Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyinggung istilah "kandang merah" saat melaporkan program konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau PLTD menjadi energi terbarukan di Bali kepada Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil mengatakan, konversi PLTD menjadi energi terbarukan merupakan bagian dari upaya pemerintah menghemat subsidi solar sekaligus mengurangi impor bahan bakar minyak.

Ia kemudian menyinggung warna politik saat menjelaskan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS di Bali.

Menurut Bahlil, Prabowo merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, sementara dirinya merupakan Ketua Umum Partai Golkar.

Ia kemudian menyebut pelaksanaan program PLTS berada di "kandang merah".

"Saya tadi sempat guyon dengan Pak Gubernur. Saya bilang, 'Pak Gubernur, mengelola negara ini jangan dilihat warna. Presiden kita adalah Ketua Umum Gerindra, menterinya adalah Ketua Umum Golkar, tapi eksekusi program PLTS di kandang merah.' Nah, ini sebagai bentuk kolaborasi yang paten,"kata Bahlil disambut tepuk tangan, Selasa (25/8/2026).

Bahlil berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bagi kader partai politik lainnya dalam mendukung program pemerintah.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687391/bahlil-singgung-kandang-merah-saat-lapor-program-plts-bali-ke-prabowo
Transkrip
00:00Di samping itu juga di Provinsi Bangka Belitung, itu dari PLN sudah membangun mengkonversi PLTD menjadi tenaga yang energi yang
00:11bauran.
00:12Ada angin, ada juga matahari. Ini sudah dikonversi Pak.
00:15Dan ini mampu menghemat APBN kita dari subsidi solar.
00:20Dan rata-rata kita targetkan total listrik yang ada di Indonesia masih ada 12,6 gigawatt yang memakai solar.
00:31Dari 12,6 gigawatt itu kita menghasilkan minyak kita itu kurang lebih equal dengan 230 sampai dengan 250 ribu barel
00:42per day.
00:42Jadi ini Bapak, kalau ini mampu kita bisa lakukan maka penurunan terhadap impor BBM kita khususnya di solar akan turun
00:51dan semuanya akan kita memakai energi nasional.
00:55Khusus untuk Bali, dengan kita memakai 100, dengan memakai 1000 megawatt itu mampu melakukan efisiensi 0,6 juta kiloliter solar
01:08yang dilakukan oleh PLN.
01:10Selama ini ternyata Bali ini masih pakai PLTD.
01:14Jadi tidak heran kemudian kalau ini kita lakukan di Bali Pak karena kampanyenya adalah Green Energy.
01:20Jadi saya tadi sempat guyon dengan Pak Gubernur.
01:23Saya bilang Pak Gubernur mengelola negara ini jangan dilihat warna.
01:27Presiden kita adalah Ketua Umum Gerindra, Menterinya adalah Ketua Umum Golkar, tapi eksekusi program PLTS di kandang merah.
01:38Ini sebagai bentuk kolaborasi yang patent.
01:42Mudah-mudahan pikiran Pak Gubernur ini terilhami oleh semua kader partai politik yang ada di bangsa kita.
01:50Gubernur abis ini estoran, ini naik harga saham ini.
01:57Saya pikir hanya itu Pak Presiden yang perlu kami laporkan dan tim yang akan melakukan tender nantinya sesuai dengan arah
02:06Pak Presiden yang kami laporkan.
02:08Bahwa ini yang pertama adalah kita dorong IPP.
02:11Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP.
02:14Kalau tidak kompetitif dan tidak ada yang mau, maka kita akan ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat dan antara
02:20dengan pembiayaan yang sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden yang efisien, efektif, dan terjangkau.
02:27Saya pikir demikian yang perlu kami laporkan.
02:30Program ini Bapak Presiden terjadi karena kerja tim.
02:34Bukan kerja Menteri SDM, bukan kerja PLN saja.
02:37Kami di Satgas Hilirisasi, ada Pak Rosan sebagai wakil ketua, ada Pak Mesesnek, ada Pak Sesgap, Menteri Kehutanan, Menteri Pendustrian,
02:47Menteri ATR, semua Pak.
02:49Polisi, tentara semua ikut membantu.
02:53Bahkan dua malam ini TNI Polri yang duduk pasang 1 megawatt sampai dengan tengah-tengah malam.
03:01Jadi saya ucapkan terima kasih kepada TNI Polri dan seluruh kementerian lembaga yang telah membantu, mendukung sehingga acara ini bisa
03:10terlaksana dengan baik.
03:12Demikian yang kami laporkan kepada Bapak Presiden.
03:16Selanjutnya kami memohon arahan petunjuk agar hal-hal yang terkait dengan urusan.
03:22Urusan ini bisa dipercepat.
03:23Kami juga lapor kepada Bapak Presiden, tanah ini kita pakai tanah negara, Pak.
03:27Sesuai arahan Bapak, tanah negara dan Pak Gubernur sudah mengeluarkan rekomendasi.
03:32Dan untuk 1.000 megawatt di Bali semuanya insya Allah akan memakai tanah negara.
03:39Demikian, terima kasih.
03:40Kurang lebihnya mohon maaf.
03:42Om Santi Santi Santi Om, Namo Buddhaya, Wabillahi Taufitul Lidayah, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Shalom dan Salam Sejahtera untuk kita semua.
Komentar

Dianjurkan