Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi menyampaikan bahwa warga di Bandung dan sekitarnya tidak perlu panik terkait fenomena dentuman.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers pada Sabtu (5/9/2026).

"Jadi untuk warga bandung dan sekitarnya, aktivitas dari sky quake ini adalah yang merupakan fenomena alam, yang sampai saat ini kita belum bisa mendefinisikan dengan baik. Artinya masyarakat kota bandung dan sekitarnya tidak perlu panik," ujar Suaidi.

Masyarakat juga diimbau untuk jangan percaya terhadap informasi hoax.

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689167/imbauan-bmkg-soal-misteri-dentuman-suara-keras-di-bandung
Transkrip
00:00Siap. Ya, jadi untuk wargi Bandung dan sekitarnya, Bandung Raya, wilayah Bandung Raya,
00:07aktivitas dari skwek-kwek ini adalah aktivitas dentuman langit, yang kita sebut dengan dentuman langit,
00:14yang apa namanya, ini merupakan fenomena alam, yang sampai saat ini kita belum bisa mendefinisikan dengan baik.
00:23Jadi, artinya, masyarakat kota Bandung dan sekitarnya, ya, tidak perlu panik, ya, karena dari data BMKG,
00:33BMKG melakukan monitoring 24 jam per 7, ya, data petir, dari data petir, aktivitas atmosfer, aktivitas kegembaan,
00:42untuk wilayah Bandung dan sekitarnya pada jam itu tidak ada.
00:45Dan kita mencurigai adanya aktivitas vulkanik yang di Krakatau, cuman masalahnya adalah anginnya menuju barat,
00:52artinya tidak mungkin terdengar. Nah, memang, fenomena ini masih menjadi misteri.
00:58Mudah-mudahan bisa dijawab. Dan masyarakat tidak perlu khawatir, dan jangan percaya terhadap hoax,
01:04informasi terkait dengan fenomena alam dan gejala alam, itu percaya saja sama teman-teman dari BMKG.
01:12Informasi BMKG ada di info BMKG dan lain-lain. Terima kasih.
01:15Oke, terima kasih, Pak.
01:23Silahkan, Bapak Ibu yang lain, apabila masih ada pertanyaan.
01:28Oh, Julfi, coba cek, ada Pak Sirot sudah bergabung?
01:35Kalau belum, nggak apa-apa.
01:36Ini terkait dengan...
01:38Oh, Pak Sirot.
01:39Oke, silahkan, Pak Sirot, penjelasan terkait dengan magnetik.
01:42Pak Sirot adalah dokter alih bidang magnetik di BMKG.
01:45Silahkan, Pak Sirot.
01:48Terima kasih, Pak Soeidi, atas kesempatannya.
01:51Ijin...
01:52Pak Soeidi, Pak Sirot.
01:55Ijin, mungkin bisa ditampilkan yang slide terkait magnetik tadi.
02:02Dari...
02:02Ya, silahkan, silahkan, tampilkan.
02:08Ya, bisa diseleso, ya.
02:10Jadi, dari rekaman, ya, rekaman aktivitas geomagnetik yang stasiun kami ada dua, ya, yang terdekat dengan kebetulan ini di wilayah
02:23Bandung dan sekitar ini terdekat adalah dua, ada di Serang dan juga Sukabumi.
02:29Kedua-duanya adalah merekod anomali, adanya anomali.
02:32Pada rentang mulai dari jam 23.20, ya, sampai dengan jam 1 dini hari, seperti itu.
02:41Nah, rekaman ini kami juga koresek juga dengan aktivitas mataharian biasanya kalau magnetik itu identik dengan badai matahari.
02:48Nah, ternyata badai matahari ini juga lagi tenang.
02:50Sehingga kami bisa menyimpulkan bahwasannya sumber aktivitas gangguan ini berasal dari bumi itu sendiri.
02:59Jadi, aktivitas geomagnetiknya itu noise-nya, gangguannya bersumber dari bumi di sekitar lokasi tersebut.
03:08Nah, relate dengan aktivitas erupsi gunung, anak gunung Karakatau tadi.
03:16Jadi, bisa kami menyimpulkan bahwasannya untuk aktivitas geomagnet yang terekam ini adalah relate dengan aktivitas erupsi gunung, anak gunung Karakatau
03:25-nya, seperti itu.
03:26Dan juga di slide berikutnya, yang petir.
03:31Nah, dari petir juga terkonfirmasi bahwasannya terdapat aktivitas petir vulkanik.
03:37Artinya petir yang tergenerate karena material-material abu vulkanik, bukan dari petir aktivitas perawanan ataupun konveksi, bukan.
03:51Ini adalah petir-petir adalah dari aktivitas abu vulkanik.
03:55Sehingga dia tercerikan ngumpul di atas anak gunung Karakatau.
04:00Jadi, kedua informasi tersebut, antara petir sama magnetik, itu terkonfirmasi adalah adanya aktivitas erupsi.
04:09Seperti itu.
04:11Oke.
04:13Oke, terima kasih Pak Dr. Sirot.
04:15Tadi sudah dijelaskan ya sama Pak Dr. Sirot.
04:17Mungkin benar-benar bisa dinoatis oleh teman-teman media kita.
04:22Jadi, memang aktivitas dentuman ini masih menjadi misteri bagi kami di BEMGG.
04:29Untuk wilayah Bandung dan sekitarnya ya.
04:32Tapi kalau untuk wilayah pesisir Pandeglang, pesisir dari Kabupaten Banten dan Lampung, tentunya mereka pasti mendengar itu.
04:42Dan menariknya adalah pergerakan angin berarah ke barat.
04:47Jadi, secara fisika, dentuman anak Karakatau tadi tidak memungkinkan untuk didengar di masyarakat kota Bandung dan sekitarnya.
04:56Demikian.
04:58Mungkin ada teman-teman BMKG?
05:00Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan