- 2 hari yang lalu
- #geologi
- #anakkrakatau
- #bandung
- #suaragemuruh
JAKARTA, KOMPAS.TV Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Siti Sumilah Rita Susilawati menyampaikan update terkait aktivitas erupsi di Gunung Anak Krakatau.
Hal ini disampaikan dalam konferensi pers melalui daring pada Sabtu (5/9/2026).
Rita juga menjelaskan dugaan aktivitas akustik terkait erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau dengan fenomena dentuman di Bandung dan sekitarnya.
Produser: Theo Reza
#geologi #anakkrakatau #bandung #suaragemuruh
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689166/full-penjelasan-kepala-pvmbg-soal-erupsi-gunung-anak-krakatau-dentuman-di-bandung
Hal ini disampaikan dalam konferensi pers melalui daring pada Sabtu (5/9/2026).
Rita juga menjelaskan dugaan aktivitas akustik terkait erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau dengan fenomena dentuman di Bandung dan sekitarnya.
Produser: Theo Reza
#geologi #anakkrakatau #bandung #suaragemuruh
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689166/full-penjelasan-kepala-pvmbg-soal-erupsi-gunung-anak-krakatau-dentuman-di-bandung
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Asih, Puntan tadi agak menghilang Bapak-Ibu.
00:03Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:07Selamat pagi Bapak-Ibu, rekan-rekan media yang kami hormati.
00:11Pertama tentunya terima kasih atas kehadiran rekan-rekan pada kesempatan pagi hari ini.
00:17Kami dari Badan Geologi Kementerian SDM, ini tadi sudah disampaikan oleh Gina,
00:23akan menyampaikan sedikit perkembangan terkini dari aktivitas Gunung Anak Rakatau
00:27yang memang dari sejak semalam terjadi erupsi dan menyebabkan agak sedikit kita jadi banyak informasi demikian.
00:38Baik, Bapak-Ibu sekali lagi perlu disampaikan bahwa Pusat Blokanologi dan Mitigasi Bencana Geologi itu
00:45melakukan pemantauan terhadap Gunung-Gunung Api Aktif yang ada di Indonesia termasuk Gunung Api Anak Rakatau.
00:53Khusus untuk Anak Rakatau ini kami memiliki dua stasiun pengamatan
00:56yang ada di Pasauran dan juga yang ada di Kalianda.
01:01Ada dua seperti itu.
01:03Nah, teman-teman, Anak Rakatau ini kan merupakan Gunung Api tipe A ya.
01:07Dia ada di Selat Sunda.
01:09Secara administratif memang masuk pada dua wilayah Jawa Barat dan juga Kabupaten Lampung.
01:16Oleh karena itu, posnya ada dua tadi.
01:18Satu di Lampung dan juga ada di Jawa Barat.
01:20Catatan sejarah tahun 1883, kita tahu bahwa Rakatau ini mengalami erupsi yang sangat besar,
01:27juga menghasilkan tsunami.
01:29Selain itu, goncangan gempa bumi memicu erupsi Anak Rakatau dan longsoran sebagian tubuh Anak Rakatau
01:35itu di 22 Desember 2018.
01:37Ada juga ya yang menyebabkan tsunami.
01:39Nah, setelah 22 Desember 2018, seru erupsi berskala rendah ini terus berlangsung
01:49sebagai fase konstruksi pertumbuhan kembali Gunung Api Anak Rakatau hingga 16 Desember 2023.
01:56Jadi, erupsinya, Bapak, Ibu, teman-teman, ini cukup lama berlangsung hingga kembali Gunung Anak Rakatau.
02:02Ini erupsi di tanggal 2 Juli 2026, sehingga levelnya juga kita naikkan dari Waspanda
02:08menjadi level 3 siaga sejak 2 Juli 2026.
02:13Nah, 31 Agustus juga ada letusan dan tadi malam juga ada letusan.
02:18Krakatau ini menghasilkan erupsi lontaran Batu Pijat dan Abu Pulkani.
02:23Tadi malam, tanggal 5 September 2026, berlangsung dari 23 lebih 7 waktu Indonesia Barat
02:32hingga 6 September pukul 4.40 yang kami sudah sampaikan laporannya.
02:37Tapi, sampai saat ini pun kita masih memantau, masih terjadi erupsi di Gunung Api Anak Rakatau ini.
02:44Masih terdengar, eh, masih ada erupsi begitu ya.
02:48Nah, di pagi hari memang di pos pengamatan kami mengamati juga terdengar suara gemuruh, gitu ya,
02:53dari pos PGA Krakatau-Pasauran.
02:56Nah, tinggi kolom erupsi ini tidak bisa kami amati, tetapi...
03:02Mohon izin sebentar.
03:08Oke, mohon maaf sebentar.
03:12Ini sih kalau kayak begitu.
03:14Jadi, di Gunung Anak Rakatau ini, Bapak-Ibu,
03:21untuk PGA Rakatau-Pasauran, malam tadi memang mencatat adanya suara,
03:27terdengar suara gemuruh, seperti itu ya, dari erupsi menerus Gunung Anak Rakatau.
03:32Nah, tadi disampaikan bahwa tinggi kolom erupsi ini tidak bisa kami amati,
03:36tetapi kami juga melihat secara visual ada warna merah menyala,
03:41ini ya, semburan erupsinya jelas terlihat secara terus-menerus.
03:44Kami juga ada videonya.
03:46Kemudian, erupsi menerus ini terjadinya tuh beberapa jam, dalam durasi beberapa jam.
03:53Dan untuk di Anak Rakatau ini, memang erupsi menerus dengan semburan lava ini,
04:01fenomena umum yang juga terjadi di Gunung Api Anak Rakatau.
04:06Nah, dan Bapak-Ibu, teman-teman, tentu juga sudah mendapatkan banyak berita ya,
04:11bahwa suara dentuman dan getaran juga dilaporkan oleh masyarakat
04:15di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Nampung.
04:19Nah, kami memang di dalam hal ini, terkait dentuman ini,
04:24kami menduga itu memang ada kaitannya dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Rakatau
04:28yang berlangsung pada waktu bersamaan.
04:30Nah, ini perlu sedikit mungkin ada penjelasan buat teman-teman semuanya.
04:35Ada juga dari sejarah erupsi Gunung-Gunung Api yang ada di Indonesia,
04:40termasuk Gunung Api Anak Rakatau, gitu ya.
04:47Pada 11 April 2020, untuk Gunung Anak Rakatau ini,
04:50juga terdengar suara dentuman di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi.
04:56Nah, kami mencoba untuk melakukan pencocokan waktu di tahun 2020 tersebut,
05:02itu memang berkesesuaian dengan erupsi Gunung Anak Rakatau
05:06pada 10 April 2020 jam 21.58 dan 22.35.
05:12Nah, hasil pemantauan BMKG saat itu memang tidak ada gempa tektonik signifikan
05:17di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten
05:19yang dapat menjelaskan suara tersebut.
05:22Nah, meskipun kami memang menduga itu berhubungan dengan Anak Rakatau,
05:28kesamaan waktu ini memang merupakan indikasi korelasi
05:31yang belum dengan sendirinya membuktikan sumber dentuman secara pasti.
05:35Nah, Bapak-Ibu, rekan-rekan media,
05:37perambatan mungkin ini sedikit juga kami jelaskan,
05:41bahwa perambatan suara erupsi hingga jarak jauh,
05:44ini bukan fenomena yang tidak mungkin terjadi.
05:46Ini kami contohkan dengan erupsi eksplosif Gunung Kelut di tanggal 13 Februari 2014.
05:52Ini suara dentumannya bisa terdengar di sejumlah wilayah Jawa Tengah
05:57yang jauh dari sumber erupsi.
06:00Nah, erupsi di Gunung Kelut saat itu kolomnya 17 km
06:04sehingga melepaskan energi akustik yang sangat besar.
06:06Jadi, memang berdasarkan data-data yang kami miliki,
06:13termasuk juga data-data yang kami peroleh dari literatur,
06:17memang ada kemungkinan juga erupsi itu bisa terdengar pada jarak yang cukup jauh demikian.
06:22Dengan mempertimbangkan kejadian Anak Rakatau tahun 2020 dan Erupsi Kelut 2014,
06:28jadi kami sekali lagi ini menduga memang kemungkinan erupsi Gunung Anak Rakatau ini
06:36sebagai salah satu kemungkinan sumber suara dentuman di beberapa wilayah di Jawa Barat
06:40pada 4-5 September 2026.
06:43Nah, ini kalau di literatur disebutkan bahwa perbedaan temperatur setara dan kecepatan angin
06:49memang bisa menyebabkan itu ya, tapi ini mungkin ranahnya yang apa namanya
06:54untuk cuaca ini bisa dijelaskan atau bisa dibaca lebih lanjut dari institusi terkait ya.
07:02Nah, tetap Bapak-Ibu teman-teman, kepastian sumbernya ini tetap memerlukan pencocokan
07:07waktu erupsi dan waktu pelaporan masyarakat ya, yang ini sekali lagi memerlukan
07:13apa namanya tuh, memastikan seperti itu.
07:16Berdasarkan hasil evaluasi, hingga saat ini pertumbuhan tubuh Gunung Anak Rakatau
07:21yang terbentuk kembali pasca erupsi 22 Desember 2018,
07:25ini masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan
07:29dalam skala yang dapat memicu tsunami.
07:32Meskipun demikian, ini kami pastikan bahwa perkembangan aktivitas
07:36dan perubahan morfologi dari Gunung Anak Rakatau ini
07:39tetap dipantau secara intensif.
07:42Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Api Anak Rakatau
07:45masih dalam level 3 siaga, potensi ancaman bahaya erupsi saat ini
07:49berasal dari aliran lava yang dapat disertai dengan lontaran batu pijar.
07:53Nah, rekomendasi kami, Bapak-Ibu, yang pertama,
07:57untuk masyarakat di sekitar Gunung Anak Rakatau,
08:00ini perlu tetap mewaspadai wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Rakatau,
08:06ini agar tetap dipatuhi.
08:08Juga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas,
08:13lapa, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.
08:16Untuk masyarakat di wilayah Provinsi Banten dan Lampung,
08:20tetap tenang dan dapat melakukan kegiatan seperti biasa
08:22dengan senantiasa mengikuti arahan dari BPBD setempat.
08:27Dan Bapak-Ibu, rekan-rekan, untuk mengetahui informasi,
08:30Bapak-Ibu semua dapat menghubungi kami,
08:33Pusat Volkanologi Mitigasi Bencana Geologi,
08:35atau juga dapat memperoleh informasi dari magma,
08:39seperti itu ya,
08:41atau media sosial Badan Geologi,
08:43serta website Badan Geologi.
08:45Demikian, yang bisa kami sampaikan atas perhatiannya,
08:49kami ucapkan terima kasih.
09:02Baik, Ibu, sebelumnya perlu kami sampaikan,
09:06Timbalan Geologi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut
09:09sehingga kami tidak melayani wawancara
09:11di luar konferensi pers ini
09:12untuk memaksimalkan sesi tanya-jawab.
09:15Baik, kepada rekan-rekan media yang akan mengajukan pertanyaan,
09:18kami silakan.
09:21Halo, saya David dari I-News, saya.
09:26Ya, silakan, Pak.
09:29Izin, Bu Rita,
09:30izin boleh mundur dikit aja, Bu,
09:33biar frame,
09:35ya, biar frame ininya kelihatanmu agak sama,
09:39agak kameranya agak kebawahin dikit aja, Bu,
09:42biar badannya kelihatan juga.
09:44Nah, kayak gitu, Bu, izin.
09:45Bu, maaf, Bu, sebelumnya, Bu.
09:47Izin, Bu, terkait dentuman dari di Bandung ini sendiri,
09:54kan itu jarak dari anak Rakatau
09:57ke kota Bandung itu sangat jauh, Bu.
10:00Sedangkan tadi kan di BMKG sendiri,
10:02arah angin itu dari timur ke barat.
10:04Nah, itu kenapa bisa terjadi sih, Bu,
10:06untuk suara dentuman sejauh itu,
10:09sejauh itu gitu,
10:10dari Selat Sunda ke kota Bandung.
10:14Terima kasih, Bu.
10:15Ya, seperti yang tadi disampaikan,
10:17ini pertanyaannya memang berputar sekitar itu ya,
10:21Bapak, Ibu, rekan-rekan semuanya.
10:22Jadi, kalau dari pengamatan yang kami lakukan,
10:26tidak hanya untuk anak Rakatau,
10:29tetapi juga beberapa gunung api lainnya di Indonesia,
10:32ketika erupsi besar terjadi gitu ya,
10:34atau tidak hanya erupsi besar,
10:35erupsi dengan tipe tertentu,
10:36karena kalau tipe,
10:38apa namanya tuh,
10:39fontaine ini memang biasanya disertai
10:41dentuman yang nyaring gitu ya.
10:42Nah, ketika ini terjadi,
10:44pelepasan energi akustiknya itu bisa sangat besar.
10:47Dan energi akustik inilah yang bisa merambat
10:50tinggal ratusan kilometer.
10:52Itu sudah ada penyelidikan,
10:54yang menyelidiki hal tersebut,
10:56dan ini akan bisa terdengar
10:58di beberapa wilayah lain yang jauh.
11:00Termasuk misalnya,
11:02kalau berdasarkan laporan,
11:04ini ada yang mendengarnya hingga di
11:07Pantai Utara Jawa,
11:09begitu bisa terdengar menurut laporan
11:11yang kami terima begitu ya,
11:12dan di Bandung.
11:14Nah, untuk penyebabnya,
11:16tadi seperti kami sampaikan,
11:17kami memang menduga,
11:18nih, suara yang tadi,
11:19karena berhubungan dengan
11:21erupsi Anak Rakatau yang jadi tadi malam,
11:23dugaan kuatnya memang itu berhubungan
11:25dengan gunung api Anak Rakatau.
11:27Walaupun kita perlu mencocokkan data terlebih dahulu,
11:29nanti memastikan tadi,
11:31yang apa, pada saat kita merasakan getaran
11:34di beberapa wilayah tadi,
11:35dengan waktu kejadian erupsi seperti itu.
11:38Jadi memang memungkinkan masih hingga
11:40ratusan kilometer berdasarkan informasi
11:43dan literatur yang kami miliki,
11:45itu memungkinkan dan berdasarkan
11:46secara erupsi beberapa gunung api
11:48yang ada di Indonesia,
11:49termasuk gunung Kelud tadi.
11:51Gunung Kelud itu di,
11:53merambat suaranya bisa terdengar
11:55sampai di Jogja,
11:56sampai di beberapa wilayah di Jawa Tengah.
11:59Seperti itu.
12:04Ada lagi?
12:05Pertanyaannya sudah cukup, Mas.
12:12Bu, ini kan dulu pernah juga terjadi di Bogor,
12:17ya, terkait dengan dentuman suara ini.
12:20Dan ini kembali terjadi lagi pada tahun ini
12:24dan terdengar di Dominang di Bandung Raya,
12:27ya, Bu.
12:27Tadi untuk mempertegas saja,
12:30Bu, apakah ini yang menjadi penyebab
12:33dari yang terkaitan dengan arti Raka Tau sendiri
12:37hingga sampai di Bandung itu
12:39apa sih, Bu, yang menjadi faktornya sendiri, Bu,
12:42sampai suara itu terdengar di Bandung Raya
12:45dan sekitarnya.
12:47Dan ini kan di Bandung Raya
12:49ada lempengan, Bu.
12:51Ini bawaannya apa untuk masyarakat
12:53agar masyarakat ini kan khawatir
12:55terkait dengan lempengan yang ada di Lembang.
