00:01Masih di satu meja The Forum, saya ingin memperdalam ke Mas Adi lagi soal posisi NU.
00:06Tadi saya kurang menangkap, masih pun sudah ketemu strategis tapi kritis.
00:11Saya agak oke lah, saya ikut lah.
00:13Tetapi Anda punya bayangan lah, kira-kira kedepan seperti apa.
00:17Paling tidak tadi dari jawaban Pak Lukman Edy.
00:20Terus kemudian jangan lupa di periode 2026 sampai dengan 2031 itu ada 2029.
00:25Di mana selalu setiap 5 tahun PBNU itu selalu ditarik-tarik.
00:31Sebenarnya kita tahu punya posisinya. Anda melihat seperti apa?
00:34Dua hal Mas Yogi.
00:35Pertama sebenarnya kita mengapresiasi apa yang dihasilkan dalam muktamar NU kemarin ketika
00:41misalnya mempertegas supaya dana pendidikan tidak digunakan untuk MPG.
00:45Itu kan sebenarnya positioning yang cukup kritis ya.
00:48Dan itu harapan publik.
00:49Tapi yang kedua agak sulit kita membayangkan posisi kritis ini akan terus berlangsung selama 5 tahun.
00:54Karena pada saat yang bersamaan Ketua Umum PBNU yang baru menyatakan
00:58memiliki setidaknya tiga kecocokan dengan Presiden Republik Indonesia.
01:02Yaitu di angka 8, Pak.
01:05Lahir di bulan Agustus, ya kan?
01:08Tanggal 17, 1 tambah 7 itu 8.
01:10Dan tahun 1958.
01:13Itu kan tanda-tanda.
01:14Jelas dan nyata.
01:15Apalagi pada saat yang bersamaan.
01:17Di hari ini kita semua menjadi saksi.
01:19Betapa Presiden Republik Indonesia Pak Prabu Subianto mendapatkan kartu anggota Nahdlatul Ulama.
01:25Inilah yang saya sebut membayangkan mitra kritik yang dari tadi didiskusikan oleh Gus Roy dan kita semua agak rumit.
01:31Dan bahkan yang ingin saya katakan adalah
01:33ini tentu semacam romantisme yang ingin ditunjukkan oleh Prabu Subianto.
01:37Karena kalau kita maju rata-rata secara umum,
01:402024 pemilih-pemilih Nahdlin di kantong-kantongnya di Pulau Jawa
01:44itu memberikan dukungan politik kepada Prabu Subianto yang
01:47dalam pilpres sebelumnya 2019 dan 2014 tidak bersama dengan Prabu Subianto.
01:53Maka tidak mengherankan kalau di 2029 Prabu Subianto akan menyandang sebagai kader NU
01:59yang akan maju sebagai calon Presiden untuk yang kedua kalinya.
02:03Dan per hari ini sangat layak juga disebut bahwa Prabu Subianto adalah kader NU
02:07yang saat ini adalah Presiden Republik Indonesia.
02:11Gus Roy, saya mau bilang bahwa tadi sudah saya menangkaplah bagaimana Anda memandang PBNU.
02:17Tapi ada hal yang hilang, kelugasan PBNU dengan khasnya.
02:21Kelugasan yang selalu memancarkan keikhlasan bahwa ini tidak ada nuansa politik apa-apa
02:26yang ingin mengingatkan khasnya Kiai, mengingatkan khasnya Nahdlin.
02:30Anda melihat masih berharapkah ada kelugasan itu muncul?
02:34Berharap tentu, tapi kecil ya.
02:36Kecil? Kenapa?
02:38Ya karena sejak awal kita bicara soal terpilihnya pengurusan sekarang.
02:43Itu bagian dari intervensi rezim.
02:45Apapun lah itu, sulit ditutupin itu.
02:47Semua orang sudah tahu soal itu ya.
02:49Tidak mengurangi rasa hormat pada proses yang sudah berlangsung
02:53dan hasil yang sudah tercapai seperti sekarang.
02:56Jadi harapannya tentu saja kecil.
02:58Yang kedua, sejak zamannya Gus Yahya sampai berakhir,
03:06itu tidak menunjukkan juga kalau mau jadi mitra kritis itu.
03:10Bahkan Gus Yahya sendiri menyebut dirinya sebagai santri gusur,
03:13tapi enggak ada gusur-gusurnya menurut saya ini gitu.
03:16Ya kalau gusur itu tetap kritis gitu.
03:18Bukan berarti enggak suka, bayangkan saja.
03:21Kalau saya itu mimpinya sederhana aja lah.
03:22Kalau saya menggambarkan gerakan pro-demokrasi itu kan center-left ya.
03:25Membayangkan Indonesia itu bisa menjadi negara kesejahteraan misalnya,
03:31hak atas air, hak atas tanah, kerja yang layak, upah yang layak.
03:37Ini enggak mungkin disuarakan.
03:39Apalagi semua gerbang partai politik sudah dikangkangi oleh rezim Prabowo hari ini.
03:44Maka yang dikatakan Mas Adi tadi itu tepat dan benar.
03:492029, umat NO akan banyak dirugikan.
03:52Yang untung besar Prabowo, pasti itu udah.
03:54Itu analisa?
03:56Iya, pasti. Dia kemenangan gelondongan ini sudah.
