Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Peristiwa siswa keracunan usai menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Sejumlah siswa di Berastagi masih menjalani perawatan di rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan dan evaluasi dalam pelaksanaan program MBG, terutama terkait keamanan pangan, proses penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.

Lantas, bagaimana pemerintah memastikan adanya evaluasi dan penindakan yang berarti agar kejadian serupa tidak kembali terulang? Kita bahas bersama Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Hariqo Wibawa Satria, dan Anggota MBG Watch, Media Wahyudi Askar.

#keracunanmbg #berastagi #siswakeracunan #MBG

Baca Juga [FULL] Kuasa Hukum Eks Jampidsus & Praktisi Hukum Bahas yang Dipersoalkan Dalam Gugatan Praperadilan di https://www.kompas.tv/nasional/686224/full-kuasa-hukum-eks-jampidsus-praktisi-hukum-bahas-yang-dipersoalkan-dalam-gugatan-praperadilan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/686229/full-bakom-ri-mbg-watch-bahas-tragedi-siswa-di-berastagi-keracunan-usai-santap-mbg
Transkrip
00:01Sapa Indonesia Malam, kami lanjutkan. Saya, Sindi Permadi.
00:05Saudara pengawasan dan pemantauan terus dilakukan tim badan gizi nasional,
00:10Koordinator Wilayah Karo, pasca kejadian keracunan MBG yang terjadi pada Kamis lalu,
00:16Korwil BGN juga memastikan sanksi telah diterapkan.
00:22Korwil BGN menjelaskan, surat suspen SPPG telah diberikan per tanggal 14 Agustus,
00:28yakni satu hari usaha kejadian dugaan keracunan di dua sekolah,
00:33yaitu SMA Negeri 1 Berastagi dan SMK Yayasan Bersama Berastagi.
00:38Surat pencopotan Kepala SPPG beserta staff SPPG Berastagi, Sempajaya juga sudah diserahkan.
00:45Saat ini, BGN masih mengumpulkan hasil laboratorium dari sejumlah istansi,
00:50baik Dinas Kesehatan, BPUM, hingga Lab for Polda untuk nantinya diumumkan
00:56terkait penyebab keracunan terhadap 367 anak.
01:00Sementara itu, sejumlah anak yang sebelumnya mendapat perawatan di rumah sakit,
01:05kini kondisinya sudah membaik.
01:07Sebagian dari mereka, bahkan ada yang diizinkan pulang.
01:14Kita bersama Korcam Kecamatan Kaban Jahe, khususnya di daerah Kaban Jahe,
01:19sementara kita kunjungi SPPG-SPPPG untuk menguatkan SOP terhadap kolor-kolor SPPG di Kabupaten Karo.
01:27Jadi, kita kunjungi, kita tanyakan terkait kendala atau efek apa yang terjadi saat ini,
01:33dan kita hancurkan ke rekan-rekan kita agar meningkatkan SOP dalam kinerja
01:37dan pengawasan lebih ekstra ke setiap sektor-sektor yang ada di SPPG.
01:43Kalau terkait SPPG Sempat Jaya, itu per tanggal 14 Agustus 2026,
01:51itu sudah dikeluarkan untuk surat suspens untuk SPPG-nya.
02:11Amarah seorang ibu meluap kalah mempertanyakan penyebab anaknya keracunan
02:16usai menyantap makan bergizi gratis kepada Kepala Badan Gizi Nasional Sudariol.
02:22Anaknya jadi satu dari lebih dari 300 siswa yang diduga keracunan MBG sejak Kamis lalu.
02:30Kondisi anaknya masih belum membaik dan sempat berpindah rumah sakit.
02:35Permintaan dan harapan saya mewakili suara orang tua siswa.
02:39Saya hanya berharap apa sih, racun apa yang terkandung di dalam jat ikan itu sehingga anak kami setelah pulang dari
02:47rumah sakit lain,
02:48harus kami bawa lagi kembali ke rumah sakit yang lain.
02:52Itu dia. Jadi kami tidak mau sebagai orang tua, kalau anak-anak kami dikasih obat, dikasih obat,
02:58tapi racunnya kami tidak tahu seperti apa.
03:00Itu obat itu sudah pasti merusak ginjal anak kami ya Pak.
03:04Saya sebagai orang tua saya tidak terima.
03:06Jadi permintaan saya dan harapan saya paling besar itu Pak,
03:10kalau bisa secepatnya diumumkan racun apa yang terdeteksi di dalam ikan dan sayur yang dimakan oleh anak-anak kami.
03:18Kepala BGN Sudaryono telah meminta maaf kepada orang tua siswa.
03:23Sudaryono memastikan peristiwa ini akan menjadi catatan BGN dan akan mengevaluasi standarisasi kelayakan makanan.
03:31Sudaryono pun memastikan akan menutup dapur MBG yang tidak sesuai standar.
03:37Sudah kami coba cek investigasi sementara, jadi itu kelalaian ada pada pengolahan.
03:46Jadi bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer,
03:52ada sekitar 300 atau 200 atau 300 ekor yang tidak masuk ke freezer,
03:57itu kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam.
04:05Ya kok ikan basah kok taruh di, itu kan mohon maaf lah ya, itu suatu kebodohan menurut saya.
04:12Ya, kelalaian kebodohan.
04:15Sanksinya Pak?
04:16Sanksinya saya yang pertama dapurnya disuspen berat,
04:21kemudian Kepala SPPG-nya yang saksi yang bisa saya berikan bukan hanya dicopot,
04:26tapi saya ajukan pemencatan dengan tidak hormat melalui Badan Kebahagiaan Negara status ASN-nya.
04:35Kamis 13 Agustus 2026, 361 siswa dari SMA Negeri 1 Brastagi dan SMA Yayasan Bersama Kota Brastagi
04:44diduga keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis atau MBK.
04:49Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan hingga kondisinya pulih.
04:56Tim Liputan, Kompas TV
05:03Peristiwa siswa keracunan usai santap MBG kembali terjadi dan sejumlah siswa di Brastagi masih dirawat di rumah sakit.
05:11Bagaimana pemerintah memastikan ada evaluasi dan penindakan yang berarti untuk mencegah hal ini terulang kembali?
05:19Kita bahas bersama tenaga ahli utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia,
05:23Hariko Wibawa Satria dan anggota MBG Watch, media Wahyu di Askar.
05:27Selamat malam semuanya.
05:29Selamat malam Mbak Sindi.
05:32Saya ke Mas Hariko dulu ya.
05:33Mas Hariko, apa saja jadi temuan pemerintah sejauh ini soal keracunan yang ada di Brastagi?
05:39Terima kasih Mbak Sindi.
05:41Yang pertama, mengenai kasus keracunan di SPPG Karo Brastagi,
05:46kami memohon maaf kepada ibu dan bapak kita, para wali murid,
05:54mohon maaf kepada para guru dan para siswa.
05:58Jadi, pada hari kejadian, itu Badan Gizi Nasional langsung merespon dengan cepat
06:06dengan mengirimkan tim Direkturat Pemantauan dan Pengawasan Nilayah.
06:12Pada hari itu juga dipimpin oleh Dr. Harjito dan langsung datang ke lokasi.
06:20Kemudian, tim dari BGN langsung bersinergi,
06:24bekerjasama dengan pemerintah provinsi, pemerintah daerah,
06:28dan juga dengan dinas kesehatan.
06:30Kemudian, langsung juga diambil langkah tegas oleh Kepala BGN.
06:38Jadi, SPPG Barastagi sudah disuspend.
06:43Kemudian, Kepala Dapur atau Kepala SPPG-nya sudah dipusulkan untuk dipecat.
06:49Sekali lagi, kami memohon maaf kepada ibu dan bapak, para wali murid,
06:55para guru, dan utamanya para siswa, dan seluruh masyarakat.
07:01Jadi, terus kita awasi, jadi kejadian di SPPG Barastagi ini
07:07harus benar-benar menjadi pelajaran bagi 27 ribu dapur lainnya.
07:15Dan program Makan Berbizi Gratis ini harus terus digritik,
07:19karena memang program ini butuh banyak sekali perbaikan, butuh banyak kritik.
07:24Ya, oke.
07:24Mengenai...
07:25Tapi, untuk penyebabnya, tapi apa?
07:27Sejauh ini sudah dipastikan memang hanya dari ikan saja sebagai faktor penyebab keracunan,
07:31atau tetemuannya apa lagi, Mas Hariko, sebenarnya?
07:34Ya, kalau tadi berbincang kami dengan Dr. Harjito,
07:39memang ada bakteri yang positif,
07:44dan itu kalau kita baca di peraturan SOP-nya,
07:50Juknis dari pelaksanaan program Makan Berbizi Gratis ini,
07:55itu ada di alaman 99,
07:59itu memang disebutkan di situ,
08:01pengolahan bahan makanan dilaksanakan oleh SPPG
08:05dengan perlengkapan yang bersih, yang higienis.
08:10Kemudian, bahan makanan sebelum diolah harus dalam kondisi fresh atau segar.
08:17Kemudian, dilanjutkan dengan pencucian,
08:20misalnya daging, ikan, ayam, itu harus pemotongannya sesuai dengan gramasi.
08:27Oke, itu kan yang harusnya, Mas Hariko.
08:29Tapi temuannya jadi di sana apa?
08:32Ya, temuan seperti yang disampaikan oleh Kepala BGN,
08:36memang ada ikan yang tidak dimasukkan ke dalam freezer.
08:41Oleh karena itu, Kepala BGN langsung mengevaluasi,
08:47setelah ditemukan, ada bukti,
08:50karena status dari Kepala SPPG ini merupakan ASN, ketiga K, begitu,
08:57kemudian diusulkan untuk dipecat.
09:00Kami sekali lagi terima kasih atas evaluasi dari seluruh masyarakat,
09:05kritik dan selanjutnya,
09:06dan memang ini sangat dibutuhkan untuk perbaikan program kita ini.
09:10Oke, kalau Mas Media dari MBG Watch punya catatan atau temuan juga kan
09:13soal kasus kerajanan di Bersagi?
09:16Ya, Mbak, pertama prinsip memohon maaf itu kalau tidak diulangi lagi.
09:21Tapi per hari ini, itu setidaknya 42 ribu orang sudah keracunan.
09:27Jadi ini kesalahan yang sudah sistemik,
09:30terjadi berulang-ulang sejak hari pertama MBG ini dilakukan.
09:34Bahkan sejak Pak Sudar Yono memimpin BGN,
09:37itu sudah 1.500 yang keracunan.
09:39Dan menurut saya,
09:42pemerintah tidak perlu memasang wajah sedih,
09:44seakan-akan bahwa ini adalah hasil dari persoalan yang terjadi di bawah.
09:50Itu tidak akan menyelesaikan masalah.
09:52Karena waktunya terbatas, saya ingin sampaikan to the point saja.
09:56Ini yang harus dilakukan oleh MBG.
09:59Perbaikan MBG, dilakukan oleh BGN.
10:02Urutan kebijakannya, ya.
10:04Jadi yang harus dilakukan ini ada beberapa poin,
10:06dan tidak bisa dibalik.
10:08Dan ini sudah berulang-ulang kami sampaikan.
10:10Satu, itu evaluasi total.
10:12Hentikan dulu operasional MBG.
10:15Dua, usul korupsi.
10:17Hentikan SPPG yang terafiliasi dengan parpol,
10:20ormas dan aparat.
10:22Ketiga, hentikan skema dapur-dapur besar.
10:25Empat, serahkan pelaksanaan ke sekolah dan komunitas.
10:28Lima, integrasikan pemberian nutrisi dengan uang tunai,
10:31dan edukasi kesehatan.
10:33Dan enam, baru urusi soal higienitas, SDM, jam makanan, dan lain-lain.
10:37Yang dilakukan oleh Pak Sudaryono itu terbalik.
10:42Bahkan hanya nomor enam.
10:43Dimulai dari nomor enam.
10:45Marah-marah ke dapur,
10:46mencat-mencatin pegawai,
10:48ngatur jam pembagian makanan,
10:49dan sekarang dapur disuspen.
10:51Itu tidak akan menyelesaikan masalah.
10:53Makanya urutkan dengan baik perbaikan MBG ini dari awal.
10:57Dan ini sudah berulang-ulang kami sampaikan.
10:59Nah, sekarang masalahnya,
11:01publik dibuat percaya seakan-akan masalahnya itu adalah
11:04di dapur, di daerah, atau nomor enam.
11:08Itu bukan masalah terbesarnya.
11:10Masalah terbesarnya, jadi akar masalahnya adalah
11:13program yang sentralistik,
11:16inefisien, dan kita tahu ya,
11:18ada bukti di korupsi.
11:20Wasid ikut bermain.
11:22Ayolah, ini masalah tidak akan selesai
11:24kalau masih dikelola oleh dapur-dapur besar.
11:27Bayangkan kalau ini dikelola oleh masyarakat.
11:29Masyarakat tahu cara memasak.
11:31Tidak mungkin ada yang keracunan sampai 42 ribu kasus.
11:35Kalau masih dikelola, selesai itu barang.
11:38Tapi ini kan tidak.
11:40Yang terjadi adalah blame shifting.
11:42Bahwa yang disalahkan adalah pegawai,
11:45pengelola dapur, yang salah adalah petugas,
11:47dipecat, dan begitu saja.
11:49Seakan-akan yang salah adalah yang ada di lapangan.
11:52Padahal persoalannya adalah
11:54kebijakan MBG ini
11:56yang sangat tersentralisasi.
11:58Jadi ketika dapurnya berganti,
12:01pertanyaan saya,
12:02berubah tidak strukturnya?
12:03Tidak.
12:04Keracunan pasti akan terjadi
12:06kalau skemanya masih sentralistik seperti ini.
12:09Siapa yang memiliki kultur,
12:11siapa yang mendapatkan kontrak,
12:13karena sudah ada konflik kepentingan,
12:15kualitas layanan sudah pasti akan baik, Mbak.
12:18Pasti akan terus terjadi.
12:19Oke, kalau peranganannya terbalik tadi
12:21kalau kata Mas Mediat,
12:22kan juga Mas Hariko,
12:23bagiannya juga sebenarnya sudah menyiapkan standarisasi,
12:25ada sertifikasi di situ.
12:27Tapi kalau kata Mas Mediat,
12:28terbalik nih malah dari bawah dulu,
12:30sebenarnya prioritas dari pemerintah
12:32dalam mengevaluasi,
12:33ini gimana Mas?
12:35Baik, terima kasih.
12:38Izin satu-satu kami jawab ya.
12:40Yang pertama, soal konflik kepentingan.
12:46Kami memastikan tidak ada konflik kepentingan,
12:50karena kepala BGN,
12:52wakil kepala BGN,
12:54seluruh deputi,
12:56dan seluruh pegawai BGN
12:58tidak punya dapur.
13:00Karena itu,
13:02BGN karena tidak punya dapur,
13:04mempunyai kemerdekaan,
13:06lidahnya tidak terimpit
13:08untuk mensuspen atau mengusulkan
13:11pemecatan kepada
13:12SPPG-SPPG
13:14yang memang melanggar aturan.
13:17Inilah yang membedakan
13:19BGN yang baru ini
13:21dengan BGN yang sebelumnya.
13:23Masih soal topik ini,
13:26menjauhi konflik kepentingan,
13:27tapi kan kita juga tahu
13:28kepala BGN sekarang kan
13:29sebenarnya juga kader partai politik
13:30menjawab potensi,
13:31itu gimana dong?
13:34Iya,
13:35dapur manapun,
13:36dapur manapun yang melanggar,
13:39bahkan sebelumnya,
13:41itu ada saudara kita
13:43dari teman-teman MBG Awards juga,
13:47yang membuat video,
13:49kemudian menyampaikan,
13:51berani enggak BGN
13:53menindak
13:54SPPG Karobarastagi
13:57Dempajaya
13:58dan terbukti,
14:00tidak ada keraguan sedikitpun
14:03dari Pak Sudaryono,
14:05karena ini soal generasi kita,
14:07soal makan ini program yang suci,
14:10buktinya ditindak.
14:12Jadi,
14:13dari SPPG manapun,
14:15siapapun pemiliknya,
14:17itu tetap akan ditindak secara tegas.
14:19Dan sekali lagi,
14:21masyarakat jangan ragu melaporkan,
14:24siapapun yang melaporkan penyelewengan,
14:27markup bahan baku,
14:28sudah dijamin dalam PP24 tahun 2025,
14:33akan dilindungi.
14:35Jadi mereka justru menjadi pahlawan gizi.
14:38Jadi seperti media askar ini,
14:40kalau terus-terusan mengkritik,
14:42maka akan terus ada perbaikan.
14:45Jadi perbaikan ini terus dilakukan,
14:47karena memang sekali lagi,
14:49program ini butuh dikritik,
14:51karena baru berjalan 20 bulan.
14:53Kalau dibandingkan negara-negara maju
14:55seperti Jepang itu sudah 72 tahun,
14:58kita memang perlu perbaikan.
15:00Jadi kami sama sekali tidak merasa
15:04tersinggung ya,
15:05karena kalau Presiden mengatakan ini
15:07seperti memperbaiki kerah baju kita,
15:09dan terus diperbaiki.
15:12Sekarang sangat tegas.
15:14Oleh karena itu,
15:14dialog-dialog seperti ini kan fungsinya
15:17agar masyarakat semakin tahu
15:20bahwasannya ada kelemahan dalam program MBG,
15:23tetapi juga perbaikan juga terus berjalan.
15:26Oke.
15:27Saat ini soal terbuka dengan kritik
15:29dan juga menerima laporan dari masyarakat,
15:31tapi kalau dari MBG Watch,
15:33sudah sejauh mana kritik dan laporan itu
15:36didengarkan dan ditindaklanjuti?
15:37Tapi jangan dijawab dulu,
15:38kita akan sambung lagi.
15:39Usa Jadat tetap bersama kami,
15:40di Sampai Indonesia Malam.
15:41Kita lanjutkan lagi dialognya,
15:44Mas Media,
15:45singkat saja dulu.
15:46Sebenarnya sejauh mana kalau MBG Watch
15:48melihat pemerintah sudah mendengarkan kritik
15:49maupun laporan dari masyarakat?
15:53Saya bingung menjawabnya seperti apa ya,
15:55karena kalau kritik sudah sejak
15:58sebelum MBG ini dilakukan,
16:00sudah kami sampaikan.
16:02Tapi praktis sekarang sudah hampir 2 tahun,
16:05kita masih berdiskusi masalah yang sama.
16:07Jadi memang tidak mendengar saja.
16:10Begitu ya.
16:11Dan,
16:13ya,
16:14kita berhadapan dengan kondisi orang yang keracunan.
16:18Dan kalau saya lihat tadi videonya,
16:20ibu-ibu marah,
16:22karena anaknya bertaruh nyawa ya.
16:24Jadi ini bukan persoalan sederhana.
16:26Jadi saya mohon,
16:29hentikan saja kekacauan ini.
16:32Dan kalau tidak dihentikan,
16:34kita akan berbicara soal ini,
16:36terus berulang-ulang.
16:38Ini mungkin sudah kesekian kalinya
16:40saya sampaikan ini di Kompas TV.
16:42Dan soal tidak ada konflik kepentingan,
16:44saya jelaskan kembali.
16:45Ini pengakuan dari BGN,
16:47bahwa semua partai itu punya dapur MBG.
16:49Inilah akan masalahnya.
16:51Jadi kalau saya kasih saran,
16:53kalau saya boleh kasih saran,
16:55hentikan politics of performance.
16:58Jangan berlagak seperti artis,
17:00kemudian turun ke bawah,
17:01kemudian marah-marah,
17:03dan memecat orang-orang di dapur.
17:05Yang harus dilakukan adalah melaporkan.
17:10Yang saya catat lagi ya,
17:11saya ulang lagi.
17:12Yang harus dilakukan oleh BGN adalah melaporkan.
17:15Bukan masyarakat yang melaporkan.
17:17Tapi BGN yang melaporkan.
17:19Kepada siapa?
17:20Pertama, laporkan kepada KPK.
17:22Konflik kepentingan ini.
17:24Laporkan kepada kepolisian.
17:27Dan yang paling penting lagi,
17:28laporkan ke Pak Presiden.
17:30Soal kendala masalah semua MBG ini.
17:33Jadi yang harus melaporkan itu bukan masyarakat.
17:36Karena masyarakat tidak pusing hari-harinya.
17:39Masyarakat sudah bayar pajak pejabat BGN itu untuk bekerja.
17:43Dan sekarang masyarakat sudah harus melaporkan lagi.
17:46Terlalu lelah saya kira masyarakat dengan kekacauan hari ini.
17:49Jadi yang diinginkan oleh masyarakat hari ini,
17:53audit independent.
17:54Kontrak dibuka.
17:55Vendornya siapa.
17:56Konflik kepentingan ini diselesaikan.
17:58Dan kemudian metode yang sentralistik ini,
18:02dikelola diganti dengan desentralisasi.
18:06Dikelola oleh sekolah, dikelola oleh komunitas.
18:08Kalau sekolah, kalau komunitas yang masak,
18:11tidak akan ada yang keracunan.
18:12Mas Pedia, kalau misalnya solusinya adalah ada test kit dulu,
18:16itu sebenarnya sudah cukup jadi solusi belum?
18:19Ini test kit apa lagi ya?
18:21Saya juga bingung test kit ini untuk apa.
18:23Ini proyek lagi.
18:26Dan apa iya kita butuh test kit?
18:30Mungkin hanya satu-satunya pelaksanaan free meal school program di dunia
18:35yang sampai ada test kitnya.
18:40Ini akan mengeteksi peracunan.
18:42Ini tidak akan menyelesaikan solusi struktural.
18:45Ini sama seperti rumah kita kebanjiran,
18:47lalu pemerintah itu beli alat untuk mengukur ketinggian air.
18:51Masalahnya, banjirnya selesai tidak.
18:53Tidak, ini bukan test kit.
18:55Yang salah itu bukan di bawah, bukan dapurnya.
18:58Yang salah itu adalah bentuk pelaksanaan MBG-nya.
19:00Yang salah itu adalah pusat.
19:01Saya ulang sekali lagi.
19:03Yang salah itu adalah pusat.
19:04Oke, saya minta pendapatnya Mas Hariko.
19:06Mas Hariko, agar kita tidak punya diskusi yang berulang-ulang,
19:09tidak membahas soal keracunan secara terus menerus,
19:12bagaimana berarti BGN melaporkan kepada Presiden juga
19:15agar masalah ini selesai, jangan ada kasus yang sama?
19:19Ya, kita terus berjuang agar program ini betul-betul bersih
19:28dari korupsi, dari keracunan.
19:31Oleh karena itu, kami meminta maaf atas kejadian di Barastagim
19:36dan sudah dilakukan tindakan tegas
19:39dan program Makan Bergizi Gratis ini
19:42tidak boleh berjalan seperti tidak terjadi apa-apa.
19:48Kejadian di SPPG Barastagim ini harus betul-betul
19:52menjadi pelajaran bagi 27 ribu dapur lainnya.
19:57Kemudian, mengenai tadi yang disampaikan oleh Mas Media Askar,
20:03untuk intinya berkali-kali disampaikan oleh Mas Media Askar
20:09dan teman-teman di MBG Watch,
20:11bubarkan semua SPPG, bubarkan BGN,
20:16kemudian hentikan program Makan Bergizi Gratis.
20:19Kami sangat menghormati posisi dari teman-teman MBG Watch,
20:24oleh karena itu perlu juga kami menyampaikan
20:27bahwa kalau kita belajar dari berbagai negara itu
20:32tidak ada yang polanya hitam-putih.
20:34Semuanya itu kombinasi
20:36antara penggunaan SPPG, dapur umum,
20:41atau Central Kitchen, atau apa makinnya di berbagai negara itu
20:45dikombinasikan dengan kantin sekolah.
20:49Malah sekarang trennya memang di beberapa tempat
20:55itu malah dari kantin sekolah berpindah ke dapur umum.
21:00Seperti yang saya baca, ada satu berita di TV Singapura itu,
21:05jadi kantin-kantin sekolah malah bergabung ke dapur umum.
21:10Di Jepang juga seperti itu.
21:13Ada yang dapur umum, ada yang dengan kantin sekolah.
21:17Di negara yang paling kita anggap maju di dunia pun,
21:21di Finlandia pun mengkombinasikan
21:24antara SPPG atau dapur itu dengan kantin sekolah.
21:31Jadi tidak bisa kita hitam-putih.
21:35Oh tidak boleh SPPG ini bubarkan semua SPPG.
21:39Bubarkan semua.
21:41Kan kalau MPG Awards kan,
21:42bubarkan SPPG harga mati.
21:44Jadi harus menggunakan kantin sekolah.
21:50Jadi kita harus hadil.
21:52SPPG ini ada kelebihan dan ada kekurangannya.
21:56Kantin sekolah itu juga ada kelebihan dan ada kekurangannya.
22:00Jangan kita hitam-putih.
22:02Kalau hitam-putih bagaimana kita akan berdiskusi?
22:06Kalau misalnya memang nggak bisa hitam-putih,
22:08sorry Mas Ariko, saya minta pendapat juga di MS Media,
22:11kalau misalnya menurut pemerintah nggak bisa hitam-putih,
22:13titik tengahnya harusnya di mana Mas Media?
22:16Ini soal hitam-putih.
22:17Antara korupsi dan tidak dikorupsi.
22:19Antara rente dan non-rente.
22:22Makanya kami sampaikan,
22:23untuk menghentikan rente itu,
22:25kelola oleh sekolah.
22:26Kelola oleh komunitas.
22:28Sekarang, dikelola oleh SPPG,
22:31dengan konsep yang tersentralisasi hari ini,
22:33itu hanya ada di Indonesia.
22:35Hanya ada di Indonesia yang dikelola oleh polisi dan TNI.
22:38Yang dikelola oleh afiliasi partai politik dan ORMAS.
22:41Bicara soal negara maju,
22:43saya lima tahun di Inggris.
22:44Di Inggris itu pelaksananya adalah sekolah.
22:47Itu pun hanya sampai kelas 2 SD.
22:49Targeted approach.
22:51Soal Jepang.
22:52Jepang itu geographical targeting,
22:54individual targeting.
22:55Mungkin saya nggak perlu jelaskan lagi,
22:56karena ini sudah berulang-ulang saya sampaikan.
22:58Apa yang ada di Jepang,
23:00di Singapura,
23:01di Inggris yang saya rasakan sendiri,
23:03ini tidak sama dengan yang ada di Indonesia.
23:05Itu kenapa?
23:06Apa yang terjadi juga tidak sama.
23:08Hanya di Indonesia,
23:1042 ribu yang keracunan.
23:12Kalau seandainya kita hybrid,
23:14meniru negara lain,
23:15negara lain tidak ada yang sampai 42 ribu yang keracunan.
23:18Ayolah,
23:19saya mungkin ingin tutup dengan refleksi sederhana saja.
23:22Karena kalau marah ya,
23:24mungkin saya belum ada apa-apanya
23:25dibandingkan orang tua yang keracunan.
23:27Coba bayangkan jadi orang tua,
23:29pagi berangkat sekolah,
23:30kemudian khawatir anaknya keracunan.
23:33Bagi yang keracunan sudah teridentifikasi
23:35dan masuk rumah sakit,
23:36bayangkan khawatirnya orang tua.
23:38Bayangkan ini yang terjadi di Indonesia,
23:40anak dan orang tua itu khawatir berangkat sekolah.
23:44Maka perbaikan yang kami sampaikan,
23:46apakah MBG Watch ada solusi?
23:48Kami sampaikan solusinya dari awal.
23:50Jadi jangan disampaikan bahwa kami tidak ada solusinya,
23:53hanya yang penting bubarkan.
23:54Tidak.
23:55Kami minta hentikan dulu
23:57tata kelola ulang
23:59dan kemudian perbaiki semuanya,
24:01terdesentralisasi hingga ke daerah,
24:03komunitas, dan sekolah.
24:05Itu yang bisa jalan keluar.
24:07Karena yang paling tahu soal makannya itu adalah orang tua,
24:11puskes, mas, dan sekolah.
24:13Sekarang diunjungi oleh KWP Dapur Besar itu.
24:15Begitu, Mbak.
24:16Oke.
24:17Bisa diartinya,
24:18disepakati artinya memang perlu ada evaluasi
24:20dari tata kelola dan juga perbaikan.
24:21Mas Hariko, Mas Mede, singkat.
24:24Boleh sedikit?
24:24Singkat saja, singkat saja.
24:27Kalau pemberantasan korupsi sudah berjalan,
24:30tidak perlu diragukan lagi.
24:32Tujuh orang sudah ditahan.
24:34Kalau perbaikan tata kelola,
24:36juga ini justru yang berdampak kepada banyak orang.
24:39Sampai 261 orang dipecat.
24:41Ini mungkin sejarah pemecatan yang terbesar.
24:44Jadi sekali lagi kami katakan,
24:46kalau kita ingin berdiskusi,
24:48kita jangan hitam putih.
24:50Kalau MBG Watch kan,
24:52bubarkan semua SPBG.
24:54Racunan ini hitam putih.
24:55Satu-satunya solusi adalah kantir soal.
24:57Racunan ini hitam, Pak.
24:58Korupsi hitam, Pak.
25:00Mas Medeaskar.
25:01Tidak ada.
25:01Tidak ada soal hitam putih.
25:03Dan kamu-tidak di sini hitam putih.
25:05Ini pelanggaran.
25:06Saya tidak pernah memotong Anda berbicara
25:09dari awal sampai sekarang.
25:12Saya tidak pernah memotong Anda berbicara.
25:15Saya dengarkan kritik-kritik Anda sekeras apapun itu,
25:19sepahit apapun itu.
25:21Ya, Pak.
25:21Saya kira pemerintah harus berbicara saja, Pak.
25:23Saya juga.
25:25Terlalu berbicara, Pak.
25:26Sudah kita beri kesempatan dulu,
25:27Mas Hariko.
25:28Silakan.
25:28Sikat saja.
25:30Kami tidak pernah menganggap ya orang-orang yang mengkritik ini
25:34sebagai orang yang katakanlah anti-pemerintah atau segala macam.
25:39Makanya selalu kami itu ada catatan-catatan termasuk dari teman-teman MBG Watch.
25:45Tadi yang kami jelaskan tadi.
25:47Jadi pola yang kita lakukan ini SPPG agar berdampak kepada banyak hal.
25:55Berdampak kepada petani, berdampak kepada nelayan, berdampak kepada pekebun, dan lain sebagainya.
26:02Kemudian untuk wilayah-wilayah yang memang jauh dari jangkauan SPPG,
26:09polanya bisa menggunakan kantin sekolah.
26:12Kita tidak ada masalah bermimpi.
26:14Bermimpi itu tidak dilarang.
26:16Karena hari tak selamanya malam juga.
26:18Tapi ketika kita mengatakan kalau dengan konsep seperti ini, mustahil terjadi seperti ini.
26:25Kalau dengan konsep seperti ini, mustahil terjadi seperti ini, seperti ini, seperti yang disampaikan oleh Mas Mediaskar itu.
26:33Kami juga membaca banyak literatur.
26:35Artinya apa yang terjadi di Indonesia ini juga dialami 70 tahun yang lalu.
26:42Jadi kita saling belajar.
26:44Sekali lagi kami terima kasih sama teman-teman Media Watch, sama teman-teman Kompas,
26:48apapun kapanpun kami siap bersilaturahmi darat untuk belajar dari teman-teman.
26:53Oke, baik.
26:54Mas Hariko Wibawa Satria, tenaga ahli utama BAKOM RI, dan Mas Media Wahyudi Askar dari MBG Watch.
27:00Terima kasih sudah berbagi bersama kami.
27:01Pak, mohon disampaikan saja masukan saya.
27:05Ya, mudah-mudahan tidak ada lagi yang keracunan.
27:07Amin.
27:08Dan diperbaiki.
27:09Amin. Terima kasih semuanya.
Komentar

Dianjurkan