Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sebar Teori Konspirasi Melayu Kuno Bisa Terbang, Profesor IIUM Malaysia Resmi Dipecat.

Link terkait : https://www.suara.com/news/2026/08/26/103959/profesor-iium-malaysia-dipecat-buntut-klaim-sejarah-orang-melayu-kuno-bisa-terbang

Jagat akademis Malaysia dihebohkan oleh pemecatan profesor linguistik IIUM, Solehah Yaacob. Pihak kampus mengambil tindakan drastis ini demi menjaga integritas riset dan reputasi institusi dari narasi pseudosains yang menyesatkan publik.
Solehah disorot usai menyebarkan berbagai klaim sejarah kontroversial, seperti menyebut Melayu purba bisa terbang hingga mengutip media satire The Onion dalam jurnal ilmiahnya. Tak terima dipecat dalam waktu 24 jam tanpa ruang banding, Solehah pun melayangkan gugatan hukum.
Selengkapnya dalam video di atas

#ProfesorMalaysiaDipecat #SkandalAkademis #IIUMMalaysia

Creative/Video Editor: Aqilah/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Sebar teori konspirasi Melayu kuno bisa terbang,
00:04Profesor Universitas Islam Internasional Malaysia resmi dipecat.
00:08Langkah tegas diambil Universitas Islam Internasional Malaysia
00:11dengan memecat Profesor Linguistik Solehah Yaakob.
00:15Keputusan ini dipicu oleh serangkaian klaim teori sejarah Melayu
00:19yang dinilai tidak masuk akal dan tergolong pseudosains.
00:24Solehah sempat menuai kemarahan publik
00:26setelah menyebut masyarakat Melayu purba bisa terbang
00:30hingga mengklaim bangsa Romawi kuno
00:33berguru teknik perkapalan kepada pelaut lokal.
00:37Tak hanya itu, integritas akademisnya makin dipertanyakan
00:41setelah ditemukan kutipan dari media humor satir
00:45The Union dalam karya ilmiahnya.
00:48Dalam menjaga standar keilmuan dan reputasi kampus,
00:52pihak Universitas Islam Internasional Malaysia
00:54resmi mencabut seluruh hak Akademis Solehah.
00:58Di sisi lain, mantan akademisi tersebut
01:01merasa diperlakukan tidak adil
01:03dan memilih membawa kasus pemecatan ini
01:06ke pengadilan industrial Malaysia.
Komentar

Dianjurkan