Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mekanisme Ahwa kembali digunakan dalam Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur.

Sistem yang melibatkan sembilan kiai tersebut diharapkan dapat mengembalikan supremasi ulama sekaligus meminimalkan potensi politik uang dalam pemilihan kepemimpinan NU.

Namun, mekanisme tersebut masih mendapat sorotan dari Aktivis Muda NU Roy Murtadho.

Roy menilai mekanisme Ahwa bukan hal baru dalam sejarah Muktamar NU.

Menurutnya, wacana penggunaan Ahwa bahkan telah muncul sejak Muktamar sebelumnya.

Namun, persoalan muncul ketika mekanisme Ahwa dinilai masih memiliki potensi untuk diintervensi.

Roy mengatakan, para muktamirin dan kader NU sebelumnya berharap Ahwa dapat mengembalikan supremasi ulama sekaligus memperkecil potensi politik uang.

Namun, ia menyebut masih ada kesaksian mengenai praktik tersebut.

"Yang kedua untuk menghindari, memperkecillah potensi politik uang. Tapi nyatanya dalam banyak kesaksian itu pun masih terjadi. Jadi ini yang menurut kami cukup menggelisahkan ya," ungkapnya.

Roy juga menyoroti kelompok warga NU yang selama ini berada di lapisan masyarakat bawah, mulai dari pekerja kecil hingga buruh bangunan.

Ia mempertanyakan apakah kepentingan kelompok tersebut sudah benar-benar terwakili dalam kepengurusan NU.

Sementara itu, Pengamat Politik Adi Prayitno menilai kemunculan Ahwa dalam Muktamar NU kali ini dapat dibaca sebagai upaya mengurangi dugaan praktik politik uang dan politik transaksional.

Menurut Adi, sekitar 550 muktamirin memberikan suara dan mayoritas mendukung sistem Ahwa.

Menanggapi sorotan tersebut, Aktivis NU Lukman Edy menjelaskan bahwa penggunaan Ahwa bukan hal baru dalam Muktamar NU.

Menurutnya, perbedaan mekanisme dalam Muktamar Jombang terletak pada kewenangan Ahwa dalam proses pemilihan ketua umum.


Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/eJNXoZKls5Q


#pbnu #muktamarnu35 #prabowo

Baca Juga Muktamar ke-35 NU: Aktivis Soroti "Paket Istana" dan Konsesi Tambang | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/688691/muktamar-ke-35-nu-aktivis-soroti-paket-istana-dan-konsesi-tambang-satu-meja



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/688701/sistem-ahwa-untuk-cegah-politik-uang-aktivis-muda-nu-nyatanya-masih-terjadi-satu-meja
Transkrip
00:00Intro
00:02Masih di Satu Majadah Forum, saya ke Gus Roy
00:06Ahwa sempat dalam 4 hari itu sempat jadi perencangan
00:10karena ada dianggap, ada yang menganggap ini sistem baru
00:13ada juga mengatakan gak baru sebetulnya
00:15tahun 1984 Gus Dur sempat terpilih melalui sistem Ahwa
00:19atau formatur lah bahasa gampangnya
00:21kalau amatan anda apakah ini benar terobosan baru
00:24diciptakan untuk hal yang baru dalam noktamar ke-35
00:28atau memang ada upaya untuk menghasilkan
00:31memuluskan jalannya satu kubur tertentu memang harus lewat Ahwa?
00:35ya persisnya saya gak tahu tentu saja ya
00:37tapi yang jelas usulan Ahwa ini sudah lama
00:40wacana Ahwa ini bukan baru tentu
00:42oh bukan baru ya
00:43bukan baru, wacana ini sudah lama bahkan
00:45mungkin di periode muktamar jombang sudah ada percakapan tentang Ahwa gitu
00:51nah namun yang menjadi masalah adalah
00:55ketika Ahwa itu juga masih mungkin diintervensi
00:58Ahwa masih mungkin diintervensi
01:01orang-orang sebagian besar yang terlibat dalam muktamar
01:05para muktamirin, para kader NO, simpatisan NO
01:08semuanya berharap niatnya baik
01:10bahwa Ahwa itu pertama mengembalikan supremasi ulama
01:14yang kedua untuk menghindari, memperkecil lah potensi politik uang
01:19tapi nyatanya dalam banyak kesaksian itu pun masih terjadi
01:22jadi ini yang menurut kami cukup menggelisahkan ya
01:26ternyata Ahwa juga belum sesuai dengan harapan
01:31para muktamirin bahwa
01:34itu bisa meminimalisir politik uang
01:37tapi apapun itu ya, apapun itu Ahwa sudah berlangsung
01:40dan kami berharap memang supremasi keulamaan itu memang betul-betul dikembalikan
01:44nah karena itu komitmen supremasi keulamaan ini harus ditegaskan
01:47dalam pengertian yang konkret dalam lapangan kehidupan sosial berbangsa dan bernegara
01:52apa itu tadi Pak Lokman sudah menyampaikan
01:54kita ini sebagai pelayannya Kiai
01:56dan jangan salah loh Kiai itu pelayannya umat
02:00Khadimul Umat wa Khadimul Ma'had
02:02Kiai Hashim itu menyebut dirinya Al-Fakir Hashim As'ari
02:06pelayan umat, Khadimul Umat
02:08nah harapan kami betul-betul dibuktikan
02:11nanti di kepengurusan yang baru
02:13buktinya apa
02:14mereka berdiri pada kepentingan Mustad Afu, Nafil Ardi
02:20berdiri di atas kepentingan populasi warga NO
02:26yang sebagian besar adalah informal proletariat
02:29para pekerja kecil, buruh bangunan
02:32masyarakat kelas bawah
02:34apakah selama ini mereka sudah terwakili
02:36nah itu yang harus kita pertegas
02:38kalau memang supremasi ulama dikembalikan
02:41maka ulama sebagai Khadimul Umat
02:45tadi itu terbukti dalam periode ke depan
02:47oke, jadi maksud Anda bahwa
02:49untuk menjawab seisu miring terkait dengan
02:52ahwa dengan komposisi yang masih ada berbau politik
02:54itu ya nanti dijawab dengan bagaimana penyikapan
02:57NU ke depan selama tahun
02:58itu satu-satunya jawaban
02:59harus dibuktikan, ya
03:00baik, saya ke Mas Hadi
03:02Mas Hadi, one man, one foot
03:04terus kemudian ada juga model
03:06supaya tidak pemilihan langsung
03:09supaya tidak ada politik uang dan sebagainya
03:11tapi masih muncul selintingan itu
03:14meskipun akhirnya muncul dengan awal
03:15Anda melihat ini skenario dadakan
03:18meskipun tadi Gusra sudah bilang sudah lama itu
03:20atau memang sudah didesain
03:21cara yang paling baik
03:22supaya tidak ada deadlock
03:25tidak ada kebuntuan
03:27kemudian dilakukan itu
03:28meskipun akhirnya
03:29tadi kita sudah sepakat lah
03:31apapun keputusan ulama yang harus dihormati
03:33dan harus didukung
03:35tapi lihat secara proses Anda mengamati apa?
03:38kalau kita melihat kecendungan rata-rata secara umum
03:41biasanya setiap puktamar NU
03:42soal pemilihan kota umum khususnya
03:45itu pasti bicara tentang apakah one man one foot
03:47atau soal ahwa
03:49nah kenapa ahwa itu menjadi sesuatu yang spesial
03:52di Jombang kali ini
03:53karena isu yang terkait dengan politik transaksional
03:56money politik yang itu katanya
03:58itu menerpas kawan-kawan yang menjadi hak politik disitu
04:03untuk menentukan siapa yang terpilih
04:05pengurus wilayah dan pengurus cabang
04:06itu cukup luar biasa
04:08saya menduga sebenarnya Mas Yogi
04:10ini sebagai upaya untuk mengamputasi
04:11prediksi-prediksi dan dugaan-dugaan
04:14lihat adanya praktik politik uang dan politik transaksional
04:17itu dengan memunculkan sembilan formatur
04:20ataupun ahwa untuk menentukan
04:21siapa yang menjadi roh esam
04:23dan kemudian menjadi ketemu PBNU
04:25itu yang pertama
04:26dan yang kedua ternyata secara majoritas
04:29suara Muqtamirin yang jumlahnya kurang lebih sekitar
04:31550 itu 400 sekiannya setuju
04:35dengan sistem ahwa
04:36itu artinya apa?
04:38secara majoritas suara-suara yang
04:40mewakili wilayah dan cabang NU itu
04:43memang menginginkan bahwa
04:44ahwalah yang kemudian memiliki veto flayer
04:46soal siapa yang menjadi pucuk pimpinan tertinggi
04:49di PBNU
04:50meski pada seteng bersamaan memang ada
04:52sesuatu yang sifatnya anomali
04:54misalnya kalau kita melihat rata-rata secara umum
04:57usulan dari PC dan PW
04:59pengurus cabang dan wilayah
05:01soal calon ketemu PBNU
05:03memang secara majoritas
05:04Gus Kikin
05:05jadi artinya apa?
05:06terkonfirmasi
05:07suara ahwa
05:09ataupun suara-suara sama
05:10itu in line
05:11yang saya sebut sebagai paradok itu adalah
05:14soal dalam pemilihan ahwa
05:15misalnya Kiai Biftahul Anwan
05:18itu kalau tidak salah
05:19itu perolehan suaranya
05:21nomor 3 ataupun nomor 4
05:22yang tertinggi itu adalah
05:23Kiai Jazuli kalau tidak salah
05:25mohon dikoreksi kalau ada hal itu
05:27tapi yang kemudian terpilih adalah
05:29Kiai Biftahul Anwan
05:31yang ingin saya katakan adalah
05:32selama ini memang tidak dibuka ke publik
05:35bagaimana cara menentukan siapa yang menjadi ketemu PBNU
05:38dan siapa yang menjadi ketemu Mersaham
05:40apakah yang 9 orang
05:42yang ada di ahwa itu sistemnya Musyawara
05:44atau one man one vote
05:46yang 9 orang itu
05:47dan itu per hari ini tidak dibuka
05:49saya berharap ini bukan soal penunjukan
05:52bukan soal Musyawara
05:53tapi di antara 9 orang itu
05:55ya memilih kira-kira yang
05:56sesuai dengan selera
05:58sesuai dengan kaidah
06:00sesuai dengan ketentuan-ketentuan
06:02bahwa beliau-beliau lah yang memang sangat layak
06:04untuk menjadi ketemu Mersaham
06:06kan kayak gitu sebenarnya jalan ceritanya
06:08artinya apa
06:09residu-residu terkait dengan isu
06:11dugaan-dugaan tentang politik transaksional
06:14sebenarnya ingin di eklusi
06:16bahwa yang memilih
06:17ya akan diminimalisasi di 9 Kiai
06:20betul
06:20kalau itu juga dipersoalkan
06:21ya persoalkanlah pengurus wilayah
06:23dan pengurus cabang
06:24yang mengusulkan nama-nama ahwa itu
06:27kan kira-kira begitu jalan
06:28saya mau ke Pak Lukman Edy
06:29Pak Lukman Edy
06:32Tadi Anda menyimak perbincangan kita
06:35Pak Lukman
06:36ada yang bilang bahwa
06:38mengembalikan model pemilihan
06:41ke ahwa itu adalah
06:42cara terbaik bagian untuk
06:45kembali menjaga marwahnya
06:46kemudian untuk mengantisipasi
06:49isu-isu miring
06:51yang selalu muncul di setiap muktamar
06:53khususnya dalam konteks pemilihan
06:54Anda yang tadi disebut
06:57sebagai tim ses lah
06:58ada di belakang salah satu kubur
07:00dan terpilih
07:00Anda sebetulnya bisa gak menceritakan
07:02bagaimana sih sampai dengan
07:03diputuskan ahwa
07:04dan kira-kira di dalam itu tadi
07:069 Kiai 10 itu
07:07memutuskan secara
07:08one man one foot
07:10atau memang ada musyawarah
07:11untuk sampai terpilihnya
07:13Gus Kikin dan
07:14Kiai Miftahul
07:17ya
07:19sebenarnya
07:19ahwa ini
07:22tidak hal yang
07:23aneh di
07:25arena muktamar
07:27MU
07:28muktamar-muktamar
07:30kamar sebelumnya juga
07:30ada ahwa
07:31ada
07:33kamar sebelumnya
07:34waktu di Lampung
07:35sepertinya tidak ya
07:35waktu di Lampung
07:36kan langsung
07:37one one foot
07:38ada ahwa juga
07:40ahwa
07:40apa namanya
07:41PCNU
07:42dan PWNU
07:44memilih ahwa
07:45oke
07:459 orang
07:46yang dianggap sebagai
07:48Kiai yang
07:49paling khos
07:50di
07:50NU
07:51kemudian
07:52ahwa memilih
07:53Roy Sam
07:55bermusyawarah
07:56memilih
07:56Roy Sam
07:57nah
07:58kemudian
08:01perbedaannya hanya satu
08:02perbedaannya hanya satu
08:04yaitu
08:07dalam
08:08muktamar di Jombang ini
08:09di tambah beras ini
08:11ya
08:12ahwa
08:13itu
08:14memilih
08:15ya memilih
08:17kandidat
08:18ketua umum
08:18yang
08:19dijaring oleh
08:20musyawarah
08:20jadi
08:21jadi itu saja
08:22perbedaannya
08:22itu memang
08:24kesepakatan
08:25dari
08:26bukan hanya
08:28SC
08:30tapi juga
08:30PCNU
08:32dan PWNU
08:32seluruh Indonesia
08:33yang menganggap
08:34kemarin ketika ada
08:35persoalan antara
08:37persoalan
08:37kewenangan
08:38antara
08:40Surya
08:41dan Tanfizia
08:42yang menyebabkan
08:43apa
08:44beberapa bulan
08:45mengalami ketegangan
08:47itu bisa
08:48diselesaikan
08:49sebagai
08:50resolusi konfliknya
08:52melalui
08:52memberikan
08:54kewenangan
08:55lebih kepada
08:55AHWA
08:56dan ROISAM
08:57untuk
08:58memegang kendali
09:00terhadap
09:00jalannya
09:01organisasi
09:02atau
09:03memegang kendali
09:04terhadap
09:05jalannya
09:07saya yang dijalankan
09:08oleh Tanfizia
09:09jadi
09:09perbedaannya
09:10hanya pada
09:11satu sisi itu
09:12sementara yang lain
09:13ya sama
09:14ya tidak ada
09:16perbedaan
09:16maaf saya potong
09:17Pak Lukman
09:18Pak Lukman saya potong
09:19maaf
09:20saya mau mengkonfirmasi
09:21sekaligus ini
09:21ruang keralifikasi
09:22ada yang menyebutkan
09:24bahwa
09:25kemunculan
09:25mekanisme
09:26AHWA
09:26atau sebut
09:27bahasa
09:28umumnya adalah
09:28formatur gitu kan
09:29dengan memberikan
09:30mandat kepada
09:31sembilan
09:32Kiai khos
09:33di
09:33arena
09:34Moktaman adalah
09:34cara dari
09:36kelompok
09:37yang sekarang jadi
09:38untuk
09:39mengamankan
09:40untuk memuluskan
09:41supaya sampai
09:41akhir bisa jadi
09:42tidak ada
09:43deadlock
09:44dan bisa ada
09:45keputusan yang
09:45apsah
09:46sehingga terpilihlah
09:47Kiai Miktahul Akhyar
09:49sebagai
09:49roh isam
09:50dan Kiai Abdul Hakim
09:52Mahfud
09:52atau Gus Kikin
09:53sebagai ketua
09:54umum BPNU
09:55bagaimana menurut Anda
09:57tidak seperti itu
09:58tidak seperti itu
10:00jadi sekali lagi
10:02bahwa
10:04apa namanya
10:05kewenangan
10:05AHWA itu
10:06hanya berbeda
10:08pada satu
10:08hal saja
10:09dengan
10:10muktamar
10:11muktamar sebelumnya
10:13dalam muktamar sebelumnya
10:15itu kan
10:15AHWA
10:15memilih
10:17roh isam
10:20calon roh isam
10:21juga bahagian
10:22dari AHWA
10:23kemudian
10:24pemilihan
10:26ketua umum
10:26melalui
10:27pemilihan
10:29one man
10:30one foot
10:31oleh PCNU
10:32dan PWNU
10:32seluruh Indonesia
10:33kemudian
10:35siapa yang
10:35terpilih
10:37dengan suara
10:37terbanyak
10:38itu diminta
10:40persetujuan
10:40ke
10:41AHWA
10:42atau
10:43diminta persetujuan
10:44ke roh isam
10:44jadi tidak ke AHWA
10:45kalau
10:46muktamar sebelumnya
10:48sebelum jombang
10:49nah yang di jombang
10:51terbaru ini
10:51seperti apa
10:53AHWA-nya
10:54tetap memilih
10:54roh isam
10:55sekarang ini
10:57AHWA-nya tetap
10:57memilih roh isam
10:58dan roh isam
10:59calon roh isam
11:00itu adalah bahagian
11:01dari AHWA
11:02salah satu
11:03dari
11:04sembilan AHWA itu
11:05kemudian
11:08sembilan
11:08kiai ini memilih
11:09kekuatan Fitya
11:10jadi pemilihan
11:14bukan
11:15bukan begitu
11:16terjadi pemilihan dulu
11:17PCNU dan PWNU
11:19seluruh Indonesia
11:19itu menuliskan
11:21sekurang-kurangnya
11:22satu nama
11:23calon ketua umum
11:24sebanyak-banyaknya
11:25lima nama
11:26calon ketua umum
11:27nah setelah
11:28direkap
11:29maka akan kelihatan
11:31siapa
11:31yang dikehendaki
11:33yang dicalonkan oleh
11:34tamirin
11:36satu sampai lima
11:38satu sampai lima
11:40yang terbanyak
11:40lima besar
11:41itu yang kemudian
11:43dimajukan kepada
11:45AHWA
11:45untuk dibahas oleh
11:47AHWA
11:47disetujui sebagai
11:48pencalonannya
11:48oke
11:49nah
11:50lima
11:51lima
11:52calon ketua umum
11:53yang mendapatkan
11:54suara terbanyak
11:56ada sekitar
11:572.500
11:58suara yang
11:59diperebutkan
12:00ya
12:01karena
12:02kan
12:03apa namanya
12:05PCNU
12:05atau
12:06DPT
12:07DPT-nya itu
12:08sekitar
12:08552
12:10ya
12:10dikalikan
12:11lima
12:12maksimal
12:13PCNU
12:14boleh menuliskan
12:15nama calon ketua umum
12:16maka sekitar
12:16suara yang diperburkan
12:18itu 2.500
12:19lebih
12:20ya
12:20nah
12:21lima yang terbesar
12:23itu diajukan
12:24kepada AHWA
12:25untuk dibahas
12:26apakah
12:26disetujui
12:27pencalonan mereka
12:28oke
12:28nah
12:29setelah disetujui
12:31oleh AHWA
12:32kemudian
12:33baru
12:35dikirim
12:36ke
12:36roh isam terpilih
12:37untuk
12:38menunjuk
12:39siapa diantara lima itu
12:41sebagai ketua umum
12:41itu jadi
12:42itu clear tuh
12:43jadi
12:43itu perbedaannya
12:44itu musawarah
12:44jadi dari sembilan itu
12:46diserahkan ke roh isam terpilih ya
12:48ya
12:48oke
12:49oke
12:50ya
12:51baik baik
12:51jadi
12:52muktamar NU
12:53di Jombang
12:54di Tampak Beras ini
12:56menarik sekali
12:57karena
12:57banyak sekali
12:58ruang-ruang
12:59musawarah
13:00yang diciptakan
13:00oleh
13:01muktamirin
13:01hal baru
13:02dan perkembang
13:02ruang musawarah
13:03ahwa
13:04ruang musawarah
13:07pleno-pleno
13:08atau cabang-cabang
13:09muktamirin
13:10ya kemudian
13:11muktamirin
13:11menyerahkan lagi
13:12kepada ahwa
13:13jadi
13:14ada
13:14ada empat pintu
13:16model
13:17musawarah
13:18di dalam
13:19muktamar
13:20yang ada di Jombang ini
13:21dan ini
13:21menurut saya
13:22sangat menarik
13:23sekali ya
13:23sekaligus
13:24ingin menunjukkan
13:25bagaimana
13:25NU itu
13:26dinamis
13:28dan
13:28kreasi-kreasinya
13:30itu
13:30luar biasa
13:32dalam menafsirkan
13:33demokrasi
13:34yang
13:35apa namanya
13:36diterapkan
13:37di
13:37PPNU
13:38baik terima kasih
13:39saya kira itu
13:39selamat menikmati
13:41terima kasih
13:42terima kasih
13:43terima kasih
Komentar

Dianjurkan