Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengusulkan tambahan anggaran Rp66 triliun meski telah mendapat Pagu Anggaran 2027 sebesar Rp139,19 triliun.

Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) Kapolri Komjen Wahyu Hadiningrat menjelaskan nilai itu turun sekitar Rp6,8 triliun dari anggaran tahun 2026.

Pagu Polri 2027 sebesar Rp139,19 triliun terdiri dari belanja pegawai Rp61,11 triliun, belanja barang Rp30,93 triliun, dan belanja modal Rp47,14 triliun.

Usulan itu disampaikan Astamarena Kapolri Komjen Wahyu dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

"Terdapat tunggakan anggaran BMP dan listrik, kebutuhan operasional daerah otonomi baru dan satker baru, kebutuhan rekrutmen dan pendidikan personil, serta dukungan untuk penanggulangan bencana, rusuh massa, dan pengamanan VVIP. Kondisi inilah yang menjadi dasar perlunya penguatan kembali alokasi belanja barang Polri," tutur Wahyu.

Baca Juga Kepala BIN soal Rusuh Usai Demo 27 Agustus: Sudah Koordinasi dengan Polri dan TNI | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/688636/kepala-bin-soal-rusuh-usai-demo-27-agustus-sudah-koordinasi-dengan-polri-dan-tni-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688714/full-polri-minta-tambahan-anggaran-rp66-triliun-salah-satunya-untuk-penanganan-rusuh-massa
Transkrip
00:00Salam sejahtera bagi kita semua, shalom, om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan.
00:05Yang terhormat dan kami muliakan, Bapak Ketua Pimpinan Rapat Komisi 3 DPR RI,
00:13Bapak Emrano Alfad SHMH, Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI,
00:21Bapak Dede Indra Permana, Bapak Dr. Haji Ahmad Saroni,
00:28yang kami hormati dan kami banggakan, seluruh anggota Komisi 3 DPR RI,
00:34dan yang kami hormati juga, Bapak Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan PPATK,
00:43Bapak Dr. Ivan Yustiavanda SHLLM, beserta seluruh jajaran,
00:50hadir beserta kami, Bapak Kapus Kupori, Waastama Rena Kapori,
00:54beserta seluruh pati pejabat pendamping PORI,
00:57serta seluruh hadirin yang berbahagia.
01:01Mengawali kesempatan ini, izinkan kami menyampaikan salam hormat,
01:05sekaligus permohonan maaf dari Bapak Kapori,
01:08beliau berhalangan hadir secara langsung,
01:11karena ada kegiatan kedinasan di waktu yang bersamaan,
01:14sehingga menugaskan kami untuk mewakili beliau pada acara ini.
01:17Bapak Ibu sekalian yang kami hormati,
01:21selanjutnya perkenankan kami membacakan naskah paparan Bapak Kapori
01:26tentang pembahasan rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga tahun anggaran 2027.
01:33Pimpinan dan anggota Dewan yang terhormat,
01:37sebelum menyampaikan rencana anggaran tahun 2027,
01:41izinkan kami menyampaikan gambaran kinerja anggaran PORI tahun 2025.
01:48Pada tahun anggaran 2025,
01:51pagu akhir anggaran PORI sebesar Rp149 triliun
01:57dengan realisasi sebesar Rp145 triliun atau Rp97,49 persen.
02:05Dari sisi jenis belanja,
02:08realisasi belanja pegawai mencapai Rp99,74 persen,
02:14belanja barang realisasinya Rp97,44 persen,
02:19dan belanja modal Rp95,08 persen.
02:24Sementara itu, realisasi seluruh program berada di atas 95 persen.
02:31Dukungan anggaran tersebut dapat dilaksanakan secara optimal
02:35untuk mendukung tugas PORI.
02:38Memasuki tahun anggaran 2026,
02:42alokasi anggaran PORI sebesar Rp146 triliun atau baru
02:47memenuhi 84,19 persen dari kebutuhan ideal
02:54sebesar Rp173,47 triliun.
03:00Dalam alokasi tersebut,
03:02terdapat kebijakan pemenuhan direktif presiden
03:05sebesar Rp4,2 triliun.
03:08Selanjutnya, sampai dengan minggu ketiga bulan Agustus 2026,
03:13anggaran PORI bertambah sebesar Rp904,63 miliar,
03:20sehingga total anggaran menjadi sekitar Rp146,95 triliun.
03:26Sampai dengan minggu ketiga bulan Agustus 2026,
03:32realisasi anggaran PORI mencapai Rp94,33 triliun
03:40atau Rp64,19 persen dari pagu sebesar Rp146,95 triliun.
03:50Berdasarkan jenis belanja,
03:52realisasi tertinggi terdapat pada belanja pegawai
03:56sebesar 70,06 persen,
04:00kemudian belanja modal 65,96 persen,
04:04dan belanja barang 51,12 persen.
04:08Dari sisi program,
04:11realisasi anggaran sampai dengan minggu tiga bulan Agustus 2026
04:16berada pada kisaran 41,58 persen,
04:21sampai dengan 68,23 persen.
04:25Realisasi tertinggi terdapat pada program dukungan manajemen
04:30sebesar 68,23 persen,
04:33disusul program penyelidikan dan penyelidikan tindak pidana
04:38sebesar 66,49 persen,
04:47serta program modernisasi Al-Matsus dan sarana-prasarana PORI
04:51sebesar 65,49 persen.
04:56Realisasi terendah pada program Harkam Tipmas
04:59yang dikarenakan adanya alokasi anggaran
05:02untuk mendukung direktif presiden sebesar 2,4 triliun
05:06yang ditempatkan pada RO Khusus.
05:09Pimpinan dan anggota Dewan yang terhormat,
05:12seluruh anggaran PORI diarahkan
05:14untuk menghasilkan output dan outcome
05:16dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
05:22Sampai dengan semester 1 tahun 2026,
05:26terdapat tiga indikator yang telah melampaui target,
05:30yaitu Indeks Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
05:34sebesar 105 persen,
05:36Indeks Profesionalitas SDM sebesar 101,77 persen,
05:42dan Indeks SPBE sebesar 102 persen.
05:47Sementara itu, indikator lainnya masih memerlukan penguatan,
05:51khususnya nilai kinerja anggaran
05:53yang baru mencapai 60,62 persen,
05:56sejalan dengan posisi pelaksanaan anggaran
06:00yang masih berada pada pertengahan tahun.
06:04Selain capaian kinerja tersebut,
06:07pengelolaan anggaran PORI juga memperoleh
06:10sejumlah penilaian positif dari kementerian dan lembaga.
06:14PORI kembali mempertahankan opini wajar
06:17tanpa pengecualian selama 12 tahun berturut-turut.
06:21Nilai kinerja anggaran tahun 2025 mencapai 96,75,
06:27nilai sakib sebesar 74,29,
06:31dan reformasi birokrasi sebesar 73,89,
06:36keduanya memperoleh predikat BB atau sangat baik.
06:40Sementara itu, indeks pelayanan publik
06:42memperoleh 4,57 dengan predikat A atau prima.
06:47Memasuki perencanaan tahun 2027,
06:52PORI menyelaraskan rencana kerja
06:54dengan tema rencana kerja pemerintah,
06:57yaitu PORI siap mendukung
06:59akselerasi pertumbuhan berkualitas
07:01melalui produktivitas investasi dan industri.
07:05Renja PORI diarahkan pada enam sasaran utama,
07:08yaitu penguatan sinergi dengan masyarakat
07:11dan pemangku kepentingan.
07:13Peningkatan kualitas penanganan perkara,
07:16penguatan pelayanan publik digital,
07:19peningkatan kualitas SDM,
07:22modernisasi teknologi kepolisian,
07:24serta peningkatan tata kelola organisasi.
07:28Pagu anggaran PORI tahun anggaran 2027
07:32telah ditetapkan PORI memperoleh
07:35alokasi sebesar Rp139,19 triliun.
07:40Nilai tersebut turun sekitar Rp6,86 triliun
07:44atau 4,70 persen dibandingkan
07:47alokasi anggaran tahun anggaran 2026
07:50sebesar Rp146,05 triliun.
07:55Berdasarkan jenis belanja,
07:57komposisinya terdiri atas
07:59belanja pegawai sebesar Rp61,11 triliun,
08:03belanja barang Rp30,93 triliun,
08:07dan belanja modal sebesar Rp47,14 triliun.
08:14Untuk mendukung program prioritas nasional tahun 2027,
08:19PORI mengalokasikan sebesar Rp832,15 miliar,
08:25sebagian besar anggaran tersebut
08:26berada pada program modernisasi al-matsus
08:29dan sarana-prasana PORI sebesar Rp762,06 miliar,
08:36sedangkan sisanya tersebar pada 4 program lainnya.
08:41Pimpinan dan anggota Dewan yang terhormat,
08:44pada awal proses perencanaan,
08:46kebutuhan ideal anggaran PORI tahun anggaran 2027
08:51diusulkan sebesar Rp178,69 triliun.
08:57Pada tahap penetapan pagu indikatif,
09:01PORI memperoleh sebesar Rp118 triliun
09:04atau terpenuhi sekitar 66 persen.
09:08Selanjutnya, pada tahap penetapan pagu anggaran,
09:11alokasi meningkat sekitar Rp21,19 triliun
09:16menjadi Rp139,19 triliun.
09:20Namun, kenaikan terbesar terdapat pada belanja modal,
09:25sumber rupiah murni.
09:26Di sisi lain, belanja barang operasional
09:28mengalami penurunan sekitar Rp5,05 triliun
09:32dibandingkan alokasi anggaran tahun anggaran 2025.
09:37Apabila dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun anggaran 2026,
09:42pagu anggaran PORI tahun anggaran 2027
09:46secara keseluruhan turun Rp6,86 triliun
09:50atau Rp4,7 persen.
09:55Penurunan belanja barang tersebut
09:57berdampak langsung pada dukungan operasional PORI.
10:00Beberapa kebutuhan yang mengalami kekurangan
10:03antara lain bahan bakar minyak dan pelumas,
10:07biaya listrik, pemeliharaan gedung,
10:09dan almat sus, serta perlengkapan perorangan.
10:13Selain itu, terdapat tunggakan anggaran BMP dan listrik,
10:18kebutuhan operasional daerah otonomi baru dan satker baru,
10:23kebutuhan rekrutmen dan pendidikan personil,
10:26serta dukungan untuk penanggulangan bencana,
10:29rusuh masa, dan pengamanan VVIP.
10:32Kondisi inilah yang menjadi dasar
10:35perlunya penguatan kembali alokasi belanja barang PORI.
10:39Berdasarkan hasil pertemuan tiga pihak
10:42antara PORI, Kementerian Keuangan, dan BAPENAS,
10:45apabila kebutuhan belanja barang
10:48belum dapat dipenuhi melalui tambahan anggaran,
10:51PORI dapat mengusulkan pergeseran
10:54dari belanja modal ke belanja barang
10:57setelah memperoleh persetujuan dari DPR RI.
11:03Menindaklanjuti hal tersebut,
11:05PORI telah menyampaikan usulan kepada Menteri Keuangan
11:09dan Menteri PPN Kepala BAPENAS.
11:12Dalam forum ini, kami mengusulkan
11:14pergeseran anggaran sebesar 3,6 triliun
11:18dari belanja modal ke belanja barang.
11:21Pergeseran tersebut akan digunakan
11:24untuk memperkuat kebutuhan operasional
11:26antara lain BMP dan listrik,
11:29perlengkapan personil,
11:31satker baru, pendidikan,
11:33pemeliharaan al-matsus dan gedung,
11:35penanganan kerusuhan masa,
11:38pengamanan VVIP,
11:39serta penanggulangan bencana.
11:42Usulan pergeseran anggaran
11:44selain untuk mendukung tugas pokok dan fungsi,
11:47PORI juga berperan aktif mendukung
11:49beberapa program prioritas nasional
11:51dan direktif Bapak Presiden,
11:53baik secara langsung maupun tidak langsung.
11:56Dukungan tersebut antara lain
11:58dalam program ketahanan pangan,
12:01penanganan bencana,
12:02dan pemulihan pasca bencana,
12:05pembangunan jembatan,
12:07serta hunian sementara.
12:09Kegiatan ini juga memerlukan
12:11dukungan anggaran yang cukup besar.
12:14Apabila usulan pergeseran
12:16sebesar Rp3,6 triliun tersebut disetujui,
12:20maka total pagu anggaran PORI
12:23tahun anggaran 2027
12:24tetap sebesar Rp139,19 triliun.
12:30Perubahannya hanya pada komposisi jenis belanja.
12:35Belanja barang akan meningkat
12:37dari sebesar Rp30,93 triliun
12:40menjadi Rp34,59 triliun.
12:44Sedangkan belanja modal
12:47turun dari sebesar Rp47,14 triliun
12:51menjadi Rp43,48 triliun.
12:56Dengan demikian,
12:57usulan ini tidak menambah total pagu,
13:00tetapi hanya menyesuaikan komposisi anggaran
13:03agar lebih sesuai dengan kebutuhan operasional PORI.
13:07Demikian yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini.
13:11Kami mohon kepada pimpinan dan seluruh
13:14anggota Komisi Tiga yang terhormat,
13:17kiranya dapat menyetujui
13:20usulan penambahan
13:22atau pergeseran belanja yang kami ajukan
13:25pada penetapan alokasi anggaran PORI
13:29tahun anggaran 2027
13:31dengan mempertimbangkan kebutuhan anggaran PORI
13:34untuk mewujudkan situasi kamtip mas yang kondusif.
13:38Kami beserta seluruh jajaran PORI
13:42mengaturkan terima kasih
13:43yang sebesar-besarnya
13:45kepada pimpinan dan seluruh anggota Komisi Tiga
13:49yang terhormat
13:50yang selama ini
13:51telah membantu PORI
13:53dalam upaya melaksanakan tugas dan fungsi
13:55menjaga stabilitas keamanan nasional
13:58serta meningkatkan pelayanan
14:00sesuai harapan masyarakat.
14:03Sekian dan terima kasih.
14:04Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
14:08Om Santi Santi Santi Om
14:10Salam Presisi
14:11Jakarta 1 September 2026
14:15Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
14:17Dr. Andes Listio Sigit Prabowo MSI General Polisi
14:23Terima kasih Pak Astamarena
14:26Ini saya tadi belum ini
14:28kita sepakati waktu
14:30kita terlalu buru-buru gitu
14:31Jadi ini
14:33setengah dua
14:34kira-kira jam berapa
14:35mau kita selesaikan?
14:38Jam dua ya
14:39Jam dua ya
14:40kita karena ini anggaran lah ya
14:42Oke jam dua ya
14:45Tadi Pak Astamarena ada
14:48apa
14:48keinginan
14:49nanti kita
14:50setelah pandangan dari kawan-kawan praksi
14:53nanti kita akan setuju
14:55adanya pergeseran saja kan
14:57tidak penambahan bagus
14:58tapi ini tidak ada penambahan ya
15:00permohonan penambahan tidak ada ya
15:01ada
15:02tadi gak disampaikan
15:03sudah disampaikan
15:06ada ya
15:07soalnya di catatan sini
15:11berapa
15:16Oke yaudah
15:17nanti kita ini aja ya
15:18kita masuk ke
15:20kawan-kawan perpraksi dulu ya
15:21ini kan gak perlu lama-lama
15:23silahkan
15:24ya PDP silahkan
Komentar

Dianjurkan