementerian Kesehatan,
10:34kita pesankan kepada masyarakat agar tidak panik.
10:38Ya, agar tidak panik.
10:40Dan titip, ada tiga hal yang mesti kita jaga bersama.
10:43Yang pertama, dari sisi Kesehatan,
10:49abu vulkanik ini ada tiga dampaknya harus kita jaga.
10:53Pertama adalah kepernafasan,
10:56kedua adalah ke mata,
10:59dan yang ketiga adalah ke kulit.
11:01Jadi, pernafasan mata dan kulit adalah
11:06tempat-tempat di mana masalah kesehatan bisa terjadi
11:09akibat adanya debu vulkanik ini.
11:12Nah, apa yang harus kita lakukan?
11:15Pertama, untuk pernafasan.
11:17Untuk pernafasan, tolong pastikan
11:23Bapak Ibu di rumah saja dulu.
11:27Untuk perah-perah yang tadi disampaikan oleh Pak Kepala BMKG
11:30sama Pak Kepala BNPB.
11:32Kalau Bapak Ibu ada di daerah-daerah di sana,
11:35untuk menjaga kesehatan pernafasan Bapak Ibu,
11:38usahakan kegiatannya dilakukan di rumah.
11:40Kalau Bapak Ibu harus keluar rumah,
11:43pastikan memakai masker.
11:46Pastikan memakai masker.
11:51Kalau sudah merasa tidak enak pernafasannya,
11:54segera ke puskus mas terdekat,
11:57kita sudah mendeploy
12:00alat-alat
12:02tenabilizer dan juga oksigen konsentrator.
12:06Itu pertama mengenai masalah kesehatan pernafasan.
12:11Yang kedua,
12:12Bapak Ibu ingat juga masalah kesehatan mata.
12:15Karena debu ini ada partikelnya,
12:18itu bisa membuat mata gatal
12:21dan iritasi juga.
12:24Pencegahannya bagaimana?
12:26Itu tadi nomor satu.
12:28Kalau tidak ada kegiatan harus keluar,
12:30usahakan itu di dalam.
12:31Tapi kalau harus keluar,
12:34usahakan memakai kacamata.
12:37Usahakan memakai kacamata
12:39agar debunya agak terhalang
12:42masuk ke mata kita.
12:43Kalau terjata sudah debunya masuk,
12:46ya pastikan jangan dikucek-kucek.
12:49Bersihkan pakai air
12:51dan segera ke puskus mas,
12:54karena semua puskus mas sudah kita kasih
12:56obat tetes mata.
12:57Jadi kalau sudah kena,
12:59treatmentnya seperti apa?
13:01Jangan dikucek-kucek,
13:01bersihkan pakai air
13:05dan kalau perlu,
13:07obat tetes mata.
13:08Yang ketiga,
13:10itu adalah kulit.
13:11Karena debunya ini nanti
13:13akan berdampak ke kulit,
13:15tolong pastikan Bapak Ibu,
13:17balik lagi,
13:18kalau tidak usah keluar rumah,
13:19ya di dalam rumah saja.
13:20Tapi kalau sudah keluar,
13:22setiap keluar ke rumah,
13:24pastikan dibersihkan dengan air.
13:25Pastikan dibersihkan dengan air,
13:27dengan hati-hati,
13:29karena mungkin saja
13:30ada beberapa partikelnya yang tajam.
13:33Bersihkan dengan hati-hati.
13:35Kalau nanti ternyata sudah ada dampaknya
13:39gatel-gatel,
13:40kulitnya merasa tidak enak,
13:42itu bisa ke puskus mas,
13:43kita akan deploy salep kulit ke puskus mas.
13:47Jadi itu tadi,
13:51ternyata ada di pernafasan,
13:53mata,
13:55dan kulit.
13:56Bagaimana caranya
13:57supaya kita tetap sehat?
13:59Ketiganya,
13:59kalau bisa jangan keluar rumah saja.
14:01Tapi kalau keluar rumah,
14:04masker,
14:05kalau mata,
14:06mesti pakai kacamata,
14:07kalau kulit,
14:08begitu pulang langsung dibersihkan.
14:10Kalau ternyata sudah sakit,
14:12ya segera ke puskus mas,
14:13kita sudah siapkan,
14:14kalau pernafasan ada nebulizer,
14:16dan oksigen konsentrator,
14:17kalau misalnya mata,
14:19kita siapkan tetes mata,
14:21kalau kulit juga kita siapkan salp kulit.
14:24Kementerian Kesehatan
14:25sudah mulai mengaktifkan
14:27semua Health Emergency Operating Center
14:29di seluruh
14:32terdampak.
14:33Kita juga segera akan mengeluarkan
14:35surat edaran
14:36untuk memberikan guidance yang rinci
14:39terhadap
14:40para petugas tenaga kesehatan
14:42di seluruh kabupaten-kota yang terdampak.
14:45Dan yang ketiga,
14:46kita akan segera menikah
14:47si Zoom rutin
14:49antara Health Emergency Center
14:51Kementerian Kesehatan
14:52dan
14:53Dinas Kesehatan
14:54seluruh kabupaten-kota
14:55untuk memonitor
14:57perkembangannya seperti apa.
14:59Sekali lagi,
15:00jangan panik,
15:02stay at home,
15:03stay healthy.
15:04Terima kasih.
15:05Assalamualaikum.
15:07terima kasih Bapak Menteri Kesehatan
15:10yang terhormat,
15:11Bapak Ibu,
15:12rekan-rekan media
15:12yang kami hormati.
15:14Bapak Menteri Perhubungan
15:15sebenarnya
15:16sementara mau masuk,
15:18tapi kita tunggu dulu.
15:19untuk sambil menunggu Bapak Menteri Perhubungan,
15:22mohon berkenan ada dua penanya mungkin dari rekan-rekan media.
15:27Selamat pagi,
15:29Pak Berton.
15:31Siap.
15:34Pak Berton,
15:35sudah bisa tanya?
15:38Siap.
15:40Ini dari
15:4199 peserta ini,
15:43apakah ada dari
15:44suruh PVMBG
15:45karena kami juga butuh tahu
15:47kondisi
15:48Gunung Anak Krakatau
15:49hingga di jam
15:5110.30 ini?
15:53Baik.
15:54Bisa kami jawab?
15:56Kami memang
15:57tadi sudah menghubungi
15:59Kepala Badan
16:01Badan Geologi,
16:02namun
16:02belum bisa kami tersambung.
16:05Demikian mungkin
16:06respon kami.
16:07Oke, satu lagi mungkin
16:09pertanyaan yang kedua, Pak Berton.
16:10Ini kan tadi
16:11ERNAP sudah
16:12membuat notam
16:13untuk tiga bandara.
16:15Tapi tadi
16:16saya sempat dengar
16:17correct me if I'm wrong
16:18kalau ada
16:19keinginan
16:20untuk OMC.
16:21Apakah ini
16:22agak sedikit
16:26membahayakan
16:26atau bagaimana?
16:27Mungkin ada unsur teknis
16:28yang mungkin bisa lebih
16:29clear ketika
16:30penerbangan sipil
16:32dilarang untuk terbang
16:33tapi sementara
16:34OMC untuk meredakan
16:35abu vulkanik ini
16:36tetap bisa dilaksanakan.
16:38Terima kasih.
16:39Itu saja, Pak Berton.
16:40Selamat siang.
16:41Boleh direspon
16:43dari
16:43Kepala BMKG
16:45atau Kepala BNBB,
16:46Bapak.
16:47Mohon hormat.
16:49Tadi barusan
16:50saya sudah berkoordinasi
16:52langsung dengan
16:53Bapak Kepala
16:53BNBB
16:54bahwa kami baru
16:56mendapatkan informasi
16:57nanti hadir juga
16:58di sini
16:59otoritas bandara
17:00Sukarno-Hatta
17:00nanti bisa kita
17:01tanyakan juga
17:02bahwa sampai dengan
17:04hari ini
17:05pukul 10.25
17:07waktu Indonesia
17:08bagian Barat
17:08ada lima bandara
17:10yang saat ini
17:10ditutup
17:11yaitu yang pertama
17:12Sukarno-Hatta
17:14yang ditutup
17:15mulai pukul 8.36
17:17sampai 13.30
17:18kemudian
17:19Halim Perdana Kusuma
17:20tutup mulai
17:2209.49
17:22hingga
17:23pukul 14
17:24waktu Indonesia
17:25bagian Barat
17:26kemudian
17:27Raden Inten
17:272 Lampung
17:28itu akan tutup
17:29hingga
17:30pukul 14.00
17:33kemudian
17:34Budiarto Curug
17:34itu juga akan tutup
17:36hingga 13.30
17:37serta
17:38lapangan terbang
17:40Pondok Cabe
17:40juga akan tutup
17:41hingga
17:41pukul 14.00
17:43untuk
17:44operasi modifikasi cuaca
17:46tadi saya koordinasi
17:47dengan Pak Kepala
17:48BNPB
17:48nanti mungkin
17:50kita geser
17:50pelaksanannya
17:51apakah dari Halim
17:51atau dari Hussein
17:52Sasranegara
17:53jadi
17:53tetap dari bandara
17:55yang tidak terpengaruh
17:56penutupan
17:58akibat Abu Volkani
17:59ini
17:59demikian Pak
18:01baik
18:02ada tambahan
18:03dari Bapak
18:03Kepala Badan
18:04Bapak
18:05kalau berkenan
18:06ya tambahannya
18:08tadi mungkin
18:08apa yang disampaikan
18:09Kepala BMKG
18:10jadi untuk
18:11BNPB kan
18:12operasionalnya
18:13dan kita akan
18:14lakukan
18:15seaman mungkin
18:16dan tentu saja
18:17operasi modifikasi cuaca
18:18itu justru untuk
18:19membantu
18:20kondisi udara
18:22kondisi
18:23Abu Volkanik
18:24itu bisa luruh
18:25karena dalam
18:26kondisi
18:27erupsi
18:28salah satu
18:29upaya yang
18:31sangat
18:31baik
18:32itu apabila
18:32kemudian
18:33datang hujan
18:34sehingga
18:35abu itu bisa luruh
18:36ke tanah
18:37memang bisa juga
18:37tanpa hujan
18:38dengan angin
18:39tetapi kan
18:39kadang-kadang ini
18:41butuh waktu yang lama
18:42nah ini juga tadi
18:43sudah dijelaskan
18:44jadi karena
18:45pondok cabai ini
18:46gak bisa tertutup
18:47makanya nanti
18:48untuk melaksanakan
18:50OMC-nya
18:50kalau bisa dari
18:51Halim
18:52kalau tidak
18:52ya nanti dari
18:53Bandara Bandung
18:53yang memang terbuka
18:55demikian Pak Berton
18:56terima kasih
18:57terima kasih
18:58Bapak
18:59Kepala Badan
19:00BMKG
19:00dan Kepala Badan
19:01BNPB
19:02yang sudah merespons
19:03pertanyaan dari
19:04wartawan tadi
19:05satu lagi mungkin
19:06ada pertanyaan
19:07sambil menunggu
19:09Bapak Menteri masuk
19:14ya Pak
19:16silahkan
19:17silahkan dari
19:18Asmar Zab
19:23silahkan Bapak
19:25Pak
19:26satu pertanyaan Pak
19:28halo
19:31halo bisa dengar
19:33silahkan
19:34silahkan
19:34silahkan
19:35oke
19:38ini pertanyaan
19:39untuk
