Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
NTT, KOMPAS.TV - Desa pesisir utara di Kabupaten Nagekeo, yaitu Desa Marapokot, ditinggalkan masyarakat pascagempa.

Warga terdampak gempa mengungsi ke tempat aman. Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, hanya berjarak 30 kilometer dari pusat gempa yang berada di timur laut Kabupaten Nagekeo.

Sementara itu, Desa Tungguramba, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, NTT jadi salah satu lokasi terdampak parah akibat gempa.

Salah satu korban bencana bercerita, ia dan warga desa lain masih tinggal secara swadaya yang mereka buat karena lokasi pengungsian yang jauh. Mereka pun berharap bantuan segera tiba di desa mereka.

Aktivitas gempa bumi susulan masih terus terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional, Ahmad Yohan, sebut warga terdampak gempa masih membutuhkan bantuan, baik makanan, selimut, hingga kebutuhan seperti popok untuk anak-anak.

Sementara Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian sekaligus pakar gempa Institut Teknologi Bandung, Prof. Irwan Meilano, ungkap dua pekan pascagempa, masih akan ada gempa susulan hingga radius 50 kilometer dari titik pusat gempa.

Warga pun tetap diminta waspada.

Baca Juga [FULL] Viral! Desil untuk Subsidi, LPEM UI Soroti Akurasi-Daya Beli Kelas Menengah | KOMPAS BISNIS di https://www.kompas.tv/nasional/686514/full-viral-desil-untuk-subsidi-lpem-ui-soroti-akurasi-daya-beli-kelas-menengah-kompas-bisnis

#gempa #ntt #gempantt #flores #pengungsian

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686520/pascagempa-ntt-warga-nagekeo-tinggalkan-desa-ngungsi-mandiri-dan-tunggu-bantuan-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara desa pesisir utara di Kabupaten Nagekeo, yaitu desa Marapokot, ditinggalkan masyarakat pasca gempa.
00:12Warga terdampak gempa mengusi ke tempat aman.
00:15Desa Marapokot, kecamatan Aesesa, hanya berjarak 30 km dari pusat gempa yang berada di timur laut Kabupaten Nagekeo.
00:30Sementara desa Tunggurambak, kecamatan Aesesa, Nagekeo, NTT menjadi salah satu lokasi terdampak parah akibat gempa.
00:37Salah satu korban bencana bercerita, ia dan warga desa lainnya masih tinggal secara swadaya yang mereka buat karena lokasi pengusian
00:45sangat jauh.
00:46Mereka pun berharap bantuan segera tiba di desa mereka.
00:51Setelah terjadinya gempa, ini Pak Sarif tinggal di mana?
00:56Tinggal di bawah kayu Pak, di naungan begini Pak, belum ada bantuan sedikit pun belum ada Pak sampai sekarang.
01:02Berarti Pak Sarif sejauh ini masih tinggal di luar begitu ya?
01:05Di luar Pak, ini Pak lihat sendiri di pohon-pohonan saya, belum ada tenda apa segala macam.
01:10Ya begini, dari dinas belum ada turun Pak.
01:13Tapi sejauh ini sudah ada bantuan yang masuk ke sini?
01:15Belum Pak, belum. Biar dinas pun belum ada turun ke sini Pak.
01:19Cuma hari pertama itu kapolres dan kapolsek yang turun.
01:22Cek cuma.
01:23Belum dinas mau kasih sumbangan ini, ini tidak ada.
01:28Lalu bagaimana kondisi terkini para pengungsi yang berada di Kecamatan Rio, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur?
01:35Kita tanyakan langsung pada Jurnalus Kompas TV, Citos Senatun.
01:39Citos, untuk saat ini berapa banyak warga yang mengungsi pasca gempa Sabtu lalu
01:43dan apa saja kebutuhan yang saat ini masih dibutuhkan oleh warga setempat?
01:52Selamat siang Juno dan saudara.
01:56Memang kalau untuk pengungsi di sekopaten atau tujuh kabupaten terdampak gempa pada tanggal 15 kemarin,
02:07lebih ada 25 ribu yang sudah mengungsi.
02:10dan Juno dapat saya laporkan bahwa di Tenggara adalah satu wilayah yang paling terdampak di Kecamatan Lambalai Datara,
02:23Kabupaten Manggarai Timur,
02:25tepatnya di Desa Satrapun.
02:28Tenggara memang sampai saat ini seluruh bagian pada umumnya rumah-rumah warga itu rusak total,
02:37termasuk fasilitas-fasilitas kesehatan.
02:40Tadi kami memantau puskesmen suruh total,
02:42sehingga yang saya ingin, Juno dan Tugasut adalah posko kesehatan yang dibangun untuk
02:48layani para pasien yang harusnya dilayani di Pumas Dampek begitu.
02:53Tadi kami melihat bahwa masih juga masih terus dilakukan oleh tim Basarnas,
02:59baik di rumah warga dari posko ini yang akan angkut dari posko menuju ke tiga rumah sakit,
03:07yakni di Ruteng, Borong, dan juga di Lebawan Bajok.
03:10Memang sebagian besar pengusia ataupun pasien yang berada yang adalah
03:16kohon tertimpa Tuhan begitu akibat gempa memang sampai saat ini masih ada.
03:22Kalau di tempat ini, Juno dan juga saudara,
03:25ini adalah tempat yang saya merasakan bahwa gempa terbesar ada di tempat ini.
03:29Tadi kurang lebih satu jam yang lalu terjadi gempa yang begitu hebat,
03:33dan akhirnya para pasien yang berada di dalam posko kesehatan ini
03:37sekarang tidak lagi berada di dalam posko,
03:40tapi mereka sudah diungsikan ke luar.
03:42Dan sampai saat ini mereka masih tetap berada di luar
03:45dan masih takut untuk kembali ke posko.
03:48Sekalipun posko itu dibuat dari terpal begitu,
03:51tapi mereka ingin untuk kembali ke dalam posko
03:55karena memang sampai saat ini masih terus terjadi gempa yang begitu besar.
03:59Juno.
04:00Ya, Citos untuk saat ini beberapa warga,
04:02terutama tadi dari wilayah Lambaleda Timur, Manggara Timur,
04:06dan juga saat ini di Kecamatan Rio.
04:09informasinya bahwa bantuan ini masih minim.
04:13Apa yang sebenarnya terjadi?
04:14Kendal apa saja yang dialami oleh pihak BPBD ataupun BNPB
04:19untuk segera menyalurkan bantuan?
04:24Kalau untuk wilayah Kecamatan Rio itu bantuan memang bisa dimobilisasi dari Labuan Bajo
04:33misalnya karena di situ tempat penropingan logistik dari pusat ke Labuan Bajo
04:41kemudian berjalan darat untuk sampai ke Kecamatan Rio.
04:45Sedangkan di Kecamatan Lambaleda Timur,
04:47semua dan juga saudara tadi saya berjalanan dari Kecamatan Rio.
04:51Kecamatan Leda, tempat saya melaporkan ini.
04:55Kondisi jalannya cukup sulit,
04:58maksudnya ada longsoran-longsoran batu yang menutup jalan,
05:03kemudian ada patahan-patahan jalan begitu,
05:05dan satu titik yang cukup perawan yakni di salah satu jembatan
05:10yang berbatasan antara Kecamatan Rio dan Kecamatan Lambaleda Utara ini
05:18di mana jalan ataupun jembatan itu sudah mulai rusak, sudah mulai retak,
05:23bahkan jika terjadi gempa susulan bisa dipastikan jembatan itu akan segera rubuh.
05:29Dan ini tentu akan menyulitkan penropingan bantuan
05:32karena memang sampai saat ini tadi saya menanyakan pada beberapa warga di sini
05:36bahwa bantuan-bantuan memang dikhususkan untuk para pengungsi atau pasien
05:40yang berada di posko kesehatan,
05:43sementara untuk posko induk yang kurang lebih 3 km dari tempat saya melaporkan ini
05:48memang sudah diatur oleh Kementerian Sosial maupun dari berbagai relawan-relawan.
05:54Sementara untuk warga yang berada di kampung ini kurang lebih dari dua puluhan rumah
06:00memang belum terlayani bantuan sama sekali.
06:03Baik, artinya infrastruktur juga rusak pasca gempa dan ini memasuki hari kelima
06:08artinya bantuan harus segera diberikan, terutama tidak melalui jalur darat
06:13melainkan melalui jalur udara.
06:15Terima kasih.
06:15Atas laporan lengkap Anda, Jurnalis Kompas TV, Citos Natun dari Kecamatan Reomang, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
06:27Saudara, aktivitas gempa bumi susulan masih terus terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.
06:32Wakil Ketua Komisi 4 DPR, Fraksi Partai Amanat Nasional Ahmad Yohan menyebutkan
06:37warga terdampak gempa masih membutuhkan bantuan, baik makanan, selimut hingga kebutuhan seperti popok untuk anak-anak.
06:44Sementara guru besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian sekaligus pakar gempa
06:49Institut Teknologi Bandung, Prof. Irwan Meilano, mengungkap dua pekan pasca gempa masih akan ada gempa susulan
06:57hingga radius 50 km dari titik pusat gempa.
07:02Bagi kakak-kakak kita yang kemarin rumahnya hancur, sekitar di daerah Waso, Ronting, Manggarai Timur
07:11dan sebagian di Kabupaten yang ada, itu mengalami trauma yang luar biasa.
07:15Pertama, rumahnya hancur, semua yang mereka miliki rusak, kemudian mereka harus berpindah dari rumahnya.
07:22Sehingga kegelisahan itu luar biasa.
07:25Kemudian ditambah dengan gempa-gempa susulannya hampir 3.000 kali ini,
07:30ini juga membuat trauma yang luar biasa.
07:33Apalagi banyak masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pantai.
07:37Sehingga inilah yang melahirkan banyak posko-posko mandiri atau tendang tendang mandiri
07:40karena menghindari laut ya, karena isu soal tsunami ini membuat sesuatu kita ini agak trauma dan takut.
07:48Sehingga inilah yang membuat kita kesulitan membuat posko bersama.
07:53Sehingga masih banyak warga memilih aman dengan cara pandangnya sendiri.
07:57Itu kemudian pergi agak jauh dari bibir pantai.
08:01Banyak yang bangun di tempat-tempat ketinggian kejauhan sehingga tidak terkerasi dengan baik.
08:05Inilah yang membuat bantuan-bantuan sembakuan ini belum merata terbaik kepada seluruh masyarakat.
08:11Nah, saya kemarin ketika 50 titik juga saya melihat bahwa bantuan sembakuan ini belum sampai ke banyak titik.
08:17Kemudian kita juga bersyukur pemerintah pusat sudah dengan menteri lembaga sudah banyak yang turun
08:23berkunjung ke sana untuk memantau melihat secara langsung.
08:26Mudah-mudahan pantauan para menteri, lembaga, dan lain sebagainya cepat ikut menyelesaikan persoalan yang ada oleh masyarakat.
08:33Pertama, soal makannya warga-warga kita yang ada di posko-posko, baik tendang yang dibangun bersama maupun yang mandiri.
08:41Kemudian soal kesehatan.
08:42Saya melihat kemarin karena ini banyak kampung yang jauh sehingga cuma ada tenda,
08:48sanitasinya belum ada APSB-nya, belum ada air minum juga kesulitan, belum dilengkapi dengan para medis ya.
08:55Sehingga kita khawatir.
08:56Itu di wilayah mana Bapak?
08:59Di Manggarai Timur, di Manggarai Timur terutama ya, di Waso, di Peronting, dan lain-lain.
09:08Gempa sesulan terbesar biasanya muncul 3-14 hari.
09:13Dan 70% di antara gempa-gempa sesulan itu terjadi dalam radius 50 kilo dari pusat gempa.
09:20Jadi kita tidak hanya fokus di area di mana pusat gempa terjadi,
09:24tetapi biasanya berdasarkan riset kami, 70% terjadi dalam radius 50 kilo dari pusat gempa utama.
09:32Nanti gempa tersebut akan pelan-pelan menurun.
09:37Jadi biasanya sepersepuluhnya itu akan turun dalam 10 hari,
09:42dan kemudian nanti akan turun signifikan kembali sampai sangat sedikit setelah 100 hari,
09:49dan kemudian setelah lebih dari 300 hari akan semakin hilang.
09:53Untuk 2-3 minggu ke depan, ini masyarakat harus tetap waspada,
10:01dan kemudian tadi disampaikan juga dari Wakil Ketua Dewan,
10:08agar kemudian masyarakat mengungsi di tempat yang aman.
Komentar

Dianjurkan