Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Presiden Prabowo Subianto menginterupsi laporan Kapolda Riau untuk mempertanyakan secara langsung indikasi serta bukti keterlibatan pihak korporasi dalam aksi pembakaran lahan yang marak terjadi.

Meskipun laporan awal menyatakan belum ditemukan bukti keterlibatan perusahaan, Presiden menginstruksikan agar tiga tersangka pelaku pembakaran segera dibawa ke Jakarta guna pendalaman lebih lanjut dengan melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN). Lebih lanjut,

Presiden meminta daftar nama lima perusahaan yang sebelumnya dijatuhi sanksi oleh Kementerian Lingkungan Hidup serta menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas hingga mencabut izin korporasi yang mengabaikan kewajiban pencegahan karhutla.

#KarhutlaKalimantan #PresidenPrabowo #KapoldaRiau

Creative/Video Editor: Lia/Daffa
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Mohon izin, dalam aspek penegakan hukum, sejak tahun 2025 sampai sekarang,
00:06kita sudah, kita melakukan pendekatan multi-doors approach,
00:13sudah ada 94 kasus atau laporan polisi, kemudian dengan 106 tersangka.
00:19Khusus untuk 2026, total dari Januari sampai sekarang,
00:2533 laporan polisi dan 36 tersangka,
00:29dengan luas yang terbakar sejumlah 806,57 hektare.
00:36Kemudian, next, untuk upaya pencegahan,
00:41sekaligus memutus mata rantai kahrutlah yang disebabkan,
00:46semuanya disebabkan oleh manusia, Bapak,
00:48setelah kita melihat data di 2021-2022 pada saat COVID-19,
00:53itu zero kahrutlah, Bapak.
00:54Jadi semua saat ini yang dilakukan, kahrutlah,
00:58semuanya dari manusia, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
01:02Kami membuat satu pendekatan baru,
01:05kami membuat 513 pelang peringatan penegakan hukum kahrutlah,
01:13agar tidak terulang kembali.
01:16Ini terjadi di tahun lalu, Bapak, di 2025, di Kabupaten Rokan Hilir.
01:24Dan Alhamdulillah sekarang, setelah kita melaksanakan pemasangan pelang-pelang sumur hidup, Bapak,
01:31jadi bekas kebakaran tidak boleh ada lagi yang melakukan penanaman.
01:36Karena ini biasa menggunakan modus, modus oleh perusahaan besar,
01:40menggunakan petani atau masyarakat kecil,
01:45pura-pura memancing di situ, kemudian melakukan pembakaran.
01:49Lalu yang berikutnya, next.
01:53Maaf, Kapolid, ada bukti-bukti atau indikasi ke arah korporasi yang menyuruh?
02:07Sampai saat ini, belum ada Bapak,
02:09tapi beberapa tersangka yang 2025 setelah kita lakukan investigasi,
02:16ada yang tidak mempunyai kebun di situ,
02:21ada dua atau tiga orang,
02:23tetapi dia ada di situ, padahal alasan dia hanyalah untuk memancing,
02:27padahal tidak ada lokasi memancing di situ.
02:29Berarti dia, ada total sampai saat ini untuk tahun lalu ada 90,
02:36ada tiga orang pada tahun lalu, Bapak.
02:38Yang tidak punya ladang di situ.
02:39Ada tiga orang, Bapak.
02:41Turun dibawa ke Jakarta ya.
02:44Turun dikirim ke Jakarta, Kapolid.
02:47Kita dalami di Jakarta.
02:49Siap, siap, Bapak.
02:51Kemudian...
02:52Nanti pendalamannya saya juga minta Ben ikut ya.
02:54Siap.
02:55Terima kasih.
02:57Terima kasih.
03:00Terima kasih.
03:03Terima kasih.
03:03Terima kasih.
03:04Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan