Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membantah tudingan bahwa Indonesia melakukan transshipment untuk membantu China menghindari tarif Amerika Serikat.

Airlangga menegaskan Indonesia merupakan negara berbasis industri, bukan negara yang mengandalkan aktivitas pelabuhan untuk transshipment.

Baca Juga Celetukan! Roy Suryo Persoalkan Ijazah Prono Jiwo hingga Singgung Anak Main Karet di https://www.kompas.tv/video/686526/celetukan-roy-suryo-persoalkan-ijazah-prono-jiwo-hingga-singgung-anak-main-karet

Dalam doorstop tersebut, Airlangga juga menanggapi sejumlah isu ekonomi lainnya, termasuk tawaran teknologi kendaraan listrik dari Jerman, pengembangan ekosistem semikonduktor, evaluasi data desil ekonomi, serta penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk kebijakan bantuan sosial.

Pemerintah menyebut survei ekonomi yang sedang berjalan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbarui data tersebut.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/686527/penegasan-airlangga-bantah-indonesia-jadi-jalur-transshipment-china-untuk-hindari-tarif-as
Transkrip
00:00Pak, ini tadi dengan Jerman ada rencana pengembangan ekosistem untuk antri kendaraan listriknya, Pak?
00:05Ya, Jerman menawarkan teknologi yang mereka punya, tapi tentu masih ada pembicaraan detail.
00:12Kalau tadi, semikonduktor Jerman yang sudah beroperasi di Indonesia, Infineon di Batam.
00:18Pak, miliknya AS baru saja mengeluarkan laporan terkaitan shipment scam,
00:22jadi Indonesia ini dikatakan membantu China untuk menghindari tarif AS tanggapan dari pemerintah RI, bagaimana?
00:29Ya, Indonesia tidak pernah melakukan transshipment, karena Indonesia adalah negara berbasis kepada industri,
00:35bukan berbasis kepada pelabuhan, jadi ada negara yang khusus spesialisasi untuk pelabuhan.
00:42Pesokan lain, Pak, ini Pak, ini apakah aturan turunannya atau PP-nya itu sudah diterbitkan, Pak?
00:48Kan katanya tanggal 16 itu, Pak.
00:51Ya, kita lihat saja, belum saya lihat.
00:54Untuk lokasi sebenarnya sudah ditentukan belum, Pak?
00:56Sudah.
00:57Di mana, Pak?
00:57Tahap awal di Jakarta.
00:59Yang Bali itu gimana, Pak?
01:00Bali dalam evaluasi.
01:03Ini lokasinya di Kekakura-Kura, Pak?
01:04Bukan.
01:05Di mana?
01:06Di salah satu lokasi milik dadantara.
01:09Bapak, mau concernasi kelompok desil ekonomi masih jadi ekonomik,
01:13apakah ada rencana untuk evaluasi kelompok desil itu bersama BPS dan Kementerian Sosial?
01:16Enggak, kan sekarang sudah sedang ada economic survey.
01:19Jadi tentu kemarin kan khusus untuk desil ekonomi itu basisnya DTSEN.
01:26Dan sekarang kebijakan untuk BANSOS itu menggunakan satu data dari DTSEN.
01:33Nah, terus sekarang survei ekonomi sedang dilakukan, nanti kita lihat hasilnya seperti apa.
01:37Sehingga akan ada perubahan dari data-data itu tadi?
01:38Ya, selalu datakan sifatnya dinamis.
01:41Pak, PP-nya, PPPF ini, Pak?
01:43Apa?
01:44PPPF ini keluarnya apa?
01:45Ya, kita tunggu aja.
01:46Kelihatan hasil dari evaluasi itu tadi?
01:48Ya, surveinya sedang jalan.
01:50Ya, masih.
01:51Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan