Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Memasuki puncak ulang tahun ke-15 KompasTV, kami menghadirkan sosok-sosok inspiratif yang mewakili wajah Indonesia saat ini. Mereka berjuang dalam diam di panggung kemanusiaan hingga pemberdayaan disabilitas.

Satu di antaranya Suster Fransiska Immakulata, atau yang akrab disapa Suster Ika. Potret perjuangan panjang seorang biarawati untuk membela perempuan dan anak-anak korban kekerasan.

Sejak bergabung dengan Perkumpulan Relawan Kemanusiaan Flores, Suster Ika memfokuskan diri pada pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan.

Pengalaman hidup yang pernah dilaluinya, justru menjadi kekuatan untuk memahami luka para penyintas.

Salah satu yang paling membekas adalah saat menangani kasus 13 perempuan asal Jawa Barat, yang diduga menjadi korban eksploitasi di Kota Maumere.

Menurutnya, kasus perdagangan orang bukan sekadar angka. Di shelter tempat para penyintas mendapat pendampingan, ia menyaksikan sendiri betapa panjangnya proses memulihkan trauma.

Terlebih ketika kekerasan seksual dilakukan orang terdekat. Untuk membantu penyintas memulihkan diri, Suster Ika bekerja bersama konselor dan psikolog.

Perjuangan melawan TPPO pun tidak selalu berjalan mudah. Suster Ika mengaku geram ketika menemukan dugaan keterlibatan oknum, serta proses hukum yang dinilainya tidak transparan.

Di tengah tekanan dan rasa lelah, Suster Ika memiliki satu keyakinan bahwa perjuangannya bukan semata-mata untuk dirinya sendiri, melainkan untuk mengembalikan martabat manusia yang telah dirampas.

Di shelter, Suster Ika kini menyaksikan para penyintas perlahan menata kembali masa depan. Ada yang kembali bersekolah, ada yang melanjutkan kuliah, dan ada pula yang telah bekerja.

#tppo #psikolog #susterika

Baca Juga Tren Olahraga Gen Z Meningkat, Sport Centre Jadi Pilihan untuk Hidup Lebih Aktif | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/689171/tren-olahraga-gen-z-meningkat-sport-centre-jadi-pilihan-untuk-hidup-lebih-aktif-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/689176/perjuangan-suster-ika-pulihkan-korban-tppo-di-sikka-ntt-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara memasuki puncak ulang tahun ke-15 Kompas TV,
00:03kami menghadirkan sosok-sosok inspiratif yang mewakili wajah Indonesia saat ini.
00:07Mereka berjuang dalam diam di panggung kemanusiaan hingga pemberdayaan disabilitas.
00:12Satu di antaranya, Suster Francisca Immaculata atau yang akrab di sapa Suster Ika.
00:19Potret perjuangan panjang seorang biarawati untuk membela perempuan dan anak-anak korban kekerasan.
00:31Sejak bergabung dengan perkumpulan relawan kemanusiaan Flores,
00:35Suster Ika memfokuskan diri pada pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan.
00:41Pengalaman hidup yang pernah dilaluinya menjadi kekuatan untuk memahami luka para penyintas.
00:48Salah satu yang paling membekas adalah saat menangani kasus 13 perempuan asal Jawa Barat
00:54yang diduga menjadi korban eksploitasi di kota Momere.
01:00Menurutnya, kasus perdagangan orang bukan sekadar angka.
01:04Di shelter, tempat para penyintas mendapat pendampingan,
01:08ia menyaksikan sendiri betapa panjangnya proses memulihkan trauma.
01:14Terlebih, ketika kekerasan seksual dilakukan orang terdekat.
01:19Untuk membantu penyintas memulihkan diri,
01:22Suster Ika bekerja bersama konselor dan psikolog.
01:27Perjuangan melawan TPPO pun tidak selalu berjalan mudah.
01:31Suster Ika mengaku geram ketika menemukan dugaan keterlibatan oknu
01:36serta proses hukum yang dinilainya tidak transparan.
01:41Ditekah tekanan dan rasa lelah,
01:43Suster Ika memiliki satu keyakinan bahwa perjuangannya bukan semata-mata untuk dirinya sendiri,
01:51melainkan untuk mengembalikan martabat manusia yang telah dirampas.
01:58Di shelter, Suster Ika kini menyaksikan para penyintas perlahan mendata kembali masa depan.
02:04Ada yang kembali bersekolah,
02:07ada yang melanjutkan kuliah,
02:09dan ada pula yang telah bekerja.
02:14Rasa lelah,
02:16rasa kadang putus asa juga,
02:19kalau kasusnya besar dengan
02:24saya rasa seperti
02:27tekanan publik itu yang
02:29menyerang langsung ke sayanya.
02:32Itu yang saya sering
02:33berjuang sekali
02:35untuk bagaimana
02:36menata saya punya emosi,
02:39menata saya punya kekuatan dari dalam diri
02:41untuk tetap bertahan.
02:43Tapi saya merasa macam
02:45tidak pernah sendiri,
02:47karena kami ada tim,
02:48ada pater,
02:48mereka ada Suster,
02:49ada teman-teman awam,
02:51staff,
02:52sehingga
02:54ya lelah itu ada,
02:56tapi tidak sampai
02:58putus asa lalu berhenti itu tidak.
03:01Kami pasti selalu bersama-sama diskusi,
03:03kesulitan ini kita harus
03:05ambil langkah seperti apa.
03:09Dari Flores Lusa Tenggara Timur,
03:12Suster Ika terus melangkah,
03:13membawa keyakinan
03:15bahwa setiap korban
03:16berhak mendapatkan keadilan,
03:19keamanan,
03:20dan kesempatan
03:21untuk kembali
03:22menata hidup.
03:25Citos Natun,
03:26Kompas TV,
03:28Sika,
03:28Dusa Tenggara Timur.
03:30Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan