00:00Saudara desa pesisir utara di Kabupaten Nagekeo, yaitu desa Marapokot, ditinggalkan masyarakat pasca gempa.
00:12Warga terdampak gempa mengusi ke tempat aman.
00:15Desa Marapokot, kecamatan Aesesa, hanya berjarak 30 km dari pusat gempa yang berada di timur laut Kabupaten Nagekeo.
00:30Sementara desa Tunggurambak, kecamatan Aesesa, Nagekeo, NTT menjadi salah satu lokasi terdampak parah akibat gempa.
00:37Salah satu korban bencana bercerita, ia dan warga desa lainnya masih tinggal secara swadaya yang mereka buat karena lokasi pengusian
00:45sangat jauh.
00:46Mereka pun berharap bantuan segera tiba di desa mereka.
00:51Setelah terjadinya gempa, ini Pak Sarif tinggal di mana?
00:56Tinggal di bawah kayu Pak, di naungan begini Pak, belum ada bantuan sedikit pun belum ada Pak sampai sekarang.
01:02Berarti Pak Sarif sejauh ini masih tinggal di luar begitu ya?
01:05Di luar Pak, ini Pak lihat sendiri di pohon-pohonan saya, belum ada tenda apa segala macam.
01:10Ya begini, dari dinas belum ada turun Pak.
01:13Tapi sejauh ini sudah ada bantuan yang masuk ke sini?
01:15Belum Pak, belum. Biar dinas pun belum ada turun ke sini Pak.
01:19Cuma hari pertama itu kapolres dan kapolsek yang turun.
01:22Cek cuma.
01:23Belum dinas mau kasih sumbangan ini, ini tidak ada.
01:28Lalu bagaimana kondisi terkini para pengungsi yang berada di Kecamatan Rio, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur?
01:35Kita tanyakan langsung pada Jurnalus Kompas TV, Citos Senatun.
01:39Citos, untuk saat ini berapa banyak warga yang mengungsi pasca gempa Sabtu lalu
01:43dan apa saja kebutuhan yang saat ini masih dibutuhkan oleh warga setempat?
01:52Selamat siang Juno dan saudara.
01:56Memang kalau untuk pengungsi di sekopaten atau tujuh kabupaten terdampak gempa pada tanggal 15 kemarin,
02:07lebih ada 25 ribu yang sudah mengungsi.
02:10dan Juno dapat saya laporkan bahwa di Tenggara adalah satu wilayah yang paling terdampak di Kecamatan Lambalai Datara,
02:23Kabupaten Manggarai Timur,
02:25tepatnya di Desa Satrapun.
02:28Tenggara memang sampai saat ini seluruh bagian pada umumnya rumah-rumah warga itu rusak total,
02:37termasuk fasilitas-fasilitas kesehatan.
02:40Tadi kami memantau puskesmen suruh total,
02:42sehingga yang saya ingin, Juno dan Tugasut adalah posko kesehatan yang dibangun untuk
02:48layani para pasien yang harusnya dilayani di Pumas Dampek begitu.
02:53Tadi kami melihat bahwa masih juga masih terus dilakukan oleh tim Basarnas,
02:59baik di rumah warga dari posko ini yang akan angkut dari posko menuju ke tiga rumah sakit,
03:07yakni di Ruteng, Borong, dan juga di Lebawan Bajok.
03:10Memang sebagian besar pengusia ataupun pasien yang berada yang adalah
03:16kohon tertimpa Tuhan begitu akibat gempa memang sampai saat ini masih ada.
03:22Kalau di tempat ini, Juno dan juga saudara,
03:25ini adalah tempat yang saya merasakan bahwa gempa terbesar ada di tempat ini.
03:29Tadi kurang lebih satu jam yang lalu terjadi gempa yang begitu hebat,
03:33dan akhirnya para pasien yang berada di dalam posko kesehatan ini
03:37sekarang tidak lagi berada di dalam posko,
03:40tapi mereka sudah diungsikan ke luar.
03:42Dan sampai saat ini mereka masih tetap berada di luar
03:45dan masih takut untuk kembali ke posko.
03:48Sekalipun posko itu dibuat dari terpal begitu,
03:51tapi mereka ingin untuk kembali ke dalam posko
03:55karena memang sampai saat ini masih terus terjadi gempa yang begitu besar.
03:59Juno.
04:00Ya, Citos untuk saat ini beberapa warga,
04:02terutama tadi dari wilayah Lambaleda Timur, Manggara Timur,
04:06dan juga saat ini di Kecamatan Rio.
04:09informasinya bahwa bantuan ini masih minim.
04:13Apa yang sebenarnya terjadi?
04:14Kendal apa saja yang dialami oleh pihak BPBD ataupun BNPB
04:19untuk segera menyalurkan bantuan?
04:24Kalau untuk wilayah Kecamatan Rio itu bantuan memang bisa dimobilisasi dari Labuan Bajo
04:33misalnya karena di situ tempat penropingan logistik dari pusat ke Labuan Bajo
04:41kemudian berjalan darat untuk sampai ke Kecamatan Rio.
04:45Sedangkan di Kecamatan Lambaleda Timur,
04:47semua dan juga saudara tadi saya berjalanan dari Kecamatan Rio.
04:51Kecamatan Leda, tempat saya melaporkan ini.
04:55Kondisi jalannya cukup sulit,
04:58maksudnya ada longsoran-longsoran batu yang menutup jalan,
05:03kemudian ada patahan-patahan jalan begitu,
05:05dan satu titik yang cukup perawan yakni di salah satu jembatan
05:10yang berbatasan antara Kecamatan Rio dan Kecamatan Lambaleda Utara ini
05:18di mana jalan ataupun jembatan itu sudah mulai rusak, sudah mulai retak,
05:23bahkan jika terjadi gempa susulan bisa dipastikan jembatan itu akan segera rubuh.
05:29Dan ini tentu akan menyulitkan penropingan bantuan
05:32karena memang sampai saat ini tadi saya menanyakan pada beberapa warga di sini
05:36bahwa bantuan-bantuan memang dikhususkan untuk para pengungsi atau pasien
05:40yang berada di posko kesehatan,
05:43sementara untuk posko induk yang kurang lebih 3 km dari tempat saya melaporkan ini
05:48memang sudah diatur oleh Kementerian Sosial maupun dari berbagai relawan-relawan.
05:54Sementara untuk warga yang berada di kampung ini kurang lebih dari dua puluhan rumah
06:00memang belum terlayani bantuan sama sekali.
06:03Baik, artinya infrastruktur juga rusak pasca gempa dan ini memasuki hari kelima
06:08artinya bantuan harus segera diberikan, terutama tidak melalui jalur darat
06:13melainkan melalui jalur udara.
06:15Terima kasih.
06:15Atas laporan lengkap Anda, Jurnalis Kompas TV, Citos Natun dari Kecamatan Reomang, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
06:27Saudara, aktivitas gempa bumi susulan masih terus terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.
06:32Wakil Ketua Komisi 4 DPR, Fraksi Partai Amanat Nasional Ahmad Yohan menyebutkan
06:37warga terdampak gempa masih membutuhkan bantuan, baik makanan, selimut hingga kebutuhan seperti popok untuk anak-anak.
06:44Sementara guru besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian sekaligus pakar gempa
06:49Institut Teknologi Bandung, Prof. Irwan Meilano, mengungkap dua pekan pasca gempa masih akan ada gempa susulan
06:57hingga radius 50 km dari titik pusat gempa.
07:02Bagi kakak-kakak kita yang kemarin rumahnya hancur, sekitar di daerah Waso, Ronting, Manggarai Timur
07:11dan sebagian di Kabupaten yang ada, itu mengalami trauma yang luar biasa.
07:15Pertama, rumahnya hancur, semua yang mereka miliki rusak, kemudian mereka harus berpindah dari rumahnya.
07:22Sehingga kegelisahan itu luar biasa.
07:25Kemudian ditambah dengan gempa-gempa susulannya hampir 3.000 kali ini,
07:30ini juga membuat trauma yang luar biasa.
07:33Apalagi banyak masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pantai.
07:37Sehingga inilah yang melahirkan banyak posko-posko mandiri atau tendang tendang mandiri
07:40karena menghindari laut ya, karena isu soal tsunami ini membuat sesuatu kita ini agak trauma dan takut.
07:48Sehingga inilah yang membuat kita kesulitan membuat posko bersama.
07:53Sehingga masih banyak warga memilih aman dengan cara pandangnya sendiri.
07:57Itu kemudian pergi agak jauh dari bibir pantai.
08:01Banyak yang bangun di tempat-tempat ketinggian kejauhan sehingga tidak terkerasi dengan baik.
08:05Inilah yang membuat bantuan-bantuan sembakuan ini belum merata terbaik kepada seluruh masyarakat.
08:11Nah, saya kemarin ketika 50 titik juga saya melihat bahwa bantuan sembakuan ini belum sampai ke banyak titik.
08:17Kemudian kita juga bersyukur pemerintah pusat sudah dengan menteri lembaga sudah banyak yang turun
08:23berkunjung ke sana untuk memantau melihat secara langsung.
08:26Mudah-mudahan pantauan para menteri, lembaga, dan lain sebagainya cepat ikut menyelesaikan persoalan yang ada oleh masyarakat.
08:33Pertama, soal makannya warga-warga kita yang ada di posko-posko, baik tendang yang dibangun bersama maupun yang mandiri.
08:41Kemudian soal kesehatan.
08:42Saya melihat kemarin karena ini banyak kampung yang jauh sehingga cuma ada tenda,
08:48sanitasinya belum ada APSB-nya, belum ada air minum juga kesulitan, belum dilengkapi dengan para medis ya.
08:55Sehingga kita khawatir.
08:56Itu di wilayah mana Bapak?
08:59Di Manggarai Timur, di Manggarai Timur terutama ya, di Waso, di Peronting, dan lain-lain.
09:08Gempa sesulan terbesar biasanya muncul 3-14 hari.
09:13Dan 70% di antara gempa-gempa sesulan itu terjadi dalam radius 50 kilo dari pusat gempa.
09:20Jadi kita tidak hanya fokus di area di mana pusat gempa terjadi,
09:24tetapi biasanya berdasarkan riset kami, 70% terjadi dalam radius 50 kilo dari pusat gempa utama.
09:32Nanti gempa tersebut akan pelan-pelan menurun.
09:37Jadi biasanya sepersepuluhnya itu akan turun dalam 10 hari,
09:42dan kemudian nanti akan turun signifikan kembali sampai sangat sedikit setelah 100 hari,
09:49dan kemudian setelah lebih dari 300 hari akan semakin hilang.
09:53Untuk 2-3 minggu ke depan, ini masyarakat harus tetap waspada,
10:01dan kemudian tadi disampaikan juga dari Wakil Ketua Dewan,
10:08agar kemudian masyarakat mengungsi di tempat yang aman.
Komentar