00:00Selamat malam, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantan Bahrul Ulum Tambak Beras, Combang, Jawa Timur
00:08menetapkan Ro'is'am Kiai Haji Mihtarul Ahyar dan Ketua Umum PBNU Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin
00:16periode 2026-2031.
00:19Muktamar berlangsung dinamis untuk tidak mengatakan sengit.
00:23Mulai dari perubahan mekanisme pemilihan menjadi ahlul hali wal-akdi atau ahwa,
00:29selentingan intervensi istana hingga muncul istilah paket istana di arena Muktamar.
00:36Harapan besar terhadap kepemimpinan baru NU, Ormas Islam terbasar di tanah air.
00:42NU Pasca Muktamar Jombang, inilah satu meja deforum malam ini bersama saya Yogi Nugraha.
00:48Sebelum memulai dialog hal ini, izinkan atas nama keluarga besar Kompas TV,
00:57saya ingin menyampaikan selamat kepada seluruh warga NU di manapun berada atas berlangsungnya Muktamar ke-35 di Jombang.
01:06Sekaligus menyampaikan selamat atas terpilihnya Kiai Haji Miftah Yul Ahlyar sebagai roh isam
01:15dan Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai ketua umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031.
01:24Dan sudah di studio hadir Narsum yang langsung datang dari arena Muktamar.
01:31Kira-kira begadang semua, ada Roy Murtado, aktivis muda NU yang banyak menulis, banyak memperhatikan,
01:40banyak mengawasi, mengawal perjalanan Nahdlatul Ulama sebagai sebuah organisasi Islam terbesar.
01:45Selamat malam.
01:46Mas Roy, hadir juga pengamat yang, pengamat politik yang menyebut sudah NU sejak dalam kandungan.
01:56Mas Adi Prayitno yang juga dosen UIN Jakarta. Selamat malam Bapak-Bapak sebuah.
02:03Selamat malam Mas Yogi.
02:03Hadir juga melalui sambungan daring ada Pak Lukman Edy.
02:09Pak Lukman Edy ini mantan menteri PDT, pernah jadi sekjen PKB.
02:17Dan saya sekaligus mengkonfirmasi nih, Pak Lukman selamat malam.
02:21Selamat malam.
02:22Ya, saya mengkonfirmasi nih, kami ini menghadirkan Pak Lukman di sini nih karena disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang
02:31mendorong
02:31atau bahkan mengawal atau bisa dibilang tim sukses.
02:34Jadi saya bisa mengucapkan selamat dulu nih atas terpilihnya paket Roy S. Am dan Ketua Tanfidzah yang sudah terpilih di
02:43Muktamar ke-35 PBNU.
02:48Apakah boleh?
02:49Yang terpilihnya pelayan KIA ini lah ya kita.
02:50Gimana Pak Lukman?
02:54Bukan tim sukses tapi lebih tepatnya pelayan KIAI lah.
02:58Pelayan KIAI.
02:59Oke, dan termasuk yang senang ya dengan keputusan Muktamar ke-35 dengan terpilihnya Gus Kikin dan KIAI Miktaul Akyar.
03:11Karena memang selama proses sosialisasi dan selama proses Muktamar ini saya mengikuti KIAI KIKIN cukup ya mungkin 24 jam lah
03:29ya untuk menyusun semacam program-program sosialisasi
03:36dan menyusun rencana-rencana penggalangan lah kira-kira gitu ya untuk berkomunikasi dengan semua pihak sehingga kemudian Gus Kikin mendapat
03:49dukungan dari PCP-CNU dan PWNU seluruh Indonesia.
03:54Oke, itu prosesnya dan sudah diputuskan bahkan pembukaan dan penutupan sekaligus dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
04:07Ini juga banyak jadi perbincangan hal yang normatif karena NU adalah ormas Islam terbesar tapi kehadiran di pembukaan dan penutupan
04:17termasuk permintaan kartu anggota NU itu menjadi cerita tersendiri.
04:23Anda melihat apakah ini gestur politik dari seorang Presiden?
04:27Dan kira-kira kan gini gue nanya, kalau hasilnya bukan Gus Kikin dan KIAI Miftahul Ahyar yang menang belum tutup,
04:36penutupannya dilakukan oleh Presiden.
04:38Menurut Anda bagaimana?
04:41Memang Presiden sudah terjadwal untuk membuka dan menutup ya terlepas dari siapapun yang terpilih, Roy Islam dan Ketua Umumnya.
04:51Ya, dalam skedul pelaksanaan Muktamar ini memang Presiden berkenan untuk membuka sekaligus menutup.
05:02Muktamar- Muktamar sebelumnya juga seperti itu ya, ada Presiden yang membuka, ada Wakil Presiden yang menutup.
05:08Nah, kalau ini kan yang membuka dan yang menutup adalah Presiden langsung.
05:13Ya, saya kira bentuk apresiasi yang luar biasa kepada NU, baik secara sejamaah maupun secara jamiah ya,
05:24bahwa pemerintah hari ini menganggap NU ini sebuah potensi bangsa yang perlu mendapat perhatian luas gitu ya.
05:35NU-nya terbangun dengan baik, maka akan menyelesaikan perusahaan bangsa ini separuh dari perusahaan bangsa.
05:43Saya kira itu visi pemerintah hari ini seperti itu terhadap NU.
05:48Lalu mungkin Anda sebagai pelayan Kiai, terutama Ketua PBNU terpilih,
05:55itu setelah diputuskan dalam Muktamar ke-35 dan dinyatakan sah sebagai Ketua Umum PBNU,
06:02ada obrolan apa, terutama merespon harapan besar dari Nahdiin dan harapan besar dari bangsa Indonesia
06:11bahwa ada hal baru, ada terobosan baru dari kepemimpinan baru lima tahun ke depan.
06:19Ya, kalau Kiai Kikin, itu visi beliau adalah visi bagaimana meletakkan kembali
06:28dasar-dasar filosofis dari pembentukan NU itu sebagai sumber inspirasi
06:34membangun NU ke depan di abad kedua ini.
06:37Ya, makanya kemudian Kiai Kikin itu dalam melakukan sosialisasi
06:44kepada PCNU dan PWNU serta Nahdiin yang ada di seluruh Indonesia,
06:49itu selalu mengungkap tentang catatan-catatan penting
06:55Hadratus Syekh P.H. Hashim Asyari tentang Konon Asasi.
07:00Kalau selama ini mungkin PCNU, PWNU, dan Nahdiin pada umumnya itu
07:07tahu tentang Konon Asasi itu mukadimahnya saja,
07:12karena mukadimah itu tercantum di dalam anggaran dasar dengan rumah tangga,
07:17tetapi apa filosofis sebenarnya yang ada di dalam mukadimah Konon Asasi itu
07:25tidak pernah diuraikan secara lengkap.
07:27Nah, ini ada kesempatan bagi Kiai Kikin untuk mengungkapannya itu.
07:31Diharapan ini menjadi semangat baru, spirit baru,
07:35menghadapi NU abad kedua ke depan,
07:37tetapi tidak tercabut dari prinsip-prinsip dasar
07:42yang diwadiskan oleh Hadratus Syekh P.H. Hashim Asyari.
07:46Baik, Pak Edi ditahan dulu, saya akan ke tamu yang ada di studio,
07:50Mas Roy atau Gus Roy saya menyebutnya.
07:53Anda kan lama lah ya mengamati NU, bahkan sebagai aktivis NU,
07:58apa kira-kira kritikan Anda, masukan yang membangun selama ini,
08:02siapapun masa kepemimpinannya, terhadap PBNU,
08:06dan kira-kira harapan Anda terhadap,
08:10atau masukan Anda terhadap kepemimpinan baru Gus Kikin?
08:14Ya sebenarnya sebagai santri NU,
08:16semua orang santri pasti berharap yang terbaik bagi PBNU,
08:20namun catatan kami sederhana sebenarnya dengan kepilihnya Gus Kikin
08:25dan Kiai Miftahul Akhyar ini,
08:28yang sejak lama memang isunya,
08:30yang sudah santer di kalangan para aktivis,
08:32di media, para jurnalis juga mengatakan bahwa memang ada paket istana.
08:36Ada paket istana, Anda pun juga mendengar itu ya?
08:38Ya betul, dan ini sudah bukan rahasia umum kira-kira.
08:41Dan saya kira sudah terkonfirmasi dengan kemenangan kemarin.
08:44Nah yang menjadi catatan kami,
08:47tentu saja kami sebenarnya ingin melihat perubahan di tubuh PBNU.
08:52Pertama PBNU mesti tegas untuk berani mengatakan tidak menolak tambang,
08:58atau mengembalikan tambang, konsesi tambang itu.
08:59Berani mengembalikan tambang.
09:01Karena itu simbol.
09:03Persis, karena saya kira memang NO ini kan concernnya itu kan di isu sosial keagamaan.
09:10Kiai itu ahlinya kitab kuning, bukan kitab mining.
09:13Kitab mining, kitab kuning.
09:15Ahlinya kitab kuning, bukan kitab mining.
09:18Kalau para pengusaha di sektor tambang ekstraktif saja gagal,
09:22sampai sejauh ini gagal menghasilkan pertambangan yang ramah lingkungan,
09:26bagaimana dengan NO?
09:28Kami khawatir NO akan menjadi broker, konsesi saja.
09:31Akhirnya diserahkan kepada pihak ketiga.
09:33Dan itu sudah terjadi di periodi sebelumnya,
09:35yang menyebabkan kegaduhan yang dimikian besar sekali di tubuh NO.
09:39Di harapan kami itu, di pengurusan yang baru kemarin kami berharap
09:45akan lahir satu pandangan baru, visi baru di dalam tubuh NO.
09:50Tapi rupa-rupanya saya pesimis.
09:53Persis, bahkan beberapa kawan sudah mengibarkan bendera setengah tiang.
09:57Di banyak apa itu, di banyak media sosial di jaringan teman-teman.
10:01Itu yang pertama.
10:02Yang kedua, kita semua tahu bahwa NO itu
10:06the largest or the biggest civil society di Indonesia.
10:10Mestinya sebagai bagian dari kekuatan civil society,
10:14NO itu keterlibatannya dengan negara itu keterlibatan kritis.
10:17Bukan diikat kaki dan tangannya, bukan dipesan ya.
10:21Mohon maaf ya.
10:23Kalau memang tidak bisa kritis, paling tidak memberikan pandangan-pandangan
10:28masukan-masukan terhadap program-program negara yang sejauh ini memang bermasalah.
10:33MBG misalnya, sudah jelas membahayakan fiskal dan menghambur-hamburkan anggaran negara
10:39dan pengerjanya juga tidak transparan, tidak akuntab.
10:42Anda mau bilang bahwa seharusnya sejak awal WBNU bersikap dan kemudian menghaskan.
10:46Bersikap terhadap itu.
10:47Paling tidak memberikan masukan yang positif bahwa program-program negara
10:51masih dievaluasi.
10:52Dalam konteks lingkuan hidup misalnya, penjaraan alam ini semakin meluas loh.
10:56Kami menyebutnya expropriation of nature.
10:59Dan ini bergeser dari Kalimantan ke Lawesi, pindah ke Papua,
11:05dan potensi kerusakannya 3 juta hektare.
11:07Sekarang sudah seribuan sejuta hektare yang sudah dirusak.
11:12Yang kami lihat baru PGI, teman-teman Kristen yang menolak tambang
11:18karena bukan kapasitasnya, biar bisa khidmah ke umat ya, ke masyarakat.
11:23Nah kami berharap sebenarnya NU dan Muhammadiyah mengambil peran itu.
11:27Dan sampai sekarang belum ada?
11:28Belum, saya melihat belum.
11:29Jadi harapannya mungkin tipis ya kepada kepengurusan yang baru.
11:33Meskipun kami harus mengatakan selamat atas terpilihnya,
11:36tapi dengan catatan tadi itu.
11:38Kami merasa...
11:39Tidak apa-apa kok, selamat dan dengan catatan.
11:41Dengan catatan, harus ada catatannya itu.
11:43Satu apresesi yang menarik.
11:44Mas tadi melihat tadi penjelasan Kusroi,
11:47dan tadi juga di awal Pak Luqman ini sebagai tim ses atau pelayan Kiai.
11:51Anda melihat apa?
11:52Karena NU satu hal yang kedua adalah ada konstelasi juga dengan kekuasaan.
11:56Ya kalau ada istilah yang disebut dengan pelayan Kiai,
11:59ini tentu ada satu istilah yang cukup lekat kan di kalangan Nahdiliin.
12:04Samikna Watokna.
12:05Jadi kalau Pak Kiai, Pak Ustadz, para ulama dan para masyayih kita
12:09sudah berfatwa menyampaikan sesuatu,
12:12ya harus tegak lurus mas, mendengarkan dan mengikuti.
12:14Dan memang tidak ada perdebatan-perdebatan apapun.
12:17Dan di kalangan Nahdiliin memang ulama dan para masyayih kita itu adalah orang-orang yang dinilai punya karisma
12:24dan ke dalam keilmuan yang cukup luar biasa.
12:27Jadi dalam konteks itulah kemudian saya ingin memaknai bahwa
12:30apapun hasil muktamar yang sudah dihasilkan oleh kawan-kawan PBNU hari ini,
12:34ya harus kita memaknai ini yang memilih adalah para alim ulama.
12:38Masyayih-masyayih yang dianggap memiliki karisma,
12:40kedalaman ilmu dan tentu saja ketajaman terkait dengan soal keimanan.
12:45Apalagi yang memilih itu adalah ahwah.
12:48Yang kita tahu beliau-beliau itu adalah ulama-ulama yang sangat karismatik
12:53dan ulama-ulama yang memiliki wibawa.
12:55Jadi siapapun yang kemudian terpilih,
12:57itu adalah hasil yang memang ijtihad para ulama-ulama kita yang sembilan orang yang ada ahwah itu.
13:03Kan itu idealnya.
13:04Makanya kalau membaca suasana kebatinan dalam konteks muktamar NU di Jombang yang ke-35,
13:11hari ini itu bukan hanya soal Jombang,
13:13tapi Jombang itu memiliki nuansa historis yang cukup panjang.
13:17Apa itu nuansanya?
13:18Soal harapan terbesar dari Jam Iyah NU,
13:21tentang bagaimana NU itu harus mulai berani.
13:24Back to hitoh, kembali hitoh.
13:26Mas Yogi, saya kebetulan ada beberapa survei yang sudah saya rilis di bulan Juli,
13:2920 Juli hingga 3 Agustus survei yang kita lakukan.
13:33Memang mayoritas orang NU itu berharap.
13:36Semoga memang pertama NU harus kembali ke hitoh,
13:39yang kedua adalah menjaga jarak dengan urusan-urusan politik praktis,
13:42dan mostly secara mayoritas menolak terkait dengan komersesi tambang.
13:47Itu clear, itu suara nahdiliin.
13:49Makanya sebelum terbentuk struktur kepengurusan yang baru,
13:53semoga suara-suara nahdiliin seperti yang disampaikan oleh Gus Roy, kita-kita,
13:58yang seringkali juga ke NU-annya dipertanyakan mas,
14:01padahal NU kita sejak lahir,
14:02ya ini adalah semacam keinginan supaya memang NU itu adalah
14:07memang gerakan sosial keagaman yang cukup independen,
14:10dan tujuannya adalah empowering.
14:12Itu yang paling utama.
14:14Mas Adi, Gus Roy, Pak Lukman, kita akan sambung lagi.
14:17Usah jeda satu meja akan kembali.
14:21Sampai jumpa di video selanjutnya.
14:28Sampai jumpa di video selanjutnya.
14:31Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar