00:00Siap. Ya, jadi untuk wargi Bandung dan sekitarnya, Bandung Raya, wilayah Bandung Raya,
00:07aktivitas dari skwek-kwek ini adalah aktivitas dentuman langit, yang kita sebut dengan dentuman langit,
00:14yang apa namanya, ini merupakan fenomena alam, yang sampai saat ini kita belum bisa mendefinisikan dengan baik.
00:23Jadi, artinya, masyarakat kota Bandung dan sekitarnya, ya, tidak perlu panik, ya, karena dari data BMKG,
00:33BMKG melakukan monitoring 24 jam per 7, ya, data petir, dari data petir, aktivitas atmosfer, aktivitas kegembaan,
00:42untuk wilayah Bandung dan sekitarnya pada jam itu tidak ada.
00:45Dan kita mencurigai adanya aktivitas vulkanik yang di Krakatau, cuman masalahnya adalah anginnya menuju barat,
00:52artinya tidak mungkin terdengar. Nah, memang, fenomena ini masih menjadi misteri.
00:58Mudah-mudahan bisa dijawab. Dan masyarakat tidak perlu khawatir, dan jangan percaya terhadap hoax,
01:04informasi terkait dengan fenomena alam dan gejala alam, itu percaya saja sama teman-teman dari BMKG.
01:12Informasi BMKG ada di info BMKG dan lain-lain. Terima kasih.
01:15Oke, terima kasih, Pak.
01:23Silahkan, Bapak Ibu yang lain, apabila masih ada pertanyaan.
01:28Oh, Julfi, coba cek, ada Pak Sirot sudah bergabung?
01:35Kalau belum, nggak apa-apa.
01:36Ini terkait dengan...
01:38Oh, Pak Sirot.
01:39Oke, silahkan, Pak Sirot, penjelasan terkait dengan magnetik.
01:42Pak Sirot adalah dokter alih bidang magnetik di BMKG.
01:45Silahkan, Pak Sirot.
01:48Terima kasih, Pak Soeidi, atas kesempatannya.
01:51Ijin...
01:52Pak Soeidi, Pak Sirot.
01:55Ijin, mungkin bisa ditampilkan yang slide terkait magnetik tadi.
02:02Dari...
02:02Ya, silahkan, silahkan, tampilkan.
02:08Ya, bisa diseleso, ya.
02:10Jadi, dari rekaman, ya, rekaman aktivitas geomagnetik yang stasiun kami ada dua, ya, yang terdekat dengan kebetulan ini di wilayah
02:23Bandung dan sekitar ini terdekat adalah dua, ada di Serang dan juga Sukabumi.
02:29Kedua-duanya adalah merekod anomali, adanya anomali.
02:32Pada rentang mulai dari jam 23.20, ya, sampai dengan jam 1 dini hari, seperti itu.
02:41Nah, rekaman ini kami juga koresek juga dengan aktivitas mataharian biasanya kalau magnetik itu identik dengan badai matahari.
02:48Nah, ternyata badai matahari ini juga lagi tenang.
02:50Sehingga kami bisa menyimpulkan bahwasannya sumber aktivitas gangguan ini berasal dari bumi itu sendiri.
02:59Jadi, aktivitas geomagnetiknya itu noise-nya, gangguannya bersumber dari bumi di sekitar lokasi tersebut.
03:08Nah, relate dengan aktivitas erupsi gunung, anak gunung Karakatau tadi.
03:16Jadi, bisa kami menyimpulkan bahwasannya untuk aktivitas geomagnet yang terekam ini adalah relate dengan aktivitas erupsi gunung, anak gunung Karakatau
03:25-nya, seperti itu.
03:26Dan juga di slide berikutnya, yang petir.
03:31Nah, dari petir juga terkonfirmasi bahwasannya terdapat aktivitas petir vulkanik.
03:37Artinya petir yang tergenerate karena material-material abu vulkanik, bukan dari petir aktivitas perawanan ataupun konveksi, bukan.
03:51Ini adalah petir-petir adalah dari aktivitas abu vulkanik.
03:55Sehingga dia tercerikan ngumpul di atas anak gunung Karakatau.
04:00Jadi, kedua informasi tersebut, antara petir sama magnetik, itu terkonfirmasi adalah adanya aktivitas erupsi.
04:09Seperti itu.
04:11Oke.
04:13Oke, terima kasih Pak Dr. Sirot.
04:15Tadi sudah dijelaskan ya sama Pak Dr. Sirot.
04:17Mungkin benar-benar bisa dinoatis oleh teman-teman media kita.
04:22Jadi, memang aktivitas dentuman ini masih menjadi misteri bagi kami di BEMGG.
04:29Untuk wilayah Bandung dan sekitarnya ya.
04:32Tapi kalau untuk wilayah pesisir Pandeglang, pesisir dari Kabupaten Banten dan Lampung, tentunya mereka pasti mendengar itu.
04:42Dan menariknya adalah pergerakan angin berarah ke barat.
04:47Jadi, secara fisika, dentuman anak Karakatau tadi tidak memungkinkan untuk didengar di masyarakat kota Bandung dan sekitarnya.
04:56Demikian.
04:58Mungkin ada teman-teman BMKG?
05:00Terima kasih.
Komentar