00:00Saudara memasuki puncak ulang tahun ke-15 Kompas TV,
00:03kami menghadirkan sosok-sosok inspiratif yang mewakili wajah Indonesia saat ini.
00:07Mereka berjuang dalam diam di panggung kemanusiaan hingga pemberdayaan disabilitas.
00:12Satu di antaranya, Suster Francisca Immaculata atau yang akrab di sapa Suster Ika.
00:19Potret perjuangan panjang seorang biarawati untuk membela perempuan dan anak-anak korban kekerasan.
00:31Sejak bergabung dengan perkumpulan relawan kemanusiaan Flores,
00:35Suster Ika memfokuskan diri pada pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan.
00:41Pengalaman hidup yang pernah dilaluinya menjadi kekuatan untuk memahami luka para penyintas.
00:48Salah satu yang paling membekas adalah saat menangani kasus 13 perempuan asal Jawa Barat
00:54yang diduga menjadi korban eksploitasi di kota Momere.
01:00Menurutnya, kasus perdagangan orang bukan sekadar angka.
01:04Di shelter, tempat para penyintas mendapat pendampingan,
01:08ia menyaksikan sendiri betapa panjangnya proses memulihkan trauma.
01:14Terlebih, ketika kekerasan seksual dilakukan orang terdekat.
01:19Untuk membantu penyintas memulihkan diri,
01:22Suster Ika bekerja bersama konselor dan psikolog.
01:27Perjuangan melawan TPPO pun tidak selalu berjalan mudah.
01:31Suster Ika mengaku geram ketika menemukan dugaan keterlibatan oknu
01:36serta proses hukum yang dinilainya tidak transparan.
01:41Ditekah tekanan dan rasa lelah,
01:43Suster Ika memiliki satu keyakinan bahwa perjuangannya bukan semata-mata untuk dirinya sendiri,
01:51melainkan untuk mengembalikan martabat manusia yang telah dirampas.
01:58Di shelter, Suster Ika kini menyaksikan para penyintas perlahan mendata kembali masa depan.
02:04Ada yang kembali bersekolah,
02:07ada yang melanjutkan kuliah,
02:09dan ada pula yang telah bekerja.
02:14Rasa lelah,
02:16rasa kadang putus asa juga,
02:19kalau kasusnya besar dengan
02:24saya rasa seperti
02:27tekanan publik itu yang
02:29menyerang langsung ke sayanya.
02:32Itu yang saya sering
02:33berjuang sekali
02:35untuk bagaimana
02:36menata saya punya emosi,
02:39menata saya punya kekuatan dari dalam diri
02:41untuk tetap bertahan.
02:43Tapi saya merasa macam
02:45tidak pernah sendiri,
02:47karena kami ada tim,
02:48ada pater,
02:48mereka ada Suster,
02:49ada teman-teman awam,
02:51staff,
02:52sehingga
02:54ya lelah itu ada,
02:56tapi tidak sampai
02:58putus asa lalu berhenti itu tidak.
03:01Kami pasti selalu bersama-sama diskusi,
03:03kesulitan ini kita harus
03:05ambil langkah seperti apa.
03:09Dari Flores Lusa Tenggara Timur,
03:12Suster Ika terus melangkah,
03:13membawa keyakinan
03:15bahwa setiap korban
03:16berhak mendapatkan keadilan,
03:19keamanan,
03:20dan kesempatan
03:21untuk kembali
03:22menata hidup.
03:25Citos Natun,
03:26Kompas TV,
03:28Sika,
03:28Dusa Tenggara Timur.
03:30Terima kasih.
Komentar