19:39Kepala BMKG
19:41dan
19:42saat ini kan
19:43ada ini apa ya
19:43terpantau ada
19:444 sampai 5
19:47erupsi ya
19:48dari gunung ini
19:49pagi ini
19:50katanya
19:51nah itu mungkin
19:51ada tanggapan kah
20:00ya
20:00silahkan
20:01Bapak
20:02Bapak
20:03kalau bisa direspon
20:04ya Pak
20:06sebentar
20:07ini sebenarnya
20:08lebih tepat
20:09dijawab oleh
20:11Kepala Badan
20:12Geologi ya
20:13tapi
20:13saya coba
20:14sarikan beberapa
20:15informasi yang kami
20:16terima
20:17Bapak Ibu sekalian
20:18jadi
20:20untuk
20:21letusan
20:22anak
20:22gunung
20:23anak Krakatau
20:24ini erupsinya
20:24jenis
20:25trombolian
20:26akibat
20:27magma cair
20:28dengan tekaran gas
20:28sedang
20:29jadi terjadi
20:29letusan-letusan
20:30yang kecil ya
20:32yang berulang
20:32secara teratur
20:33kemudian ini
20:34yang memunculkan
20:36kembang api lava
20:37bom vulkanik
20:37dan lapili ke udara
20:39sebenarnya
20:40sejak 2 Juli
20:412026
20:42statusnya
20:43sudah ditetapkan
20:43BBMBG
20:45gunung anak
20:46Krakatau
20:46pada level 3
20:47atau siaga ya
20:48sehingga
20:49sekarang
20:50baru di tanggal
20:524 September
20:52pukul 23.07
20:54waktu Indonesia
20:55bagian barat
20:56ini
20:56gunung apinya
20:57mengalami erupsi
20:58yang menerus
20:58nah ini yang kemudian
20:59untuk pertanyaannya
21:01mengenai frekuensi
21:02erupsinya
21:03mungkin saya bisa
21:04dibantu oleh
21:05Direktur Gempa Bumi
21:06dan Tsunami
21:06yang hadir di sini
21:07ya apakah
21:08sudah mendapatkan
21:09koordinasi dari
21:10BBMBG
21:11silahkan
21:11Dr. Gujayanto
21:14baik
21:15terima kasih Pak
21:16jadi
21:17mohon izin
21:19untuk kejadian
21:20tadi pagi ya
21:21jadi ada beberapa
21:22kali tadi
21:22seperti disampaikan
21:23ada beberapa kali
21:24erupsi
21:25sebenarnya erupsi ini
21:26adalah
21:26erupsi yang
21:27menerus gitu ya
21:29jadi memang
21:30ada semburan-semburan
21:31lava dan ini
21:31mungkin akan
21:32masih terus terjadi
21:33sampai tadi malam
21:34juga terpantau
21:35tadi pagi masih
21:36terpantau dan ini
21:37mungkin akan
21:38terus terjadi
21:39dan frekuensinya
21:41kita pantau
21:41dari aktivitas
21:42di permukaan
21:44kita ada
21:44monitoring petir juga
21:45masih ada
21:46aktivitas
21:47namun sudah mulai
21:49meluruh
21:49tidak seperti pada
21:50tanggal
21:514 jam 23
21:52malam
21:53jadi ini sudah
21:54mulai meluruh juga
21:55dan kita pastikan
21:56frekuensinya akan
21:58terus menurun
21:59ya dibandingkan
22:00dengan yang
22:01tanggal 4 jam
22:0323.07 kemarin
22:04mungkin demikian
22:06tambahan dari saya
22:09baik
22:10terima kasih
22:11buat responnya
22:12sampai sekarang
22:13kami belum bisa
22:16melihat
22:16Bapak Menteri
22:17perhubungan
22:18bisa masuk
22:21arahan Bapak
22:25kami kira
22:26izin Pak
22:28Pak Barton
22:28oke satu lagi ya
22:30satu lagi pertanyaan
22:32bukan pertanyaan
22:33dari Kemen
22:33oh siap
22:35siap Bapak
22:35maaf
22:36maaf
22:37perhubungan udara itu Pak
22:38baik baik
22:39silahkan Bapak
22:41baik
22:41terima kasih
22:42selamat pagi
22:43Assalamualaikum
22:43Warahmatullahi
22:44Wabarakatuh
22:46Waalaikumsalam
22:47Warahmatullahi Wabarakatuh
22:48jadi saya menambahkan
22:50apa yang sudah disampaikan
22:51oleh Pak
22:51Kepala BMKG
22:53dan
22:54sekitar mengulung aja Pak
22:56jadi
22:56kita menerima
22:58laporan
22:59laporan
23:00karnik as
23:01atau
23:01karnik as
23:02aksesori
23:02senter dari Darwin
23:03itu jam
23:047.10 kemarin
23:05dan kemudian
23:07kita memantau
23:07memantau
23:09dan
23:09kemudian
23:11menonton monitoring
23:13pergerakan
23:14abu karnik ini
23:15sampai meliputi
23:16luas air
23:17mana gitu
23:18dan kemudian
23:19akhir bulan
23:21sampai dengan jam
23:221 pagi
23:241 pagi 30
23:25abu sudah mencapai
23:28sukanan atas
23:29setelah kita lakukan
23:30paper test
23:31dan kemudian
23:33kita langsung menerbitkan
23:35notem
23:36close on air
23:37adrompa
23:38dan memang
23:38seperti yang saya paham
23:39di Pak
23:39Kepala BMKP
23:40memang saat ini
23:41sudah 5 iPod
23:42yang di
23:43di
23:43di mana
23:45iPod
23:45terlalu
23:46yang kareng
23:46ya
23:47Sukamahata
23:47Alim Perdama
23:49Suma
23:49kemudian
23:50Raden
23:50Ingen Lampung
23:51Budiarto
23:53Curug
23:53dan tambah lagi
23:55barusan
23:55adalah
23:55Pondok Cabe
23:56jadi sudah 5 iPod
23:58di
23:58Kepala
23:59kami
24:02harus memantau
24:04Pak
24:04pergerakan
24:05awal ini
24:05dan tentu
24:06kami punya
24:08grup ya
24:09dengan
24:09teman-teman
24:10stakeholder
24:11iPod
24:12AirNAP
24:13dan
24:13juga
24:14BMKG
24:14sehingga
24:15kami bisa
24:15update
24:15situasi
24:17ini
24:18terkait dengan
24:19pergerakan
24:20perhubungan
24:20mungkin
24:21demikian
24:22tambahan
24:22dari saya
24:23terima kasih
24:24baik
24:25terima kasih
24:26Bapak Lukman
24:27F. Laisa
24:28yang sudah
24:29menyampaikan
24:30perkembangan
24:31terkait dengan
24:32perhubungan
24:33udara
24:35rekan-rekan media
24:36yang kami hormati
24:37kami kira
24:38kita bisa
24:39sudahi
24:40acara
24:41conference conference
24:41pada pagi hari ini
24:43kami mengucapkan
24:43terima kasih
24:44buat Bapak Menteri
24:45Kesehatan
24:45Bapak
24:46Kepala
24:47BNPB
24:48dan Bapak
24:48Kepala
24:49BMKG
24:50serta
24:52Bapak
24:52Lukman
24:53yang sudah
24:54menemani
24:55memberikan informasi
24:57pada
24:58pagi hari ini
24:59rekan-rekan media
25:01yang kami hormati
25:01demikian
25:02press conference
25:02hari ini
25:03dengan mengucapkan
25:04syukur kepada
25:05Tuhan Yang Maha Esa
25:05press conference
25:06pagi hari ini
25:07kami tutup
25:08terima kasih
25:09wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
25:11salam dan salam tangguh
25:12buat kita semua
25:13waalaikumsalam
Komentar