03:58Kemenangan gelondongan?
03:59Iya, udah.
04:00Saya ingin ke Pak Lukman Edi.
04:01Pak Lukman, Pak Lukman tadi Gus Roy atau Gus Ado mengatakan ada kemenangan gelondongan.
04:06Saya mau konfirmasi ini.
04:07Ini kan perlu dijawab bahwa tadi benar memang PBNU tidak hanya tugasnya kritik melu, enggak.
04:14Tapi juga kritik itu kan bagian dari memberikan solusi.
04:18Bagian rumah besar, orpas Islam terbesar ini mengingatkan perjalanan bangsa.
04:22Dan PBNU punya legasi itu dari zaman sebelum kemerdekaan.
04:27Sehingga sekarang begitu ada problematika yang menekan bangsa ini kan PBNU harus tampil pertama.
04:33Minimal lugas mengingatkan atau minimal cepat dan paling depan berada.
04:37Menurut Anda lima tahun ke depan seperti apa?
04:42Ini yang PBNU siapa? Ini yang harus menjawab ini ya.
04:45Iya, kan. Saya asumsikan tadi di awal sudah mengatakan ini sebagai pelayan Kiai atau tim ses dari...
04:52Udah lah. Pandangan pribadi saya aja lah ya.
04:55Karena nggak berhak juga saya mengatasnamakan PBNU.
04:59Iya, iya. Tapi saya dengar-dengar katanya calon seksinya Lukman Edi.
05:05Iya, itu terlalu apa.
05:07Oh, terlalu terlalu overestimate itu.
05:09Oke, oke, oke. Aminkan aja dulu Pak.
05:11Iya.
05:12Jadi begini, ya.
05:14Jadi begini.
05:17Kalau dikatakan bahwa NU tidak pernah mengkritik pemerintah, saya kira keliru ya.
05:23Banyak hal yang dilakukan oleh NU yang kemudian begitu mengkritik sekaligus menjadi koreksi.
05:31Nah, itu bedanya. NU kalau mengkritik itu langsung berubah pemerintah.
05:36Iya kan?
05:37Kalau yang lain itu kadang mengkritiknya udah berbuih-buih itu nggak juga pemerintah bergerakan.
05:46Tapi NU karena itu besar.
05:48Signifikan dan powerful.
05:50Untuk undang-undang pesantren misalnya, langsung berubah.
05:53DPR langsung sidang untuk merubah.
05:56Mengkritik soal pajak misalnya.
05:58Misalnya suatu saat PBNU mengancam tidak bayar pajak.
06:03Langsung berubah pemerintah.
06:04Nah, itu hebatnya NU ini.
06:05Jadi kalau ketika NU itu mengkritik, nah kalau disuruh mengkritik terus, wah kasihan pemerintah yang akan jalan-jalan nanti ya.
06:16Kritik dan solusi.
06:17Nah, begitu.
06:17Baik, baik.
06:18Jadi, ke depan kira-kira gimana posisinya?
06:22Soal gelondongan-gelondongan tadi nggak seperti itu lah ya.
06:25Oh nggak ya.
06:25Menurut saya sih NU selama ini, dari berbagai macam periodisasi kepemiluan kita, ya baik.
06:35Mas Adi Prayino, saya kira tahu benar lah itu.
06:39Apa namanya, ketika orang bawa nama NU, itu tidak secara langsung juga signifikan menggeser elektabilitas seorang calon.
06:48Coba kalau nggak percaya, tanya sama Mas Adi Prayino itu.
06:51Tapi, ya, saya lihat NU ini mengawal ketat, ya, soal demokrasi yang harus dijalankan oleh bangsa ini harus benar-benar
07:01demokrasi yang terbaik.
07:04Demokrasi yang ideal.
07:05Baik.
07:05Ya, nggak peduli apakah NU itu keberpihakan, misalnya personal, ya, personal fiskasi dari NU itu terhadap satu kandidat, seseorang itu
07:17bisa menaikkan elektabilitas.
07:19Tidak juga, ya, kemarin kalau kita diskusikan sama Mas Adi, ketika Kei Maruf Amin menjadi calon wakil presiden yang diganding
07:29oleh Pak Jokowi,
07:31tidak serta-merta kemudian Pak Jokowi menang besar, ya, kontribusi Kei Maruf Amin untuk memenangkan Jokowi Kei Maruf,
07:41ternyata tidak besar juga presentasinya.
07:44Tapi, apa yang terjadi?
07:46Bagaimana kemudian proses demokrasi pada saat itu menjadi stabil ketika NU terlibat di dalamnya?
07:53Nah, itu Pak, jadi ini tidak bisa dihitung dengan...
07:57Terima kasih Pak Lukman Edy.
07:59Benar nggak, Mas Adi?
07:59Terima kasih Pak Lukman Edy.
08:00Setuju, setuju Pak Gei.
08:03Mas Adi sudah mangkut-mangkut.
08:04Terima kasih Pak Lukman Edy atas bergabung di Satu Meja.
08:09Titip pesan untuk pengurusan baru, semoga NU bisa menjawab, merespon harapan umat dan bangsa Indonesia.
08:16Terima kasih Pak Lukman Edy, terima kasih Mas Adi, terima kasih Gus Roy sudah bergabung di Satu Meja The Forum.
Komentar