12:57Seperti itu, Bu.
12:59Baik, pertama kami akan menjawab
13:01sesuai dengan data yang kami miliki
13:04dan itu sih ya kami berbicaranya
13:06tentang fenomena yang ada di Gunung Api
13:08seperti itu.
13:09Jadi Bapak-Ibu perlu ditegaskan kembali,
13:12kami sampaikan ulang,
13:13bahwa perambatan suara erupsi
13:15hingga jarak jauh itu
13:16bukan fenomena yang tidak mungkin terjadi, gitu ya.
13:19Tadi contohnya di Gunung Kelut,
13:21bahkan di Lowitobi, laki-laki,
13:23itu juga suara erupsinya itu
13:25bisa terdengar pada jarak yang cukup jauh,
13:28hingga ratusan kilometer.
13:29Dan itu di beberapa Gunung Api di luar negeri
13:31juga dilaporkan demikian.
13:34Nah, untuk Gunung Anak Rakatoi sendiri,
13:38memang tadi malam itu
13:39ada letusan
13:40dan kemudian setelah itu
13:42letusannya itu kan terus-menerus ya.
13:45Berupa seperti fontaine, begitu,
13:48erupsi yang terus-menerus
13:49seperti fontaine,
13:51berlangsung beberapa jam hingga pagi.
13:54Nah, kebetulan juga
13:55di situ kita merasakan adanya dilaporkan,
13:57ada getaran-getaran di berbagai wilayah di Jawa Barat.
14:01Sehingga berdasarkan hasil pengamatan kami sebelumnya,
14:04di Gunung-Gunung Api,
14:05kami menduga ini memang kemungkinan bisa
14:08dari anak rakatau,
14:09dari rambatan gelombang yang terjadi.
14:11Seperti itu, Mas.
14:15Mungkin bisa dipahami seperti itu ya.
14:20Jadi memang tidak,
14:21kalau tadi untuk gempa tektonik,
14:23kita belum mendapatkan laporan
14:25bahwa di Jawa Barat itu
14:26tercatat gempa tektonik.
14:28Sehingga getaran tersebut
14:29memang kemungkinan bukan berasal dari gempa tektonik,
14:33karena tidak dilaporkan,
14:35saat ini tidak terlaporkan
14:37terjadi gempa tektonik
14:38di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
14:41Seperti itu.
14:43Terima kasih, Bu.
14:45Jadi mungkin ini ya,
14:47ada penjelasan sedikit juga
14:49bahwa perbedaan temperatur,
14:51arah dan kecepatan angin,
14:52tadi gitu ya,
14:53kalau yang ini yang teramati itu,
14:56itu memang bisa juga tadi
14:57mempengaruhi perambatan
14:59dari dentuman
15:02ataupun dari suara erupsi seperti itu ya.
15:04Sehingga sekali lagi
15:05bisa terdengar dari jarak yang jauh.
15:08Kami tadi contohkannya
15:09di Gunung Kelud itu gitu ya,
15:12bisa terdengar hingga
15:13di Jawa Tengah,
15:15Gunung Kelud ini.
15:16Dan di Krakatau ini,
15:19pada 2020 juga kan
15:21terjadi erupsi
15:22dan ini diduga juga menyebab
15:25terdengar tadi
15:26seperti yang kami sampaikannya,
15:27ini berkaitan juga,
15:29ini mungkin saya ulang sedikit ya,
15:31teman-teman,
15:31punten,
15:32apa namanya,
15:34di Gunung Anak Krakatau ini,
15:37sebentar,
15:38suara pada
15:39bulan April 21,
15:4222,
15:4223,
15:435,
15:43dilakukan pencocokan waktu,
15:45ini sesuai begitu
15:46ketika terjadi goncangan,
15:48kami mencoba melakukan
15:50data mencocokan
15:51kesesuaian waktu itu,
15:53ini bersama gitu
15:54dengan kejadian
15:55latusan Anak Krakatau
15:56pada 10 April
15:5821,
15:582020
15:59di jam yang sama.
16:01Jadi sekali lagi,
16:02tapi yang harus menjadi catatan
16:04di sini kesamaan waktu,
16:05memang bisa merupakan
16:07indikasi korelasi,
16:08tetapi memang ini juga
16:09belum sendirinya membuktikan
16:10sumber dentuman.
16:11Kami juga menduga
16:12kuat ini ada hubungannya,
16:15tadi malam itu,
16:16ada hubungannya dengan
16:17aktivitas Gunung Anak Krakatau,
16:19seperti itu.
16:22Terima kasih, Bu.
16:25Assalamualaikum, Bu.
16:26Ijin, Bu.
16:26Agi, Bu.
16:27Ya, Mangga.
16:29Kompas.com, Bu.
16:30Ijin menanyakan, Bu,
16:31terkait energi akustik ini,
16:33Bu,
16:33kenapa ya tidak terjadi
16:34secara merata gitu
16:35di seluruh wilayah
16:36yang dilalui sama
16:39suara ini gitu, Bu.
16:40Terus,
16:40kenapa di Bandung ini
16:41bisa dilaporkan
16:43ada menggentarkan
16:44dinding rumah juga gitu, Bu?
16:46Apakah ini ada kaitannya
16:48sama topografi wilayah Bandung
16:49yang berupa cekungan?
16:51Terima kasih, Bu.
16:52Terima kasih ya.
16:53Untuk hal ini,
16:54mungkin ini jawabannya
16:57harus dari,
16:59maksudnya kita harus
17:00memastikan hal tersebut.
17:01Tadi kami sampaikan
17:02dari literatur,
17:03begitu ya,
17:04ada kemungkinan
17:05yang sudah terjadi
17:06memang itu bisa
17:08berhubungan.
17:09Nah, untuk
17:10misalnya data
17:11apakah gelombang suara itu
17:12menyebabkan,
17:13sebetulnya kami juga
17:15sudah ada ya,
17:16kalau tidak salah
17:16di-upload
17:17di medsosnya Badan Geologi,
17:22sebentar ya,
17:22walaupun ini secara umum
17:24kalau terjadi
17:24perambatan gelombang
17:25mungkin itu
17:26di luar,
17:27ada yang institusi
17:29ataupun juga
17:29pakar ahlinya ya,
17:31yang bisa menjelaskan
17:32hanya dari literatur,
17:33itu memang
17:34suara akustik
17:35dari suatu
17:36yang besar itu
17:37bisa merambat
17:38sampai jauh.
17:39Itu yang kami pegang,
17:40termasuk juga
17:41literatur yang menunjukkan
17:43aktivitas beberapa
17:44gunung api,
17:45erupsi,
17:46bukan hanya di Indonesia,
17:47tetapi juga di luar negeri
17:48yang suara erupsinya itu
17:50yang di dekat
17:51tidak terdengar,
17:52tetapi
17:52di jauh
17:53itu bisa terdengar.
17:54Dan itu ada
17:55di paper,
17:56di beberapa
17:57laporan
17:58yang dilaporkan,
18:00yang disampaikan.
18:01Jadi ada data
18:01bukti ilmiahnya
18:02seperti itu,
18:03Mas.
18:03ketika ada erupsi gunung api,
18:06suaranya itu
18:07bisa merambat
18:09jauh
18:09sampai ke
18:10wilayah-wilayah
18:11yang memang jauh
18:12dari sumber gunung apinya
18:13tersebut.
18:14Seperti itu.
18:41terima kasih,
18:44Bu.
18:44Lalu bu,
18:46beberapa masyarakat
18:47di sekitar sana,
18:47di Banten kan
18:48tadi pagi pun
18:49masih merasakan
18:50ada
18:50mungkin getaran
18:51gitu ya bu.
18:52Mungkin
18:53untuk
18:54memberikan ketenangan
18:55untuk masyarakat
18:56bahwa
18:56fenomena itu terjadi
18:58itu kenapa sih bu
18:58dan penjelasannya
18:59seperti apa
19:00dan himbauannya
19:01untuk tidak panik
19:01itu bagaimana.
19:02Itu sih yang ingin ditanyakan.
19:04Terima kasih,
19:04Bu Rita.
19:05Baik,
19:06terima kasih,
19:07Mas.
19:07Jadi memang
19:08sampai pagi ini
19:10kami,
19:10stasiun pengamatan kami
19:11itu masih mencatat
19:13tadi ya
19:13bahwa aktivitas gunung
19:14anak Rakatau ini
19:15masih terlihat
19:16semburan erupsi
19:17gitu ya.
19:18Masih terus-menerus
19:19masih terdata
19:20di data
19:21stasiun pemantauan
19:23yang kami miliki.
19:24Hanya
19:24perlu kami tegaskan
19:26bahwa
19:26erupsi yang terjadi ini
19:28bukan erupsi
19:30yang menimbulkan bahaya
19:31sehingga kita perlu
19:32merubah status
19:34rekomendasi
19:35maupun jarak
19:37rekomendasi
19:37jadi
19:38aktivitas gunung api
19:40anak Rakatau ini
19:41masih terpantau
19:42seperti memang
19:43gunung anak Rakatau
19:44beraktivitas
19:45gitu ya
19:46dan ini
19:47jarak rekomendasinya
19:48masih tetap
19:493 km
19:49jadi
19:50harap
19:52memperhatikan
19:53radius 3 km
19:54tersebut
19:54yang memang berbahaya
19:55bisa diakibatkan
19:57oleh lontaran
19:57lapapijarnya
19:58gitu ya
19:59radiusnya
20:00masih tetap
20:01di 3 km
20:01jadi walaupun
20:02terdengar jauh
20:03tadi ya
20:04ataupun terdengar
20:05suara getaran
20:05ini rekomendasi
20:07dari Badan Geologi
20:08tidak berubah
20:09tetap
20:10di status level 3
20:11siaga
20:11dan jarak
20:13rekomendasinya
20:13tetap
20:143 km
20:15masyarakat
20:16tidak perlu
20:17khawatir
20:18kami terus
20:18memantau
20:19dalam mal ini
20:20apabila terjadi
20:21hal-hal
20:22misalnya
20:23perubahan
20:23dari status
20:24jarak rekomendasi
20:25akan segera
20:26kami sampaikan
20:27kepada masyarakat
20:28seperti itu
20:29jadi tetap
20:30tenang
20:31dan tetap
20:32mengikuti
20:33informasi
20:34yang diberikan
20:34baik itu
20:35oleh Badan Geologi
20:36maupun
20:36BBBD setempat
20:38ataupun
20:38institusi lain
20:39terkait
20:39seperti itu
20:42terima kasih
20:43Bu Rita
20:45jadi erupsinya
20:46masih
20:47erupsi
20:49anak Rakatau
20:50insya Allah
20:50tadi ya
20:50tidak perlu
20:52dikhawatirkan
20:53karena terpantau
20:54masih di 3 km
20:55jarak rekomendasinya
20:56siap
20:57ibu izin
20:57Ruby dari kantor
20:58Rita Antara
20:59izin Bu
21:00penegasan
21:00berarti
21:03halo
21:03ya silahkan
21:05mas
21:05ya Bu
21:06jadi erupsi
21:07anak Rakatau ini
21:08berarti tidak menimbulkan
21:09tsunami ya Bu
21:10ya penegasannya
21:11dan apakah
21:12berdampak Bu
21:12terhadap
21:13jalur penyeberangan
21:15Merak Bakau
21:15ini Bu
21:16atau tidak
21:16seperti itu Bu
21:17baik
21:18terima kasih
21:19untuk tsunami
21:20tadi sudah kami
21:21sampaikan
21:22bahwa memang
21:22setelah
21:23terjadinya
21:24runtuhan
21:25tubuh
21:26anak Rakatau
21:27sebelumnya ya
21:28di tahun
21:28berapa
21:292020
21:292020 ya
21:31nah kemudian
21:32apa namanya
21:34saat ini memang
21:35gunung anak Rakatau
21:36itu masih
21:37membentuk
21:38kubah lapang
21:39yang baru
21:39tapi hasil
21:40pemantauan kami
21:41menunjukkan
21:43bahwa ini
21:43tidak berpotensi
21:44tsunami
21:45karena
21:45masih
21:47ini ya
21:48mungkin bisa
21:48saya bacakan
21:49ulang lagi
21:50Bapak Ibu
21:51teman-teman semuanya
21:52supaya nanti
21:52bisa menjadi
21:53perhatian
21:54sebentar
21:54supaya
21:57hasil
21:57evaluasi kami
21:58pertumbuhan
21:59tubuh
21:59gunung
22:00anak Rakatau
22:01yang terbentuk
22:02kembali
22:02pasca eropsi
22:03maaf
22:0322 Desember
22:042018
22:04ini
22:05masih relatif
22:06kecil
22:07dan tidak
22:07berpotensi
22:08mengalami
22:09keruntuhan
22:09dalam skala
22:10yang dapat
22:11memicu tsunami
22:11oleh karena itu
22:13masyarakat
22:13tidak usah khawatir
22:14insyaallah
22:15perkembangan
22:16ini tidak
22:17memicu
22:18sekali lagi
22:18terjadinya tsunami
22:19dan kami
22:20terus-menerus
22:21melakukan
22:21pemantauan
22:22perkembangan
22:22aktivitas
22:23dan juga
22:23perubahan
22:24morfologi
22:24dari tubuh
22:25anak Rakatau
22:26ini
22:26jadi kalau
22:27sampai saat ini
22:28pertumbuhannya
22:29dalam skala
22:29yang tidak dapat
22:30memicu tsunami
22:31belum memicu
22:32tsunami
22:32seperti itu
22:34oh ya
22:35untuk tadi
22:36apa namanya tuh
22:37apakah
22:38mengganggu
22:39di
22:39ferry
22:40kami belum
22:41mendapatkan
22:41laporan
22:42juga ya
22:43dari
22:43karena kami kan
22:44selama ini
22:44terus juga
22:45ada forum
22:46komunikasi
22:46dengan pemerintah
22:47daerah tempat
22:48termasuk dengan
22:48BPBD
22:49kami belum
22:50mendapatkan
22:50laporan
22:51mengenai
22:52terhentinya
22:53aktivitas
22:54peri
22:55di
22:55Selat Sunda
22:56gitu ya
22:56barangkali
22:57rekan-rekan media
22:57bisa mengkonfirmasi
22:58langsung ke
22:59institusi terkait
23:07demikian
23:07Bapak Ibu
23:10ada lagi
23:11pertanyaan
23:19persilahkan
23:20jika masih ada
23:20pertanyaan
23:23sudah mungkin ya
23:25sekali lagi
23:26Bapak Ibu
23:26teman-teman
23:27tetap tenang
23:28tetap tenang
23:30mengikuti
23:31informasi
23:32yang diberikan
23:33oleh pemerintah
23:33insya Allah
23:34update
23:34selalu
23:35akan kami
23:36berikan
23:37dan gunung
23:37anak rakatau ini
23:38tetap pada
23:39level 3
23:40siaga
23:41dengan radius
23:42rekomendasi
23:433 km
23:44seperti itu
23:48baik
23:49sekiranya
23:49sudah tidak ada
23:50pertanyaan
23:51kami izin tutup
23:52terima kasih
23:53atas kehadirannya
23:54rekan-rekan media
23:55dan hadirin sekalian
23:56kami tutup
23:56konferensi pers hari ini
23:58mengenai
23:58fenomena erupsi
23:59menerus
24:00gunung api
24:01anak rakatau
24:02tanggal 5
24:02September
24:032026
24:04wassalamualaikum
24:05warahmatullahi
24:06wabarakatuh
24:07terima kasih ya
24:09rekan-rekan media
24:10yang ternuhun
24:12selamat menikmati
24:15selamat menikmati
Komentar