00:00Di harapan kami itu, di pengurusan yang baru, kami berharap akan lahir satu pandangan baru, visi baru dalam tubuh NO.
00:10Tapi rupa-rupanya, saya pesimis, bahkan beberapa kawan sudah mengibarkan bendera setengah tiang di banyak media sosial di jaringan teman
00:21-teman.
00:21Itu yang pertama, yang kedua, kita semua tahu bahwa NO itu the largest or the biggest civil society di Indonesia.
00:31Mestinya sebagai bagian dari kekuatan civil society, NO itu keteribatannya dengan negara itu keteribatan kritis.
00:38Bukan diikat kaki dan tangannya, bukan dipesan ya, mohon maaf ya.
00:44Kalau memang nggak bisa kritis, paling tidak memberikan pandangan-pandangan masukan-masukan antara program-program negara
00:50yang sejauh ini memang bermasalah gitu.
00:53MBG misalnya, sudah jelas membahayakan fiskal dan menghambur-hamburkan anggaran negara dan pengerjanya juga tidak transparan, tidak akuntan.
01:02Anda mau bilang bahwa seharusnya sejak awal BPNU bersikap dan kemudian mengeraskan.
01:06Bersikap terhadap itu.
01:07Paling tidak memberikan masukan yang positif bahwa program-program negara mesti dievaluasi.
01:12Dalam konteks lingkuan hidup misalnya, penjaraan alam ini semakin meluas loh.
01:17Kami menyebutnya expropriation of nature.
01:19Dan ini bergeser dari Kalimantan ke Wawesi, pindah ke Papua, dan potensi kerusakannya 3 juta hektare.
01:27Sekarang sudah seribuan sejuta hektare yang sudah dirusak.
01:32Yang kami lihat baru PGI, teman-teman Kristen yang menolak tambang karena bukan kapasitasnya,
01:39biar bisa khidmah ke umat, ke masyarakat.
01:43Nah kami berharap sebenarnya NO dan Muhammadiyah mengambil peran itu.
01:47Dan sampai sekarang belum ada.
01:48Belum, saya melihat belum.
01:49Jadi harapannya mungkin tipis ya kepada kepengurusan yang baru.
01:53Meskipun kami harus mengatakan selamat atas terpilihnya, tapi dengan catatan tadi itu.
01:58Kami merasa...
01:59Tidak apa-apa kok, selamat dan dengan catatan.
02:01Dengan catatan, harus ada catatannya itu.
02:03Satu apresiasi yang menarik.
02:04Mas tadi melihat tadi penjelasan Kusroi, dan tadi juga di awal Pak Lukmenedi sebagai tim ses atau pelayan Kiai.
02:11Anda melihat apa? Karena satu hal yang kedua adalah ada konstelasi juga dengan kekuasaan.
02:16Ya kalau ada istilah yang disebut dengan pelayan Kiai, ini tentu ada satu istilah yang cukup lekatkan di kalangan Nahdiliin.
02:25Jadi kalau Pak Kiai, Pak Ustadz, para ulama dan para masyayih kita sudah berfatwa menyampaikan sesuatu, ya harus tegak lurus
02:33mas.
02:34Mendengarkan dan mengikuti.
02:35Dan memang tidak ada perdebatan-perdebatan apapun.
02:38Dan di kalangan Nahdiliin memang ulama dan para masyayih kita itu adalah orang-orang yang dinilai punya karisma dan ke
02:45dalam keilmuan yang cukup luar biasa.
02:47Jadi dalam konteks itulah kemudian saya ingin memaknai bahwa apapun hasil muktamar yang sudah dihasilkan oleh kawan-kawan PBNU hari
02:54ini,
02:55ya harus kita maknai ini yang memilih adalah para alim ulama, masyayih-masyayih yang dianggap memiliki karisma,
03:01kedalaman ilmu, dan tentu saja ketajaman terkait dengan soal keimanan.
03:06Apalagi yang memilih itu adalah Ahwah.
03:08Yang kita tahu beliau-beliau itu adalah ulama-ulama yang sangat karismatik dan ulama-ulama yang memiliki wibawa.
03:15Jadi siapapun yang kemudian terpilih, itu adalah hasil yang memang ijtihad para ulama-ulama kita yang sembilan orang yang ada.
03:23Kan itu idealnya.
03:25Makanya kalau membaca suasana kebatinan dalam konteks muktamar NU di Jombang yang ke-35,
03:31hari ini itu bukan hanya soal Jombang, tapi Jombang itu memiliki nuansa historis yang cukup panjang.
03:37Apa itu nuansanya?
03:38Soal harapan terbesar dari Jamiyah NU tentang bagaimana NU itu harus mulai berani.
03:44Back to hitoh. Kembali hitoh.
03:46Mas Yogi, saya kebetulan ada beberapa survei yang sudah saya rilis di bulan Juli, 20 Juli hingga 3 Agustus survei
03:53yang kita lakukan.
03:54Memang mayoritas orang NU itu berharap.
03:57Semoga memang pertama NU harus kembali ke hitoh.
03:59Yang kedua adalah menjaga jarak dengan urusan-urusan politik praktis.
04:02Dan mostly secara mayoritas menolak terkait dengan persesi tambang.
04:07Itu clear, itu suara nahdiliin.
04:10Makanya sebelum terbentuk struktur kepengurusan yang baru, semoga suara-suara nahdiliin seperti yang disampaikan oleh Gus Roy, kita-kita,
04:18yang seringkali juga ke NU-nya dipertanyakan mas, padahal NU kita sejak lahir.
04:23Ya ini adalah semacam keinginan supaya memang NU itu adalah gerakan sosial keagaman yang cukup independen dan tujuannya adalah empowering.
04:33Itu yang paling utama.
04:37Terima kasih telah menonton!
Komentar