Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Aktivis Muda NU Roy Murtadha menyinggung sejumlah program pemerintah yang menurutnya perlu mendapat masukan dan evaluasi, termasuk program Makan Bergizi Gratis.

"Kalau memang gak bisa kritis, paling tidak memberikan pandangan-pandangan Masukan-masukan terhadap program-program negara yang sejauh ini memang bermasalah. MBG misalnya, sudah jelas membahayakan fiskal, dan menghambur-hamburkan anggaran negara, dan pengerjanya juga tidak transparan, tidak akuntabel," kata Roy.

Roy mengaku tetap memberikan ucapan selamat atas terpilihnya kepengurusan baru PBNU, meski disertai sejumlah catatan. Roy berharap NU tetap menjadi kekuatan masyarakat sipil yang kritis terhadap pemerintah.

"Mestinya sebagai bagian dari kekuatan civil society, NU itu keterlibatannya dengan negara itu keterlibatan kritis. Bukan diikat kaki dan tangannya," ungkapnya.

Di sisi lain, Pengamat Politik Adi Prayitno menilai hasil Muktamar ke-35 NU merupakan hasil ijtihad para ulama yang memiliki posisi penting dalam organisasi.

Namun, Adi juga menekankan adanya harapan dari warga NU agar organisasi kembali kepada khittah dan menjaga jarak dari politik praktis.

Adi berharap NU tetap menjadi gerakan sosial-keagamaan yang independen dan memiliki peran pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/eJNXoZKls5Q


#pbnu #muktamarnu35 #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/688696/mbg-dikritik-aktivis-nu-harus-kritis-bukan-diikat-kekuasaan-satu-meja
Transkrip
00:00Di harapan kami itu, di pengurusan yang baru, kami berharap akan lahir satu pandangan baru, visi baru dalam tubuh NO.
00:10Tapi rupa-rupanya, saya pesimis, bahkan beberapa kawan sudah mengibarkan bendera setengah tiang di banyak media sosial di jaringan teman
00:21-teman.
00:21Itu yang pertama, yang kedua, kita semua tahu bahwa NO itu the largest or the biggest civil society di Indonesia.
00:31Mestinya sebagai bagian dari kekuatan civil society, NO itu keteribatannya dengan negara itu keteribatan kritis.
00:38Bukan diikat kaki dan tangannya, bukan dipesan ya, mohon maaf ya.
00:44Kalau memang nggak bisa kritis, paling tidak memberikan pandangan-pandangan masukan-masukan antara program-program negara
00:50yang sejauh ini memang bermasalah gitu.
00:53MBG misalnya, sudah jelas membahayakan fiskal dan menghambur-hamburkan anggaran negara dan pengerjanya juga tidak transparan, tidak akuntan.
01:02Anda mau bilang bahwa seharusnya sejak awal BPNU bersikap dan kemudian mengeraskan.
01:06Bersikap terhadap itu.
01:07Paling tidak memberikan masukan yang positif bahwa program-program negara mesti dievaluasi.
01:12Dalam konteks lingkuan hidup misalnya, penjaraan alam ini semakin meluas loh.
01:17Kami menyebutnya expropriation of nature.
01:19Dan ini bergeser dari Kalimantan ke Wawesi, pindah ke Papua, dan potensi kerusakannya 3 juta hektare.
01:27Sekarang sudah seribuan sejuta hektare yang sudah dirusak.
01:32Yang kami lihat baru PGI, teman-teman Kristen yang menolak tambang karena bukan kapasitasnya,
01:39biar bisa khidmah ke umat, ke masyarakat.
01:43Nah kami berharap sebenarnya NO dan Muhammadiyah mengambil peran itu.
01:47Dan sampai sekarang belum ada.
01:48Belum, saya melihat belum.
01:49Jadi harapannya mungkin tipis ya kepada kepengurusan yang baru.
01:53Meskipun kami harus mengatakan selamat atas terpilihnya, tapi dengan catatan tadi itu.
01:58Kami merasa...
01:59Tidak apa-apa kok, selamat dan dengan catatan.
02:01Dengan catatan, harus ada catatannya itu.
02:03Satu apresiasi yang menarik.
02:04Mas tadi melihat tadi penjelasan Kusroi, dan tadi juga di awal Pak Lukmenedi sebagai tim ses atau pelayan Kiai.
02:11Anda melihat apa? Karena satu hal yang kedua adalah ada konstelasi juga dengan kekuasaan.
02:16Ya kalau ada istilah yang disebut dengan pelayan Kiai, ini tentu ada satu istilah yang cukup lekatkan di kalangan Nahdiliin.
02:25Jadi kalau Pak Kiai, Pak Ustadz, para ulama dan para masyayih kita sudah berfatwa menyampaikan sesuatu, ya harus tegak lurus
02:33mas.
02:34Mendengarkan dan mengikuti.
02:35Dan memang tidak ada perdebatan-perdebatan apapun.
02:38Dan di kalangan Nahdiliin memang ulama dan para masyayih kita itu adalah orang-orang yang dinilai punya karisma dan ke
02:45dalam keilmuan yang cukup luar biasa.
02:47Jadi dalam konteks itulah kemudian saya ingin memaknai bahwa apapun hasil muktamar yang sudah dihasilkan oleh kawan-kawan PBNU hari
02:54ini,
02:55ya harus kita maknai ini yang memilih adalah para alim ulama, masyayih-masyayih yang dianggap memiliki karisma,
03:01kedalaman ilmu, dan tentu saja ketajaman terkait dengan soal keimanan.
03:06Apalagi yang memilih itu adalah Ahwah.
03:08Yang kita tahu beliau-beliau itu adalah ulama-ulama yang sangat karismatik dan ulama-ulama yang memiliki wibawa.
03:15Jadi siapapun yang kemudian terpilih, itu adalah hasil yang memang ijtihad para ulama-ulama kita yang sembilan orang yang ada.
03:23Kan itu idealnya.
03:25Makanya kalau membaca suasana kebatinan dalam konteks muktamar NU di Jombang yang ke-35,
03:31hari ini itu bukan hanya soal Jombang, tapi Jombang itu memiliki nuansa historis yang cukup panjang.
03:37Apa itu nuansanya?
03:38Soal harapan terbesar dari Jamiyah NU tentang bagaimana NU itu harus mulai berani.
03:44Back to hitoh. Kembali hitoh.
03:46Mas Yogi, saya kebetulan ada beberapa survei yang sudah saya rilis di bulan Juli, 20 Juli hingga 3 Agustus survei
03:53yang kita lakukan.
03:54Memang mayoritas orang NU itu berharap.
03:57Semoga memang pertama NU harus kembali ke hitoh.
03:59Yang kedua adalah menjaga jarak dengan urusan-urusan politik praktis.
04:02Dan mostly secara mayoritas menolak terkait dengan persesi tambang.
04:07Itu clear, itu suara nahdiliin.
04:10Makanya sebelum terbentuk struktur kepengurusan yang baru, semoga suara-suara nahdiliin seperti yang disampaikan oleh Gus Roy, kita-kita,
04:18yang seringkali juga ke NU-nya dipertanyakan mas, padahal NU kita sejak lahir.
04:23Ya ini adalah semacam keinginan supaya memang NU itu adalah gerakan sosial keagaman yang cukup independen dan tujuannya adalah empowering.
04:33Itu yang paling utama.
04:37Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan