Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Atlet Tuli Harus Open Donasi Demi Tampil di Malaysia, Post Anggaran Kemenpora Dikritik Pedas

Link terkait:
https://www.suara.com/sport/2026/08/24/101429/atlet-open-donasi-demi-harumkan-indonesia-publik-bongkar-anggaran-sewa-mobil-rp24-m-di-kemenpora#google_vignette

Harus kumpulin dana Rp700 juta sendiri, para atlet tuli Indonesia sampai bikin open donasi di CFD demi bisa bertanding di Malaysia. Ironisnya, pengajuan ke Kemenpora ditolak karena alasan efisiensi anggaran.

Tak tinggal diam, publik di X langsung menguliti pos anggaran Kemenpora yang mencapai Rp2,4 Miliar termasuk Rp1,3 Miliar hanya untuk sewa mobil dinas pejabat. Prioritas yang dinilai sangat timpang ini langsung panen hujatan warganet.

Selengkapnya dalam video di atas

#DonasiAtletTuli #Kemenpora

Creative/Video Editor: Aqilah/Atha
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Atlet tuli harus open donasi demi tampil di Malaysia,
00:03pos anggaran kemenpora dikritik pedas.
00:07Kabar miris datang dari kontingen atlet tuli Indonesia
00:10yang terpaksa turun ke jalan dan membuka open donasi di kawasan JFD.
00:15Mereka berjuang mengumpulkan dana 700 juta
00:18demi bisa berlagam membawa nama bangsa
00:21di ajang Asia Pasifik Div Multisport Championship 2026 di Malaysia.
00:27Langkah ini diambil setelah permohonan bantuan mereka ke kemenpora ditolak
00:32dengan alasan efisiensi anggaran.
00:35Namun alasan efisiensi tersebut justru memicu amarah publik
00:39setelah dokumen pengadaan kemenpora dikuliti netizen di media sosial.
00:44Warganet menemukan alokasi dana hingga 2,4 miliar
00:49untuk pos-pos yang dinilai kurang krusial.
00:52Salah satunya sewa mobil dinas pejabat yang menelan biaya hingga 1,3 miliar.
00:58Ketimbangan ini pun menuai kritik keras
01:01terkait prioritas dan empati pemerintah terhadap para atlet.
Komentar

Dianjurkan