00:00Bakaran lahan di Samarinda, Kalimantan Timur mendekati kawasan permukiman warga.
00:12Saat proses pemadaman, petugas terkendala sumber air minim di lokasi.
00:18Kencangnya angin membuat api begitu cepat meluas.
00:21Di lokasi, petugas gabungan BPBD dibantu relawan berjibaku memadamkan api meski sumber air minim.
00:28Dari data yang dirilis BPBD Samarinda perempat September 2026,
00:34luasan lahan yang terbakar dari 10 kelurahan di Samarinda mencapai 241 hektare.
00:49Mobil tangki juga ada yang menggunakan back pump untuk membatasi api.
00:55Nah, ini kelihatannya api karena angin kencang juga masih sedikit berkorbar.
01:01Tadi memang waktu kebakaran pertama itu sangat dekat dengan pemikiman warga.
01:06Namun demikian, teman-teman damkar dan relawan sudah turun duluan untuk mematikan api yang datang kemudian.
01:12Namun angin kencang, terbawa angin sehingga melebar ke tengah di pelukar-pelukar yang ada ini atau rumput-rumput ini.
01:21Puluhan pohon rambutan dan sekitar 100 batang pohon limau milik seorang guru lulus terbakar
01:26akibat kebakaran hutan dan lahan.
01:29Bakaran tersebut menghanguskan hampir seluruh tanaman di lahan seluas kurang lebih 9.000 meter persegi.
01:39Beginilah kondisi di sekitar pondok milik seorang guru yang menyiapkan masa pensiun dengan berkebun.
01:46Lahan seluas 9.000 meter persegi yang ditanami rambutan dan limau hampir habis terbakar.
01:52Hanya tersisa sejumlah pohon di sekitar pondok karena tersambar api kebakaran lahan
01:57yang awalnya menyala di lahan semak belukar berjarak 50 meter dari lokasi.
02:04Puluhan pohon rambutan dan ratusan pohon limau yang dipersiapkan untuk masa pensiunnya habis terbakar.
02:18Dan saudara untuk mengetahui perkembangan terkini, penanganan kebakaran lahan
02:22dan sudah ada jurnalis Kompas TV Sayidah Aisyah dan juru kamera Arpawi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
02:29Selamat siang Aisyah.
02:31Bagaimana kondisi di sana saat ini dan bagaimana dengan upaya penanganan yang dilakukan?
02:37Ya, terima kasih Imran dan juga saudara perhari ini di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
02:43Kondisinya sudah mulai berangsur normal begitu, namun pada pukul 5 pagi hingga 8 pagi itu
02:52kabut asap cendurung menebal atau kabut asap sendiri masih ada seperti itu.
02:57Namun perhari ini kabut asap di Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini tidak setebal pada beberapa hari belakang
03:06atau beberapa hari yang lalu seperti itu Imran.
03:09Namun juga tiga saat ini mengenai bahkan bakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan ini
03:16masih terus, upayanya masih terus dipadamkan oleh relawan gabungan seperti itu.
03:23Meski tidak ada titik api, bahkan titik api sendiri di Kalimantan Selatan ini
03:28cenderung menurun begitu di Banjarbaru ini masih belum ada ditemukan titik api.
03:34Namun petugas relawan, petugas gabungan, TNI, Polri, dan pemerintah provinsi sendiri ini
03:40terus mengupayakan melakukan pemadaman di sejumlah titik-titik usai kebakaran lahan.
03:47Karena titik setelah kebakaran lahan ini tentu masih menimbulkan kabut asap
03:54atau masih menimbulkan asap dari bawah tanah gambut ini begitu.
03:58Karena memang proses pemadaman ini tentu tidak hanya di area permukaan saja
04:04namun hingga harus tinggal ke bagian bawah tanah karena kondisi tanah gambut ini
04:12barahnya itu, apinya itu sampai ke bawah tanah seperti itu.
04:15Namun hingga saat ini penanganan oleh tim gabungan yaitu selain memakai metode penyeraman
04:27tidak berulang, tentu memakai metode air, sampur, sabun, atau foam begitu.
04:34Selain itu juga penanganan ini memang memerlukan ekstra tenaga dan metode khusus
04:40seperti petugas Manjual Agni Kalimantan Menoranjar melakukan metode
04:46dengan memancakkan nozzle untuk ke dalam tanah guna menjangkau
04:52atau menjangkau perasapan barah api ke bawah permukaan tanah tadi.
04:58Karena memang penyiram permukaan saja tidak efektif semoga.
05:04Kondisi ini dinilai efektif untuk memadamkan api begitu.
05:08Imron.
05:09Baik upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan
05:13terus dilakukan.
05:14Saat ini kondisinya sudah berangsur normal dan lebih baik dari sebelumnya
05:18bahkan sudah tidak terpantau ada titik api di sana.
05:21Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kopas TV, Sayida Aisyah, dan Juru Kamera Arpawi.
Komentar