Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Aktivis Muda NU Roy Murtadho mengaku masih berharap PBNU dapat bersikap lugas dan kritis. Namun, ia menyebut harapan tersebut kecil.

Roy menilai proses terpilihnya kepengurusan baru PBNU tidak bisa dilepaskan dari dugaan intervensi rezim.

Roy juga menyoroti kepemimpinan PBNU sebelumnya yang menurutnya belum menunjukkan posisi sebagai mitra kritis pemerintah. Ia kemudian mengkritik istilah "santri Gus Dur" yang pernah digunakan Gus Yahya.

"Bahkan Gus Yahya sendiri menyebut dirinya sebagai santri Gus Dur, tapi tidak ada Gus Dur-Gus Durnya menurut saya. Ya kalau Gus Dur itu tetap kritis. Bukan berarti tidak suka," katanya.

Roy menilai ruang untuk menyuarakan agenda masyarakat sipil semakin penting, terutama ketika partai politik dinilai tidak cukup kritis terhadap pemerintah.

Roy bahkan memprediksi warga NU dapat dirugikan dalam kontestasi politik Pemilu 2029.

"2029 umat NU akan banyak dirugikan. Yang untung besar Prabowo, pasti itu sudah. Kemenangan gelondongan ini," ujar Roy.

Sementara itu, Pengamat Politik Adi Prayitno mengapresiasi salah satu keputusan dalam Muktamar NU ke-35 yang dinilainya menunjukkan sikap kritis.

Namun, Adi meragukan posisi kritis tersebut akan terus dipertahankan selama lima tahun kepengurusan PBNU yang baru.

Adi kemudian menyinggung pernyataan mengenai kesamaan angka antara Ketua Umum PBNU terpilih dan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Adi, kedekatan tersebut semakin menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menerima kartu anggota NU.

Di sisi lain, Aktivis NU Lukman Edy menolak anggapan bahwa NU hanya berfungsi sebagai pengkritik pemerintah.

Menurutnya, besarnya kekuatan NU membuat organisasi tersebut memiliki banyak peran strategis untuk bangsa.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/eJNXoZKls5Q

Baca Juga PBNU Diminta Kritis ke Pemerintah, Aktivis: Bela NKRI atau Oligarki? | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/688703/pbnu-diminta-kritis-ke-pemerintah-aktivis-bela-nkri-atau-oligarki-satu-meja


#pbnu #muktamarnu35 #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/688705/aktivis-pemilu-2029-umat-nu-dirugikan-yang-untung-besar-prabowo-satu-meja
Transkrip
00:01Masih di satu meja The Forum, saya ingin memperdalam ke Mas Adi lagi soal posisi NU.
00:06Tadi saya kurang menangkap, masih pun sudah ketemu strategis tapi kritis.
00:11Saya agak oke lah, saya ikut lah.
00:13Tetapi Anda punya bayangan lah, kira-kira kedepan seperti apa.
00:17Paling tidak tadi dari jawaban Pak Lukman Edy.
00:20Terus kemudian jangan lupa di periode 2026 sampai dengan 2031 itu ada 2029.
00:25Di mana selalu setiap 5 tahun PBNU itu selalu ditarik-tarik.
00:31Sebenarnya kita tahu punya posisinya. Anda melihat seperti apa?
00:34Dua hal Mas Yogi.
00:35Pertama sebenarnya kita mengapresiasi apa yang dihasilkan dalam muktamar NU kemarin ketika
00:41misalnya mempertegas supaya dana pendidikan tidak digunakan untuk MPG.
00:45Itu kan sebenarnya positioning yang cukup kritis ya.
00:48Dan itu harapan publik.
00:49Tapi yang kedua agak sulit kita membayangkan posisi kritis ini akan terus berlangsung selama 5 tahun.
00:54Karena pada saat yang bersamaan Ketua Umum PBNU yang baru menyatakan
00:58memiliki setidaknya tiga kecocokan dengan Presiden Republik Indonesia.
01:02Yaitu di angka 8, Pak.
01:05Lahir di bulan Agustus, ya kan?
01:08Tanggal 17, 1 tambah 7 itu 8.
01:10Dan tahun 1958.
01:13Itu kan tanda-tanda.
01:14Jelas dan nyata.
01:15Apalagi pada saat yang bersamaan.
01:17Di hari ini kita semua menjadi saksi.
01:19Betapa Presiden Republik Indonesia Pak Prabu Subianto mendapatkan kartu anggota Nahdlatul Ulama.
01:25Inilah yang saya sebut membayangkan mitra kritik yang dari tadi didiskusikan oleh Gus Roy dan kita semua agak rumit.
01:31Dan bahkan yang ingin saya katakan adalah
01:33ini tentu semacam romantisme yang ingin ditunjukkan oleh Prabu Subianto.
01:37Karena kalau kita maju rata-rata secara umum,
01:402024 pemilih-pemilih Nahdlin di kantong-kantongnya di Pulau Jawa
01:44itu memberikan dukungan politik kepada Prabu Subianto yang
01:47dalam pilpres sebelumnya 2019 dan 2014 tidak bersama dengan Prabu Subianto.
01:53Maka tidak mengherankan kalau di 2029 Prabu Subianto akan menyandang sebagai kader NU
01:59yang akan maju sebagai calon Presiden untuk yang kedua kalinya.
02:03Dan per hari ini sangat layak juga disebut bahwa Prabu Subianto adalah kader NU
02:07yang saat ini adalah Presiden Republik Indonesia.
02:11Gus Roy, saya mau bilang bahwa tadi sudah saya menangkaplah bagaimana Anda memandang PBNU.
02:17Tapi ada hal yang hilang, kelugasan PBNU dengan khasnya.
02:21Kelugasan yang selalu memancarkan keikhlasan bahwa ini tidak ada nuansa politik apa-apa
02:26yang ingin mengingatkan khasnya Kiai, mengingatkan khasnya Nahdlin.
02:30Anda melihat masih berharapkah ada kelugasan itu muncul?
02:34Berharap tentu, tapi kecil ya.
02:36Kecil? Kenapa?
02:38Ya karena sejak awal kita bicara soal terpilihnya pengurusan sekarang.
02:43Itu bagian dari intervensi rezim.
02:45Apapun lah itu, sulit ditutupin itu.
02:47Semua orang sudah tahu soal itu ya.
02:49Tidak mengurangi rasa hormat pada proses yang sudah berlangsung
02:53dan hasil yang sudah tercapai seperti sekarang.
02:56Jadi harapannya tentu saja kecil.
02:58Yang kedua, sejak zamannya Gus Yahya sampai berakhir,
03:06itu tidak menunjukkan juga kalau mau jadi mitra kritis itu.
03:10Bahkan Gus Yahya sendiri menyebut dirinya sebagai santri gusur,
03:13tapi enggak ada gusur-gusurnya menurut saya ini gitu.
03:16Ya kalau gusur itu tetap kritis gitu.
03:18Bukan berarti enggak suka, bayangkan saja.
03:21Kalau saya itu mimpinya sederhana aja lah.
03:22Kalau saya menggambarkan gerakan pro-demokrasi itu kan center-left ya.
03:25Membayangkan Indonesia itu bisa menjadi negara kesejahteraan misalnya,
03:31hak atas air, hak atas tanah, kerja yang layak, upah yang layak.
03:37Ini enggak mungkin disuarakan.
03:39Apalagi semua gerbang partai politik sudah dikangkangi oleh rezim Prabowo hari ini.
03:44Maka yang dikatakan Mas Adi tadi itu tepat dan benar.
03:492029, umat NO akan banyak dirugikan.
03:52Yang untung besar Prabowo, pasti itu udah.
03:54Itu analisa?
03:56Iya, pasti. Dia kemenangan gelondongan ini sudah.
03:58Kemenangan gelondongan?
03:59Iya, udah.
04:00Saya ingin ke Pak Lukman Edi.
04:01Pak Lukman, Pak Lukman tadi Gus Roy atau Gus Ado mengatakan ada kemenangan gelondongan.
04:06Saya mau konfirmasi ini.
04:07Ini kan perlu dijawab bahwa tadi benar memang PBNU tidak hanya tugasnya kritik melu, enggak.
04:14Tapi juga kritik itu kan bagian dari memberikan solusi.
04:18Bagian rumah besar, orpas Islam terbesar ini mengingatkan perjalanan bangsa.
04:22Dan PBNU punya legasi itu dari zaman sebelum kemerdekaan.
04:27Sehingga sekarang begitu ada problematika yang menekan bangsa ini kan PBNU harus tampil pertama.
04:33Minimal lugas mengingatkan atau minimal cepat dan paling depan berada.
04:37Menurut Anda lima tahun ke depan seperti apa?
04:42Ini yang PBNU siapa? Ini yang harus menjawab ini ya.
04:45Iya, kan. Saya asumsikan tadi di awal sudah mengatakan ini sebagai pelayan Kiai atau tim ses dari...
04:52Udah lah. Pandangan pribadi saya aja lah ya.
04:55Karena nggak berhak juga saya mengatasnamakan PBNU.
04:59Iya, iya. Tapi saya dengar-dengar katanya calon seksinya Lukman Edi.
05:05Iya, itu terlalu apa.
05:07Oh, terlalu terlalu overestimate itu.
05:09Oke, oke, oke. Aminkan aja dulu Pak.
05:11Iya.
05:12Jadi begini, ya.
05:14Jadi begini.
05:17Kalau dikatakan bahwa NU tidak pernah mengkritik pemerintah, saya kira keliru ya.
05:23Banyak hal yang dilakukan oleh NU yang kemudian begitu mengkritik sekaligus menjadi koreksi.
05:31Nah, itu bedanya. NU kalau mengkritik itu langsung berubah pemerintah.
05:36Iya kan?
05:37Kalau yang lain itu kadang mengkritiknya udah berbuih-buih itu nggak juga pemerintah bergerakan.
05:46Tapi NU karena itu besar.
05:48Signifikan dan powerful.
05:50Untuk undang-undang pesantren misalnya, langsung berubah.
05:53DPR langsung sidang untuk merubah.
05:56Mengkritik soal pajak misalnya.
05:58Misalnya suatu saat PBNU mengancam tidak bayar pajak.
06:03Langsung berubah pemerintah.
06:04Nah, itu hebatnya NU ini.
06:05Jadi kalau ketika NU itu mengkritik, nah kalau disuruh mengkritik terus, wah kasihan pemerintah yang akan jalan-jalan nanti ya.
06:16Kritik dan solusi.
06:17Nah, begitu.
06:17Baik, baik.
06:18Jadi, ke depan kira-kira gimana posisinya?
06:22Soal gelondongan-gelondongan tadi nggak seperti itu lah ya.
06:25Oh nggak ya.
06:25Menurut saya sih NU selama ini, dari berbagai macam periodisasi kepemiluan kita, ya baik.
06:35Mas Adi Prayino, saya kira tahu benar lah itu.
06:39Apa namanya, ketika orang bawa nama NU, itu tidak secara langsung juga signifikan menggeser elektabilitas seorang calon.
06:48Coba kalau nggak percaya, tanya sama Mas Adi Prayino itu.
06:51Tapi, ya, saya lihat NU ini mengawal ketat, ya, soal demokrasi yang harus dijalankan oleh bangsa ini harus benar-benar
07:01demokrasi yang terbaik.
07:04Demokrasi yang ideal.
07:05Baik.
07:05Ya, nggak peduli apakah NU itu keberpihakan, misalnya personal, ya, personal fiskasi dari NU itu terhadap satu kandidat, seseorang itu
07:17bisa menaikkan elektabilitas.
07:19Tidak juga, ya, kemarin kalau kita diskusikan sama Mas Adi, ketika Kei Maruf Amin menjadi calon wakil presiden yang diganding
07:29oleh Pak Jokowi,
07:31tidak serta-merta kemudian Pak Jokowi menang besar, ya, kontribusi Kei Maruf Amin untuk memenangkan Jokowi Kei Maruf,
07:41ternyata tidak besar juga presentasinya.
07:44Tapi, apa yang terjadi?
07:46Bagaimana kemudian proses demokrasi pada saat itu menjadi stabil ketika NU terlibat di dalamnya?
07:53Nah, itu Pak, jadi ini tidak bisa dihitung dengan...
07:57Terima kasih Pak Lukman Edy.
07:59Benar nggak, Mas Adi?
07:59Terima kasih Pak Lukman Edy.
08:00Setuju, setuju Pak Gei.
08:03Mas Adi sudah mangkut-mangkut.
08:04Terima kasih Pak Lukman Edy atas bergabung di Satu Meja.
08:09Titip pesan untuk pengurusan baru, semoga NU bisa menjawab, merespon harapan umat dan bangsa Indonesia.
08:16Terima kasih Pak Lukman Edy, terima kasih Mas Adi, terima kasih Gus Roy sudah bergabung di Satu Meja The Forum.
Komentar

Dianjurkan