Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Intelijen Negara mendalami informasi terkait 8 warga negara Indonesia yang direkrut bergabung menjadi tentara bayaran Rusia.

Kepala Badan Intelijen Negara, Muhammad Herindra menaruh atensi atas kabar 8 warga negara Indonesia diduga menjadi tentara bayaran Rusia. Herindra bilang informasi ini masih akan didalami BIN.

Sebelumnya, Badan Intelijen Ukraina mengungkap telah menerima dokumen yang mengonfirmasi proses perekrutan 8 WNI menjadi tentara bayaran Rusia.

Indonesia disebut menjadi salah satu negara yang dijadikan sumber tenaga kerja murah untuk memenuhi kebutuhan Rusia dalam perang.

BIN mendalami terkait informasi 8 WNI yang direkrut menjadi tentara bayaran di Rusia, lantas apa tujuan dari perekrutan tentara WNI untuk Rusia ini, kita bahas bersama Pengamat Militer Center for Intermestic and Strategic Assessment (CIDE) Anton Ali Abbas.

Baca Juga Soal 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, Yusril Ingatkan Bahaya Tawaran Kerja di Luar Negeri di https://www.kompas.tv/nasional/688586/soal-8-wni-diduga-jadi-tentara-rusia-yusril-ingatkan-bahaya-tawaran-kerja-di-luar-negeri

#bin #tentararusia #wni

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688700/full-analisis-pengamat-soal-ukraina-bocorkan-data-8-wni-jadi-tentara-bayaran-rusia-kompas-petang
Transkrip
00:00Saudara Badan Intelijen Negara mendalami informasi terkait 8 warga negara Indonesia yang direkrut bergabung menjadi tentara bayaran Rusia.
00:09Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra menaruh atensi atas kabar 8 warga negara Indonesia yang diduga menjadi tentara bayaran Rusia.
00:19Herindra bilang informasi ini masih akan didalami BIN.
00:22Sebelumnya Badan Intelijen Ukraina mengungkap telah menerima dokumen yang mengonfirmasi proses perekrutan 8 WNI menjadi tentara bayaran Rusia.
00:33Indonesia disebut menjadi salah satu negara yang dijadikan sumber tenaga kerja murah untuk memenuhi kebutuhan Rusia dalam perang.
01:04Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina melalui laman resminya mengungkap informasi tentang 8 WNI.
01:11yang bergabung menjadi tentara Rusia.
01:13Dalam artikel berjudul Kremlin sedang mencari umpan meriam baru di Kepulauan Indonesia,
01:19Ukraina menyatakan Rusia terus merekrut warga asing secara sistematis untuk bertempur dalam perang melawan Ukraina.
01:28Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasko Ahmad menanggapi informasi intelijen Ukraina terkait 8 warga negara Indonesia diduga menjadi tentara Rusia.
01:37Dasko bilang, berdasarkan informasi dari otoritas intelijen RI, perekrutan dilakukan oleh negara pihak ketiga.
01:458 WNI disebut mendaftar sebagai tenaga satpam dan administrasi dengan penawaran gaji besar.
01:51Ola-ola itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diimingi oleh gaji yang besar.
02:08Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ hanya dikirim untuk menjadi tentara.
02:17Begitu informasi yang kami dapat dan pada saat ini otoritas intelijen dan kementerian luar negeri sudah melakukan antisipasi,
02:27berkoordinasi dan kemudian mengirimkan kesan kepada negara-negara tersebut.
02:36Kementerian luar negeri memastikan pihaknya terus memverifikasi informasi terkait WNI yang bergabung menjadi tentara Rusia
02:42dan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, dan perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang tidak sesuai.
02:50Dalam keterangan tertulis, jurubicara kementerian luar negeri Yvonne Mewengkang menegaskan
02:57apabila keterlibatan WNI dalam Angkatan Bersenjata Negara Asing terverifikasi,
03:03hal tersebut merupakan tindakan individual dan tidak merepresentasikan kebijakan maupun posisi pemerintah Indonesia.
03:10Guru Besar Hukum Internasional Hikmahanto Yuana menyebut,
03:13warga negara Indonesia yang bergabung menjadi tentara negara lain akan kehilangan status kewarga negaraannya.
03:20Hikmahanto bilang pemerintah harus mengusut siapa perekrut WNI yang bergabung menjadi tentara Rusia.
03:28Menurut undang-undang keluarga negaraan, kalau dia ikut dinas asing, itu sudah dengan sendirinya kehilangan keluarga negaraan.
03:35Dan kalau dia sudah kehilangan keluarga negaraan, kan kita tidak bisa melakukan apapun terhadap orang tersebut.
03:40Karena dia bukan lagi warga negara Indonesia.
03:42Yang kita perlu lindungi adalah warga negara Indonesia.
03:45Nah misalnya dia orang Indonesia, ada enggak namanya, alamatnya di mana, melalui apa?
03:51Melalui keluarga-keluarga mereka yang ada di sini.
03:53Nanti kan mereka akan memberitahu.
03:55Nah itu yang harus dikejar.
03:56Karena kalau menurut saya, kalau warga negara asing langsung melakukan rekrutmen,
04:01itu terhadap dia akan berbahaya.
04:06Sebelumnya mantan marinir TNI Angkatan Laut, Satria Arta Kumbara, juga menjadi tentara bayaran Rusia.
04:13Satria tercatat dipecat sebagai prajurit pada 6 April 2023.
04:18Setelah bergabung menjadi prajurit militer Rusia, status keluarga negaraan Satria hilang secara otomatis.
04:24Tim Liputan, Kompas TV
04:30Saudara Bin mendalami terkait informasi 8 WNI yang direkrut menjadi tentara bayaran di Rusia.
04:36Lantas apa tujuan dari perekrutan tentara WNI untuk Rusia ini?
04:39Kita bahas bersama pengamat Militer Center for Intermastic and Strategic Assessment,
04:45Mas Anton Ali Abbas.
04:47Mas Anton, selamat sore.
04:49Mbak Sintia.
04:51Ya, Mas Anton, kalau Anda melihat apa yang terjadi saat ini?
04:548 warga negara Indonesia direkrut untuk menjadi tentara bayaran.
04:58Apa fenomena yang kita lihat terkait hal ini, Mas Anton?
05:03Ya, pertama sebenarnya kalau dari sisi, kita bicara global dulu ya,
05:06bahwa terkait perang Rusia-Ukraine ini,
05:09memang baik dari sisi Rusia maupun Ukraine,
05:12mereka merekrut tentara bayaran, sokol bayaran gitu,
05:15yang bukan berasal dari negaranya.
05:17Itu satu.
05:18Jadi ini adalah sebuah fenomena yang memang terjadi di dua negara.
05:21Jadi di dua pihak dalam hal ini, ada Rusia dan Ukraine, itu satu.
05:23Kedua, bahwa kalau misalnya kita bicara tentang Indonesia,
05:28ini kan bukan cerita yang baru.
05:29Tahun lalu ada, tadi sebutkan oleh Viti, ada Satria Artakumbara gitu.
05:33Walaupun bagi saya penekanannya adalah yang menjadi penting,
05:36adalah kita kehati-hatian dalam mencermati informasi ini.
05:39Kenapa saya bilang harus kehati-hatian?
05:41Karena informasinya cuma informasi tunggal,
05:43yang berasal dari satu pihak.
05:45Waktu cerita Satria Artakumbara misalnya ada bersumber dari TikTok-nya saja.
05:50Dan kali ini, terkait 8 WNI, itu sumbernya dari mana?
05:53Sumbernya dari intelijen Ukraina.
05:56Nah, ini kan menjadi menarik.
05:58Bagaimana kita bisa langsung menelan mentah-mentah informasi ini?
06:01Itu kedua.
06:02Jadi yang paling penting kemudian,
06:03kita harus uji kredibilitas dari informasi ini.
06:05Apakah benar atau tidak benar informasinya?
06:08Itu satu.
06:08Kedua, apakah memang benar ada orangnya atau tidak?
06:11Kalau memang benar ada orangnya,
06:14apakah orangnya memang ada di sana ikut terlibat perang atau tidak?
06:17Jadi memang ada informasi yang bertingkat.
06:19Itulah kenapa bagi saya,
06:21tadi respon Herinra,
06:23Pak Herinra,
06:23lalu juga respon sebelumnya Menko Yusril,
06:26misalnya memang penuh kati-hatian.
06:27Kita harus mengecek berkali-kali,
06:30mengecek kredibilitas informasi ini.
06:31Kenapa?
06:32Karena memang informasinya dari intelijen.
06:35Tapi gini, Mas Anton.
06:36Sama-sama sedang melakukan perang.
06:38Tapi gini, Mas Anton.
06:39Ketika 8 WNI ditugaskan sebagai,
06:41bukan ditugaskan ya,
06:43bergabung sebagai tentara bayaran di negara lain,
06:46di Rusia, seperti itu.
06:47Sebenarnya,
06:48mengapa sih dipilih Indonesia?
06:51Apakah benar dipastikan background 8 orang ini
06:55memang berasal dari,
06:57memiliki background militer,
06:59atau sebenarnya masyarakat warga negara biasa?
07:02Sebenarnya kalau kita bicara tentang
07:04perekrutan untuk tentara bayaran,
07:06itu mereka tidak melihat itu.
07:07Yang penting mereka mau dibayar saja.
07:09Jadi, secara umumnya seperti itu.
07:10Jadi, tidak dilihat dalam konteks,
07:12wah, negara apa.
07:13Tapi yang penting mau berperang.
07:15Kenapa?
07:16Karena memang,
07:17stok ya,
07:18stok tentara aktifnya itu kan yang dijaga
07:20oleh para kedua belah pihak.
07:22Apalagi misalnya Ukraina,
07:23mereka sangat susah sekali untuk menambah ya,
07:26tentara aktifnya.
07:26Itu satu.
07:27Kedua,
07:28memang ketika bicara tentang Indonesia,
07:29ini posisi Indonesia kan menjadi menarik gitu.
07:31Kenapa?
07:31Karena Indonesia cukup unik
07:33dalam konteks perang kali ini.
07:35Jadi,
07:35dari awal,
07:36Indonesia tidak pernah mengecam
07:38yang namanya Rusia secara eksplisit gitu.
07:40Jadi, untuk menjaga hati Rusia.
07:42Tapi di sisi lain,
07:43Indonesia juga tidak menutup
07:45kedubes kita yang ada di Kiev.
07:47Dalam apa?
07:48Menjaga perasaan Ukraina.
07:49Jadi,
07:49Maksud Anda,
07:50apakah ini artinya,
07:54apa yang menjadi sikap Indonesia ini,
07:58membuka peluang Rusia untuk merekrut?
08:00Atau seperti apa,
08:01Mas Anton?
08:02Saya sih melihatnya tidak dalam konteks itu.
08:04Tapi ketika ini dilontarkan ke publik,
08:06itu kan dalam konteks adalah perang informasi,
08:08perang psikologis gitu.
08:09Jadi, bagaimana mencoba,
08:11apa,
08:12mempersepsikan bahwa Indonesia mungkin akan condong A
08:14atau condong B gitu ya.
08:16Jadi,
08:16ada mencoba perang informasi ke arah sana.
08:18Tapi saya pikir,
08:19ini sih dari sisi teknis,
08:21taktikal-taktikal saja.
08:22Mereka butuh orang yang makin banyak,
08:24untuk apa?
08:24Untuk berperang,
08:25Mas Sintia.
08:26Oke.
08:27Mas Anton,
08:27tapi gini,
08:27informasi ini kan kita peroleh dari intelijen Ukraina,
08:31yang menjadi lawan perang Rusia.
08:33Pada dasarnya,
08:34sebenarnya intelijen negara kita sendiri ini,
08:36tahu tidak sih?
08:37Sebelum Ukraina membocorkan informasi ini?
08:42Iya,
08:43saya juga kurang tahu kalau yang soal itu.
08:45Yang pastinya,
08:46jelas ketika Ukraina dalam hal ini merilis informasi ini,
08:49tentu saja dia punya intensi.
08:51Karena dia tahu bahwa ini dalam konteks perang psikologis,
08:54perang informasi,
08:55dan lain-lain.
08:56Karena kan nama-namanya identitasnya jelas tuh,
08:58ditulis di web Ukraina tersebut.
09:02Betul.
09:02Tadi saya bilang bahwa,
09:04ada orangnya,
09:05bukan berarti dia lantas kemudian ada di sana,
09:07itu kan adalah lain soal.
09:08Jadi,
09:09ada orangnya,
09:10dia ada di luar lagi,
09:11belum,
09:12sedang berperang.
09:13Jadi kan,
09:14ada banyak orang mencoba untuk,
09:15apa namanya,
09:16menggunakan identitas palsu,
09:18atau identitas asli,
09:19tapi kemudian disalahgunakan.
09:22Jadi,
09:22kita memang,
09:23itulah saya bilang,
09:24bahwa kita memang harus berhati-hati mencermati informasi ini.
09:28Jangan sampai kemudian,
09:30ini justru karena masuk adalah permainan perang intelijennya dari Rusia dan Rusia Ukraina.
09:34Itulah.
09:35Apa pentingnya kehati-hatian,
09:36kita harus memverifikasi.
09:38Dan kalau...
09:38Anda mau menyebutnya ini bagian dari propaganda perang antara Rusia dan Ukraina?
09:43Yes.
09:44Itu bisa jadi bagian dari situ.
09:45Karena itulah kemudian,
09:47kalaupun itu menjadi benar,
09:48maka kemudian penanganan kasusnya juga harus hati-hati.
09:51Apakah ini secara sadar,
09:53atau kemudian ditipu misalnya,
09:54atau bagian dari TPPO gitu.
09:56Jadi,
09:56ini yang kemudian memang kasuistisnya.
09:58Jadi,
09:58kasus-kasusnya ini yang memang harus dicermati ulang.
10:01Kalau mereka memang benar menjadi tentara bayaran gitu.
10:04Jadi,
10:04apakah tadi disebutkan oleh wakil Ketua DPR Padasko misalnya,
10:11bahwa itu mereka direkrut untuk jadi satpam dan lain-lain.
10:13Ternyata,
10:14oh berarti itu penitupuan.
10:15Atau mereka dengan sadar untuk mendapatkan,
10:18apa namanya,
10:19mendapatkan keuntungan secara finansial,
10:21menjadi tentara.
10:22Kan itu lain soal.
10:23Kalian itu memang butuh dicermati informasinya.
10:25Kalaupun benar,
10:26nanti ini kasusnya akan seperti apa.
10:28Sehingga,
10:28nanti respon diplomatik kita tentu jadi akan berbeda.
10:31Nah,
10:32bicara soal respon diplomatik nih Mas Anton.
10:34Oke lah,
10:35Anda menyebutkan pemerintah kita seharusnya
10:38kembali memeriksa,
10:40menyelidiki apakah betul 8 WNI itu
10:42benar bertugas atau hanya dimanfaatkan namanya
10:46sebagai tentara bayaran.
10:49Lalu,
10:50sikap pemerintah seperti apa lagi yang harus dilakukan
10:52di lain sisi harus melindungi warga negaranya?
10:56Ya,
10:57ada beberapa layer ya.
10:59Tentu yang satu adalah dia menguji kredibilitas ini.
11:02Yang kedua,
11:02tentu saja kemudian semakin memperkuat
11:05pengetatan orang yang ingin berkeluar negeri gitu.
11:08Jadi,
11:08tujuannya untuk apa dalam hal ini adalah konteks imigrasi.
11:11Dan ketiga,
11:12tentu saja case-case yang seperti ini
11:14tentu saja juga harus memanfaatkan
11:16jejaring KBRI yang ada di luar sana
11:19untuk juga ikut memonitor gitu ya
11:22bagaimana pergerakan-pergerakan WNI
11:25kita yang ada di luar negeri gitu.
11:27Ini jelas-jelas memang proses yang tidak mudah
11:29karena pintunya kan di kita ada banyak gitu.
11:31Orang bisa saja masuk ke
11:33apalagi ini di Ukraina gitu,
11:35ini adalah Eropa kan masuk bisa lewat mana saja.
11:38Kontrol orang itu juga tidak mudah gitu.
11:40Jadi,
11:40bagi saya memang ada upaya ya.
11:43Ada harus ada effort yang cukup banyak
11:44yang dilakukan oleh pemerintah
11:45untuk apa?
11:46Untuk menekan fenomena ini.
11:48Kalau itu memang benar,
11:49itu satu.
11:50Yang kedua,
11:51tentu saja jangan sampai
11:51kemudian juga harus dihitung
11:53bahwa respon kita
11:53kemudian itu mengganggu sedikit banyak
11:55hubungan bilateral kita
11:56baik kepada Rusia
11:57maupun juga kepada Ukraina.
11:59Mas Anton,
12:00jika memang ada kemungkinannya
12:02secara sadar dilakukan oleh para WNI itu
12:04untuk menjadi tentara bayaran
12:06ataupun skem lowongan kerja
12:09karena menginginkan gaji yang tinggi.
12:12Apa dampaknya bagi politik luar negeri Indonesia
12:15mengingat perekrutan ini juga dirilis
12:17oleh Badan Intelijen Ukraina?
12:18Ya, tadi sebenarnya saya bilang
12:21bahwa ini adalah fenomena global
12:23justru yang repotnya adalah
12:25kalau mereka balik lagi ke Indonesia
12:27itu yang kemudian harus dicermati
12:29dampaknya.
12:30Kenapa?
12:31Karena mereka yang pulang berperang
12:32kalau misalnya tentara
12:33itu kan ada pemantauan
12:34dari sisi psikologis dan lain-lain
12:36jangan sampai misalnya
12:37pengalaman buruk mereka di sana
12:39kemudian menimbulkan
12:40apa namanya
12:41dampak
12:42ataupun juga menyebabkan ancaman
12:43keamanan internal di kita gitu.
12:45Jadi, nah sementara kalau kasusnya mereka
12:48ketika mereka bekerja di sana
12:49lalu kemudian balik lagi ke kita
12:51kan siapa yang ingin bayar
12:52kalau misalnya dia harus ke psikologi dan lain-lain
12:54itu kan jadi
12:55akan jadi beban
12:57keamanan nasional kita
12:58itu yang bagi saya
12:59yang harus menjadi concern
13:00dan itu sudah menjadi concern
13:01dari sejumlah negara
13:02yang kemudian ada warganya
13:04menjadi
13:05apa namanya
13:06tentara bayaran
13:07baik dari sisi Rusia
13:08ataupun Ukraina.
13:09Baik, terima kasih atas perspektif Anda
13:12Pengamat Militar Center for Intermastic and Strategic Assessment
13:16Mas Anton Ali Abbas
13:17sudah berbagi perspektif di Kompas Petang
13:19Selamat sore
13:20Mas Anton, terima kasih
13:21Selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan