00:00Kita tegaskan bahwa kita itu punya track, kita itu punya kompas, kita itu punya manhaj.
00:09Tentang ada rekomendasi untuk merangkul semua elemen itu bagaimana?
00:14NO itu didirikan itu sangat-sangat inklusif, terbuka.
00:19Nah itu nanti ada persaratannya, bagaimana masuk ke dalam NO,
00:23di situ itu kita harus bersatu, kemudian ada kebersamaan.
00:28Itu inti daripada NO.
00:35Masih di satu menjadah forum, saya ke Mas Adi.
00:38Mas Adi, singkat aja pertanyaan saya.
00:41Dengan dinamika, dengan tadi sudah dijelaskan oleh Pak Lukman Edy,
00:46Gusro juga sudah menjelaskan ada hal, oke lah, sudah diputuskan.
00:49Dan Adi juga mengatakan kalau sudah diputuskan, ya sudah lah.
00:52Bagaimanapun kita harus takdim kepada GIAI, harus tunduk taat.
00:58Tapi pertanyaan adalah harapan selalu muncul, bagaimana sebetulnya PBNU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia,
01:06itu memposisikan diri.
01:08Sebagai mitra strategis, nah karena strategis ini kadang-kadang agak ini juga nih,
01:13atau kritis, kritis dalam arti ya kesepanjang untuk kepentingan Indonesia,
01:16tidak ada implikasi politiknya, tidak berniat buruk dalam memberikan kritik misalnya.
01:22Menurut Anda sebagai yang orang yang menyebut lah NU sejak dalam kandungan itu,
01:29gimana Anda mengatakan? Strategis atau kritis gitu harusnya?
01:33Kalau kita melihat kecenderungan secara umum Mas Yogi,
01:37sulit kita membayangkan NU itu menjadi mitra kritis.
01:39Kenapa?
01:40Karena pandangan-pandangan sosial, politik, dan keagamannya selama ini sangat moderat.
01:45Sebagai salah satu contoh misalnya, kita belum pernah mendengar para ulama,
01:49para KIAI, dan intelektual-intelektual NU secara mainstream,
01:53misalnya mencoba untuk mengkritisi soal hubungan antara Islam dan demokrasi,
01:57mencoba untuk membanding-bandingkan antara Islam dengan NKRI dan Pancasila.
02:00Sejak awal bagaimana negara ini berdiri,
02:04saya lihat secara umum memang kawan-kawan intelektual dan ulama NU selalu menganggap
02:08ada mutual interesting, ada mutual understanding antara NU dengan gagasan-gagasan kebangsaan.
02:15Ini clear dan fake, tapi pada setting bersamaan,
02:18generasi-generasi NU ini kan juga muncul dari kalangan-kalangan kelompok kritis,
02:22khususnya tergabung dalam kelompok-kelompok civil society,
02:25dan memang cukup lantang bagaimana mencoba untuk membawa NU itu
02:30sangat jauh berada di luar kekuasaan dan struktur pemerintahan.
02:34Ini adalah generasi kedua kita menyebutnya,
02:36yang saya kira memang ada harapan karena NU itu dinilai punya resource.
02:40Tanpa harus misalnya menjadi partner dan mitra strategis terhadap pemerintah,
02:44NU itu punya segala-galanya, empowering di bidang ekonomi.
02:48Kapan ini mulai dipikirkan bagaimana NU itu punya badan usaha milik Nahdlatul Ulama misalnya.
02:54Sebenarnya se-simple ini sih Mas Hadi,
02:55artinya kalau kita melihat ada satu rumah besar dengan tradisi yang cukup lama,
03:01bicara Indonesia, NU, sudahlah 100%, 1000%, NU pasti paham soal Indonesia dengan kekasannya.
03:09Tapi dalam dinamika pergembangan zaman bangsa,
03:12hari ini kan kita menghadapi kompleksitas tantangan gitu.
03:15Ada titik-titik tertentu di mana masyarakat itu perlu diberi pencerahan,
03:19perlu di-backup, tapi ini kan tidak muncul.
03:22Bukan semata-mata untuk mengadu, untuk selalu kontra dengan kekuasaan,
03:26tetapi mengawal kekuasaan adalah bagian demokrasi dan NU paham betul soal itu.
03:30Di sini tadi pertanyaan saya, strategis atau kritis?
03:33Karena kritis bukan berarti hubungan.
03:34Kalau masyarakat saya dan Gus Roy mungkin hampir sama,
03:37harus menjadi mitra kritis.
03:39Mitra kritis.
03:39Karena di tengah begitu banyak matinya kelompok-kelompok civil society yang kritis,
03:43dan bahkan nyaris tidak ada satupun partai politik yang berrekap kritis,
03:48maka orma sebesar NU harus tampil,
03:50di mana menjadi logomotif dan garda terdepan memberikan perspektif kritis.
03:55Tapi pandangan itu kan kemudian harus ambiar total,
03:58karena kalau dalam praktiknya,
04:00kita tahu bahwa unsur-unsur yang ada di PBNU
04:03adalah beliau-beliau dan mereka-mereka yang memang terafiliasi.
04:07Bagian dari kekuasaan politik,
04:08ada yang jadi menteri, kota umum partai,
04:10dan juga merangkap sebagainya.
04:12Dan itu ciri khas NU ada di mana-mana ya?
04:14Artinya apa?
04:15Saya sebenarnya sangat mengapresiasi kemarin,
04:17ketika ada satu keputusan bahwa
04:20elit-elit NU khususnya di bidang tertentu,
04:23itu misalnya tidak rangkap jabatan.
04:25Tapi ini kan hanya berlaku untuk Raisam dan kota umum.
04:27Saya berharap untuk struktur di bawahnya,
04:29Segen, kemudian Wasegen, Bendahara,
04:32dan struktur di bawahnya,
04:33itu memang harus terlepas dari unsur-unsur kekuasaan.
04:36Bukan hanya soal menteri,
04:38tidak boleh jadi anggota dewan,
04:39tidak boleh jadi DPRD,
04:41tidak boleh juga misalnya jadi pengurus partai tertentu,
04:43dan seterusnya, dan seterusnya.
04:44Supaya bisa clear.
04:46Tapi sepanjang ini tidak diputus pantarantainya,
04:49dalam praktiknya susah.
04:50Kita berharap NU itu akan menjadi mitra strategis, Mas Yogi.
04:53Saya akan ke, terima kasih,
04:55saya akan ke Gusro-Gusro,
04:57kan pernah lah ada di masa kepemimpinan Gus Yahya,
05:00ada kritikan keras,
05:02satu, terlalu diam,
05:04kedua, terlalu terlihat seperti menjadi penyangga kekuasaan,
05:08bukan penyangga keumatan dan bangsa, gitu.
05:11Yang terakhir adalah dipantik dengan konsesi tambang itu.
05:14Anda melihat seperti apa sebetulnya seharusnya posisi?
05:18Pertanyaannya kurang lebih sama dengan yang disampaikan ke Mas Adi.
05:21Ya, saya mau masuk di argumen teologisnya sebenarnya.
05:25Selama ini kan yang beredar di kalangan kita,
05:30satu pandangan bahwa kita harus taat kepada
05:34Amirul Muminin.
05:35Ya ayuhallatina amanu atiullah wa atiur rasul wa uwil amri minkum.
05:40Yang harus clear dalam ayat ini adalah
05:42taat kepada uwil amri itu diletakkan di nomor tiga.
05:47Kita harus taat kepada Allah sama rasulnya.
05:51Yang pertama.
05:52Yang kedua, kita harus ngecek juga
05:54uwil amri tadi ini taat kepada Allah apa tidak?
05:57Taat kepada rasul apa tidak?
05:59Nilai-nilai Islam dilanggar apa tidak?
06:01Saya berani bicara 99 persen
06:05rezim hari ini tidak merepresentasikan
06:07ketaatan kepada Allah dan rasulnya.
06:10Bagaimana Anda bisa mengatakan itu?
06:12Ya dalam semua aspek kebijakannya justru merugikan rakyat.
06:17Semua orang survei mengatakan tingkat populasi apa itu,
06:21popularitas Prabowo juga menurun.
06:23Sangat jatuh sekali.
06:26Riset-riset akademik dari jaringan LSM maupun kampus
06:30mengatakan bahwa banyak yang enggak puas.
06:32Dan ini pemborosan misalnya.
06:35Jadi menurut saya singkatnya,
06:37mitra strategis itu artinya bukan berarti
06:40enggak ngomong sama sekali ketika ada kesalahan.
06:43Yang kedua ya.
06:44Mitra kritis kalau kata Mas Adil.
06:46Yang kedua,
06:49pertanyaan saya bukan untuk NO sebenarnya,
06:51untuk PBNU.
06:51Untuk PBNU, oke.
06:53Dia klinik, bedakan NO dan PBNU.
06:55Ini pengurus besar.
06:56PBNU itu bela NKRI atau oligarki.
07:00Bela Indonesia atau penguasa.
07:02Kalau bela Indonesia,
07:03pasti kepentingan rakyat harus dahulukan.
07:07Dalam banyak kasus selama ini
07:08tidak menunjukkan itu.
07:10Konflik-konflik sosial ekologis,
07:12konflik kepentingan antara rakyat dengan penguasa,
07:15justru seringkali berpihak kepada
07:16kepada pihak penguasa.
07:18Ini yang menjadi kegelisahan kami ya.
07:21Yang kalau boleh, yang ketiga.
07:22Oke, boleh, boleh, boleh, boleh dong.
07:24Nah yang ketiga,
07:25ini mesti diletakkan dengan baik bahwa
07:29komitmen kita kepada Republik itu
07:31no debate ya.
07:32Oke.
07:32Sudah enggak ada.
07:36NU itu seribu persen memang harus
07:38membela Republik ini.
07:39Hanya yang membedakan adalah
07:40karakter kepengurusan setiap
07:42PBNU itu kan?
07:43Ya, yang harus dibedakan,
07:45komitmen kita kepada Republik
07:46enggak boleh ditawar.
07:47Tapi komitmen kepada rezim beda dong.
07:50Rezim dan Republik itu beda.
07:52Ini yang menurut saya harus di...
07:53Konteksnya adalah memberikan kritikan.
07:55Itu juga bagian menciptai dan mendukung
07:57rezim juga kan?
07:59Oke, saya ke Pak Lukman.
08:01Pak Lukman agak naik suhunya nih Pak Lukman.
08:04Dan saya yakin Pak Lukman bisa membawa pesan,
08:07menangkap pesan ini.
08:07Karena sebagai pelayan Kiai
08:09pasti akan menyuguhkan segala hal.
08:10Tolong disampaikan semuanya.
08:12Pertanyaannya sama kira-kira.
08:14Di kepengurusan ke depan itu akan
08:17menjadi mitra strategis atau mitra kritis?
08:21Atau Pak Lukman punya formulasi lain
08:23di kepengurusan baru ini?
08:29Karena kepengurusan baru kan belum terbentuk.
08:33Tapi kan kira-kira Tan Fidijah sama Roy Samir
08:36sudah terbentuk.
08:37Sudah terpilih.
08:38Tapi begini, kalau menurut saya
08:42terlalu besar mesin NU itu
08:46kalau hanya mau dijadikan sebagai
08:48sebuah organisasi pengkritik pemerintah.
08:51Nah, oleh sebab itu potensi yang ada di NU
09:00maupun potensi yang ada di PBNU itu
09:04harus dimaksimalkan perannya.
09:07Harus dimaksimalkan.
09:09Bukan hanya misalnya
09:13kalau perspektifnya perspektif
09:17Mas Ado misalnya
09:19jadi pengkritik,
09:20itu mungkin satu fungsi saja
09:23yang akan dijalankan oleh PBNU ke depan.
09:26Ketika ada kebijakan-kebijakan
09:28yang tidak sesuai dengan aspirasi keumatan,
09:33maka kemudian PBNU bisa berperan
09:38untuk mengingatkan pemerintah
09:40dan memberikan solusi-solusi
09:43apa yang sebaiknya dilakukan.
09:46Tetapi mesin besar NU ini
09:49harus juga bisa memainkan peran lain.
09:53Peran bagaimana program-program
09:56yang disusun pemerintah misalnya
09:58untuk apakah program jangka pendek tahunan,
10:01program jangka pendek lima tahunan
10:04atau program jangka panjang
10:0625 tahunan misalnya,
10:10itu adalah menjadi bahagian dari
10:17peran yang bisa dilakukan oleh PBNU.
10:23Karena begini,
10:25sebagai sebuah mesin yang besar
10:27dengan umat yang besar juga,
10:31bahkan sebahagian besar problem bangsa,
10:35problem kerayatan adalah menjadi problem
10:37bagi nahdiin,
10:40itu NU dan PBNU itu menjadi
10:44apa namanya,
10:46menjadi institusi yang penting.
10:51Jadi institusi yang penting
10:53demi suksesnya program-program
10:55Pak Luqman mau bilang bahwa
10:56PBNU tidak hanya melulu bicara kritis gitu ya?
11:01Tapi juga memberikan solusi berpartisipasi gitu,
11:05menggerakkan nahdiin yang jumlahnya jutaan.
11:07Mesin NU itu terlalu besar
11:07kalau hanya digiring untuk menjadi pengkritik pemerintah.
11:12Pengkritik tentu ini ada terusannya,
11:14kritik dan solusi.
11:15Banyak fungsi lain.
11:16Ya,
11:17banyak fungsi lain yang bisa dilakukan oleh
11:20PBNU
11:21sebagai sebuah
11:24jam'iyah maupun
11:26nahdiin sebagai
11:28sebuah jamaah,
11:30itu
11:31suksesnya program pemerintah
11:33adalah bahagian dari suksesnya juga
11:36membangun bangsa ini.
11:37Karena kan
11:37mayoritas bangsa ini adalah
11:39nahdiin gitu.
11:40Jadi,
11:41kalau misalnya pemerintah sukses
11:42mengatasi kemiskinan,
11:43pasti nahdiin ini kaya-kaya semua ini.
11:46Kalau PBNU
11:47Yang kaya
11:48nahdiin atau PBNU?
11:51Iya.
11:52Nahdiin, Pak.
11:54Oh, nahdiin.
11:55Melegakan kalau jawaban itu.
11:56PBNU itu kecil, Pak.
11:57Jadi kode sama dua narsum saya di sini.
11:58PBNU itu setiap tahun berganti.
12:00Setiap lima tahun berganti.
12:01Baik, baik.
12:01Orangnya juga gak banyak ya.
12:04Lebih dari seratus orang misalnya ya.
12:06Tapi nahdiinnya kan gede banget.
12:08Yang itu
12:09bukan hanya menjadi urusan PBNU,
12:12tapi juga menjadi urusan pemerintah gitu loh.
12:14Pak Lukman, tahan dulu jawabannya.
12:17Bagaimana kekuatan dan potensi PBNU dimaksimalkan
12:20demi merawat jagad dan membangun peradaban?
12:23Satu Meja The Forum kembali sesaat lagi.
12:26Sampai jumpa di tensor.
12:28Terima kasih never.
12:28Sampai jumpa digomala News.
Komentar